Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 64: Julian Dan Waktu Liburku


__ADS_3

Tak terasa aku telah melewati liburanku semingu penuh dan aku habiskan hanya di rumah.


Ya menurut kalian membosankan tapi tidak untuk aku, sebab ada dia yang selalu datang menemaniku saat aku sedang sendu.


Julian setiap siang tak pernah absen datang ke rumahku dia selalu membuatku bahagia dalam setiap pertemuan yang dia ciptakan.


Canda tawa selalu terukir bersama kegembiraan yang tak pernah jeda, serta senyuman yang selalu terpampang jelas dari wajah kita.


Tak terkecuali siang ini, dia sudah membelikanku beberapa jenis bahan makanan mentah, entahlah apa yang dia pikirkan yang jelas dia ingin aku memasak untuknya.


"Jul gak salah kamu beli sayuran sebanyak ini...??" tanyaku sedikit terkejut.


"Gak lah lagian itu dikit sayang..." ucapnya tanpa melihat belanjaan yang dia bawa.


Aku hanya membalasnya dengan senyuman penuh maksud.


Andaikan Jul kita berjodoh hingga nanti pastilah aku menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.


"Kok ngelamun sih..??" ucapnya sambil menyegol bahuku


"Gak kok" jawabku berbohong


"Lagi lamunin aku ya...??" godanya dia seraya menoel pipi lembutku.


"Kok percaya diri kamu..." ucapku menyadarkan hayalanya.


Dia mencubit pipiku hinga membuatku menjerit seketika.


"Julian sakit ih....!!" teriaku dengan lantang, sontak dia segera menghindar dari kejaranku.


Aku berpura-pura cemberut dan berbalik ke arah dapur, Setelah itu aku memutuskan segera memasak makanan spesial untuk Julian.


"Jul aku masak sebentar ya..." ucapku menyerah pada akhirnya karena dia juga tak merespon tingkahku yang sebenarnya agar dia mersponku.


"Iya yang enak lo..." jawabnya dia dengan terus bermain dengan layar ponselnya.


"Oh iya aku bantuin masak gak..??" ucapnya lagi menawarkan bantuan.


"Gak usah aku bisa sediri yang ada kalo kamu ikut pasti cuma ngrecokin" jawabku sedikit bercanda.


"Jahat deh" ucapnya dia terdengar kecewa


"Siapa juga yang jahat" jawabku tak mau kalah.


Cupp...


"Apa sih jul malu tau" ucapku menghidar dari ciumanya yang entah kapan dia datang tepat di belangkangku.


"Ini gak ada siapa-siapa..." ucapnya sambil mencari celah di wajahku.


"kamu pikir kita di sini cuma berdua...???" tanyaku sambil berusaha menghindar dari kejaranya.


"Iyalah ini kan hari kerja" jawabnya dengan kepercayaan diri yang tinggi.

__ADS_1


Aku sedikit tertawa terbahak-bahak dari wajahnya terpancar jelas dia sedang ketakutan.


"Kamu takut kan ayah aku di rumah kan....??" tanyaku memcoba membuat dia ciut.


"Gak biasa aja" jawabnya sambil menyembunyikan raut wajah merah dari aku.


"Cieee ketakutan" ucapku dengan wajah sumringah.


"Ayah aku lagi tidur tau" tambahku lagi agar dia semakin ketakutan.


"Bohong kamu..." ucapnya sambil melihat seisi rumahku.


"Serius liat deh tu buktinya kamarnya aku tutup..."


"Seruus Elll...??" tanyanya berusaha memperbaiki baju yang semula acak-acakan.


"Hhhh kamu berhasil aku tipu..." ucapku penuh senyum keberhasilan.


"Dasar sialam kamu ya awas ya El ku habisi kamu malam ini"


"Silahkan wekk"


"Udah deh buruan masak laper nih perut  aku...!!" perintahnya dia yang seperti pelangan dan aku pelayanya.


"Iya-iya kamu tiduran aja sana depan tv" ucapku memerintah tentu manis bukan di tunguin pacar saat sedang masak dan yang lebih membahgiakan saat dia menyukai masakan kita.


"Iya-iya nangung nih ngelarin gamenya" jawabnya dia sambik menyalakan tv.


