Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 13 : Memoris In Dufan.


__ADS_3

Setelah hampir satu jam kita menunggu akhirnya dibuka gerbang menuju wahana permainan.


Terlihat wajah sumringah dari para pengunjung yang berkunjung ada anak-anak remaja ataupun dewasa yang terdengar riuh


Aku berjalan sambil bergandengan tangan dengan Julian


Kita harus antri lagi saat tepat didepan loket


Karena banyaknya pengunjuk membuat keringatku menetes walau tak berlari kencang


Dia menjagai aku dari belakang dan memegang pundakku agar tak terdesak oleh yang lain


Setengah jam kita selesai antri-mengantri Julian terlihat bersemangat dia langsung mengajakku untuk berfoto bersama di dekat maskot Dufat


"Kita foto dulu yuk..??" ajaknya sambil menarik tangganku


'Iya.." jawabku sambil mempersiapkan pose didepan kamera


Jepret...


Kita berfoto sampai tiga kali dengan pose yang kekinian


Setelah itu dia langsung menawariku buat mencoba wahana pertama yang akan kita coba


Dia mengajakku menaiki wahana kora-kora yang berbentuk kapal dan berayun keatas dan kebawah


"Kita coba apa dulu El...??" tanyanya ke aku sambil jalan


"Terserah kamu aja Jul" jawabku sembari mengikuti langkahnya


"Yaudah kita naik itu dulu ya..." tunjuknya dia ke wahana yang bernama kora-kora


Setelah itu kita mengantri dan tak berapa lama giliran kita, dia mencarikan tempat duduk untukku dan dia memilih duduk di barisan tengah yang dia bilang biar tidak terlalu tegang


Tak berapa lama setelah kursi penuh dan alat pengaman berbunyi


permaian ini langsung dimulai tak lupa kita berdoa terlebih dahulu


Awal-awal terasa pelan namun lama-kelamaan


"Dammmm...!!!"


"Huaaaaa .........." Terdengar teriakan dari pengunjung yang menaiki wahana ini


Terdengar mengerikan memang saat kapal ini berayun-ayun dengan cepat


Aku pun ikut berteriak layaknya orang yang ketakutan


Julian yang melihat ku berteriak sedari tadi hanya tersenyum sembari memegang pundakku dengan lembut


Dan semakin lama semakin tinggi ayunan kapal ini dan semakin mendebarkan jantung kita


Setelah usai kita turun, dan segera keluar menepi


Tanganku masih berkeringat dinggin dan jantung aku masih sedikit was-was


"Kamu takut ya" tanya Julian sembari memegang tanggan aku


"Gak lah Jul cuma ngeri aja" jawabku sedikit malu


Setelah itu kita berkeliling untuk kembali mencoba wahana yang lain


Dan aku tertari menaiki wahana Histeria


Wahana yang berbentuk seperti tiang listrik namun ada tempat duduk yang melingkar dan beroperasi keatas bawah dengan kecepatan yang cepat


Dan dia menuruti keinginanku


Kita mengantri lagi namun tak lama


Setelah sampai giliran kita, kita segera naik jantungku berdegup kencang rasa was-was kini menghampiriku karena wahana ini menguji keberanian kita


"Ntr merem aja ya sambil gengam terus tanggan aku" ucap Julian ke arahku sembari duduk


Tak berapa lama pengaman dari kursi ini turun dan otomatis kita terkuci

__ADS_1


Terdengar aba-aba satu.. dua.. dan tiga.. dan dimulailah wahana ini beroprasi


Aku sedikit berteriak saat melaju keatas dengan kencang saat kakiku tak terpijak oleh tanah aku seperti nelayang di udara dan diputar dua kali permainan


Julian rerus mengegam tanganku dengan erat sembari  memejamkan mata yang mukin agar tak terlalu merasakan kengerian wahana ini


Setelah sekitar beberapa menit selesailah permainan ini


"Sykurlah.." ucapku dalam hatiku


Setelah itu kita melepaskan pengamanya dan kita turun


Dan selanjutnya kita melanjutkan menaiki  wahana Ice Age, wahana naik kereta yang berjalan di rel yang terdapat air dan kita akan berpetualang di pulau es ini


Rasanya seperti nyata saat alunan musik mulai dimainkan


Dan tanpa aku ketahui Julian mengambil vidio saat perahu yang kita naiki meluncur dengan kencang dan kita terkena cipratan air yang terasa sedikit mengengejutkan


''waaaaaa........." aku sedikut berterik


"Dasar mentalku lemah..." batinku dalam hati


Setelah selasai dari wahana ini kita turun dan kita keluar


Aku berhenti sesaat saat pingganku serta kakiku terasa pegal


Julian yang mengetahui itu langsung mengajakku duduk di kursi yang tertera didekat pohon


"Kamu gak papa sayang" tanyanya dengan nada kawatir


"Gak kok Jul"


"kita duduk dulu aja ya" ucapnya lagi sambil membantuku berjalan


"Oke kita duduk deket pohon itu ya" ucapnya lagi sembari kita berjalan menuju kursi itu


Setelah duduk aku mencoba merileks kan badanku dengan sedikit kuregangin semua otot aku agar kembali pulih


