Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 22 : Permulaan


__ADS_3

Julian pov😍


"Eliza!!!!!!"" teriakku keras melihat dia tersungkur di lantai kantin


Seketika aku menghentikan perkelahian ini


Teramat beringasnya aku dan ingin menojok muka Rehan yang tak sengaja pukulanya mengenai wajah El


Pikiranku sekarang tambah kacau dan semakin kacau melihat dia pingsan


''Ban*sat lo" ucapku ke Rehan sambil mengangkat Eliza


"Lepasin biar gue yang angkat" dia berusaha merebut El dari pegangan tanggan ku


"B*cot lo, bisa diem gak lo'' ucapku kasar ke dia sambil menggakat Eliza


Sesegera mukin aku bergegas ke UKS mengangkat tubuh mungil wanita kesayanganku ini


'''Mafin aku sayang ucapku terus dalam hati'''


Dan Rehan masih membuntutiku di belakang


Banyak sekali siswa yang menontonku saat aku melewati koridor kelas


Begitu suntuknya aku melihat ini semua


Setelah sampai di UKS aku segera minta penjaga UKS membantuku membuka pintu dan menidurkan El di ranjang


Akupun tak diperbolehkan masuk oleh penjaga karena aku laki-laki


Ingin rasanya aku tau keadaanya


Dan aku menunggu di luar sambil duduk


Dan di sampingku masih ada Rehan


"Lo bisa pergi " ucapku ke Rehan dengan muka lesu 


"Kenapa gak lo aja" jawabnya yang bikin otak ku mendidih


"Gue gak pengen ladeni lo dan sekarang mending sekarang lo pergiiiiiiiii!!!!!!?😡😡😡"


Samar-samar aku berucap pelan namun seketika aku membentaknya dengan sangat keras


" Terserah " ucapnya dia dengan sombongnya sambil menaikan alis dan beranjak pergi


Dasar lo pecudang umpat ku dalam hati yang masih terbakar ini


Aku duduk termangu di kursi dekat UKS aku membayangkan kejadian tadi begitu  murkanya aku dan betapa perihnya hati aku melihat dia sakit .


Tak berapa lama aku berusaha mengintip dia di balik Jendela UKS


Dan dia ternyata sudah sadar betapa aku ingin didekatnya sekarang memeluknya erat sambil melihat muka manis nya yang sekarang mukin ada luka


Tak berapa lama kedua sahabatnya datang Vey dan Rena


Dia menghampiriku dan menyuruku ke kelas


"Mending kamu masuk kelas aja Jul biar aku yang nunguin dia "


Ucapnya sambil berusaha membuka pintu UKS


"Oke bilang aja tadi yang bawa kesini Rehan dan juga jagain dia sebisa mukin"


Ucapku sambil berlalu pergi dan dengan muka berantakan


Walaupun hatiku tak tenang tapi aku mebiarkan dia di jaga ke dua temanya  toh saat ini hatiku masih sangat kecewa juga keadaanya masih kacau


Sampai di kelas aku terdiam dan ketiga temanku membiarkan saja walaupun kutahu mereka ingin sekali mengodaku untuk tertawa ataupun bercanda


''Ntr katanya gak latihan Jul " ucap si Dika memberitahu aku degan kepura- puraanya menahan tawa


"Oh "   kujawab dengan singkat

__ADS_1


Dan selama pelajaran semuanya tak terfokus oleh otakku yang ada hanyalah El dan El


Kenpa sekarang engkau mirip candu yang membuatku terus terbelenggu


Eliza pov


Aku membuka perlahan mata ku saat aroma terapi mengenai hidungku


Aku melihat langit-langit dinding yang berwarna putih


Aku kaget kenapa aku bisa sampai disini dan ada Penjaga UKS yang menemami ku


Seingatku tadi aku terkena tonjokan dari Rehan yang lumayan keras saat itu pandanganku buram dan aku tersungkur di lantai setelah itu aku tak ingat apa- apa


Serasa berat dan ada yang menganjal di pipi kanan ku mukin karena tonjokan tadi yang lumayan keras


Dan aku melihat Julian dari bilik Jendela dan yang kutahu pasti yang membawa kesini dia yang dan diluar juga ada kedua sahabatku, Vey juga Rena yang mukin sedang mengobrol ingin sekali aku memanggilnya


Namun aku urungkan niat ku aku takut dia menolak


Setelah itu kedua sahabat ku datang


"Lo gak papa kan El ?" tanyanya Vey ke aku


"Gak kok cuma refleks aja langsung pingsan jadinya" jawabku ke mereka dengan menahan sakit di pipi kananku


Dan mereka melihat pipi aku yang memar


"Kamu kena tonjokan ya El" Rena yang sekarang menanyaiku


"Iya nih" jawabku singkat


Dan setelah itu aku memaksa ke kelas karena  aku rasa terlalu lebay kalau masih di sini dan badanku juga tak apa-apa jadi dari pada tiduran di sini aku memilih ke kelas


"Kok bangun El kan pasti masih pusing tau" ucap Vey yang mukin masih menghawatirkan  aku


"Gak kok gak papa lagian cuma kaya gitu aja " elakku ke mereka


Dan mereka menghempaskan nafas kesal dan menuruti kemauanku


Sampai di kelas aku merasa gugup dengan keadaaku semua padangan mata menuju ke arah ku aku yang malu berusaha sebisa mukin aku biasa saja


Dan aku langsung duduk di sebelah Vey


"Lo tu sebenernya ada hubungan apa sih El sama kakak kelas tadi juga sama Julian"


Deg...'''


