Romantika Cinta Anak Muda

Romantika Cinta Anak Muda
Chapter 57 : Sebuah Jawaban


__ADS_3

Aku begitu kawatir saat melihat Julian bajunya tersiram kopi panas namun dia menolakku saat aku akan membersihkannya


"Julian....??" ucapku ketika aku kengejarnya ke bilih toilet


Oh maaf ganggu ucapku seketika saat aku melihat dia sedang mendekati Putri


Aku tak cemburu namun jelas dadaku sakit, aku kecewa.


"Eliza tunggu...!!!" ucap Julian ketika mengetahui aku menghampirinya


"Apa Jul..." jawabku dengan bibir bergetar seolah-olah emosiku siap meledak.


"Ini gak seperti yang kamu bayangkan El" ucap Julian berusaha menjelaskan dengan bualanya.


"Iya ini aku barusan ada telepone dari mama suruh pulang aku cuma mau pamit aja kok" ucapku dengan berpura-pura walau sesunguhnya aku ingin marah.


"Oh aku anterin pulang ya" ucapnya yang terdengar basi


"Gak perlu Jul..." jawabku seraya membalikan badan


"Eliza maaf ya gara-gara aku jadi rusak acara kamu" ucap Putri yang membuatku tak ingin mendengar kata katanya


"Oh gak papa kok Put soalnya mama aku telpone ada kepentingan mendesak" jawabku sedikut tersenyum tipis


"Kamu gak bohong kan El....??" ucap Putri yang mukin mengetahui dari raut wajahku tersirat rasa kecewa


"Gak kok" jawabku seraya berbalik


"Yaudah aku duluan ya" ucapku dengan berat


"Elizaa...!!'" teriak Julian yang mulai mengejarku namun aku segera berlari keluar aku tak menghiraukan apapun yang terjadi dan aku segera berali ke arah halte


"El" teriaknya yang masih terdengar


Dadaku sesak seperti terhimpit bongkahan batu besar


Hatiku sakit rasa kecewa kini menyelimutiku


Segera aku menyeka air mataku dengan kasar dan berusaha menaiki bus yang sudah berhenti di depanku, aku bersyukur baris belakang masihlah kosong dan aku sedikit berjalan cepat untuk segera duduk.


"Gak seharusnya aku cemburu karena masalah sepele" umpatku dalam hati


"El" ucap seseorang yang nemakai hodie hitam dan masker serta parfum maskulin yang membuatku membuyarkan lamunanku.


Aku hanya tersenyum dan tak menjawabnya


"Boleh aku duduk" ucap lelaki tersebut yang terdengar serak


"Boleh" jawabku sambil sedikit tersenyum


Setelah itu dia membuka maskernya.

__ADS_1


"Aftur...??" ucapku dengan terkejut karena aku tak famuliar dengan suaranya.


"Kamu kaget ya..??" jawabnya dengan menunjukan senyum manisnya.


"Iya ni lagian kamu sih pakai gak buka sedikit maskernya" jawabku sedikit bercanda.


"Oh iya btw lo dari mana...?"" ucapnya sambil mengambil ponsel miliknya.


"Tadi habis ke runah temen" jawabku berbohong


"Oh gitu..."


Setelah itu kita hanya terdiam saling memainkan ponsel masing-masing karena akupun merasa sedikit cangung akan situasi ini.


Aku jadi teringat Julian apa mukin dia mengejarku ucapku bertanya-tanya dalam kebimbangan


"El..." ucap Aftur dengan tatapan penuh maksud.


"Iya ada apa...?" jawabku sambil melihat tatapannya.


"Besok lusa mau gak aku ajak jalan" ajaknya dia ke aku yang masih membuatku dilema antara menerima arau menolak .


"Em .." jawabku mengantung


"Cuma cari gitar aja kok" tambahnya lagi memastikan alasanya.


"Kenapa gak sama teman lo aja Tur...??" ucapku penuh tanya.


"Tapi lo gak nolak kan..." ucapnya dia berusaha membuatku luluh.


"Oh oke.." jawabnya sedikit ragu.


Tak berapa lama bus yang aku tumpangi berhenti di depan gang menuju rumah aku segera aku beranjak dan pamit kepada Aftur


"Gue turun dulu ya Tur" ucapku sembari melangkah keluar dan tak lupa senyuman tipis aku tunjukan.