"Kamu bener gak papa" tanyanya lagi


"Gak kok Jul " jawabku sedikit bersemangat


Kita mutuskan istrahat terlebih dahulu dan Julian juga mau solat dulu


"Aku sholat dulu ya kamu nunggu disini atau ikut " tanyanya ke aku dan kebetulan tempat musholanya agak jauh


Ya jelas aku ikut lah batinku dalam hati


"Ikut aja deh Jul" ucapku sambil berdiri


Setelah itu kita berjalan ke masjid yang ada disini dia masuk ke masjid dan aku menuunggu dikursi taman


Aku duduk sambil memainkan ponselku untuk mengisih kejenuhanku menunggu dia


Tak berapa lama dia keluar dan segera menghampiriku


"Kok udah Jul" tanyaku sembari berdiri


"Iya ni cepet kan gantian" jawabnya sambil memakai sepatu


"Kamu mau kemana...???" tanyanya yang melihatku berdiri


"Gak kemana-mana" jawabku  sembari duduk kembali


"Yaudah kita makan dulu yuk'' ajaknya ke aku


Kita mencari tempat duduk yang cocok buat makan dan kita duduk dikedai teh poci dan karena kita numpang di kedai ini dia pesan dua teh poci


Setelah itu dia mengeluarkan dua kotak nasi dari tasnya dan menyodorkan satu untukku


"Nih sayang..."


"Iya Jul makasih ya" jawabku sambil mengambil dari tanganya


"Aduh dia ini sosweet banget....!!" umpatku dalam hati

__ADS_1


"Buruan dibuka El apa mau dibukain" ucapnya yang membuatku tersenyum malu


Iya" jawabku sambil membuka kotak makan yang membuatku terkejut melihat isisnya


Yang berupa Ayam goreng beserta sambel ijo yang merupakan makanan kesukaanku


Setelah itu kita makan berdua menikmat makanan yang dibawa Julian yang rasanya senikmat makanan di Restoran


"Enak gak El..??" tanya Julian sembari mengunyah makanan


"Enak Jul bikinan mama kamu ya..??"


"Iya sama aku juga" jawabnya yang membuatku terkagum mendengarnya


"Oh gitu hebat..." ucapku sedikit memuji aku sedikit teragum dengan sosok lelaki di depanku kali ini


"Nyess.....!!! tiba tiba dia mendekatkan gelas plastik yang berisi teh ke dekat pipi aku


"Jul kaget aku" ucapku sedikit berteriak


"Hhhhh...." dia malah tertawa puas


"Lagian siang-siang bolong gini ngelamunin apa sih kamu...??"


"Aku lagi mikirin mau naik wahana apa lagi tau" jawabku sedikit berbohong


Setelah selasai makan kita melanjutkan mencoba wahana yang lain


Kita mulai dari naik Ontang Anting , Rumah kaca dan istana boneka karena dia menuruti mau aku dan kita naik Niagara yang bikin baju kita basah dan terakir aku naik Biang Lala yang seperti roda berputar dari porosnya namun ini lebih besar dan berputar layaknya jarum jam disitu kita bisa menikmati pemandangan kota jakarta dari jauh dan bisa melihat pantai ancol yang memang deket dari sini


Setelah selesai dari situ kita memutuskan untuk segera pulang


Aku melihat arloji ditanganku yang ternyata udah jam lima lebih


Segera kita berjalan menuju pintu keluar dari wahana ini


Sejenak aku melihat matahari yang mulai turun dan tersisa coretan berwarna oren diatas langit


Mengagumkan.... Layaknya kamu Jul gumanku dalam hati


"Duduk dulu El" ucap Julian menawariku duduk dan dia sedang sibuk memesan grab


"Iya" jawabku sambil duduk


Selang beberapa menit mobil yang kita pesan datang segera kita masuk dan duduk didalam


Kuhempaskan nafas lelahku Julian yang mengetahui itu menawarkan bahunya untuk bersandar


"Tidur aja El" ucapnya menyetuh perasaanku


"Gak makasih..." jawabku sedikut gugup


***


At 22.00 pm


Segera aku turun dari mobil grab yang mengantar kita dari stasiun


Julian segera mengambil motornya dan beranjak pulang


''Gue duluan ya El" ucapnya sambil senyum ke arahku


"Iya hati-hati" jawabku sambil mengantarkan dia keluar dari halaman


Segera aku berkalan masuk ke rumah dan segera menuju kamar karena terasa lelah perjalananku kali ini harus bolak-balik baik kereta begitupun grab yang membuat kakiku serasa lepas dari tempatnya


Aku hempaskan nafas lelahku saat aku memasuki kamarku


Aku segera melihat jendela kamarku melihat dia yang mulai menghilang dari pandangan mataku


Rasa lelahku rerbayar lunas dengan kebahagianku kali ini


Aku merasakan sensasi berbeda saat dekat dengan dia


*Makasih Jul* aku kirimkan pesan ke Julian.

__ADS_1


Tak lupa rasa gugup kini mendominasi hatiku saat aku bersama dengan dia


Begitu beruntungnya aku memiliki lelaki sebaik dia ..


__ADS_2