Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 14 : Dilema Tentang Pertemanan.


__ADS_3

Pagi ini rasanya hatiku terus terniang- niang akan Dia, si Julian cowok yang benar-benar meluluhlantahkan hati aku


Apalagi kenangan kemaren saat kita di Dufan


Rasanya aku terus tersenyum membayangkan kenangan waktu itu


Kupandangi foto kita saat bersama terasa begitu romantis


Jam sudah menunjukan pukul 06.15Ā pagi


Aku memutuskan segara berangkat ke sekolah, tentu aku tak ingin melewatkan momen bertemu pangerankušŸ‘‘


Aku kendarai sepeda motorku dengan kecepatan sedang


Tak berapa lama sampailah aku di Sekolah


Ku coba mengecek ponselku namun sayang tak ada notif pesan dari dia kuhembuskan nafas kecewa kemudian aku cari kedua sahabatku namun nihil aku juga tak menemukanya


"Mukin dia belum datang" batinku sambil berjalan ke kelas


Memang semenjak aku mulai ikut latihan drama aku jarang berjumpa atau sekedar mengobrol dengan mereka, karena mereka juga sibuk latihan volly


"Hai El "tiba-tiba Stevi datang danĀ  mengejutkanku


"O...kamu aku kira siapa" ucapku sambil membalikan badan


Dan kulihat di sebrang jalan menuju kelas terlihat Vey dab Rena baru datang mereka tak menolehku sama sekali dan berlalu ke kelas seolah-olah kehadiranku tak terlihat oleh mereka


Deg...!!! hatiku terasa sakit


"Kenapa mereka begitu terhadapku" gumanku dalam hati


"O iya El kamu nunguin siapa" tanya Stevi yang membuat mulutku susah buat jawab


"Engak nungguin siapa-siapa kok, lagi pengen cari udara segar aja" jawabku sambil menunjukan wajah seolah-olah tak ada yang aku sembunyikan


"Kekantin yuk..??" ajaknya lagi sembari mengandeng tangganku


"Enggak deh stev aku buru-buru mau ke kelas ni lain kali aja ya" ucapku sembari melepaskan tangan darinya


"O iya gak papa kok" jawabnya sambil berlalu ningalin aku


Aku mengerti Vey dan Rena mukin sedang marag karena aku tak lagi sering ngobrol dengan mereka di kelas pun mereka sudah menunjukan wajah bahwa mereka sedang marah terhadapku


Aku mencoba mengejar mereka yang menuju ke kantin aku sedikit mempercepat langkah kakiku


Namun saat tiba di kantin sialnya aku bertemu lagi dengan Dea


Dendamku rasanya memuncak kali ini...!!


"Hey ada lo upik...???" ucapnya seraya menaikkan alis dan tersenyum sinis


"Apa lo..." jawabku sedikit ketus dan berusaha menjaga dadaku agar tak bergetar hebat


Byuuurrr....!!!


Tiba-tiba segelas minuman dingin mengalir dariĀ  atas dahikuĀ  dan mengenai seragam sekolahku


Settttt...


Kini dadaku terasa semakin sakit tak karuan ku kepalkan tangganku dan langsung kutonjok ke arah wajahnya dengan keras


Prakkk...!!!


Tak terima Dea kembali menamparku dan terjadilah kekacauan di kantin

__ADS_1


Tak ada yang membela ku saat ini, aku lihat vey dan Rena justru pergi meninggalkanku rasanya sakit saat sahabat sediri tidak ada disaat kita butuh


Tanpa bertele-tele aku segera berdiri dan keluar menuju koperasi sekolah untuk membeli seragam baru


Setelah selesau aku langsung ke kemar mandi dan mengganti baju serta membersihkan baju yang kotor


Rasanya aku tidak ingin masuk ke kelas karena kecuekan mereka membuatku menjadi malas


Namun sangatlah tidak mukin jika aku melakukan itu


Aku coba meberanikan diri untuk masuk dan ku coba mendekati mereka yang sedang duduk di kelas


Namun mereka tetap sama tak menghiraukan kehadiranku


Rasanya aku tak punya teman


walaupun sebenarnya temanku banyak, jika aku tak pemilih pasti banyaklah temanku saat ini aku terus memikirkan hal itu


