Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 12 : Train Of Hapineess.


__ADS_3

Minggu pagi ini Julian ngajak aku jalan-jalan ke Dufan tepat wahana permainan itu


Mama yang mengetahui aku bangun sedari pagi sedikit heran


"Tumben kamu bangun pagi amat El mau kemana...???" tanya mama dengan raut wajah sedikit muram


"Mama kok mukanya sebel terus sih sama aku" tanya ku ke mama terus terang.


"Kamu mau main kan sama Julian itu mama tu pengen kamu tu prestasinya naik jangan mikirin cowo terus karena mama pengen kamu bisa kuliah di univ yang yang terbaik seperti anaknya temen mama tu pinter dia malah sekarang punya usaha online " tambah mama sedikit menasehatiku namun aku sedikit merasa risih mendengarnya berulang-ulang


"Udah sih ma sebel deh mama nasihatin terus banding bandingin sama yang lain" jawabku sedikit membentak


"Kamu mau pergi kemana...???" tanya mama lagi tanpa aku jawab pertanyaan mama sebelumnya


"Mau jalan doang kok ma" jawabku sedikit kesal sembari mengambil sepatu yang akan aku kenakan dari rak


"Yaudah mama juga mau pergi sama papa ke rumar kakak kamu mama mau tau keadaan kak Tea" ucap mama sedikit berbeda


"Tu mama malah mentingin kak Tea terus"


ucapku sedikit kesal


Ya memang aku agak cemburu sama kakak ipar ku karena sekarang lagi hamil jadi mama sedikit proktektif terhadapnya


"Kok gitu jawabnya kan kak Tea lagi ngandung sayang, udah ya kalo pulang jangan kemaleman mama sama ayah mau berangkat sekarang" ucap mama sembari memberiku uang untuk seratusan berjumplah lima lembar


"Maksih ma" ucapku sembari mengejar mama dan menciumnya


"Iya hati-hati ya kalo pergi tu makan dulu mama buru-buru solanya" jawab mama dengan sedikit senyum namun hal itu membuatku sedikit tenang


Aku melirik jam di dinding yang menunjukan pukul enam aku segera bersiap-siap menunggu Julian datang


Aku coba kirim pesan ke dia


'*Aku udah siap ni*


Tak ada balasan darinya aku kembali merapikan tatanan rambut serta baju yang aku kenakan


Aku kenakan celana jens biru tua dengan atasan putih navy yang menurutku sedikit cocok dengan kulit putih ku


"Dreeenn..... drenn....!!"


Terdengar suara motor datang dan kulihat dari tirai jendelaku ternyata benar Julian betapa berbunga-bunganya hatiku saat ini senyumanku pun langsung merekah tak lupa rasa gugup ku pun kembali menyapa


Ting tung......


Dia mencet bel dan aku segera keluar dan aku hampiri dia


"Eh nunggu lama ya El?" tanyanya sambil memasukkan motor ke halaman rumahku


"Engak kok baru juga, kok motornya dimasukin Jul?" tanyaku penasaran***


''Ya kan kita mau naik kereta biar kamu gk cape sayang" ucapnya dengan suara sedikit mengodaku


"Apaan sih Jul ya gak lah kalo cape, tapi     terserah kamu sih" jawabku dengan santai


"Boong amat kamu gak cape lihat badan kamu aja udah ketara kamu tu gampang cape" ledeknya lagi dan ngena banget ke hati aku


"Iiissshh ya gak lah" elak ku sambil memakai sepatu


"Yaudah kita pesen Grap car aja dulu" ucapnya sambil mengambil ponsel dari saku miliknya


"Iya deh Jul" jawabku segera berdiri dan bersiap-siap

__ADS_1


Dan yang membuatku sedikit heran dia membawa ransel yang lumayan besar


"Kamu bawa tas nya kok besar banget Jul..??" tanyaku sedikit menelan ludan


"Ya elah itu gak gede ya biasa aja tu liat deh isinya" jawabnya sambil memajukan tasnya ke arahku


Karena aku penasaran segera aku buka isinya, ternyata dia membawa bekal  makanan sebanyak ini


"Waoo banyak banget bawa makananya'' tanyaku sedikit heran ke arahnya


''Iyalah kan kalo beli di sana ntar harganya mahal" jawabnya sambil senyum ke arahku


Dan setelah itu kita keluar dan nungguin Grab nya datang


Tak berapa lama grabnya datang kita langsung masuk ke dalam mobil


"Hati-hati El" ucap Julian sembari memegang tanggan ku


"Iya" jawabku sembari masuk dan duduk di dalam mobil


Di dalam mobil rasanya hati aku sedang asik beradu dan keringat dingin kini menghampirku


Antara rasa deg-degan serta gugup karena baru kali ini aku se mobil sama cowok


"Sini duduknya deketan aja" ucapnya sedikit mengeser badanku agar sedikit mendekat denganya


Sini aja Jul ucapku sambil mengeser badanku sedikit menjauh darinya


Mukin dia kecewa namun hatiku belum bisa maaf Jul umpatku dalam hati


Julian terus memandang wajahku dengan tatapan yang berbeda serta bibirnya selalu tersenyum, aku yang menyadari itu berusaha menjaga pipiku agar tak memerah


Kucoba memainkan ponsel walau tak ada chatingan masuk, aku berpura-pura memainkan keyboard di ponselku walau terlihat mengelikan


"Julian jangan iss!!!"


