Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 88


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan lamanya mereka tak lagi saling sapa walau dari mereka sama-sama masih punya rasa.


Selama itu Eliza mulai berubah dia mulai belajar dewasa sekarang bahwa semua hal tak harus diselesaikan dengan amarah.


Perlahan luka goresan itu kini mulai meredup sedikit demi sedikit Eliza mulai mengubah sifat egoisnya.


.....


Hari ini hari Julian bersama teman-temanya akan mengikuti lomba ya kurang lebih hampir satu bulan lamanya dia mengikuti lomba babak penyisihan dan hari ini dia akan memperebutkan juara satu dan dua.


Julian beserta timnya sedang sibuk sekarang untuk keberangkatanya menuju tempat perlombaan.


Dibalik kesibukan itu, telihat Eliza sedang menemui Denis dia sengaja memasak semalaman bersama mamanya hanya untuk lekaki yang di cintai itu.


"Denis tunggu...." ucapku sedikit berbisik dan berlari mendekati Denis yang sedang berdiri di dekat bus itu.


"Ya ada apa El..." ucapnya sambil menaikan kancing jaket yang ia kenakan itu.


"Tolong ini aku titip buat Julian..." ucapku sembari menyerahkan tas teng-tengan berisi kotak makan itu.


"Kenapa gak kamu kasih sendiri El..??" tanyanya dengan mengangkat alis.


"Tolong ya..." ucapku penuh permohonan.


"Iya deh buat gue gak ada emang...?" ucapnya lagi dengan nada bercanda.


"Bagi aja gakpapa itu cukup kok buat berempat..." jawabku dengan melirik kanan kiri aku takut jika Julian melihatku.


"Serius....??" Denis kegirangan mendengar ucapanku.


"Oh iya makasih ya semoga kalian berhasil..." ucapku berusaha menyemangati mereka.


"Iya ada yang lain gak yang mau disampein ke Julian....?" ucap Denis dengan mengedipkan mata.


"Gak ada..."


Setelah itu aku pergi aku mulai melihat keberangkatan bus yang akan mengantarjan Julian ke tempat lomba.


"Semoga kamu menang Jul..." ucapku dalam hati aku mendoakan dia agar bisa mendapat juara satu.


Aku memandang bus yang berjalan itu dengan tatapan penuh makna ya Dia sedang berjuang sekarang semoga dia bisa menang.


"Cieee yang bucin....." ledek Vey dengan menyenggol bahuku


"Lo apa-apaan sih Vey...??" ucapku sedikit terganggu

__ADS_1


"Udah deh buruan ke kelas sebelum bel masuk" lerai Rena sembari berjalan ke kelas.


Ya bisa di bilang saat ini aku sedang sibuk dengan acara pensi untuk perpisahan kelas dua belas, rencana aku mengikuti drama gagal karena Dea sudah terlebih dahulu memdaftar dan dia di terima oleh kak Fina. Dan aku sekarang masuk grub vokal aku akan menyajikan sebuah lagu.


....


"Oke anak-anak kurang dari satu bulan lagi kita akan melaksanakan ujian akhiir semester dua, jadi ibu mohon kalian persiapkan dengan baik karena sebentar lagi kalian akan naik ke kelas dua belas banyak materi yang harus kalian siapkan" jelas bu Karina selaku wali kelasku dengan menasehati para muridnya dengan tegas dan jelas.


"Baik bu..."


"Gak sabar ya El sebenatr lagi kelas tiga" ucap Vey yang terdengar riang gembira.


"Iya tapi aku takut nih kita bakal pisah" tambahku lagi dengan nada sedih.


"Iya juga tapi kita nanti walaupun berpisah kita harus tetap sama" ucap Rena sembari merangkul badanku.


Teettt... teeettt.... bel pulang berbunyi kelas seketika menjadi gaduh .


"Diam anak-anak untuk soal yang belum selesai tadi akan Ibu nilai minggu depan" ucap Bu Karina depan para murid-murid.


"Baik buk..." jawab semua serentak seperti layakanya paduan suara.


"Ketua kelas mohon pimpin berdoa sebelum kita pulang.....!!" Perintah Bu karina kepada Rangga selaku ketua kelas.


