Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 7 : Kehadirannya.


__ADS_3

Aku berusaha menciumnya namun gagal dan aku mendapatkan tamparan keras darinya


Entah apa yang merasuki jiwaku kini yang aku rasakan ***** yang terus berkobar


Aku benar-benar terpedaya rasanya


"Maaf aku kilaf" ucapku seraya menjauhakn bibirku dadinya


Dia tidak menjawab dan terlihat buliran air keluar dari pelupuk matanya


Dia menangis!!!!


Aku mencoba menyentuhnya lagi namun dia mengehempaskan tanganku untuk yang kesekian kalinya


"Kamu bisa pulang jika tidak ada yang ingin kamu lakukan dan aku mohon kamu pergiii!!!" ucapnya dengan sangat keras dan dengan raut wajah kesalnya


"Aku akan antarkan kamu ke dokter!!"


"Tidak perlu" jawabnya dengan bibir bergetar


"Apakah salah dengan kehadiranku yang tiba-tiba?'' tanyaku yang terlihat bodoh


"Jelas salah" jawabnya dengan tepat


Kemudian dia terdiam aku yang merasa seperti pencuri berusaha tau diri


Segera aku keluar dan pergi tak lupa akuenutup kembali rapat-rapat pintu kamarnya


Begitu jahatkah aku kali ini gumanku dalam hati


"Aku akan pergi..." pamitku ke dia dengan wajah penuh dosaku


"Lekas sembuh...." tambahku lagi


Tanpa jawaban dia terus mengalihkan pandangan matanya menuju arah lain


Aku berjalan ke luar kamarnya tak lupa aku mengucapkan terimakskh kepada mabk Inah yang sudah membantuku mempertemukan aku dengan dia


Setelah itu aku segera melajukan motorku dan berlalu pergi tak lupa sore ini aku ada janji dengan ke tiga sahabatku .


****


Kehadiranya seperti hujan dimusih panas yang datang tiba-tiba tanpa diketahui pertandanya


Dia membawakanku sekeranjang buah serta bungkusan roti yang belum aku sentujmh sama sekali


Terasa seperti mimpi namun nyata serta terkesan mengejutkan


Aku tak bergeming,sedikit ada celah yang terbuka di hati aku


Menempati namun tak terjumpai


Aku buka kembali mata aku yang semula berusaha terpejam


Aku ingat kembali kajadian tadi


Hatiku kosong namun berteriak pertanda apakah ini..??


Julian sesosok lelaki yang tak kuketahui awalnya


Dan kejadian tadi membuatku seperti menulis cerita dongeng, penuh khayalan


Dia berusaha menciumku dengan ke tidak sopananya

__ADS_1


Aku teringat kembali akan sosok Aska ....


Hambar yang kurasakan sekarang aku masih trauma soal percintaan


Dan sekarang hati aku mulai di uji


Aku berusaha membuyarkan lamunanku aku tatap kembali duniaku dengan normal


Aku melihat jam diding yang sudah menujukan pukul tiga sore


Aku tatap kembali sekeliling kamarku yang terasa tak mampu aku jamah


Sorotan cahaya matahari mulai beralih ke sebelah barat aku yang sedari tadi masih lemas terus berabaring layaknya orang yang tak sudi hidup


Aku cerna semua kejadian terakir yang aku alami


Penuh kejutan itu kata dasarnya


Aku berusaha menghubungi ke dua sahabat ku menanyakan tentang pelajaran hari ini yang aku tak bisa mengikuti


Setelah itu aku kembali memejamkan mata


Karena begitu tak mampunya aku untuk sekedar beralih tempat


***


"Eliza... "ucap wanita paruh baya yang masuk ke kamar putrinya


"Mama..." ucap si empunya nama dengan masih terus berbaring lemas


"Kamu sakit nak...?" ucap wanita terebut sambil menempelkan telapak tanggan di kening si gadis


Tak ada jawaban namun tubuhnya mampu menjawab


"Tunggu sebentar ya sayang..." ucap wanita tersebut masih dengan seragam kerjanya sambil memegang telepon


"Maafin mama ya nak tadi mama tidak mengetahui keadaan kamu"


