Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 6 : Mimpi Yang Aneh.


__ADS_3

Aku tertidur dengan pulas sampai tak terasa aku memimpikan sesuatu yang aneh


Di Alam mimpi aku  bermimpi seperti sedang berada diatas batu besar dan di sebelah ku terdapat air terjun terdengar gemercikan air dan airnya terlihat jernih serta terdapat rumput ilalang yang tumbuh subur dan pepohonan yang tumbuh rindang dan lebat didekat air terjun ini


aku merasakan semilir angin yang begitu nyata dan menyejukan hati serta pikiranku


Pandangan mataku tertuju pada suatu bukit yang berada di seberang arus air


Terlihat bak seperti lukisan di cerita dongeng karena begitu indahnya dan nyata


Ketika aku ingin meredam kakiku di dalam air terlihat kalung kacaku tergantung didahan pohon cemara disebelah air terjun aku ingin menyebrang dan mengambilnya


Belum sempat aku meraihnya kaki kiriku terpeleset dan karena tidak ada keseimbangan tubuhku terjatuh dan terbawa arus yang deras terasa dingin sekali airnya dan kepala ku terasa sangat berat


Aku seperti berada di suatu tempat yang asing dan setelah sekian lama aku terbawa arus, aku terdampar disuatu tempat yang sangat panas kemudian perutku mulai terasa mual dan aku tetep terus memegang sebuah tongkat


Badanku rasanya terasa tak karuan aku mengigigil hebat padahal aku berada ditempat yang tandus dan panas


Aku terus berlari untuk mencari tempat untuk berteduh dan aku terus berlari namun aku sudah tak mampu lagi dan seketika aku terbangun


Ketika aku membuka mata ternyata semua ini hanyalah sebuah mimpi yang terasa nyata


Kepalaku terasa berat hawa yang kurasakan sekarang sangatlah dingin tapi ketika tangan kiriku aku sentuh terasa panas sekali dan perut aku terasa sakit karena dari kemaren aku belum makan rasanya tubuh aku sekarang benar-benar tumbang aku berusaha meneriaki mama yang tempat tidurnya di sebelah kamarku


Aku teriak beberapa kali tapi aku suaraku terasa berhenti di tenggorokan dan aku berusaha melempar barang yang bisa aku lempar didekat aku


"Prakk!!!"


Aku berhasil melempar gunting yang aku taruh di atas bufet


"Ceklekkk..." terdengar suara pintu kamarku ada yang membuka aku berharap mama


Tapi bukan mama dan ternyata mbk Inah dia nanya kenapa aku melempar barang ke pintu dan aku jawab aku mencari mama


Dan ternyata mama sudah berangkat kerja aku liat jam diding yang sudah menunjukan diangka tujuh


Aku baru sadar sedari tadi aku hanya bermimpi dan sekarang hari telah pagi terlihat cahaya menembus tirai dan masuk melewati celah-celah kaca


Segera aku mencari ponselku yang aku taruh di atas meja dekat tempat tidurku


Aku ambil dan segera aku mengirim pesan ke Vey untuk mengijinkan bahwa hari ini aku tidak bisa masuk


Setelah terkirim aku matikan ponselku kembali dan aku lanjutkan tidur lagi karena badan aku sekarang berasa lelah dan bangun pun rasanya aku tak sanggup


Julian pov👦


Jam Istrahat tadi aku mencoba mencari Eliza karena aku berencana mengembalikan kalung yang aku temukan kemaren dan sudah aku perbaiki yang sekarang aku letakkan di kotak kecil yang berwarna ungu muda dan ada pita diatasnya


Namun sayang aku tidak menjumpai sesesok wajah cantik itu di sekolah dan temanya pun bilang kalo hari ini dia tidak masuk sekolah


Seketika aku jadi berfikir yang lain aku bertanya-tanya dalam hati apakah ada hubungnya dengan ke jadian kemaren saat hujan itu

__ADS_1


Sejenak aku buang semua perasaan itu dan aku berencana main kerumah nya nanti yang aku tahu dari sahabatnya tadi


Saat jam pelajaran tiba hanyalan tentang Eliza muncul lagi


Sejenak pikiranku kalang kabut dan aku mencoba merilekskan kembali pikiranku


"Lu napa sih jul kaya ada yang dipikirin aja tau sih lu lagi ada gebetan ?" tanya Dika sambil nyengol bahu aku


"Apa sih rut curut sotoy lu orang gue lagi mikirin cara dapet nilai yang bagus juga" jawabku membantah pertanyaanya dengan raut wajah serius


"Gila Kali lu tu bohong gak bisa Jul, tu buktinya di tas lo ada kotak dasar pinter akting lu" ucapnya lagi sambil meledek aku habis-habisan seketika aku menjadi ikutan tertawa