"Hati-hati El" jawabnya dengan senyum yang mengembang


"Sip.." ucapku sambil mengacungkan jempol


Setelah itu aku turun dan berjalan menuju ke rumahku yang berada tak terlalu jauh dari jalan raya.


Aku menyeka keringatku yang sedari tadi bercucuran karena udara yang panas belum sempat aku melangkah kan kaki tangan ku di tahan seseorang dari belakang.


"Aw..." ucapku sembari menoleh ke belakang dan aku lihat ternyata Julian


"Aku mau ngomong El sama lo" ucapnya dengan tatapan penuh arti dan kekecewaan.


"Apa sih Jul aku buru-buru ni" jawabku menolak segala bualan manisnya.


"Gue tau El lo cemburu kan...??" ucapnya lagi yang justru membuat hatiku sedikit perih.

__ADS_1


"Ya gak lah" ucapku sambil membuang muka.


"Aku tau El aku kenal kamu" ucapnya dengan nada sok manis.


"Ya tapi aku gak cemburu Jul ngerti gak sih" jawabku dengan nada naik turun.


"Mana buktinya kalo kamu beneran mau ada janji sama mama kamu...??" tanya Julian yang membuatku kesal karena dia tau aku hanya berbohong.


"Kamu aja naik bus bukanya taksi" tambahnya lagi.


"Ya suka-suka gue lah" jawabku yang tak ingin meladeni dia lagi.


"Lo angap aku apa sih El sebenarnya...??" ucapnya yang membuatku menatap arah sorotan matanya.


"Lo yang apa-apaan kenapa gak lo bantu tu Putri yang tiba-tiba nangis..?" jawabku dengan lancang dan membuatku kena tamparan


Plakkkk...!!!!!


"Lo berani ya nampar aku...!!" ucapku dengan gemetar dan tak terasa air mata ku jatuh.


"Maaf El..." ucapnya dia sedikit menyesal..


"Lo bilang maaf ini dikira gak sakit hah..." jawabku dengan isak tangis.


"Lo yang kelancangan ngomong gak seharusnya lo bilang seperti kata-kata lo tadi...!!" ucap Julian berusaha memeluku.


"Gak perlu aku mau balik" jawabku dengan ketus dan menolak pelukanya.


"Cepetan lo naik gak El...!!!!" ucap Julian sembari menarik tanggan ku dengan keras dan berusaha menuju mobilnya.


"Lo tu keteralaluan Jul udah lo nampar gue dan sekarang lo tarik-tarik tangan aku mau lo apa sih Jul" ucapku dengan sesegukan karena hatiku benar-benar merasa sakit.


"Mau aku lo tu percaya sama aku dan aku sama Putri itu gak ada apa-apa lo ngerti kan..." ucap Julian yang masih terdengar kaku menyusun kata-kata bualanya.


"Julian...!!!" teriaku ketika dia mengangkat tubuhku dan memasukan aku ke dalam mobil miliknya.


Aku berteriak sekeras-kerasnya namun dia membukam mulutku dengan bibirnya dengan rapat dia menciumku dengan buas dan membuat nafasku tak beraturan merasakan setiap sentuhan yabg menyakitkan ini.


"Lo tau kan kalo gue cuma cinta sama lo...??" ucapnya memberikan sedikit aku jeda untuk bernafas.


"Tapi lo gak perlu lakuin kaya gini Jul' ucapku masih dengan berlinangan air mata.


"Gue cape El lo tuduh dengan Putri kalo aku ada hubungan spesial sama dia" ucapnya dengan tak henti-hentinya membuatku merintih kesakitan.


"Udah cukup Jul ..!!" jawabku dengan pasrah.


"Biar lo tau kalo gue emang benar hanya sayang sama lo El .." ucapnya dia dengan nafsu tanpa batas.


Setelah itu dia melepaskan pelukanya dan menarik bibirnya dari bibirku tak terasa gumapalan merah keluar dari bibirku


"Lo tau kan ini sakit Jul..." ucapku dengan berusaha menyeka air mataku dan mengusap beberapa gumpalan merah dari bibirku.

__ADS_1


"Gue sayang El sama lo...." tanpa menjawab dia justru menatap bola mataku dengan tatapan mendalam dan penuh arti .


Next chapter 58 Keraguan


__ADS_2