Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 21 : Beratnya Rindu


__ADS_3

Julian pov


Serasa hati ku hari ini sangatlah kacau sekacau benang yang keluar dari untaianya


Rasa marah kecewa kini tengah ku teguk dengan teramat pahit sepahit kopi tanpa gula


Kupadangi foto dia dilayar ponselku dengan sangat teramat dalam


Ku bayangkan kenangan indah saat bersamanya


Serasa lukisanpun tak mampu menyepadani kisahku, karena begitu indahnya


Bayangkan saja saat sesuatu hal yang telah kamu rangkai rapi namun ada perusak datang dan mencoba merusaknya


Luka diwajahku pun tak sama dengan luka dihatiku saat ini


Ponselku terus berdering dia terus mencoba menghubungiku


Namun kuhiraukan aku tak ingin rasa kecewaku terlihat jelas olehnya


Aku tau El kamu saat ini mukin kawatirin hati aku, tapi aku lebih kawatir soal cinta kita


"Huft '''' betapa bodohnya aku hari ini" umpatku dalam hati


Kudengarkan musik klasik untuk menemani kesenduan hatiku kali ini


Putaran nada melodi nan merdu mengitari di otakku


Serasa aku terlupakan lelahnya hatiku karenamu


******


Eliza pov


Julian


Awalnya aku tak percaya cinta namun karena hadirnya dirimu, aku mulai membuka celah dihatiku


Kamu membuka serta menempati didalam lubuk hati terdalamku


Dan saat ini aku sedang sayang- sayangnya dengan kamu


Saat ini rasa gundah menghampiriku


Sesaat aku berfikir harus seperti apa untuk bisa kau maafkan kesalahan ku yang sebenarnya tak nyata


Aku duduk lunglai dikursi dekat Jendela kamar kuhirup sayup sayup udara dingin dimalam hari


Aku pandangi bintang yang gemerlap,


Mukin berjumplah ribuan atau jutaan


Serasa sepi,


Serasa bulan yang selalu sediri padahal tanpa diketahui Mataharipun berperan menyinarinya


**


At 05.00 Am


"Eliza ....


Bagun sayang" teriak seorang wanita paruh baya yang sudah rapi dengan seragam kantornya dia berusaha membangunkan gadis kesayangnya yang masih terlelap


"Iya ma" jawab si empunya nama dengan masih mengeluarkan suara parau


"ayo cepat bangun sayang,nanti malam mama gak pulang ya sama ayah mau hadirin acara kak Bima" perjelasnya sambil mengelus rambut si gadis


"Oh gitu ma," jawab si gadis dengan raut wajah kecewa

__ADS_1


"Udah ya mama mau berangkat soalnya pagi nanti mama udah harus di kantor"


Pamit wanita tersebut kepada gadis cantik yang masih diranjang dengan kesuntukan yang belum terurai


Kedua sejoli itu sibuk dengan kesibukan rutinitas pagi harinya masing-masing.


Tergambar jelas diantara mereka menyimpan kerinduan satu sama lain yang saat ini sedang di uji


****


Kesibukan di sekolah SMA Pelita Bangsa terlihat jelas


Guru-guru dan para murid sibuk dengan rutinitas masing-masing


Dan ini hari Rabu banyak kegiatan yang full di hari ini


Bisa jadi hari Rabu hari yang di benci sebagian siswa karena banyaknya kegiatan tambahan.


**


Jam istirahat telah tiba gemuruh dari siswa-siswi yang berhamburan bergegas untuk keluar kelas


Kantin menjadi tempat yang paling banyak dinanti saat ini


Banyak sekali penjual yang kewalahan melayani setiap pembeli


"Jul ntar habis basket ada acara gak" tanya Roy mengawali obrolan


Si empunya nama tak mengubris dia terus memainkan ponselnya


"Serius amat sih ama gebetan" celoteh si Dika sambil menyegol bahunya


"Apa sih" jawab si Julian dengan sedikit kesal


Karena kesuntukan hatinya lah penyebab semua ini


"Eh kalo kita main ps aja gimana dirumah gue"  ajak Denis dengan entengnya


"Eh lu tu pada liat gak gue tu lagi cari inspirasi buat nampol lu pada " candanya yang bikin ke tiga temanya gak ketawa dan cuma bengong


Dan seterusnya ke tiga temanya tertawa terbahak bahak


"Eh Jul lu tu aneh ya perasaan dari tadi lu tu lagi labih deh muka lu yang kaya gosokan belum disetelika seketika berubah jadi kerupuk garing wkkwkk"


