Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 5 : Dia Dan Sebuah Perasaan.


__ADS_3

Jam istirahat..


Waktu istirahat kedua ini aku sempatkan membaca buku di perpustakaan.


Kali ini aku ditemani ke dua sahabatku, Vey dan Rena


Sembari membaca buku kita mengobrol tentang ulangan kemaren


Belum sempat kita mengobrol lebih jauh tiba-tiba aku dikagetkan dengan kedatangan dia cowok kemarin, Julian


Dia datang sedirian dan membawa beberapa map berwarna merah dan dia berjalan menuju kearah ku yang sedang membaca buku disamping kiri dekat jendela


"Tap.. Tap... Tap..."


Langkah kakinya terdengar pelan namun pasti, segera pandanganku aku alihkan ke buku yang sudah aku ambil sedari tadi dari rak


Vey dan Rena juga masih sibuk dengan membaca beberapa majalah sekolah lain


Tiba-tiba wajah aku seketika berubah menjadi merah saat dia duduk pas di sebelah aku


Entah perasaan apa ini yang datang menghampiriku


Rasanya aku seperti berada di situasi yang sulit


"Maaf ya ganggu waktu nya sebentar" ucap cowok terebut sambil mengeser kursi mendekati tempat dudukku


Panas dingin yang aku rasakan sekarang


''Ya Tuhan kenapa dia berada di dekat aku sedekat ini" umpatku dalam hati


Aku terus berharap dia segera pergi


"O iya gak papa kok" jawab Vey sambil membalikan wajahnya menuju ke arah suara cowok disebelahku


"Nyariin kita ya" ucap Rena tiba-tiba


Dan kata kata itu bikin aku pengen nutup mulut dia


"Iya aku mau cari ....." ucapnya terpotong dan dia seperti sengaja melambatkan kata-kata yang ingin dikeluarkan


"Cari siapa?" sekarang balik Rena melanjutkan ucapn Julian yang terpotong


"Cari anak Mipa2 yang ikut voly" ucap Julian melanjutkan ucapnya yang terpotong


"Hufss...." rasanya hati aku lega seketika


Dan aku berpikir bahwa dia akan ada urusan sama Vey dan Rena jadi aku putuskan beranjak dari kursi dan berpura-pura menukar buku bacaan


"Emang udah kelar lo bacanya El" tanya Ves yang bingung melihat tingkahku


"Belum sih cuma mau ganti aja" jawabku sambil senyum ke arahnya


Aku sengaja berpindah ke rak sebelah aku ingin kembali menjernihkan pikiranku


Dan aku mendengar obrolan mereka yang membahas tentang turnamen volly


"Oke ... Cukup ya nanti kalian tinggal kasih ke pak Dito" terdengar suara Julian yang mukin udah menyelesaikan urusanya dengan Vey dan Dia beranjak pergi


Syukurlah drama aku kali ini selesai


Dan aku segera kembali ke tempat duduk aku semula


Setttt dia melihat tingkah aku dan tersenyum yang membuat aku seketika jadi salah tingkah


"Lo cari buku apa sih El kamu bilang tadi kamu nyelesain buku yang tadi ?" tanya Rena dengan rasa penasaran


Aku tak menanggapi pertanyaan Rena dan hanya membals dengan senyum termanisku

__ADS_1


Dan kita kembali melanjutak membaca buku


.


****


Kring... Kring ...


Bel pulang telah berbunyi aku segera membereskan buku dan beranjak keluar kelas


"El kamu jadi latihan ya ?" tanya Vey ke arah aku yang sedang memasukan buku


"Jadi Vey kalian pulang duluan aja" jawab ku ke mereka sambil meneteng tas dan berlalu meninggalkan mereka


"Oke... El sukses ya" ucap mereka yang masih terdengar olehku


Aku berjalan sedirian menuju Aula sekolah tak sengaja pandangan mataku menuju ke arah lapangan basket yang kebetulan jalan menuju Aula melewati lapangan basket


Aku melihat terdapat beberapa sekolompok siswa yang sedang berlatih basket dan sedang melakukan pemanasan terlihat begitu keren dengan seragam berwarna merah menyala yang dikenakan


Tanpa sengaja mata aku berpas-pasan lagi dengan dia mata ini bertemu dan aku langsung mengalihkan pandangan ku dan segera berjalan menuju arah ke Aula


Sampai di Aula aku langsung melihat sekelilingku untuk mencari tempat duduk yang kosong


Dan dari arah belakang Stevi, teman kenalan aku kemaren melambaikan tanggan aku segera menghampirinya dan duduk di sebelahnya


Jadwal hari ini seperti biasa mendapat bimbingan dari kak Fina dan pemilihan karakter


Tak berapa lama kak Fina datang dan kita langsung diarahkan cara berakting yang baik, raut wajah yang pas dan mimik serta segala macam seluk beluk dalam berakting setelah diberi arahan kita dicoba satu persatu untuk maju ke depan ada siswa yang berakting lucu, sedih, nangis dan akting marah.