Ya begitulah tingkah dia yang selalu menjadi kejutan bagiku.


Selang setengah jam aku sudah menyelesaikan masakan siang ini menu hari ini aku membuatkan dia tumis kangkung udang serta ayam goreng.


Setelah selesai memasak tak lupa aku membereskan kembali dapur serta mencuci perabotan yang kotor.


Aku sajikan dua menu ini masing-masing di piring putih bulat berukuran sedang dan tak lupa aku menghiasinya dengan hiasan buah tomat.


"Jul udah jadi ni" ucapku sambil berjalan membawakan dua menu ke tempat dia menunggu aku memasak di ruang keluarga.


Dan betapa terkejutnya saat aku melihat dia tertidur pulas di atas kursi brukuran king itu serta ponsel yang masih di gegamnya.


Aku mencoba mengambil dan menaruh di atas meja.


Aku menghempaskan nafas dengan pelan


Aku lihat wajahnya dari dekat segera aku mengambil ponsel miliku dan mengarahan wajahnya ke arah kamera.


Cekrek... Berhasil aku mendapatkan foto langka ini.


Aku tersenyum puas melihat foto yang tampak mengelikan ini.


Aku kembali menaruh makanan di atas meja makan dan menutupnya dengan tudung saji.


Setelahnya aku mengambilkan selimut miliku dan aku tempelkan di tubuh lelaki kesayanganku itu.

__ADS_1


Tak berapa lama dia terbangun terusik dari ponsel miliknya yang terus berdering.


"Jul udah bangun...??" tanyaku dengan segera.


"Iya" jawabnya masih dengan suara yang berat.


"Makan sini aja ya Jul..." ucapku sedikit berteriak.


"Iya sebentar"


"Aku ada jadwal baaket nih El temen-temen udah nunguin" ucapnya lagi yang membuat seketika harapanku sirna.


Raut wajahku mendadak menjadi lesu dan muram.


"Tapi kamu makan dulu ya Jul..."


'"Iya lah" aku sedikit lega mendengarkanya.


"Boleh gak aku buat bekel aja soalnya keburu di mulai nih..." ucapnya sedikit memohon kepadaku.


"Oh yaudah" jawabku tanpa melihat wajahnya.


Segera aku megambilkan tempat makan bening dan menaruh separuh masakan yang aku masak serta aku menyiapkan sebotol air mineral dari kulkas.


Aku kecewa tentunya namun aku bisa apa aku tak bisa memaksa.


"Ini Jul jangan lupa di makan ya..." ucapku sambil menyerahkan bekal makanan yang aku bungkus dengan kantong berwarna putih.


"Iya siap sayang jangan sedih ya" ucapnya memberiku sedikit celah cahaya di hati aku.


"Gak kok" jawabku berusaha kuat.


"Hati-hati ya Jul" ucapku lagi memberikan semangat.


"Iya pasti"


"Besok sama lusa aku gak kesini ya soalnya kan wekend" ucapnya sambil menaruh bekal di dalam tasnya.


"Iya gak papa" jawabku mengerti karema ayah dan mama libur.


"Muah.... aku pergi ya El" ucapnya sambil mencium lembut pipiku.


''Iya Jul" ucapku sambil menghela nafas dengan berat.


Aku mengantarkanya sampai depan gerbang dan aku kembali melihat dia menghilang dari pandanganku.


Saat-saat inilah kededihanku kembali muncul dia baru satu setengah jam disini tapi bagiku itu sangat sebentar.


Tak berlama-lama segera aku masuk dan mulai menikmati masakan yang aku masak barusan tak ada kata lain selaian hambar walaupun rasanya lumayan, sebab dia tak menemaniku saat ini tak seperti dua hari kemarin kita makan bersama bercanda ria serta begitu menikmati momen saat kita berdua.


Tanpa aku sadari dari bekas dia duduk terdapat sebuah benda berbentuk kotak berwarna coklat tua, yah itu dompet dia segera aku mengambil dan berusaha menyimpanya sebentar.


Aku tersenyum bahagia akhirnya aku bisa bertemu dia lagi.

__ADS_1


Dengan senyum yang terus mengembang aku bersemangat menemui dia kali ini.


Nextt....


__ADS_2