
Setelah hampir satu jam kita menunggu akhirnya dibuka gerbang menuju wahana permainan.
Terlihat wajah sumringah dari para pengunjung yang berkunjung ada anak-anak remaja ataupun dewasa yang terdengar riuh
Aku berjalan sambil bergandengan tangan dengan Julian
Kita harus antri lagi saat tepat didepan loket
Karena banyaknya pengunjuk membuat keringatku menetes walau tak berlari kencang
Dia menjagai aku dari belakang dan memegang pundakku agar tak terdesak oleh yang lain
Setengah jam kita selesai antri-mengantri Julian terlihat bersemangat dia langsung mengajakku untuk berfoto bersama di dekat maskot Dufat
"Kita foto dulu yuk..??" ajaknya sambil menarik tangganku
'Iya.." jawabku sambil mempersiapkan pose didepan kamera
Jepret...
Kita berfoto sampai tiga kali dengan pose yang kekinian
Setelah itu dia langsung menawariku buat mencoba wahana pertama yang akan kita coba
Dia mengajakku menaiki wahana kora-kora yang berbentuk kapal dan berayun keatas dan kebawah
"Kita coba apa dulu El...??" tanyanya ke aku sambil jalan
"Terserah kamu aja Jul" jawabku sembari mengikuti langkahnya
"Yaudah kita naik itu dulu ya..." tunjuknya dia ke wahana yang bernama kora-kora
Setelah itu kita mengantri dan tak berapa lama giliran kita, dia mencarikan tempat duduk untukku dan dia memilih duduk di barisan tengah yang dia bilang biar tidak terlalu tegang
Tak berapa lama setelah kursi penuh dan alat pengaman berbunyi
permaian ini langsung dimulai tak lupa kita berdoa terlebih dahulu
Awal-awal terasa pelan namun lama-kelamaan
"Dammmm...!!!"
"Huaaaaa .........." Terdengar teriakan dari pengunjung yang menaiki wahana ini
Terdengar mengerikan memang saat kapal ini berayun-ayun dengan cepat
Aku pun ikut berteriak layaknya orang yang ketakutan
Julian yang melihat ku berteriak sedari tadi hanya tersenyum sembari memegang pundakku dengan lembut
Dan semakin lama semakin tinggi ayunan kapal ini dan semakin mendebarkan jantung kita
Setelah usai kita turun, dan segera keluar menepi
Tanganku masih berkeringat dinggin dan jantung aku masih sedikit was-was
"Kamu takut ya" tanya Julian sembari memegang tanggan aku
"Gak lah Jul cuma ngeri aja" jawabku sedikit malu
Setelah itu kita berkeliling untuk kembali mencoba wahana yang lain
Dan aku tertari menaiki wahana Histeria
Wahana yang berbentuk seperti tiang listrik namun ada tempat duduk yang melingkar dan beroperasi keatas bawah dengan kecepatan yang cepat
Dan dia menuruti keinginanku
Kita mengantri lagi namun tak lama
Setelah sampai giliran kita, kita segera naik jantungku berdegup kencang rasa was-was kini menghampiriku karena wahana ini menguji keberanian kita
"Ntr merem aja ya sambil gengam terus tanggan aku" ucap Julian ke arahku sembari duduk
Tak berapa lama pengaman dari kursi ini turun dan otomatis kita terkuci
__ADS_1
Terdengar aba-aba satu.. dua.. dan tiga.. dan dimulailah wahana ini beroprasi
Aku sedikit berteriak saat melaju keatas dengan kencang saat kakiku tak terpijak oleh tanah aku seperti nelayang di udara dan diputar dua kali permainan
Julian rerus mengegam tanganku dengan erat sembari memejamkan mata yang mukin agar tak terlalu merasakan kengerian wahana ini
Setelah sekitar beberapa menit selesailah permainan ini
"Sykurlah.." ucapku dalam hatiku
Setelah itu kita melepaskan pengamanya dan kita turun
Dan selanjutnya kita melanjutkan menaiki wahana Ice Age, wahana naik kereta yang berjalan di rel yang terdapat air dan kita akan berpetualang di pulau es ini
Rasanya seperti nyata saat alunan musik mulai dimainkan
Dan tanpa aku ketahui Julian mengambil vidio saat perahu yang kita naiki meluncur dengan kencang dan kita terkena cipratan air yang terasa sedikit mengengejutkan
''waaaaaa........." aku sedikut berterik
"Dasar mentalku lemah..." batinku dalam hati
Setelah selasai dari wahana ini kita turun dan kita keluar
Aku berhenti sesaat saat pingganku serta kakiku terasa pegal
Julian yang mengetahui itu langsung mengajakku duduk di kursi yang tertera didekat pohon
"Kamu gak papa sayang" tanyanya dengan nada kawatir
"Gak kok Jul"
"kita duduk dulu aja ya" ucapnya lagi sambil membantuku berjalan
"Oke kita duduk deket pohon itu ya" ucapnya lagi sembari kita berjalan menuju kursi itu
Setelah duduk aku mencoba merileks kan badanku dengan sedikit kuregangin semua otot aku agar kembali pulih
"Kamu bener gak papa" tanyanya lagi
"Gak kok Jul " jawabku sedikit bersemangat
Kita mutuskan istrahat terlebih dahulu dan Julian juga mau solat dulu
"Aku sholat dulu ya kamu nunggu disini atau ikut " tanyanya ke aku dan kebetulan tempat musholanya agak jauh
Ya jelas aku ikut lah batinku dalam hati
"Ikut aja deh Jul" ucapku sambil berdiri
Setelah itu kita berjalan ke masjid yang ada disini dia masuk ke masjid dan aku menuunggu dikursi taman
Aku duduk sambil memainkan ponselku untuk mengisih kejenuhanku menunggu dia
Tak berapa lama dia keluar dan segera menghampiriku
"Kok udah Jul" tanyaku sembari berdiri
"Iya ni cepet kan gantian" jawabnya sambil memakai sepatu
"Kamu mau kemana...???" tanyanya yang melihatku berdiri
"Gak kemana-mana" jawabku sembari duduk kembali
"Yaudah kita makan dulu yuk'' ajaknya ke aku
Kita mencari tempat duduk yang cocok buat makan dan kita duduk dikedai teh poci dan karena kita numpang di kedai ini dia pesan dua teh poci
Setelah itu dia mengeluarkan dua kotak nasi dari tasnya dan menyodorkan satu untukku
"Nih sayang..."
