
"Eliza.....!!!! kamu naik atau aku banting motor kamu!!!" teriaknya yang membuat telingga aku seketika berdenging.
Aku tetap melanjutkan jalan, dan aku tidak menghiraukan teriakan Julian yang memalukan
"Eliza.....!!!!" lebih lantang lagi dan dia benar-benar marah
Kuhampiri dia dan aku ungkapin rasa muak ku ke dia
"Lo tu apaa-apaan sih Jul ini kuncinya kalo mau bawa" kujawab sambil kulepar kunci ke arahnya
Tiba-tiba dia turun dari motor dan menarik paksa tanggan kiri aku buat naik
"Ini orang apa batu sih keras kepala banget" gumanku dalam hati
Cepet naik ucapnya sambil menyeret tanggan aku
"Hufthhh........" Aku menghempaskan nafas kesalku ke dia
Dia mulai melajukan motor serta aku duduk dibelakang
kita tetap saling terdiam yang ada hanya suara derungan mesin motor
"Kamu kenapa gak cepet ke gerbang sih, aku udah nungguin dua jam ngerti gak sih ....???" tanya nya dia ke aku dengan nada kecewa dan sedikit berteriak
"Ya... kan aku tadi latihan Jul lagian kenapa sih, kan aku gak tau juga kalau kamu beneran nunguin aku'' jawabku sedikit membela diri
"Ya kamu hargai aku kek aku cuma pengen boncengin kamu...!!!" jawabnya dengan suara sedikit mengetuk hati aku
"Jul kenapa lewat sini ini bukan arah ke rumah aku" tanyaku penuh keheranan karena arah jalan yang berbeda
"Udah tenang aja aku mau ajak kamu ke suatu tempat..." jawabnya sambil sedikit tersenyum
"Serius lo Jul ...???" tanyaku keheranan
"Yaiyalah dikira gue lagi bercanda apa...!!!" jawabnya sedikit serius
"Buat kali ini aja ya Jul gue mau lo ajak kaya gini" ucapku sedikit keras ke arahnya
"Serius lo...!!"
Tiba-tiba rintik hujan datang dan Julian segera mencari tempat untuk berteduh
"Elll bentar aku ambil jas hujan dulu ya kita berhenti bentar..." ucapnya sambil dia berusaha menepi di kios yang tutup
"Cepet El kamu neduh dulu...!!!" perintahnya ke aku dan segera aku berlari menuju kios yang tutup
"Kamu gak kena hujan kan El...?" tanyanya sesmdikit panik
"Gak kok" jawabku datar
Dan setelah itu dia memarkirkan motor dan turun dan menghampiri aku
Tak kudaga tiba-tiba dia meluk aku dari belakang😅😯😯
Deg....!!!!
Jantungku seketika berdegup dengan kencang dan mulutku serasa dikunci rapat-rapat dan hatiku berteriak minta tolong dan yang lebih membuatku seketika lumpuh dia mencium bibirku, aku seperti mimpi dan terasa semua seperti hayalan belaka
"Cluss....!!" nafasku seketika ingin berhenti dan bibir lembutnya menusuk bibirku dalam-dalam
Aku seperti disentuh marsmelow rasanya
"Lo apa-apaan sih main nyium aja...!!!!" ucapku sedikit membentak walau sebenarnya hatiku berkata lain
"Ya kan gue cinta sama lu El"
Jawabnya yang seketika membuat jatungku berdegup kencang
"Apaan sih gombal deh" jawabku sedikit tersenyum
__ADS_1
"Udah sih, lo seneng kan gue cium...??" tanyanya dia yang membuatku ingin memukul dia
"Ya gak lah, ya kali gue mau yang ada gue ogah" jawabku penuh penolakan
Dan dia nyuruh aku duduk di kursi kios sembari menanti hujan reda.
