
Julian pov
Serasa hati ku hari ini sangatlah kacau sekacau benang yang keluar dari untaianya
Rasa marah kecewa kini tengah ku teguk dengan teramat pahit sepahit kopi tanpa gula
Kupadangi foto dia dilayar ponselku dengan sangat teramat dalam
Ku bayangkan kenangan indah saat bersamanya
Serasa lukisanpun tak mampu menyepadani kisahku, karena begitu indahnya
Bayangkan saja saat sesuatu hal yang telah kamu rangkai rapi namun ada perusak datang dan mencoba merusaknya
Luka diwajahku pun tak sama dengan luka dihatiku saat ini
Ponselku terus berdering dia terus mencoba menghubungiku
Namun kuhiraukan aku tak ingin rasa kecewaku terlihat jelas olehnya
Aku tau El kamu saat ini mukin kawatirin hati aku, tapi aku lebih kawatir soal cinta kita
"Huft '''' betapa bodohnya aku hari ini" umpatku dalam hati
Kudengarkan musik klasik untuk menemani kesenduan hatiku kali ini
Putaran nada melodi nan merdu mengitari di otakku
Serasa aku terlupakan lelahnya hatiku karenamu
******
Eliza pov
Julian
Awalnya aku tak percaya cinta namun karena hadirnya dirimu, aku mulai membuka celah dihatiku
Kamu membuka serta menempati didalam lubuk hati terdalamku
Dan saat ini aku sedang sayang- sayangnya dengan kamu
Saat ini rasa gundah menghampiriku
Sesaat aku berfikir harus seperti apa untuk bisa kau maafkan kesalahan ku yang sebenarnya tak nyata
Aku duduk lunglai dikursi dekat Jendela kamar kuhirup sayup sayup udara dingin dimalam hari
Aku pandangi bintang yang gemerlap,
Mukin berjumplah ribuan atau jutaan
Serasa sepi,
Serasa bulan yang selalu sediri padahal tanpa diketahui Mataharipun berperan menyinarinya
**
At 05.00 Am
"Eliza ....
Bagun sayang" teriak seorang wanita paruh baya yang sudah rapi dengan seragam kantornya dia berusaha membangunkan gadis kesayangnya yang masih terlelap
"Iya ma" jawab si empunya nama dengan masih mengeluarkan suara parau
"ayo cepat bangun sayang,nanti malam mama gak pulang ya sama ayah mau hadirin acara kak Bima" perjelasnya sambil mengelus rambut si gadis
"Oh gitu ma," jawab si gadis dengan raut wajah kecewa
__ADS_1
"Udah ya mama mau berangkat soalnya pagi nanti mama udah harus di kantor"
Pamit wanita tersebut kepada gadis cantik yang masih diranjang dengan kesuntukan yang belum terurai
Kedua sejoli itu sibuk dengan kesibukan rutinitas pagi harinya masing-masing.
Tergambar jelas diantara mereka menyimpan kerinduan satu sama lain yang saat ini sedang di uji
****
Kesibukan di sekolah SMA Pelita Bangsa terlihat jelas
Guru-guru dan para murid sibuk dengan rutinitas masing-masing
Dan ini hari Rabu banyak kegiatan yang full di hari ini
Bisa jadi hari Rabu hari yang di benci sebagian siswa karena banyaknya kegiatan tambahan.