"Iya Jul makasih ya" jawabku sambil mengambil dari tanganya
"Aduh dia ini sosweet banget....!!" umpatku dalam hati
__ADS_1
"Buruan dibuka El apa mau dibukain" ucapnya yang membuatku tersenyum malu
Iya" jawabku sambil membuka kotak makan yang membuatku terkejut melihat isisnya
Yang berupa Ayam goreng beserta sambel ijo yang merupakan makanan kesukaanku
Setelah itu kita makan berdua menikmat makanan yang dibawa Julian yang rasanya senikmat makanan di Restoran
"Enak gak El..??" tanya Julian sembari mengunyah makanan
"Enak Jul bikinan mama kamu ya..??"
"Iya sama aku juga" jawabnya yang membuatku terkagum mendengarnya
"Oh gitu hebat..." ucapku sedikit memuji aku sedikit teragum dengan sosok lelaki di depanku kali ini
"Nyess.....!!! tiba tiba dia mendekatkan gelas plastik yang berisi teh ke dekat pipi aku
"Jul kaget aku" ucapku sedikit berteriak
"Hhhhh...." dia malah tertawa puas
"Lagian siang-siang bolong gini ngelamunin apa sih kamu...??"
"Aku lagi mikirin mau naik wahana apa lagi tau" jawabku sedikit berbohong
Setelah selasai makan kita melanjutkan mencoba wahana yang lain
Kita mulai dari naik Ontang Anting , Rumah kaca dan istana boneka karena dia menuruti mau aku dan kita naik Niagara yang bikin baju kita basah dan terakir aku naik Biang Lala yang seperti roda berputar dari porosnya namun ini lebih besar dan berputar layaknya jarum jam disitu kita bisa menikmati pemandangan kota jakarta dari jauh dan bisa melihat pantai ancol yang memang deket dari sini
Setelah selesai dari situ kita memutuskan untuk segera pulang
Aku melihat arloji ditanganku yang ternyata udah jam lima lebih
Segera kita berjalan menuju pintu keluar dari wahana ini
Sejenak aku melihat matahari yang mulai turun dan tersisa coretan berwarna oren diatas langit
Mengagumkan.... Layaknya kamu Jul gumanku dalam hati
"Duduk dulu El" ucap Julian menawariku duduk dan dia sedang sibuk memesan grab
"Iya" jawabku sambil duduk
Selang beberapa menit mobil yang kita pesan datang segera kita masuk dan duduk didalam
Kuhempaskan nafas lelahku Julian yang mengetahui itu menawarkan bahunya untuk bersandar
"Tidur aja El" ucapnya menyetuh perasaanku
"Gak makasih..." jawabku sedikut gugup
***
At 22.00 pm
Segera aku turun dari mobil grab yang mengantar kita dari stasiun
Julian segera mengambil motornya dan beranjak pulang
''Gue duluan ya El" ucapnya sambil senyum ke arahku
"Iya hati-hati" jawabku sambil mengantarkan dia keluar dari halaman
Segera aku berkalan masuk ke rumah dan segera menuju kamar karena terasa lelah perjalananku kali ini harus bolak-balik baik kereta begitupun grab yang membuat kakiku serasa lepas dari tempatnya
Aku hempaskan nafas lelahku saat aku memasuki kamarku
Aku segera melihat jendela kamarku melihat dia yang mulai menghilang dari pandangan mataku
Rasa lelahku rerbayar lunas dengan kebahagianku kali ini
Aku merasakan sensasi berbeda saat dekat dengan dia
*Makasih Jul* aku kirimkan pesan ke Julian.
__ADS_1
Tak lupa rasa gugup kini mendominasi hatiku saat aku bersama dengan dia
Begitu beruntungnya aku memiliki lelaki sebaik dia ..