
Hari ini siswa siswi Kelas X dan XI mulai masuk sekolah kembali setelah empat hari lamanya libur, dikarenakan kelas dua belas sedang Ujian Nasional.
Sekolah yang semula tampak sepi itu kini kembali ramai ketika semua siswa mulai berdatangan.
Tempat yang mempunyai cerita, tempat yang memiliki warna serta makna bagi setiap langkah para siswa.
Tak terkecuali Kisah cinta dari pasang siswa siswi yang terjalin dalam sebuah rahasia.
Julian datang dengan waktu sangat mepet sudah tau sendiri alasanya karena Dia semalam begadang dengan Putri lewat ponsel.
Dia mulai berjalan menuju kelas yang sudah tampak penuh dengan para siswa- siswi yang sudah duduk di tempatnya masing-masing.
"Woy yang liburan telat nih datengnya" Ucap Roy dengan teramat lantang dan membuat seisi kelas meneloh ke arah Roy.
"Iya nih kesiangan gue .." jawab yang di sindir justru merasa bangga sembari menepuk bahu Roy.
"Jul mana buah tangan lo....??" tanya Denis dengan antusias walaupun Dia hanya bercanda.
"Lo main aja kerumah banyak kok..." jawab Julian sembari duduk di sebelah Roy.
Putri terlihat senyum-senyum sendiri ketika Julian meliriknya Dia duduk di sebelah sisi kanan baris empat sedang putri di sisi kiri baris tiga.
Bel masuk berbumyi Julian bernafas lega karena semenit saja terlambat dia harus berdiri di halaman sekolah dengan sajian terik matahari yang menemaninya.
Tak berapa lama Bu Ika datang dengan tampang sangarnya ya, pr yang semalam yang di kerjakan Julian adalah tugas matematika dari Bu Ika yang terkenal klier itu.
"Lo kapan ngerjainya Jul...??"tanya Roy sedikit menyegol bahu Julian namun dengan suara pelan.
"Semalem gue begadang...." jawabnya sambil menunjukan mata yang terlihat seperti panda itu.
"Tumben lo rajin..." decak Roy dengan mengejek.
''Pagi anak-anak" sapa Bu Ika seperti biasa
"Pagi bu" jawab semua siswa secara serentak.
Disaat Bu Ika mengajar kita di ajarkan puasa tertawa kita harus menunjukan wajah keseriusan kita dalam pelajaran ini
Kurang lebih dua jam lamanya akhirnya Bu Ika selesai mengajar, perasaan lega kini kita rasakan bersama dan disaat Bu Ika melepas kacamata semua siswa mengucap "Alhamdulilah".
"Oke anak-anak sampai disini dulu ingat minggu depan ada ulangan siapkan yang terbaik dan sebaik mungkin" ucaonya dengan nasihat yang bermutu tentunya.
"Baik buk..." jawab semua siswa secara serentak.
"Gila tu guru ini ngasih tugas sebejibun eh minggu depan ada ulangan dikira otak kita robot apa...?" ucap Dika berkomat-kamit seperti dukun membaca mantra.
Aku dan Roy hanya menertawakan Dia dari depan.
"Kasih vitamin noh sohib lo..." ucapku kepada Roy dengan berbisik.
"Hahaha sakit juga ya lo Jul rupanya.." Jawabnya justru dengan tangan memegang dahiku.
"Woy gue masih waras kali" ucapku dengan membuang kasar tangan kotor yang menempel di dahiku ini.
"Hahaha" kita tertawa bersama menertawakan kekocakan kita saat bertemu.
"Woy ketawa gak ajak-ajak..." ucap Dika seperti emak-emang rempong.
Justru kita berdua tambah tertawa dibuatnya.
__ADS_1
"Dika, Dika lo emang ya lagi pms apa sih dari tadi sensi mulu makanya kalau libur, liburan noh" ucap Roy dengan nada ejekan si Dika yang terkenal sensitif itu langsung melempar kertas ke arah Roy.
"Makan ni liburan" ucapnya dengan keras.
Denis yang tipe cowok rajin hanya menggelengkan kepala sembari menahan senyumnya tak lupa buku yang ada di depanya sok-sokan Dia baca dibuka berulang-ulang tentunya.
"Denis jangan ditahan keluar bau lo...." celoteh Roy dengan logat yang lucu, justru kita berempat tertawa, suasana menjadi pecah hingga menjadi perhatian dari Putri dan teman-temanya tak terkecuali Dika.
"Pada ngetawain apa sih kayaknya seru banget....?" ucap Putri denagn tatapan memandang ke arah Julian.
"Gak papa Put biasa mereka lagi sakit mungkin" ucap Dika berusaha mencari perhatian Putri namun si punya nama justru hanya menangapinya dengan cuek.
"Hahaha" Roy yang sangat peka dengan keadaan justru semakin tertawa ketika melihat sahabat tercinta, cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Udah diem ada Bu Sindy tu...." ucapku memperingati Roy yang masih asik dengan bergurau.
"Selemat pagi anak-anak..." ucap guru berbadan seksi nan cantik itu Dia adalah guru kesenian baru di sekolahku.
"Pagi Bu" jawab Semua siswa dengan serentak.
"Kali ini ibu akan menginformasikan dari kelas ini harus ada dua siswa laki-laki dan perempuan untuk mengikuti pentas seni dalam acara perpisahan kelas duabelas" jelas Bu Sindy panjang lebar sembari mengisi daftar absensi.