Aku mencoba berakting menjadi orang yang pemarah dan disambut gelak tawa dari teman-temanku dan tepuk tanggan dari kak Fina


"Oke anak-anak sekarang kak Fina akan membagikan karakter apa yang akan kalian bawakan saat latihan besok'' ucap kak Fina sembari membagiakn selembar kertas yang sudah di beri kode debgan senyum manis khasnya


Dan kita di bagi menjadi beberapa kelompok dan beruntungnya aku berkelompok dengan Stevi


"Kita sekelompok El" ucap Stevi tersenyum ke arahku


"Iya nih Stev'' jawabku sambil membalas senyumanya


Tak terasa sudah hampir tiga jam kita latihan dan kak Fina segera menutup bimbingan kali ini dan menyuruh kepada siswa segera pulang


Aku segera meneteng tas dan berlalu keluar bersama Stevi


Di perjalan ke parkiran kita mengobrol terlebih dahulu karena kita baru kenal jadi terasa asik setiap obrolan yang kita bahas


"El kamu aku anterin aja mau gak ?" tawarnya ke aku yang mengetahui aku tidak memakai sepeda motor dan berencana naik bus


"Gak usah stev deket kok rumah aku" jawabku menolak ajakanya karena aku merasa tak enak apabila merepotkan dia


"Yaudah aku pulang duluan ya El sampai jumpa" ucapnya menanggapi jawaban aku dan melambaikan tanggan


"Iya Stev hati-hati'' ucapku sambil membalas lambaian tanggan darinya dan berlalu ke luar gerbang


Aku melihat arloji di tanggan sebelah kiriku


Sekarang masih pukul lima sore tapi langit sudah terlihat gelap dan suasana terasa sepi dan senyap


Aku yang masih diam mematung di depan gerbang berusaha berjalan ke halte diseberang jalan


Tak terasa rintik-rintik hujan mengenai baju seragam ku aku segera berlari dan menepi


Jalanan juga terlihat sepi aku menunggu dan duduk diantara kursi yang terpasang di pinggiran halte


Aku mencoba mengambil ponselku dari saku baju seragamku aku membuka layar ponsel dan aku melihat ada beberapa pesan masuk dari sahabat ku juga dari teman sekelasku


Baru aku akan balas satu persatu tiba-tiba baterai ponselku habis

__ADS_1


Segera aku masukan kembali ke dalam tas


Terasa kesal karena tadinya mau aku jadikan teman disaat aku menunghu bus datang


Tak berapa lama hujan turun dengan derasnya


Aku yang menunggu sedari tadi juga belum muncul satupun bus yang biasa membawa penumpang ataupun siswa


Aku melihat kembali arlojiku dan ternyata aku menunggu sudah hampir setengah jam rasa lelah dan putus asa kini menghampiriku


Tiba-tiba ada ibu-ibu yang lewat depan halte dan memberitahuku bahwa jam segini biasanya bus lewat jalan sebelah


Aku yang merasa sudah tidak ada harapan lagi buat menunggu bus datang


Aku putuskan untuk pulang jalan kaki


Hujan terus menguyur tubuhku


Terasa dingin dan menusuk namun aku menikmati aku terus melangkah kakiku sedikit agak cepat karena aku harus segera sampai rumah dan sebentar lagi pasti kedua orangtuaku sudah datang


Aku dekap erat-erat tas sekolahku dan terus memandang lurus kedepan menelusuri lebatnya hujan


"Drennn...drenn"


Tiba-tiba dari arah belakangku ada suara motor yang berhenti namun aku hiraukan dan tetap berjalan


"Hey... bareng aku aja yuk ?" ucap seseorang dengan keras mukin si pemilik motor


Segera aku membalikan wajah dan aku melihat wajah dari balik helm dan ternyata Julian


"Gak usah deket kok rumah aku" jawabku menolak ajakanya dan tetap berjalan


Dia yang mendegar jawaban tolakan dari aku tiba-tiba Dia turun dari motor dan menarik tanggan aku dengan kecang serta memaksaku untuk ikut denganya


"Kamu mikir gak sih ini hujan ada petir juga kamu terlihat bodoh tau gak !!" ucapnya keras dan sedikit menyakiti hati aku


"Terimakasih" ucapku sambil menghempaskan tangganya keras


"Kamu itu keras kepala!!!" ucapnya lagi dan sekarang dia menarik tangganku dengan sangat kencang dan memaksa aku naik ke motornya


Karena hujan semakin lebat aku putuskan naik ke punggung motornya


Tanpa jawaban darinya dia segera menstarter motor dan mengantarkanku pulang


Selang sepuluh menit kita sampai di depan rumahku dan dia mrmberhentikan motor dan aku segera turun aku yang mengigil tidak berani mengucapkan terimakasih ke kepadanya


Dia yang tau keadaanku cuma senyum ke arahku dan berlalu pulang.


Sampai di rumah terlihat masih sepi, mama belum pulang lega rasanya hatiku aku langsung naik ke atas dan menuju kamar


Aku langsung ke kamar mandi dan melepaskan semua baju yang basah dan merendamnya dengan detergen dan aku lanjutin mandi setelah itu aku cari pakaian hangat dan memakainya rasanya lelah banget dan kepalaku terasa pusing aku segera merebahkan badan ke kasur dan berusaha tidur


Baru meletakjan kepala tiba-tiba mama datang dan memarahi aku karena lantai yang kotor juga aku pulang kesorean


"El kenapa kamu pulang sore terus kehujanan segala itu lantai kotor semua karena sepatu kamu,jas hujan yang mama beliin gak dipake ?" tanya mama yang langsung berdiri disamping tempat tidur aku


"Aku pengen mama keluar ...!!! aku cape ma aku ngantuk aku pulang sore karena aku ikut latihan pentas drama" jawab ku singkat dan agak aku tinggin nada bicaranya


"Kan mama sudah bikang El kamu fokus dulu sama nilai kamu, kamu dengerin mama gak sih selama ini"


"Kenapa sih ma mama ngekang aku terus aku pengen ma kaya temen-temen yang punya bakat lain, salah aku apa sih ma"


"Sifat kamu tu dari dulu gak pernah berubah kamu selalu melawan mama terserah kamu El" bentak mama sambil membanting pintu dan berlalu keluar


Aku yang melihat sikap mama sudah terbiasa dan aku tidak mengambil hati dan kulanjutkan memejamkan mata dan tidur


Next....

__ADS_1


                           ****************


__ADS_2