Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 43 : Broken Heart


__ADS_3

Setelah dua hari aku tidak sekolah...


Hari ini aku putuskan untuk berangkat ke sekolah dengan semangat yang sudah memudar kupaksakan setiap langkahku untuk terus melangkah maju


Mukin berat namun aku harus mencoba.


Ku awali hari ini dengan senyum palsu ku dan kecerian yang harus aku tata sedemikian rupa.


Awalnya susah namun lambat laun aku berfikir tak ada salahnya untuk mencoba menahan malu, amarah, dendam dan sakit hati.


Aku kembali menangis namun segera aku seka dengan kasar.


"Aku gak boleh cengeng harus kuat...!!!'' ucapku lirih.


Aku harus siap apa yang akan terjadi nanti saat sampai di sekolah.


"Udah rapi aja anak mama gimana badan kamu sayang udah enakan...???" tanya mama aku yang sddang bersiap untuk pergi ke kantor.


"Udah ma.." jawabku sebisa mukin aku menaikan volume suaraku.


"Kok tanganya tambah melebar lukanya kamua apain sayang....???" tanya mamaku sedikit kawatir.


"Oh ini kebentur ma semalem.." jawabku berbohong.


"Coba mama liat.." ucap mama sambil menyetuh tangan kananku.


"Sini mama ganti perbanya" tambahnya lagi berusaha menganti perban ditanganku.


"Aku bisa sediri ma" jawabku sambil tersenyum


"Yaudah sarapan dulu gih kamu dari kemaren gak makan lo El" ucap mama aku lagi sambil mengambil benerapa berkas di meja dekat televisi.


"Iya ma" jawabbku dengan senyum


Setelah itu aku menuju kotak P3k yang ada di dekat ruang keluarga dan aku mengambil sisa perban kemaren.


"O iya mama sama ayah berangkat dulu ya" ucap mama sembari mengahampiri aku yang sedang membalut tangan dengan perban.


''Iya ma hati-hati" jawabku sambil mencium mama.


Setelah itu aku ke meja makan.


Suap demi sesuap aku makan makanan yang ada dipiring begitu sulitnya lidah aku untuk menerima namun perutku berteriak minta diisi.


Segera aku buang sisa nasi yang masih banyak ke tempat sisa makanan dan mencuci piringnya.


Waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh segera aku memakai sepatu dan bersiap.


Selang lima belas menit aku sampai disekolah


Segera aku memarkirkan motor dan segera menuju kelas.


Aku harus terlihat biasa saja walau dalam hati kecilku ada banyak hal yang menganjal.


"Woy....!!"


Teriak seseorang dari belakangku dan ternyata Dea.


Aku tak jadi menoleh kebelakang karena aku tau dia Dea.


Secepat mukin aku berjalan menuju kelas.


Dan saat ini aku berpas-pasan dengan Julian dari arah berlawanan.


Aku malu aku tak sanggup melihat dia dengan kaki yang bergetar aku menunduk, walapun rasanya aku ingin memegangnya melihat wajahnya namun itu hanya sebuah hayalan.


Aku melewatinya dengan langkah berat dan detak jantung yang berdegup kencang.


Dia tidak menyapaku....??


Melihatku pun tidak...??


"Aku terima Jul semua amarah kamu" gumanku dalam hati.


Segera aku sedikit berjalan cepat dan menuju kelas.


"Eliza kamu udah masuk ...??" tanya Vey dan dengan tatapan mata yang semua menuju ke arahku


"Iyalah udah sembuh.." jawabku sambil duduk menghampiri Vey.


"O iya kok perbanya lebih lebar lagi sih El" tanya Rena sedikit mendekatiku


"iya nih" jaaabku pelan


"Oiya kamu sakita apa El..?" sekarang Lia menanyaiku.


"Deman aja.." jawabku singkat.


Selang beberapa menit bel masuk berbunyi.

__ADS_1


Dan tak berapa lama Bu Ratna datang.


"Eliza karena kamu kemaren tidak masuk jadi tugas kamu lebih banyak dari yang lain...!!!!" ucap Bu Ratna yang langsung mengahmpiriku dan memberikan beberapa lembar tugas yang harus aku kerjakan


"Baik buk" jawabku sambil menerima lembaran soal dari Bu Ratna


"Dan sekarang kamu bisa mengerjakan..!!"


perintahanya lagi dengan tegas


"Siap Buk" jawabku sambil memberikan senyuman.


***


Kring... Kring.. Kring


Istirahat ke dua tiba aku memutuskan ke kantin untuk membeli beberapa makanan.


"Vey kantin yuk.."


"Okeh kamu ikut gak Ren...??" tawar Vey ke Rena


"Gak deh ini aku belum ngerjain tugas ipa nih" jawab Rena dengan wajah kusutnya.


"Oh yaudah ..." ucapk Vey ke Rena.


Segera kita berjalan ke kantin berdua


Sampai di kantin aku membeli dua bungkus makanan ringan dan membeli sebotol aqua.


"Makan sini apa kelas aja...??" tawar Vey


"Sini aja deh kan juga lagi sepi kantinya"


jawabku sambil duduk di kursi kantin


"Baiklah" jawab Vey yang ikut duduk di ssbelahku.


Kita menikmati makanan ringan dengan sedikit bersantai.


"O iya El tadi kamu udah selesai emang ngerjaim tugasnya...?".


"Udah kok tingal ngasih ke Bu Ratna aja"


"Hai Eliza..." ucap Aftur yang datang tiba-tiba.


"Iya" jawabku pelan


"Baik kok" jawbaku sengan sedikit tersenyum


Dia membalas ucapanku dengan tersenyum.


Segera mereka duduk di baris ketiga dari aku duduk.