Setelahnya kita menundukan kepala dan mulai berdoa.


Aku mulai berjalan ke luar kelas disusul kedua temanku. serta yang lain.


Mereka berdua sudah berjalan mendahukuiku.


Perlahan aku mulai memasuki gerbang sekolah dan berjalan menuju tempat aku memarkirkan motorku.


"El jalan bentar Yuk..." ajak kak Rehan yang sudah berada disampingku.


"Kakak gak ada jam tambahan....??" tanyaku basa-basi.


"Gak" jawabnya dengan senyum lebar.


Setelah itu kita mulai mengambil motor kita masing-masing dan aku mengikuti kemana pergi Kak Rehan sebab Kak Rehan juga membawa motor sendiri.


...


Saat ini Rehan dan Eliza sedang duduk berduaan di taman dekat danau buatan itu, ya akhir-akhir ini mereka jarang bertemu kaerena kesibukan masing-masing.


"El gue mau ngomong...?" ucapnya dengan menatap danau itu dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Iya kak..." jawabku dengan halus.


"Kenapa lo sedari dulu engak pernah buka hati kamu buat aku....??" ucapnya dengan nada berbeda.


"Maaf kak jujur aku gak ada rasa suka dengan kakak...." jawabku dengan sejujur-jujurnya walaupun tidak mudah bagi berkata demikian karena tentu ini akan menyakitkan.


"Jadi selama ini perhatian ucapan sikap kamu yang baik itu hanya kasihan sama aku....???" dia berucap seolah-olah aku tak punya hati.


"Engak kak aku gak bermaksud begitu... " jawabku dengan merasa bersalah.


Setelah itu kita kembali saling terdiam memandang danau yang diam namun menenangkan ini.


"El aku besok ujian boleh engak aku minta satu hal ke kamu...??" ucapnya dengan nada serius.


"Minta apa mungkin aku bisa turuti....??" jawabku berusaha meladeni keinginanya.


Dia tak menjawab hanya diam dan perlahan dia mulai mendekatiku dengan jarak yang teramat dekat.


"El boleh engak aku cium kamu...??" ucapnya sambil memegang kedua tanganku dia menatap mataku lekat-lekat serasa diantara kita saat ini tiada jarak.


"Maaf kak aku gak bisa....'' ucapku terus terang jelas aku tak akan menerima tawaran yang murahan ini.


"Plis El untuk kali ini aja...." mohonya Dia dengan menatap wajahku dengan tatapan sendu.


Dan cup tanpa aku beri izin kak Rehan langsung menempelkan bibir miliknya dengan bibirku.


"Kakak apa-apaan sih...??" ucapku dengan menjauhkan bibirku dengan bibiranya sejauh mungkin.


"Maaf El aku terlalu lelah menahan rasa suka yang tak terbalas ini....." dia berusaha menahan tanganku agar tak lepas dari gengamanya.


"Kak plis, kakak mulai belajar buka hati kakak buat orang lain karena aku gak bisa kak gak akan bisa nerima kakak di hati aku...!!" jelasku dengan nada sedikit membentaknya.


"Tapi bisa kan sehari aja kamu terima rasa cinta aku setelah itu kita putus" dia terus memohon terdengar ucapanya yang mulai putus asa.


"Aku gak akan mau main-main lagi sama cinta kak, maaf" ucapku sambil berdiri dan berusaha meninggalkan kak Rehan.


"Eliza aku mohon...." Dia berusaha mengejarku.


Aku tak tega melihat kak Rehan yang begitu berharap aku menerima cintanya tapi sayangnya hati ini tak pernah mau menerima lelaki lain selain Julian ya lelaki yang justru membuat hatiku sakit berlipat lipat ganda itu.


Andaikan hati ini bisa aku bagi pastilah akan aku bagi satu untuk kamu kak.


Aku mulai berjalan untuk mengambil sepeda motorku


"Eliza....!!" Dia berteriak lagi seperti orang frustasi.

__ADS_1


"Maaf kak aku engak bisa..." jawabku dalam diam dan memandang Dia dari kejauhan.


__ADS_2