Dikeas ramai tapi rasanya aku termusuhkan oleh semua seisi kelas


Ku mencoba diam, rasanya benar-benar aneh setiap pertanytaanku tak di jawab oleh mereka dan mereka tetap kukuh dengan kecuekan mereka


Aku mulai bosan rasanya waktu tak memihakku guru yang mengajarpun tak kunjung datang


Akhirnya bel istrahat berbunyi aku memutuskan menemui Stevi di kelasnya untuk melihat jadwal latihan hari ini


Aku berjalan santai menuju kelasnya dengan sedikit melirik kelas Julian namun sayang dia tidak ada di kelasnya


''Bahagia...." itu kata yang aku bisa tangkap saat ini


Setelah sampai aku segera menemui dia dan yang membuatku tak ingin berlama-lama dia sesang asik mengobrol dengan temanya


"Stev aku boleh lihat jadwal latihan drama gak...??" tanyaku di depan pintu kelas


"O.... bentar ya aku ambilin jadwalnya"Ā  ucapnya sambil masuk ke kelas


"Makasih ya Stev.." ucapku sembari berjalan menuju kelas


Julian pov


Semenjak dari pagi aku teramat sibuk dengan tugas yang menumpuk kaya tumpukan buku di perpus


Belum lagi mama aku lupa belum menyetelika baju seragam


Jadi aku menyetelika sendiri baju seragamku


Dan sampai di sekolah aku harus rapat terlebih dahulu dengan kaum pebasket


Setelah itu ulangan.....


Oh ****...


Sampai aku melupakan Eliza


"Pasti dia sedang kawatir saat ini denganku" gumanku dalam hati


Saat istirahat...


Drettt....


Ponselku bergetar segera aku mengambil dari saku celanaku


Begitu girangnya hatiku saat aku tau pesan masuk dari Eliza


*Jul nanti nunggu di gerbang ya*

__ADS_1


Segera aku balas


*iya sayang*


"Woy tadi ada yang beranten tau di kantin" ucapk Dika memecahkan kesunyian di kantin saat kita bertiga sesang sibuk dengan ponsel masing-masing


"Siapa sih kepo gue..." jawabku sedikit penasaran


"Itu si Dea sama si Eliza" jawab Dika dengan raut wajah sok jadi narasumber


Drekkkk...


Jantungku serasa berhenti sejenak


"Apa lo serius...???" tanyaku yang lumayan keras sembari berdiri


"Santai lo Jul emang siapanya sih kayaknya peduli amat" ucap Roy menangapi kekonyolanku


"Njirrr pada gak tau apa sih kan dia ceweknya" celoteh si Roy terdengar meledek


Tak pikir panjang segera aku menuju ke kelas Eliza dengan rasa kikuk yang parah aku mencoba memberanikan diri untuk menemuinya di kelas


Sampai di kelasnya terlihat dia sedang menulis sesuatu di kertas dan segera aku menghampiri dia dan duduk disebelahnya


Srekk


Dia memyembunyikan kertas yang sedang dia tulis sedari tadi karena mengetahui kehadiranku


Dan wajah dia seketika mendadak menjadi merah semerah buah tomatšŸ…


Aku mencoba menanyakan sesuatu tentang keadaanya yang membuatku sedikit kawatir


"Tadi kamu berantem ya" tanyaku pelan sembari menyetuh lembut tanganya


"Iya tapi aku gak papa kok" jawabnya dengan senyuman tipis


"Serius...!!" tanyaku masih dengan penasaran


"Iya..." jawabnya sedikit kesal


"Kamu berantem sama Dea ya...??" tanyaku yang to the point


'Iya" jawabnya sedikit kaku


"Sebeneranya kamu ada masalah apa sih...????"Ā  tanyaku lagi


"Udah deh Jul aku gak papa..." jawabnya sedikit membentak


"O iya kamu kok nyuruh aku nunggu di gerbang...??"


"Iya ..."


"Iya apa..??" godaku lagi


"Ih kamu ngeselin deh Jul....!!!" jawabnya yang terlihat kalah telak terhadapku


"La kok jadi ngambek...??" ucapku seraya mengoda


"Tau ah...!!" jawabnya sambil menyembunyikan wajahnya di lipatan tangan


Kring...


Tiba-tiba bel masuk


"O iya El aku masuk ke kelas Dulu" ucapku seraya meningalkan dia

__ADS_1


Next...


__ADS_2