Pasti dia akan menanyakan itu


Aku bingung antara mau jawab atau tidak


"Lo pacaran di antara salah satu mereka ya" tanya Vey menambahkan


"Gak ada apa-apa kok cuma temenan aja" aku jawab berbohong


"Serius lo gak mukin kalo lo cuma temenan aja mereka bisa berantem sehebat itu" seka Rena yang keliatan sedikit emosi


Rasanya hatiku goncang, aku sangatlah bingung antara jujur atau tidak


"Udah sih Ren El itu masih pusing kepalanya jangan di tanya melulu"


"Serah kalian deh"


Dan jawaban Vey membuat Rena pasrah menanyaiku


Dan tak berapa lama Bu Irma datang guru Agama


Setelah itu aku putuskan untuk fokus belajar walaupun kejadian tadi masih terniang-niang di kepala aku


Kali ini aku mengikuti pelajaran seperti biasa mencoba terus fokus namun selalu gagal 😩


Bel pulang berbunyi

__ADS_1


Vey nawarin aku buat barenangan jalanya ke parkiran


"Kamu gak usaah latihan dulu aja El mau pulang bareng kita gak" tawarnya Vey ke aku


"Gak usah deh kan gak enak kalo bolos latihan" jawabku menolak


"Oh gitu kita sih gak maksa tapi kan kita mau ada acara sama teman les jadi kita duluan gak papa kan"


"Ohh. ... ,iya gak papa kok kan lagian aku juga bawa motor sediri"


Jawabku meyakinkan


Dan setelah itu mereka berlalu keluar kelas dan aku masih membereskan buku yang belum aku masukan ke tas


Setelah itu aku keluar .


Deg''''


Diluar sudah ada kak Rehan dan dia nunguin aku kayaknya


"Kamu gak papa kan El" ucapnya tiba tiba mengagetkanku yang baru sampai luar kelas


"Gak kok" jawabku sambil memalingkan wajah


"Serius boleh aku liat gak" jawabnya sambil berusaha pegang pipi aku


"Lo tu apa apaan sih kak,lepasin" ucapku seraya beranjak ke kelas Stevi


''Tapi El tunggu" ucapnya yang masih berdiri di depan kelas ku


Dan dia berlari mengejarku dan betapa sialnya ada Julian yang melihat ku dari kejahuan


Dia menunjukan muka marahnya yang belum pernah aku lihat sebelumnya, oh Julian bisakah kamu tak melihat ini,ucapku dalam hati


"Aku tu mau latihan kak .jadi kalak mendingan pulang duluan aja" perintahku ke  kak Rehan yang masih terus membuntutiku di belakang


Dan  kulihat Julian beranjak ke parkiran


"Oke kali ini gue terima tolakan lo tapi besok gue bakal bikin perhitungan ke lo El"


Ucapnya dengan senyuman yang bikin aku kesal


Ingin rasanya aku mengejar Julian namun hatiku masih kaku


Dan aku segera menghampiri stevi


Dan kita segera beranjak ke aula


"Lo tadi katanya pingsan ya El" tanya Stevi yang mukin gak tau kejadian tadi


"Iya tadi tu pas lagi pusing aja kok"


Jawabku sambil berusaha cari naskah di tas


"Masak sih" ucapnya sambil senyum


"Iya"jawabku singkat


Dan dia hanya menangapi jawabanku dengan senyum


"Tapi sekarang kamu gak papa kan El" tanya nya lagi buat memastikan


"Gak lah ini buktinya teriak aja keras" jawabku sambil sedikit bercanda


"Iya deh" jawabnya dia


Tak berapa lama kita sampai di Aula dan sudah banyak sekali para siswa yang datang aku dan Stevi segara mencari tempat duduk dan menunggu pembina datang


Ketika menunggu sekitar 15 menit aku memanfaatkan waktu sambil menghafalkan teks yang udah dibagikan begitupun Stevi


Dan teman teman ku yang lain


Dan ketika aku sedang sedikit ngobrol dengan temanku yang Lain dari pintu luar ada Dea

__ADS_1


"Huft...apalagi yang akan terjadi😢"


Next to be continiue


__ADS_2