
Setelah kejadian beberapa waktu itu dengan Julian hubunganku denganya sedikit berbeda entah apa salahku hingga dia kini mulai mendiamiku tak ada sapaan dari ponsel maupun secara langsung mukin dia marah namun aku biarkan.
Dia selalu menyibukkan diri dengan latihan basket serta nongkrong dengan temanya serasa tak ada waktu untuk aku.
Aku sedikut kecewa dengan sikap dia namun aku hanya bisa berharap dia berubah.
"Oke El kalo mau kamu aku akan berubah...!!" itulah kata-kata yang dia ucapkan yang masih terniang-niang di kepalaku.
Julian... andai kamu tau aku berubah karena aku takut kehilangan kamu aku takut apa yang aku pikirkan tentang kamu dan Putri menjadi nyata karena jika itu terjadi aku tak mampu untuk menerima.
Segera aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi karena jam tiga sore nanti aku ada janji dengan Aftur untuk menemaninya membeli gitar awalnya aku ingin menolaknya namun aku tak tega karena akan membuat dia kecewa.
Setelah selesai mandi aku bersiap-siap untuk bergegas, aku kenakan baju biru muda dengan jens berwarna biru dongker serta kupadukan dengan sepatu putih tak lupa ku ikat rambutku.
Setah usai aku segera ke bawah untuk menunggu dia datang aku menunggunya di teras sembari mengecek ponselku untuk melihat pesan masuk.
Tak berapa lama dia datang dengan membawa mobil honda jezz berwarna hitam.
"El udah siap...??" ucapnya dengan sedikit membuka kaca mobilnya
''Udah kok..." jawabku sambil keluar serta menutup pintu gerbang.
Setelah itu dia membukakan pintu mobil dan menyuruhku untuk masuk.
"Masuk El..." ucapnya mempersilahkan aku masuk.
Segera aku masuk dan duduk di kursi depan tak lupa dia memperingatiku untuk memasang seat belt agar aman.
Tak berapa lama dia langsung melajukan mobilnya .
"Makasih ya El udah sempetin waktu luang buat aku" ucapnya dengan terus mengerakan setir mobilnya.
"Iya Tur lagian aku lagi gak ada acara kok" jawabku dengan santai.
"Btw kamu udah ijin sama Julian belum..??"
"Udah kok gak papa juga lagian dia mukin saat ini lagi main sama temenya" jawabku terus terang.
"Em gitu, iya sih sekarang dia lebih sering nongkrong di kafe depan sekolah kalo pulang" ucap Aftur yang kuiyakan karena emang benar kenyataanya.
"Btw hari ini kamu cantik banget..." ucap Aftur lagi sedikit mengodaku.
"Apa sih Tur biasa aja kali.." jawabku mengelak dan menyembunyikan rona wajahku yang memerah.
Setelah itu kita saling bercanda membahas hal yang konyol dan membuat kita saling tertawa bersama.
"Ngomong-ngomong udah tau kabar belum El tentang Dea..??" ucap Aftur yang membuatku sedikut penasaran.
"Kabar apa Tur.. ??" jawabku balik bertanya.
"Itu loh yang kejadian Dea sama Rehan" jawab Aftur yang membuatku sedikit bingung.
"Emang kenapa dia...??" tanyaku lagi terhadapnya karena sunguh aku tak tau kejadian apa yang menimpa Dea dengan Rehan.
"Kayaknya sih mereka berdua bakal di scros" jawabnya yang membuatku tambah bingung.
"Kok bisa gitu emang salahnya fatal banget ya'' tanyaku sedikit penasaran.
"Ya gitu lah Deanya juga yang nyosor aja kalo ada Rehan" jawab Aftur yang membuatku ingin tertawa namun aku tahan.
"Gila kamu serius Tur kok aku gak denger kabarnya sih" ucapku dengan terkejut.
"Iya gitu deh" jawab Aftur senyum-senyum penuh kode rahasia.
Tak berapa lama kita sampai di pusat perbelanjaan
__ADS_1
"O iya El nanti habis beli kita nonton mau kan...??" ajaknya yang membuatku harus mengiyakan.
"Emang ada film baru Tur...???" tanyaku hanya basa-basi.
"Ada sih tapi kamu mau kan...??" jawabnya sambil memastikan ajaknya.
"Iya ..." Jawabku
"Hati-hati El" ucapnya sambil membantu aku turun dari mobil walau aku tau turun dari mobil adalah sebuah hal yang mudah.
"Iya" jawabku sambil menutup pintu mobil.
Setelah itu kita berjalan masuk dan memulai mencari gitar untuk Aftur.
Kok gak ajak temen cowok aja sih...??" ucapku menanyakan alasanya.
"Ya kan sekali-kali sama cewek biar gak keliatan jonesnya.." jawabnya yang membuatku ingin menepuk jidatnya.
"Apa sih Tur ngelawak mulu perasaan" ucapku sedikut bercanda.
"Ya serius"
Setelah itu kita masuk ke dalam toko alat musik terlihat beberapa deretan alat musik terpajang disini dan berbagai macam alat musik daerah di perjulkan di sini.