**
Jam istirahat telah tiba gemuruh dari siswa-siswi yang berhamburan bergegas untuk keluar kelas
Kantin menjadi tempat yang paling banyak dinanti saat ini
Banyak sekali penjual yang kewalahan melayani setiap pembeli
"Jul ntar habis basket ada acara gak" tanya Roy mengawali obrolan
Si empunya nama tak mengubris dia terus memainkan ponselnya
"Serius amat sih ama gebetan" celoteh si Dika sambil menyegol bahunya
"Apa sih" jawab si Julian dengan sedikit kesal
Karena kesuntukan hatinya lah penyebab semua ini
"Eh kalo kita main ps aja gimana dirumah gue" ajak Denis dengan entengnya
"Eh lu tu pada liat gak gue tu lagi cari inspirasi buat nampol lu pada " candanya yang bikin ke tiga temanya gak ketawa dan cuma bengong
Dan seterusnya ke tiga temanya tertawa terbahak bahak
"Eh Jul lu tu aneh ya perasaan dari tadi lu tu lagi labih deh muka lu yang kaya gosokan belum disetelika seketika berubah jadi kerupuk garing wkkwkk"
Dan seterusnya mereka mengejek Julian yang sekarang lagi galau tapi gak merana amat ya
😆😆😆😇
***
Dan saat ini Eliza sedang di kantin juga sama kedua sahabatnya dia tak terlalau menunjukan muka yang berbeda tetap dengan muka cerianya
Kesuntukan hatinya dia tutupi supaya tak terlihat kecurigaan dianta kedua sahabtnya
"Eh nanti sabtu mau ada pensi tau " ucap si Rena mengawali onrolan mereka sembari makan mi yang dia pesan
"Ya elah pada udah tau kali" elak si Vey
"O iya kamu nanti tampil kan El" tambah si Rena
"Iya nih makanya padat nanti latihanya" jawabnya dengan memberikan senyuman
Dan dari kejahuan Rehan bersama temanya sedang menuju meja yang di tempati Eliza bersama kedua temanya
Dan di sebrang baris itu ada Julian bersama ketiga sahabatnya yang juga lagi di kantin
Eliza sengaja tak mengalihkan pandanganya ke Julian karena dia tau pasti dia masih tetap marah
Julian pun sama masih dengan prinsip nya
__ADS_1
"Eh lo liat kan tu gue mau nembak tu cewe yang duduk di beris ke empat dari belakang "
"Lumayan cantik,brow "
"Tapi kenapa baru sekarang lu mau nembak dia" tambah temanya yang sekarang lagi memainkan ponselnya
"Ntar gue ceritain awal sampai akhir tapi saat ini gue harus terlebih dahulu deketin dia" ucapnya dengan muka liciknya
Sesaat Julian mengetahui itu dan seketika rasa panas ditangan juga hatinya bergulat untuk minta dituruti keinginanya
"Breng*ek"
Ucapnya dalam hati
Tiba tiba Rehan langsung menghampiri Eliza yang sedang mengunyah makananya
"Haiiii" ucap nya dengan muka manis
Eliza tampak kaget dan seketika dia menghentikan makanya kedua sahabatnya pun sama kagetnya
"Ada urusan apa El lo sama kakak kelas ini" bisik si Vey terus terang ke telinga El
"Eh lo mending minggir deh jangan ganggu gue sama El" ucapnya dengan penuh kesombongan
Sontak Vey dan Rena pun ambigu melihat kejadian barusan
"Lo tu apa apaan hah gue gak kenal lo ngapin lu seenaknya usir ke dua temanku" elak si Eliza penuh amarah
Dan karena kedua temanya El tak tau apa apa dia mutusin beranjak ke kelas sambil memabawa makanan yang masih tersisa karena dia tau itu kakak kelas mereka yang tingkat populernya disekolah lumyan tinggi
**
Julian yang mengetahui itu serasa hatinya dibakar bara api dia ingin beranjak pergi namun dendamnya masih teramat kalut dihatinya
"Eh kok muka lu jadi aneh si Jul " dengan pura pura gak taunya Denis berbicara
Dan diantara Roy juga Dika sedang menahan tertawa yang amat susah dia tahan mengetahui sifat kocaknya si Denis
Brakkk... *
tiba-tiba Julian mengebrak meja kantin sontak seketika seisi kantin kaget dengan perlakuan Julian tersebut
Karena ketiga temanya juga tak mengerti apa yang terjadi berusaha untuk tetap terdiam
Walapun sifat usil Dika masih merajalela
Dan Julian langsung menghampiri Rehan yang sedang duduk dengan Eliza dengan muka sangarnya
Mengetahui itu Rehan tertawa sinis
Dan Eliza tak tau apa yang harus dia perbuat
"Lo minghir gak jangan dekati dia" ucap Julian dengan muka yang penuh amarah
Duaassss** tiba tiba Rehan menonjok muka Julian
"Bre*gsek lo "
Blasss''''' julian kembali menonjok muka Rehan dan terjadilah perkelahian yang memilukan dan membuat seisi kantin menonton perkelahian tersebut
"Udah udah kalian ini apa-apaan sih"
Eliza berusaha memisahkan keduanya
Walapun sama-sama kuatnya diantara keduanya
"Lo bisa diem gak" ucap Julian dengan mata melotot sambil terus meladeni pukulan si Rehan
Drakk'''' dan pukulan Rehan mengenai wajah Eliza sontak Eliza langsung pingsan dan tersungkur di lantai
__ADS_1
Next😯
Moon maap ya apabila banyak kesalahan dalam menulis