"Iya ma.." jawab Eliza dengan pelan


Tak berapa lama seorang lelaki berpakaian rapi datang dan langsung masuk ke kamar dan mengobrol terlebih dahulu dengan wanita tersebut


Setelah itu lelaki tersebut memulai memeriksa keadaan si gadis yang masih berbaring lemas


Setelah selesai dokter tersebut berpamitan dan beranjak keluar


"Bagaiman keadaan Eliza Dok..?" tanya si ibu kepada Dokter


"Hanya kelelahan saja bu sebaiknya dia lebih sering memperhatikan kesehatanaya" jawab dokter sambil menyerahkan sekantong plastik berisi obat yang sudah ia racik sedari tadi


''Oh...baiklah Dok terimaksih banyak sebelumnya" ucap Ibu Eliza sembari menyerahakan amplop


***


Setelah selesai diperiksa...


Aku mencoba meneguk air putih dan menlan benerapa pil yang di berikan dokter tadi


Sebelumnya aku sudah terlebih dahulu mengunyah roti yang di belikan Julian tadi  yang terasa pahit ketika menyentuh lidah


Lidah ku menolak tapi perutku minta di isi jadilah aku memuntahakn kembali makanan yang sudah masuk


Mama yang melihat itu segera mengahampiriku dan duduk di sebalahku memijat pundakku agar semua yang ingin aku keluarkan bisa keluar

__ADS_1


Setelah itu mama menyuruhku tidur kembali


Tak berapa lama aku kembali bangun dan berusaha mengangkat badan ku sekedar duduk tapi kepalaku tterasa berat dan pandangan mataku masih terlihat kabur


Mama yang sedari tadi menemaniku berusaha menjagaku


"Udah El jangan dipaksa istirahat aja ya" ucap mama menenangkanku


Aku pasrah rasanya dan hanya menjawab dengan angkukan


Begitu sayangnya mama terhadapku dugaanku selama ini salah


Kelak aku akan menjadi seorang ibu apakah kelak aku dapat membalas kasih sayang ibuku yang begitu besar


****


Habis nongkrong dengan ke tiga sahabatku rasanya terasa lelah aku hari ini tapi seketika kelelahanku buyar dengan kehadiran dia dia yang bersarang di otakku


Aku mencoba duduk di kursi dekat jendela kamar


Malam yang sunyi sesunyi hati aku


Aku pandangi langit yang mulai gelap dan ditemani cahaya dari bulan


"Eliza ... " Nama baru yang sekarang menepati tempat baru di lubuk hati aku


Aku terus terbayang akan wajah cantikanya yang begitu menawan


Terasa aku akan menjadi lelaki bodoh jika aku tidak bisa memilikinya


Aku tersenyum penuh teka-teki


Ada apa dengan hati aku..?  aku bertanya sediri ke diri aku


Begitu jahatnya aku tadi berani membuat seorang wanita menangis hanya karena ***** sesatku


Dan kejadian kemarin kembali mengulik pikiranku aku mencoba memikirkan perihal apa yang terjadi antra Eliza dan Dea


Karena yang aku tahu Dea tidak memiliki musuh dan kalaupun dia ada musih untuk bertengakr dia sangat jarang untuk bertengakar sehebat tadi


Karena aku mengenal dia sejak SMP dan aku selalu sekelas bersamanya


Namun aku sibakkan pikiran itu dan tak ingin memperpanjang


Sesaat aku kembali mengingat kejadian saat aku putus dengan Intan,saat SMP waktu itu terasa sekejap walau kejadian itu sudah lama


Rasa cinta sudah tidak ada, karena begitu lekatnya sifat posesidku yang membuat dia pergi menibggalkanku


Terkesan lucu jika di bungkus sebuah memori


Aku tersenyum licik apa kabar dengan wanita itu ..?


"Bodoh...!!!" umpatku keras dalam hati


Tak terasa aku hampir duduk merenung selama ini dan dengan pikiran baru dan lama yang saling beradu, ketika aku lihat jam sudah menunjukan diangka dua belas dan angka satu


Segera aku beranjak dan berbaring ke kasur yang sedari tadi sudah nenungguku


Aku berharap bisa memimpikan dia... di alam mimpi yang tak tertembus batas


.....


*******

__ADS_1


__ADS_2