Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 31 : Baikan


__ADS_3

Dreettt....dreeettt..


terdengar ponselku bergetar berkali-kali


Aku yang masih terlelap di alam mimpi langsung terbangun dan mencoba membuka mata, jam masih menunjukan pukul lima pagi


"Siapa sih yang menelepon jam segini" ucapku sambil membuka layar ponsel


Dan ternyata dari Julian


Segera aku angkat


"Halo" sapaku terlebih dahulu ke dia


"Hai sayang kok lama angkatnya" jawabnya yang bikin aku sedikit mengaruk kepala


"Maaf baru bangun aku"ucapku


"Oh gitu kasian amat masih ngantuk ya"


Jawabnya yang bikin aku tersenyum


"Iya nih"


"Sayang cepet bangun ini udah siang"


"Apa sih baru juga jam lima mau ngelawak ya kamu" jawabku sambil sedikit tertawa


"Pokoknya beneran lo nanti kamu ke rumah aku"


"Iya iya pasti" ucapku lagi buat pastiin


"Beneran lo mumpung keluarga aku lagi piknik ni" ucapnya lagi buat terus pastiin aku datang nanti


"Serius,,yaudah aku matiin ya Jul kan nanti kita juga mau ketemu"


"Ya tapi jangan kelamaan lo keburu basi!!!" Ucap Julian sambil sedikit membentak


"Oke sayang ku" ku jawab demikian supaya hatinya sedikit tenang


Setelah itu aku segera bangun tak lupa aku sholat subuh terlebih dahulu setelah selasai aku menghampiri mama yang lagi masak didapur sambil tersenyum gembira


"Anak mama kenapa kok tumben senyum bahagia gitu" tanya mamaku sambil memotong sayur


"Ya seneng lah ma,mau aku ceritain semalam gak tentang penampilan aku" kujawab alasan aku bahagia


"Sayang mama bukanya gak mau tapi mama lebih suka liat kamu berperestasi dihal pendidikan"


"Tapi ma plis kali ini aja dengerin ya"rayuku ke mama


"Yaudah deh coba mama pengen dengar"


Dan akhirnya mama nyerah dan langsung aku ceritakan penampilanku tadi malam dan terlihat mama tersenyum menangapinya


"Iya deh mama percaya,o iya El nanti siang mama mau ke rumah tante kamu ikut gak sayang?"


Gak deh ma aku ada janji ni sama temen"


"Jangan bilang lagi kalo sama Julian itu"


Degg..mama bikin aku deg-degan aja umpatku dalam hati


"Ya gak lah ma sama yang lain kok  o iya ayah dimana sih ma"ku tanyakan keberadaan ayah yang aku belum tau dari semalam


"Ayah masih tidur tu kecapeean kemaren pulang tugas udah malam dari Palembang"jawab mama memberitahuku tentang ayah


****


Tepat pukul 08.00 pagi aku segera ke rumah Julian aku akan bawakan  dia sekotak kue juga sebungkus empek-empek yang ayah bawa kemaren saat tugas dari Palembang


Aku memakai rok berwarna biru dongker selutut serta baju putih bergaris aku kuncir rambut hitamku serta kupakein bando


Aku segera turun kebawah dan aku kembali bercermin di kaca deket tampat buku Ayah buat memastikan penampilan aku


Setelah itu aku pamit ke mama dan ayah yang sedang santai di ruang keluarga


"Ma pa El berangkat ya"ucapku


Sambil mencium mereka


"Eliza mau kemama sih ayah kangen lo" ucap ayahku yang bikin aku seketika berat untuk pergi sekarang


"Mau belajar ayah" jawabku ke ayah


"Kok harum amat cantik banget lagi"puji ayahku


"Yaiyalah mamanya aja cantik" ucap mama tak mau kalah dariku


"Apa sih mama sama Ayah ini


Udah ya aku berangkat"