Dan ternyata hujan tak kunjung reda dan justru semakin deras
Jualin mendekatiku dan mendekap tubuhku dengan erat dari belakang, aku tak bisa menolaknya tubuhku serasa diperdaya olehnya dan otakku masuk di mantra hipnotisnya
"Kamu kedinginan El " bisiknya dia dengan lembut di telingaku
"Gak kok....!! " jawabku jujur
"El coba lihat mata aku....???" ucapnya sambil menyenderkan kepalabya di pundak aku
Kucoba melihatnya ......*
Kita sama sama bertatapan mata dan terdiam ......**
"Kamu cantik El ...." ucapnya
"Apaan sih Jul gak lucu" jawabku sambil tertawa palsu
"O... iya itu seberang ada yang jual nasi goreng kita kesana yuk...??? " ajaknya dengan bersemangat
"Tapi ini udah mahrib Jul" ucapku berusaha menolak karena sudah terdengar azan mahrib
"Iya habis makan kita ke musola...!! " jawabnya yang membuat hatiku sedikit demi sedikit terbuka
Tanganku selalu di gengam erat olehnya saat kita menyebrangi jalan menuju penjual nasi goreng
Setelah sampai dia langsung menyuruhku duduk dan segera memesan dua porsi nasi goreng
"Kamu duduk dulu aja ya biar aku yang pesen"
Sembari menunggu dia memesan makanan dan karena antri aku membuka ponselku dan mengecak beberapa pesan masuk, terutama dari mama, namun aku tak mempedulikan pesan darinya
Tiba-tiba Julian datang menghampiri aku duduk dengan disertai senyum yang memgembang di wajahnya
"Sabar ya lagi dibikin nasgornya"Â ucapnya sambil menarik kursi dan duduk di sebelahku
"Iya jul" jawabku sambil membalas senyumanya
"Lihat HP terus emang ada yang spesial ya...???" tanyanya yang membuat aku terkejut seketika tangganku berhenti mengetik
"Gak kok.." jawabku pelan
"Oh... Iya kamu kok cantik banget sih\= manis lagi" ucapnya sambil meraih tangan aku
Dam...!!!
Ucapnya seketika membuatku meleleh
Tanpa membalas sepatah katapun aku hanya menanggapinya dengan sedikit senyum
"Nah gitu dong kalau senyum kan cantik" ucapnya serasa mengobrak-abrik denyut jantungku
Tak berapa lama nasi goreng yang dipesan sudah datang
"O iya kamu mau minum apa...??" tanyanya ke arahku sambil menurunkan nasi goreng dari nampan
"Aku es jeruk aja deh jul"
"Jangan es lah teh anget aja ya..??"
''Iya udah terserah kamu aja" jawabku sambil mengambil sendok
"Bang pesen minumnya teh anget dua ya"
__ADS_1
Tak berapa lama dua gelas teh anget datang dan Julian segera meletakan di meja
"Ini El..."
"Makasih ya Jul..." jawabku sambil mengucapkan terimaksih
"Iya sama-sama, apa perlu aku suapin...??" ucapnya dia yang membuat hatiku seketika meledak hebat
"Gak usah lah.." jawabku sedikit ketus
Sisi keromantisan dia kali ini benar-benar terlihat perhatianya serta sikapnya,
Ditemani rintikan hujan yang belum reda kita menikmati makan malam berdua
Semoga ini tidak hayalan dan akan terus menjadi kenyataan
"Gimana El enak kan...??" ucapnya sambil meneguk segelas teh anget
"Enak kok Jul.." jawabku terlalu polos
"Yang bikin enak gak nasinya tapi adanya kamu...!!!" jawabnya sambil mengombal
"Apaan sih Jul serius gak usah bercanda"
Setelah selesai makan kita memutuskan segera ke musola untuk salat terlebih dahulu
"Biar aku yang bayar aja" ucapnya mencegah aku saat mengeluarkan uang dari dompet
"Yaudah.." jawabku pasrah walau sebenarnya aku tak enak kalau harus dia yang membayar
Setelah itu kita bergegas ke musola,
Aku segera mengambil air buat wudhu dan masuk ke mushola begitupun Julian
Setelaj selesai aku segera keluar dan mengambil sepatu
"Jul nanti langsung pulang ya..." ucapku sambil memakai sepatu
Dia tidak menjawab dan tidak menghiraukan ucapanku
Dia langsung menuju arah motor
"Jul tunggu..." ucapku sedokit berlari
"Kok kamu malah marah sih...!!!!" ucapku dengan keheran
"Ya.... habisnya kamu ngajak pulang..!!"Â jawabnya dengan nada kecewa
"Ha...? Aku gak salah dengar kan, terus kita mau kemana emang..?" tanyaku dengan nada kesal.
"Udah sih ikut aku aja...!!"
"Aku tetep mau pulang terserah kamu..!!!" ucapku sambil berlalu meninggalkan dia di depan kios
"Eliza tunggu...!!" teriaknya yang membuat malu
"Aku dari tadi cape ya Jul sama sikap kamu ini udah malam terus kamu gak mau anterin aku pulang..!!!" jawabku dengan sedikit gemas sembari membalikan badan ke arahnya
"Udah ikut aja cepet naik...!!!" perintahanya yang seperti pemimpin aja
"Sabar...sabar..!!" gumanku dalam hati
Segera aku naik ke pungung motor dan dia mulai melajukan motor
"Pegangan yang erat ya El....!!" ucapnya sambil meraih tanganku dan berusaha melingkarkan tangan ku di perutnya
Dan kita menikmati waktu berdua kita dengan mengelilingi kota saat malam
*******
__ADS_1