Reflek aku merebut ponselku darinya walaupun itu sulit untuk aku ambil kembali dengan muka pasrah aku membiarkan dia memainak ponsel ku


Dan tak berapa lama kita sampai distasiun kita turun dan masuk ke stasiun


Setelah itu dia ngantri buat beli tiket


Selang beberapa lama akhirnya kita memdapat tiket dan kita bergegas naik ke dalam kereta Computerline


Kita akan melakukan perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Stasius Kota Jakarta


Terasa sedikt sesak saat pintu baru dibuka dan kita berdesak-desakan untuk masuk kedalam


Hawa didalam kereta terasa penuh dan asing, karena hari minggu atau hari libur biasanya kereta sangatlah penuh karena banyak yang jalan-jalan ataupun belanja ke Pasar Tanah Abang


Didalam kereta Julian mencari tempat duduk untukku namun karena sangatlah banyak penumpang kali ini kita nihil mendapatkan kursi yang biasa tertempel di sisi samping kanan dan kiri kereta


"Gak papa ya berdiri" ucapnya sambil memegang pundak ku agar tak terdesak oleh yang lain


Rasa bahagia kini berkembang di hatiku deruan nafasnya membuatku yakin dia lelaki terbaik untukku


Dan tak berapa lama kereta mulai berjalan


"Eittss..." pegang tanganku


Aku terus memegan erat tanganya aroma tubuhnya yang khas secara langsung menghipnotisku dan hatiku meleleh seketika rasanya


"Julian... Julian... Julian" itu isi otakku saat ini

__ADS_1


Tak henti-hentinya dia memandangiku dan terkadang dia tersenyum sediri


"Begitu manis" umpatku dalam hati


Dan sekitar empat puluh lima menit kita sampai distasiun kota kita turun dan menempelkan kartu trip yang berada disepanjang barisan menuju arah keluar


Setelah itu dia menyuruhku duduk dikursi yang tertera diluar Stasiun


"Cape ya sayang bentar ya aku pesenin Grab lagi buat masuk ke wahana sana'' ucapnya sambil mengambil ponsel dari sakunya


"Iya gak papa kok" jawabku sedikit tersenyum


"O iya kamu belum sarapan kan..??" tanyanya ke aku sambil sodorin sebungkus roti yang masih utuh


"udah kok Jul" jawabku sedikit berbohong


"Bohong ya tu bibir kamu kering.." ucapnya sambil memaksaku menerima roti dari tangganya


"Iya Jul makasih ya" jawabku dengan sedikit senyuman


Selang beberapa menit grab yang dipesan datang segera aku menghabiskan roti walau terlihat tergesa-gesa


"Tenang sayang nanti aku tungguin kok ..." ucapnya sedikit membuatku tersenyum malu


"Iya.." jawabku sambil berdiri dan berjalan ke arah mobil grabnya


"Mas nanti masuk ke depan wahana aja ya mas jangan di pintu utama masuk" ucap Julian sembari membenarkan stalbeat yang ada dikursi agar kita aman


Karena kalau turun di depan pintu utama lumayan jauh jaraknya untuk sampai ke wahana Dufan


"Baik mas.." jawabnya si sopir yang langsung melajukan mobil


"Bentar lagi sampai sabar ya" ucapnya sembari mencium keningku dengan lembut


Malu Jul 😑😑😑😑


Setelah sampai di gerbang pinru masuk kita langsung menuju ke dalam wahana Dufan  jika jalan lumayan jauh jadinya lebih baik naik mobil


Setelah sampai pintu masuk kita turun dan Julian bayar si grabnya


"Maksaih ya mas" ucapnya aambil mengulurkan uang dari dompetnya


Setelah itu kita nungguin wahananya di buka dia yang membeli tiket dan aku menunggu di kursi yang disediakan


Dan setelah selesai membeli tiket di loket kita duduk sembari menunggu wahanya di buka 


"Cantik banget sih sayang" ucapnya sambil mengusap keringat di pelipis aku dengan tisu


"Biasa aja" jawabku terdengar terkesan malu


"Gak usah malu kali.." ucapnya lagi yang membuatku gugup seketika


"Udah pernah kesini belum El" tanyanya lagi ke aku sambil melijat jam tanggan yang ia kenakan di tanggan kirinya


"Udah tapi pas masih SD kayaknya kalo kamu...?" jawabku sambil melihat wajahnya yang terlihat selalu tampan


"Aku pas SMP dulu sama keluarga besar" jawabnya sedikit membuatku iri


"Pasti seru deh Jul" jawabku sambil menyederkan kepala di kursi


"Seru banget El" jawabnya terdengar bersemangat


Dan kita mengobrol sembari menunggu wahanya di buka

__ADS_1


Next....😇😯


__ADS_2