"Iya sayang hati-hati ya" ucap mereka dan aku segera keluar dan menstarter motor aku dan beranjak kerumah Julian


Sekitar lima belasan menit aku sampai di depan rumahnya


Dan dia sudah menunggu aku di depan gerbang dengan muka penuh dosanya dia tersenyum girang layaknya orang baru mendapatkan kejutan


"El """ucapnya keras aku yang merasa malu langsung menepi di depan rumahnya dan turun dari motor

__ADS_1


"Nunggu lama ya" tanyaku ke dia yang langsung menghampiriku


"Yaiyalah liat ni muka aku jadi berkurang gini ketampanya"jawabnya sambil memasukan motor aku ke dalam rumahnya


"Apa sih Jul Pengen ditabok ya"


"Ish udah telatt maun tabok lagi "


"Habis ngeselin kamu"


"Udah yuk masuk" ajaknya menyuruh aku masuk


"Tapi mama kamu ada dirumah kan"kutanyakan buat memastikan


"Gak ada lah orang di bilang lagi piknik sama teman kantor ayah"jawabnya yang bikin aku sedikit takut


"Ya trus kita berdua doang"


"Ya lah" jawabnya enteng


"Aku takut jul"


"Lebay deh kamu pikiranya kotor,ya aku gak apa-apain kamu lah"


"Muahhh''''''' dan dia tiba-tiba mencium pipiku


"cantik banget kamu sayang hari ini" ucapnya yang bikin aku melting


Setelah itu dia ngajak aku masuk kedalam rumahnya sambil aku bawa bingkisan tadi dia menyuruhku duduk terlebih dahulu dan mengobrol sebentar


"Bawa apa sayang kamu?"tanyanya sambil menunjuk kantong plastik yang aku bawa


"Ini buat kamu Jul"jawabku menyodorkan bingkisan tadi


"Waoooo makasih sayang" ucapnya girang


"Tapi yang ini aku goreng dulu ya"ku jawab sambil kutunjuk ke arah kantong yang satunya yang bahanya masih mentah


"Tapi ikut " ucapnya dengan manja


"Ya jalan lah" balas ku dengan bercanda


Dan dia ikut tertawa


Setelah itu kita kedapur dan mengoreng empek-empek


"Kamu bukain bumbunya ini ya Jul sama tuang ke mangkok"ucapku ke dia untuk menuang bumbunya


"Okeh "


Jawabnya dia sambil mengambil mangkuk di rak dan menuangkan bumbunya


"Panas lo sayang"ucapnya memperingatiku supaya berhati-hati


"Udah biasa ini cuma masak giniian doang" elakku ke dia


"Tapi aku kan belum sarapan"tiba-tiba dia bicara dan itu bikin aku nahan ketawa karena begitu kocaknya dia


"Serius"ku coba menanggapi ucapnya


"Iya kan pada pergi jam lima tadi"


"Terus " ku coba mengoda dia


"Ya minta dimasakin lah" perintahnya dia seperti anak kecil


"Makan aja tu jul nasi ada kan" ucapku sambil bercanda


"Ish ya ga mau lah aku kan pengen nasi goreng kaya buatan kamu pas aku lagi latihan basket itu"


"Yaudah aku bikinin kamu ambil nasinya ya"


"Iya sayangngku" setelah itu dia mengambil nasi dan aku menyiapkan bahan untuk membuat nasi gorengnya


"Nih sayang"


"Wao banyakan itu Jul''


"Gak papa kali aku kuat kok habisinya"


"Yaudah"


Setelah itu aku mencoba menghaluskan bumbu dan setelah itu aku tumis bumbunya sampai harus dan memasukan telur


Dan dia terus memandangi aku yang lagi masak


"Gak kebayang deh kalo kita udah sah"


"Kejahuan kamu mikirnya"


Setelah selesai dan beres kita ke depan TV dan menikmati makanan yang aku bawa serta beberapa minuman yang sudah di siapkan Julian


