Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapyer 52 : Cinta yang tak semestinya


__ADS_3

Putri pov


Akhir-akhir ini hubunganku dengan pacarku, Feri sedikit rengang padahal dia masihlah sama tiada sedikitpun yang berbeda darinya.


Masih sayang juga tak ada sifat yang berbeda dari dia, mukin ini semua salahku karena hatiku sekarang sedikit demi sedikit goyah akan ketulusan cintanya kepadaku.


Aku merasa ada sesosok yang menggatikan dia di hatiku aku buka kembali lemabaran memori saat kebersamaanku dengan Julian.


"Apakah mukin aku suka...???


Apakah mukin hatiku terisi olehnya, oleh sesosok orang yang sudah memiliki pasangan...???"


Ucapku bertanya-tanya dalam kebimbnganku.


Namun satu hal yang dapat aku simpulkan dari perasaan ini yaitu nyaman.


Dia mirip sebuah embun di pagi hari yang selalu menyejukan siapapun yang tersentuh olehnya dan dia mirip sebuah candu yang membuat siapapun aku terbelengu.


terlihat di garis wajahnya terpampang jelas dia sangatlah tampan dengan senyuman yang selalu di ukir saat dia stersenyum, begitu menawanya dia dengan segala ketampananya tak lupa lekukan bola matanya yang tersorot jelas dia lelaki tegas.


Aku terus melamunkan dia tanpa tak sadar aku menuang air ke gelas yang sedari tadi sudah penuh dan alhasil mengalir ke baju seragam ku dan itu membuatku basar kuyuh.


Segera aku buyarkan lamunanku dan bergegas berganti pakaian.


"Aku harus bisa buang rasa suka ini aku hanyalah wanita yang bukan siapa- siapanya aku boleh suka namun haruslah hanya sekedar suka janganlah lebih" ucapku ketus dalam segala kebodohanku.


"Apa-apaan sih..!!!!!." ucapku kembali dalam hati dan sedikit membuang muka dengan berjalan sedikit cepat.


Segera aku bergegas mencari ponselku dan melihat chatingan dari Feri yang tak mukin aku berlama-lama mengacuhkanya dia tak salah aku yang salah dan aku harus bisa memperbaiki semua ini.


Tok.. Tok.. Tok


Suara pintu di ketuk segera aku keluar dan ternyata Feri yang datang tiba-tiba dan membuatku terkejut segera aku membukakan pintu untuknya.


"Ada apa ya...??" tanyaku yang masih terdengar kaku.


"Aku mau ngomong sama kamu...." ucapnya datar yang masih berdiri di depan pintu.


"Iya masuk aja dulu...!!" jawabku sembari mengajak dia masuk.


"Di luar aja" ucapnya dengan datar namun masih terdengar sopan yang tak seperti biasanya.


"Ada apa...??" tanyaku lagi.


"Aku cuma mau nanya, kenapa akhir-akhir ini sifat kamu sekarang sedikit berubah...???" tanyanya yang membuatku susah untuk menjawab pertanyaanya.


"Maaf sifat yang mana...??" tanpa menjawab justru aku balik bertanya dan itu jelas-jelas aku mulai mengalihkan pembicaraanya.

__ADS_1


"Aku sih yakin kamu ada yang lain.!!!" ucapnya dengan tatapan menyelidiki.


"Gak sayang aku cuma lagi banyak tugas aja...!!" jawabku berusaha memberikam alasan yang palsu namun aku berusaha meyakinkan dia dengan seribu alasan.


"Kita udah jadian hampir dua tahun Put gak mukin kalo kamu sibuk sama tugas kamu sifat kamu berubah sedrastis ini" jawabnya menangapi ucapnku dengan terus menatap dalam arah bola mataku.


"Tapi Aku gak bohong..." jawabku sedikit terputus.


"Dari tatapan mata kamu gak bisa bohong Put jadi yang dibilang Dea benar kamu ada hubungan serius sama Julian" ucapnya yang langsung membuat mulutku berat berucap.


"Itu aku hanya diancam sama Dea" ucapku membela diri dan menjadikan Dea penutup kesalahananku selama ini.


"Kali ini aku kasih kesempatan kamu buat buktiin ke aku kalo apa yang aku pikirkan salah" jawabnya menangapi ucapnku dan membuatku sedikit lega.