Setelah aku tak mempedulikan akan itu dan kembali mwngobrol dengan Vey.


"Kok tumben sih El dia nyapa kamu...??" ucap Vey sedikit menyegol bahuku.


Deg...!!!


"Iya nih" jawabku sedikit gugup.


Samar-samar aku mendengar obrolan Aftur dan kedua temanya.


"Lo jadi nembak dia Tur ...???" Ucap Andi ke arah Aftur.


"Jadilah lagian Julian bentar lagi putusin dia" jawabnya sedikit pelan.


Doarrrrr!!!!!!


Jantungku rasanya ingin meledak seketika "Apa mukin yang dikatakan Aftur benar...??" ucapku menerka-nerka dalam hati.


"Vey aku ke toilet sebenatar ya" ucapku ke Vey sambil meninggalkan dia di kantin.


"El kok buru-buru sih"


Dengan wajah yang berubah menjadi merah dan hati yang terasa begitu perih aku segera berlari menuju toilet aku tahan air yang sedari tadi ingin jatuh dari kelopak mataku.


"Tenang Eliza...!!" ucapku lirih.


"Oke Jul kalau ini mau kamu aku siap" ucapku dengan air mata yang justru semakin deras mengalir.


Aku merenung cukup lama didepan wastafel aku basuh wajahku berkali-kali agar tak terlihat aku sedang menangis.


"Oh .... Dia ada disini..." ucap seseorang yang mengagetkanku


Segera aku membalikan badan dan melihat siapa dia.


"Dea...??"

__ADS_1


"Hey Eliza lo tu ternyata masih gak punya malu ya jelas jelas lo habis disentuh cowok"  ucap Dea dengan angkuh.


"Maksud lo apa sih De...??" ucapku sedikit keras


"Udah ngaku aja lo kalo lo tu gak perawan" ucapnya yang menusuk lubuk hati terdalam ku dan sangat dalam.


Plak.....!!!


Aku angkat tanganku untuk menampar dia tapi tangan Devi menahan tanganku.


"Eitss... gak usah main fisik deh...!!" ucapnya dambil melotot ke arahku.


Sabar... Sabar...


Aku mencoba menahan semua amarahku segera aku berusaha keluar.


Namun belum aku melangkah samapi luar kaki aku di jegal  oleh Dea.


"Bruakk..!!"  karena tak ada keseimbangan aku limbung dan jatuh ke lantai.


"Hhhhhh.." Dea yang mengetahui aku terjatuh justru menertawakan yang membuat emosiku seketika menjadi tak karuan.


"Dasar pengecut...!!" ucapnya lagi


"Lo nangis hah..???" ucapnya sambil memegang wajahku dengan kasar


Tak aku jawab aku langsung berdiri


"Lo tu kapan sih De berhenti gak gangguin hidup gue..'' ucapku dengan terisak.


"Salah aku dari dulu apa sih De..??" tanyaku lagi dengan bibir bergetar.


"Alah gak usah cengeng lo El" ucap Dea dengan keras.


"O iya kan denger-denger Julian mau putusin lo deh" ucapnya lagi dengan angkuh.


Tak aku jawab aku berusaha mengatur nafasku.


"Lo sih pakai selingkuh segala..." ucapanya yang tak terasa seperti membunuh ku secara perlahan.


"Kenapa gak lo bunuh gue aja Dea...??" ucapku dengan keras dan emosi yang membababi buta dan menunjuk tangganku ke arahnya.


"Kenapa gak lo bunuh gue disaat gue di jebak gue dituduh dan Julian aja gak percaya sama gue, lo kira gue apaan???" ucapku sambil terisak.


"Gue juga manusia De gue juga punya hati" tambah ku lagi.


"Bunuh gue sekarang biar lo puas ambil Rehan dan gara-gara dia aku sekarang jadi kaya gini...!!!!" ucapku dengan air mata terus  mengalir.


"Kaya gini kenapa??" tanyanya sok peduli dengan memegang tangan aku.


"Lepas...!!!" ucapku dengan kasar.


"Asal kamu tau De aku gak suka sama Rehan seinci pun jadi berhenti jadiin gue pelampiasaan kecewanya hati kamu karena Rehan..." ucapku lagi berusaha berdiri dengan bibir bergetar hebat.


Tanpa mereka sadari Julian mendengar sedikit obrolan Dea dan Eliza.


"Gue cape...!!" ucapku dengan suara serak dan mulut yang serasa terbungkam hebat.


Segera aku berlari mengambil tas yang ada dikelas ku dan aku beranjak pulang.


"Eliza lo kenapa sih El...??"


"Aku mau pulang" jawabku dengan berusaha keluar dari kelas


"Tapi kamu kenapa dulu El...??"


"Eliza..??" terik Vey berisaha mengejarku ke halaman sekolah.


Vey dan Rena mengejarku


"Eliza kamu kenapa sih kamu kenapa nangis lagi...??" tanya Vey bertubi-tubi.


"Aku sakit Vey" jawabku tanpa kesadaran.


"Apa yang sakit..??" tanya Vey dengan memeluk tubuhku.


"Bandan gue..!" jawabku frustasi.


"Ada apa sih...??" ucap Aftur tiba-tiba.


"Aku pengen pulang Tur.." jawabku pelan


"Kita ke UKS aja ya...??" ajak Aftur menawariku.


"Aku gak sakit aku sehat aku hanya ingin otakku kosong...!!" ucapku berkali-kali dengan brutal.


Vey dan Rena memeluk erat tubuhku serasa kesedihanku dipompa hebat.


Otakku lelah....!!!!

__ADS_1


Dan hatiku serasa dicacah hingga lebur.


__ADS_2