Sambil kita bercanda ria dan menonton acara tv


"Duduk sini sayang!"suruhnya ke aku


"Iya sini aja kan sama aja" bantahku karena aku sudah dekatan duduknya


"Tapi deketan lagi"

__ADS_1


"Iya deh"


"Nih Jul ntr dihabisin loh ini banyak banget" ku sodorkan sepiring nasi goreng ke Julian


"Sipp"jawabnya serius


setelah itu dia memakan nasi goreng dengan lahap tak lupa dia selalu memuji masakanku


"Enak banget tau sayang"


"Biasa aja ah"


"Serius"


"Nih coba"


"Aku udah sarapan"


"Enak tau"


"Iya tapi jangan cepet cepet makanya"


"Ya habisnya enak banget iniii"


"Iya tau"


Dan setalah itu dia sendawa


'Julian jorokkk ih"


"Apa sih biasa aja kali


Setelah dia selesai makan dia kembali memakan empek-empek yang aku goreng tadi


Dengan serakatnya dia msnghabiskan semua makanan dan membuatku melonggo


"Sayang kamu gak kekenyangan apa sih banyak banget lo tadi"


"Kamu harus tau Sayang setiap ada kamu di dekatku ***** makanku meningkat menjadi 10 kali lipat"


"Apa sih bercanda terus"


Setelah selesai dia makan aku mencuci piring dan membersihkan dapur


"Sayang buruan kesini" teriak Julian dari ruang tamu


"Iya bentar" ucapku sambil menata piring di rak


Setelah selesai aku kembali menghampiri Julian dan kita kembali bercanda ria dan menikmati waktu ku bersamaanya


*****


Disaat Dea sedang jalan-jalan bersama temanya di mall tak sengaja dia melihat Rehan yang keluar dari toko perhiasan


Dia berusaha menghampiri dan disusul kedua temanya


"Rehan tunggu lo kok ada di toko perhiasan mau ngapain sih ?"tanya Dea langsung ke Rehan


"Serah gue dong" jawabnya santai


"Lo sediri ngapain ada disini" sekarang Rehan yang balik bertanya


"Ya gue mau jalan-jalan lah,eh tunggu kok ada huruf  E sih di liontin kalung itu"ucap Dea sambil mengamati kalung yang di bawa Rehan


Dea berusaha merebut  kalung yang di bawa Rehan dan hatinya serasa sakit karena dia berfikir pasti itu untuk Eliza


"Apa apaan sih lo" Rehan berusaha merebut kembali dari tangan Dea


"Rehan harusnya tu lo tau hati aku"


"Tau apa sih De kan cukup aku gak ingin nyakitin hati kamu"


"Tapi dengan kamu deketin Eliza itu buktiin kalo kamu tu beneran suka sama Eliza dari dulu kita putus"


"Ya ini aku beli buat mama aku kenapa emang" jawab Rehan bohong


"Aku gak percaya Han lo tu harusnya tau sakitnya jadi aku disaat aku mencintai seseorang harus bertepuk sebelah tanggan"


"Lo tu harusnya move on lupain aku Dea karena aku gak pernah cinta sama kamu"


Plakkk !!!!dea menampar Rehan dengan beruraian air mata


"Lo tu harusnya tau hati wanita Rehan" ucapnya sambil berteriak


Dan Dea berusaha membuang kalung itu ke luar mall


"Gue akan buang ni kalung"


"Jangan Dea" ucap Rehan memohon sambil berlari dan Dea tetap keluar


"Dea lo tu gila ya ucap Rehan terus mengejar Dea yang membawa kalung itu dan berjalan masuk ke mobil yang diparkir didepan bersama kedua temanya


"Siall !!!!


Dea dea jadi cewe semenjijikan itu"


Umpat Rehan kesal


"Tenang Eliza aku akan tembak kamu besok!!!!"

__ADS_1


__ADS_2