"Kalo yang ini cocok gak...??" ucapnya menanyakan pendapat aku tetang gitar berwarna coklat namun berbentuk klasik.
"Terserah kamu Tur kalo menurut aku bagus yang ini.." jawabku sambil menunjukan pilihan gitar yang berwarna hitam mentalik karena menurutku sedikit keren.
Setelah beberapa pilihan warna serta bentuk akhirnya dia memilih berwarna coklat tua yang katanya cocok dengan suasana hati dia saat ini walau sebetulnya semua sama aja.
Setelah selesai dia membayar dan kita berjalan keluar.
"O iya El kamu tunggu bentar ya aku mau beli sesuatu." ucapnya sembari menahan aku untuk tak ikut.
"Mau beli apa sih....??" tanyaku yang sedikit penasaran.
Setelah itu dia berjalan entah kemana dia perginya.
Kulihat ponselku yang berdering dan melihat notif pesan masuk segera aku buka dan aku lihat.
Ternyata dari Julian yang mukin acara ngembeknya sudah selesai.
Tak berapa lama Aftur datang membawakan aku Es cream Rolls yang berwadah besar.
"Tur...???" tanyaku penuh tanda tanya
"Kenapa kok melongo gitu kamu." jawabnya sambil berjalan memdekatiku dengan tangan yang hampir penuh dengan dua es cream yang penuh itu.
"Nih buat kamu.." ucapnya sambil menyodorkan Es cream berwarna coklat vanilla tersebut.
"Serius ini jumbo banget Tur...??" jawabku sambil menerima pemberianya.
"Kan biar kenyang...." jawabnya yang membuatku tertawa geli.
"Emang gak ngantri apa..??" tanyaku yang memeang pada dasarnya sering banyak pembeli.
"Gak terlalu sih.." jawabnya sambil duduk di sebelahku.
Setelah itu kita terdiam menikmati es Cream.
"Maksih ya Tur" ucapku terhadapnya.
"Iya sama-sama"
Setelah selesai kita langsung naik lift dan berjalan ke gedung bioskop yang letaknya di lantai atas.
__ADS_1
Setelah sampi kita langsung ke loket karena ternyata Aftur sudah membeli tiket sejak kemarin jadi kita tak perlu menunggu dan sebentar lagi Film nya akan segera di putar .
Hampir dua jam kita tegelam dalam seruanya Film bergenre action yang memperlagakan tokoh-tokoh profesional.
"Kamu mau pop cron gak..??"ucapmya berbisik ditelingaku.
"Gak perlu" jawabku sambil teris menontin film
Setelah selesai kita langsung bergegas keluar.
Matahari sudah hampir tegelam segera aku dan Aftur bergegas pulang dan berjalan menuju parkiran.
"Seru gak El filemnya.....???" tanyanya terhadapku sembari membukakan pintu mobil untukku.
"Seru kok tegang malah..." jawabku terus terang sambil masuk ke dalam mobil.
Setelah itu kita saling mengobrol tetang film yang baru kita tonton tadi
"Gak kemaleman kan El...??" ucapnya sambil melihat arloji di tangan kirinya.
"Gak kok" jawabku memastikan.
"Oh iya kita mampir beli martabak bentar ya soalnya adik aku pesen" ucapnya sambil terus melajukan mobil keluar.
"Iya Tur gak papa"
Setelah itu kita saling mengobrol tetang film yang baru kita tonton tadi ternyata aku dan Aftur sedikit memiliki kesamaan.
Ketika sampai di kedai martabak dia memarkirkan mobilnya dan berjalan keluar.
"Kamu di dalam aja ya" ucapnya sambil menutup pintu.
"Iya"
Selang beberapa menit setelah selesai membeli martabaknya kita lanjutkan perjalanan pulang.
Namun betapa aku terkejutnya saat tiba di di depan rumahku terparkir motor yang familiar dengan mataku.
"Julian....""" batinku dalam hati
"Ada tamu El kayaknya..??" ucap Aftur yang membuatku sedikit panik.
"Iya" jawabku dengan terus melihat motor hitam itu.
"O iya sampai sini aja ya takut ketahuan mama soalnya" ucapku berbohong sambil menyuruh dia berhenti karena aku takut Julian akan bikin masalah dengan Aftur.
"Kok gitu kan masih jauh..." jawab Aftur sambil menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba.
"Udah gak papa deket kok" jawabku mengelak ucapannya sembari memperlihatkan sisi kanan kiri berharap tak ada yang melihatku.
"Makasih ya Tur..." jawabku sambil turun dari mobil.
"Aku yang harusnya terimakasih, Oiya ini buat kamu di makan ya...??" ucapnya memberikan sebungkus martabak yang membuatku tak enak.
"Gak usah Tur makasih" jawabku menolak.
"Udah gak papa aku sengaja beliin buat kamu kok..." jawabnya memaksa aku.
"Tapi Tur udah banyak makanan mungkin di rumah" elakku lagi.
"Udah diterima gak baik nolak pemberian orang" ucapnya yang mebuatku susah menolak.
Dengan terpaksa aku menerimanya
''Makasih Tur" ucapku saat mobil hitam itu sudah mulai berjalan keluar.
__ADS_1
Deg.. Deg... Deg
Semoga dia