"Iya sayang pasti" jawabku sambil tersenyum menunjukan aku akan menjalakan apa yang dia inginkan.


"Yaudah udah sore aku mau pulang" pamitnya yang tak berlama-lama di rumahku yang tak biasanya dia lakukan.


"Gak minum dulu...??" tawarku ke dia.


"Gak usah lagian sebentar lagi udah mahrib" jawabnya dengan segera memakai sepatunya.


"Yaudah hati-hati ya" ucapku sambil mengantar dia ke gerbang.


"Kamu juga jangan lupa makan aku pamit" ucapnya yang membuatku terharu betapa baiknya dia yang tak seperti balasanku.


Setelah itu Feri beranjak pergi dengan langkah kaki dan suasana hati yang tak seperti biasanya.


Aku segera masuk dan menuju kamarku aku duduk termangu di dekat balkon aku pandangi tubuh Feri yang mulai menghilang dari pandangan mataku.


"Maafin aku Fer aku yang salah aku gak seharunya menyia-nyiakan orang seperti kamu....!!" ucapku mengerutuki kesalahanku.


Aku tatap langit yang mulai memerah dam lambat laun azan berkumandang aku masih terus menatap keindahan suasana ini.


Aku jadi teringat akan Julian lagi.


Apa yang salah dengan hatiku saat ini aku seperti sebuah noda yang tak pantas menepi di hati bersihnya.


Aku hempaskan nafas lelahku aku kembali membuka ponselku dan betapa terkejutnya Julian sedari tadi menelponeku.


Hatiku mekar dan senyumanku merekah. .


Segera aku mengabarinya bahwa sedari tadi aku sibuk walau sebenarnya aku hanya memikirkan dia


"Maaf Jul baru bisa buka Hf..." jawabku berbohong segera aku kirimkan pesan tersebut.


Dret...

__ADS_1


Ponselku berbunyi segera aku membuka dan dia mengirim balik pesan untukku


"Iya gak papa kok, oh ya besok pulang sekolah bisa bertemu kan...??" dan seperti itulah isi pesanya.


Aku hanya membalasnya dengan emoticon smile menandakan iya.


"Huamm..." aku menguap tanda tubuhku serta mataku minta di istirahatkan segera aku berbaring untuk menindurkan pikiranku yang kelu.


Julian pov.


Sore ini setelah aku pulang dari Klinik tempat Eliza di rawat segera menghubungi Putri agar dia bisa membantuku menjelaskan perihal hubungan ku denganya yang hanya sebatas pertemanan, karena aku tak ingin membuat Eliza semakin menderita.


Aku harus ingat akan sebuah sumpah lelaki yang akan memcintai perempuaan sejatinya sampai mati.


Aku tersenyum puas ketika aku mengingat saat aku menciumnya "dasar aku lelaki mesum.." ucapku tanpa berdosaa.


"Aku rindu El sanagt rindu akan sesosok dirimu" ucapku yang terlihat seperti orang bodoh.


Dret....


Ponselku nergetar dan ternyata dari Feri


"Jangan jadi perebut pacar orang..." ucapnya di layar ponselku yang terbaca dari chatinganya.


Sial...!!! kenapa masalah tak kunjung menyusut justru bertambah ucapku mengrutuki kesalahanku.


"Dea....!!" ucapku sinis


Udahalah gue udah punya pacar gak perlu ladenin orang asing ucapku sedikit pasrah.


Segera aku berusaha menghubungi Eliza walau dia tak sedikit pun merespon ucapanku.


Aku selalu memikirkanya dan betapa sakit hatinya bila dia mengetahuiku aku sempat menyukai Putri.


"El aku berjanji gak akan menduakan kamu...!!!" ucapku sedikit yakin.


Aku harus bisa menyingkirkan Dea dari sekolah ini karena dia benar-benar wanita yang menghancurkan hubungan ku dengan Eliza akan ku buang dia ke sekoah lain tak segan-segan De aku akan buat perhitungan sama sampah kaya lo.


"Dasar Dea wanita licik....!!"


Ucapku sembari menendang kursi yang tak bersalah.


Segera aku membasuh wajahku dan melihat di pantulan cermin.


"Jangan mainin hati dia Jul" ucapku mengajari diriku sendiri.


Next...

__ADS_1


__ADS_2