Teet.. Teet
Tak berapa lama bel Istirahat berbunyi.
"Baik anak-anak kita lanjutkan habis istirahat ya...." ucap Bu Sindy sembari berjalan ke luar kelas dan di ikuti semua tamanku yang berjalan keluar untuk ke kantin.
Saat jam istirahat tiba.
Sengaja hari ini aku tidak ke kantin karena aku ingin menemui Eliza di kelas sebab kerinduanku sudah tak bisa di tahan lagi.
"Iya" jawabnya dengan menoleh le arahku.
"Gak ke kantin...?" tanyaku berusaha mendekati Dia dengan duduk disebelahnya.
"Gak Jul kamu sendiri kenapa gak ke kantin...??" tanyanya berusaha menyeimbangkan suara yang terdengar gugup itu.
"Gak" jawabku sembari memasukkan tangan ke saku celanaku
"Em El" aku berdeham berusaha mendekatkan wajahku ke arahnya.
"Apa" Dia berusaha menjauhkan wajahnya dari bibirku.
Terlihat wajahnya mulai memerah dan tanganya ikut bergetar.
Dikelas hanya ada aku dan Dia menjadikan nafsuku mulai berkobar dan membara bagai api dalam nirwana.
"Kemarin kamu ke Bandung...?"" ucapnya berusaha memecahkan keheningan yang super cangung ini dengan sedikit mengeser kursi yang Ia duduki agar sedikit menjauh dariku namun dengan cepat aku tahan.
"Aku gak nyium kamu kok tenang aja...." ucapku yang super peka melihat sikap Dia yang begitu gugup.
Dia hanya tersenyum dengan malu-malu menujukan lesung pipi yang tampak muncul kembali.
"O iya Jul ini kaos kamu yang ketinggalan kemarin..." Dia mengembalikan badan dan mengambil kaos milikku dari dalam tas ransel itu.
"Oh aku kok malahan lupa ya.." ucapku dengan basa-basi sembari mengambil kaos dari tangan Eliza.
"Ya kan udah kemarin jadi wajar kok kamu lupa..." ucapnya yang begitu meneduhkanku.
__ADS_1
"Wangi banget udah kamu cuciin ya.." ucapku lagi sembari mencium aroma baju yang teramat menengkan ini.
"Iya tapi maaf ya kalo kurang bersih..."
"Iya kurang soalnya kamu kurang bersihin pikiranku akibat kebayakan mikirin kamu jadi mampet deh" ucapku mengoda Dia dengan gombalan mautku.
"Apa sih Jul..?" Dia hanya kesemsem mendengar gombalanku.
"Aku kangen kamu El" ucapkku ke arahnya dengan jailnya tangan kananku berusaha meraih tangan mulusnya dan perlahan aku gengam erat-erat.
"Jul malu..." ucap Eliza dengan nada pelan terlihat wajahnya semakin memerah.
Aku terus mengegam erat tanganya serasa aku tak ingin lepas darinya.
"Jul nanti ada yang lihat lho.." Eliza berusaha melepaskan gegamanku namun aku terus kuat menahanya.
"Udah biarin kan memang semesta sudah jadi saksinya kita" ucapku lagi dengan percaya diri.
"Bisa aja kamu Jul"
Tanpa mereka sadari Putri sudah mengintai mereka dari luar.
"El aku balik ke kelas dulu ya..." ucapku sembari melepas gengaman ini dan beranjak dari tempat duduk dengan tangan kanan memegang kaos yang di bawakan Eliza tadi.
"Iya Jul.."
Julian mulai keluar dan mendapati Putri berada di dekat pintu.
"Ada apa Put" tanyaku langsung ke Putri aku jelas tau dia sedang mengintip obrolanku dengan Eliza.
"Gak papa mau ketemu anak kelas Mipa 2 aja" jawabnya tentu berbohong.
"Oh" aku hanya meng oh kan saja bualan manisnya itu.
Namun Putri jelas kecewa dengan sikap Julian yang cenderung cuek tidak sama dengan waktu semalam yang begitu perhatian.
......
Jam istirahat ke dua
.......
"Woy El lo jadi ikut pensi engak Bu Sindy nanyain lho..."ucap Vey ke arahku yang sedang asik menikmati nasi goreng spesial ini yang baru lima suap aku makan.
"Ikut vokal aja kali ya..." jawabku sambil menyedok nasi goreng.
"Terserah lo El..." ucap Rena sembari mengaduk jus buah melon itu.
''Kalau Drama sudah si Dea pemeran utamanya" jelasku lagi ke arah mereka berdua.
"Oh tapi gak papa sih El kalau kamu siap kan masih banyak pemeran yang kosong" ucap Vey menangapi ucapanku Dia sangat mendukung jika aku ikut drama seperti tahun lalu.
"Katanya tanggal dua puluh satu nanti juga ada Kartini Day kita di wajibkan memakai pakaian adat lho" tambah Rena lagi dengan nada serius.
"Serius ren...??" tanya Vey dengan menaikan alis matanya.
"Banyak kegiatan ya kalau mau menjelang akhir semester...." ucapku dengan nada lesu.
"Iya nih El..."
__ADS_1
Mereka bertiga sedang asik menyatap makanan di kantin sembari berbincang-bincang sembari menunggu bel masuk berbunyi.