Dan seterusnya mereka mengejek Julian  yang sekarang lagi galau tapi gak merana amat ya


😆😆😆😇


***


Dan saat ini Eliza sedang di kantin juga sama kedua sahabatnya dia tak terlalau menunjukan muka yang berbeda tetap dengan muka cerianya


Kesuntukan hatinya dia tutupi supaya tak terlihat kecurigaan dianta kedua sahabtnya


"Eh nanti sabtu mau ada pensi tau " ucap si Rena mengawali onrolan mereka sembari makan mi yang dia pesan


"Ya elah pada udah tau kali" elak si Vey


"O iya kamu nanti tampil kan El" tambah si Rena


"Iya nih makanya padat nanti latihanya" jawabnya dengan memberikan senyuman


Dan dari kejahuan Rehan bersama temanya sedang menuju meja yang di tempati Eliza bersama kedua temanya


Dan di sebrang baris itu ada Julian bersama ketiga sahabatnya yang juga lagi di kantin


Eliza sengaja tak mengalihkan pandanganya ke Julian karena dia tau pasti dia masih tetap marah


Julian pun sama masih dengan prinsip nya

__ADS_1


"Eh lo liat kan tu gue mau nembak tu cewe yang duduk di beris ke empat dari belakang "


"Lumayan cantik,brow "


"Tapi kenapa baru sekarang lu mau nembak dia" tambah temanya yang sekarang lagi memainkan ponselnya


"Ntar gue ceritain awal sampai akhir tapi saat ini gue harus terlebih dahulu deketin dia" ucapnya dengan muka liciknya


Sesaat Julian mengetahui itu dan seketika rasa panas ditangan juga hatinya bergulat untuk minta dituruti keinginanya


"Breng*ek"


Ucapnya dalam hati


Tiba tiba Rehan langsung menghampiri Eliza yang sedang mengunyah makananya


"Haiiii" ucap nya dengan muka manis


Eliza tampak kaget dan seketika dia menghentikan makanya kedua sahabatnya pun sama kagetnya


"Ada urusan apa  El lo sama kakak kelas ini" bisik si Vey terus terang ke telinga El


"Eh lo mending minggir deh jangan ganggu gue sama El" ucapnya dengan penuh kesombongan


Sontak Vey dan Rena pun ambigu melihat kejadian barusan


"Lo tu apa apaan hah gue gak kenal lo ngapin lu seenaknya usir ke dua temanku" elak si Eliza penuh amarah


Dan karena kedua temanya El tak tau apa apa dia mutusin beranjak ke kelas sambil memabawa makanan yang masih tersisa karena dia tau itu kakak kelas mereka yang tingkat populernya disekolah lumyan tinggi


**


Julian yang mengetahui itu serasa hatinya dibakar bara api dia ingin beranjak pergi namun dendamnya masih teramat kalut dihatinya


"Eh kok muka lu jadi aneh si Jul " dengan pura pura gak taunya Denis berbicara


Dan diantara Roy juga Dika sedang menahan tertawa yang amat susah dia tahan mengetahui sifat kocaknya si Denis


Brakkk... * 


tiba-tiba Julian mengebrak meja kantin sontak seketika seisi kantin kaget dengan perlakuan Julian tersebut


Karena ketiga temanya juga tak mengerti apa yang terjadi berusaha untuk tetap terdiam


Walapun sifat usil Dika masih merajalela


Dan Julian langsung menghampiri Rehan yang sedang duduk dengan Eliza dengan muka sangarnya


Mengetahui itu Rehan tertawa sinis


Dan Eliza tak tau apa yang harus dia perbuat


"Lo minghir gak jangan dekati dia" ucap Julian dengan muka yang penuh amarah


Duaassss** tiba tiba Rehan menonjok muka Julian


"Bre*gsek lo "


Blasss''''' julian kembali menonjok muka Rehan dan terjadilah perkelahian yang memilukan dan membuat seisi kantin menonton perkelahian tersebut


"Udah udah kalian ini apa-apaan sih"


Eliza berusaha memisahkan keduanya


Walapun sama-sama kuatnya diantara keduanya


"Lo  bisa diem gak" ucap Julian dengan mata melotot sambil terus meladeni pukulan si Rehan


Drakk'''' dan pukulan Rehan mengenai wajah Eliza sontak Eliza langsung pingsan dan tersungkur di lantai

__ADS_1


Next😯


Moon maap ya apabila banyak kesalahan dalam menulis


__ADS_2