Dan karena obrolanku dengan ketiga temanku terlalu keras jadilah meja aku dan Dika di gebrak oleh pak Roni seketika aku dan ke tiga temanku disuruh keluar sampai jam pelajaran usai


"Kalian bisa diam gak!!!" ucap pak Roni dengan muka sangarnya


"Bisa pak...." jawabku seretak dengan ke tiga temanku


Setelah itu di lanjutkan kembali pelajaran dan aku memasang muka yang serius kali ini begitupun ke tiga tamanku


**


Habis pulang sekolah aku langsung ke Minimarket aku tau pasti Eliza sekarang sedang sakit aku akan membelikan dia buah serta beberapa roti


Entah kenapa perasaanku membawa ke fase ini


Semoga tingkah konyol ku ini disambut baik olehnya


Di sepanjang perjalanan aku terus terbayang-bayang olehnya aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama rasanya


Hal yang selalu aku ingat darinya adalah lesung pipi saat dia tersenyum


Setelah sampai di rumahnya aku langsung melihat kaca spionku dan aku bercermin sejenak aku melihat keadaan wajahku sekarang apakah masih tampan atau ada yang kurang


Setelah itu aku parkirkan motor dekat gerbang namun agak menepi


Aku masuk ke halaman rumahnya terlihar rumahnya rapi dan minimalis kemudian aku ketuk pintu


Tok...tok...tok


Tiga kali aku mengetuk pintunya dan tak berapa lama seorang wanita  membukakan pintu


"Ada apa mas? " tanya wanita tersebut ke arahku


"Aku temanya Eliza mbak, Elizanya ada?" ucapku menjelaskan alasan aku datang


"Oh ada mas silahkan masuk" jawabnya sopan sambil mempersilahkan aku masuk dan duduk


Setelah itu aku masuk terlihat rumahnya begitu rapi dan bersih cat tembok berwarna putih tulang dipadukan dengan perkakas warna nude terlihat elegan


Tak berapa lama aku menungu di bawah  aku di antarkan menuju kamarnya karena Eliza sedang sakit jadi tidak bisa menemui aku

__ADS_1


Aku mengikuti dari belangkang dan menuju kamarnya


"Ini kamarnya mas mbk Eliza nya sedang sakit" ucap wanita tersebut ke aku


"Iya mbak terimakasih" jawabku sambil mengucapak terimakasih


Aku dibukakan kamarnya dan disuruh masuk


Terlihat dia sedang berbaring lemas di atas ranjangnya


Aku segera menghampiri dia serta meletakan buah dan roti yang aku beli tadi


Aku mencoba duduk di sebelahnya


Terlihat dia masih tertidur pulas dengan wajah pucatnya aku yang melihat itu tidak berani membangunkan


Begitu manis namun menawan


Aku melihat sekeliling kamarnya yang juga tertata rapi dan ada sebuah foto yang menarik untuk aku lihat


Terlihat ada foto seorang lelaki memakai jas yang mungkin ayahnya dan seorang wanita yang wajahnya mirip Eliza sedang mengendong bayi perempuan dan aku menebak itu ibunya dan ada dua orang laki-laki yang masih kecil berdiri ditengah mukin itu saudara kandubg eliza


"Siapa...?"


Aku dikagetkan suara Eliza yang mukin sudah bangun segera aku letakan kembali bingkai foto yabg sedari tadi aku amati


"Ini aku Julian" jawabku sambil mendekati dia


"Ada apa kamu kesini" tanyanya lagi ke aku dengan suara lirih


Tanpa menjawab aku segera memegang tanganya yang terlihat lemas


"Gak ada apa-apa" jawabku singkat sambil membukakan dia sebungkus roti yang aku beli tadi


"Lalu kenapa kamu masih disini kalau tidak ada hal yang ingin....." belum sempat dia melanjutkan ucapanya aku tutup mulut dia dengan jari telunjukku


"Udah ya kamu lagi sakit istirahat aja aku kesini cuma ingin tau keadaan kamu aja dan maaf buat kemaren" jawabku sambil menyodorkan roti namun dia menolak


"Maaf untuk apa ...?"


Tanpa menjawab pertanyaanya darinya aku berusaha memdekatkan bibirku ke bibirnya namun tiba-tiba...


Plakkk...!!!


"Lo tu apa-apaan sih Jul pergi dari sini pergiiiiii !!!! " teriak nya keras dan dia menampar wajah aku dengan keras


Next....


Salam sayang dari penulis😍


Maaf ya banyak kata yang kurang atau banyak typo

__ADS_1


__ADS_2