
"Sial kenapa tadi harus ada Rehan jadi gagal semua rencana kita" ucap Dea ke arah Fitri dan Devi dengan raut muka kesalnya
"Udahlah Dea tapi itu tadi menurut aku sudah sesuai rencana cuma waktu lagi gak mihak lo aja"jawab Devi berusaha menengkan Dea
"Its oke!!!" balas Dea menanggapi jawaban temanya sambil sedikit tersenyum paksa
"Tapi De yang jadi masalah ini semua bakal jadi panjang gak masalahnya"ucap Fitri dengan raut wajah sedikit gelisah
"Udah tenang aja aku akan temui Rehan buat tutup mulut"balas Dea menenangkan temanya
"Tapi kan ada Julian tadi" tambah Fitri lagi
"Udah deh lo pada diem kaya gak tau gue aja" ucap Dea dengan kesal ke arah Fitri
"Iya sih"jawab Fitri pasrah
"Eh liat tu ada sahabatnya Eliza kita samperin yuk" ucap Devi girang ke arah Dea
"Pinter juga lo Dev"balas Dea menanggapi ucapan temanya
Dan ketika Vey dan Rena sedang berjalan ke arah kantin tiba-tiba Dea dan kedua temanya sudah menghadang dan menghampiri mereka yang sedang jalan dan berusaha menghalangi jalan mereka
"Eh ada temanya Eliza ni" ucap Dea sambil menyeringai
"Hhhhh mau kita bikin apa ya" tambah Devi sambil sedikit tertawa sinis
Melihat itu Rena merasa amarah nya sedang di uji segera ia meladeni perkataan Dea
"Bisa minggir gak kalian"ucap Rena keras ke arah Dea
"Oh ternyata suaranya bisa keras juga ya aku kira kalem lo"ucap Dea sedikit mengejek
Dan dilanjutkan ledekan dari Fitri dan Devi
"Eh Dea lo tu punya otak gak,udah tadi lo bikin masalah dengan Eliza dan sekarang lo mau bikin masalah lagi"sekarang gantian Vey meladeni ucapan Dea dengan sedikit menyidir
"Eh jaga mulut lo ya"balas Dea berusaha membukam mulut Vey
"Udah deh Vey jangan ladeni ni orang karena kalau kita meladeni berarti kita sama saja seperti mereka yang mirip orang gak beraklak" ucap Rena penuh keberanian
"Apa lo bilang harusnya lo lo tu pada ngaca pada punya kaca gak"balas Dea dengan mata sedikit melotot
"Sory ya De kita masih punya moral yang bagus jadi maaf aja tingkah kamu kali ini gagal"
"Berani lo sama kita"tantang Dea lagi ke arah Vey dan Rena
"Siapa takut "jawab Vey dengan alis dinaikan
"Udah deh Vey mending kita pergi gak lucu kali dia kena kasus sehari sampai dua kali"tambah Rena dengan ucapan menjatuhkan Dea dan sedikit tertawa
Dan setelah itu Vey juga Rena memilih pergi meninggalkan Dea
"Sialan tu orang"kesal Dea
"Udah deh lo tenangin dulu pikiran kamu Dea dan susun rencana baru"ucap Fitri menenangkan Dea
Disisi lain Vey dan Rena memutuskan mengambil jalan lain
''Gila tu ya Dea seneng banget cari masalah dengan orang lain"ucap Vey memulai obrolanya lagi sambil berjalan menuju ke kantin
__ADS_1
"Benar banget tu Vey Eliza aja sampai digituin tadi"jawab Rena meyakinkan
"Tapi lo pengen tau gak sih kenapa Dea tu dendam banget sama Eliza" balas Vey kemudian
"Pengen sih tapi kan gak mukin Eliza mau ngaku "jawab Rena pasrah
"Tapi biarin aja deh Ren buat apa juga kita ngurusin hidup orang"tambah Vey mengakhiri obrolan
Dan setelah itu mereka berjalan menuju kantin
Seperti biasa kantin masih ramai disaat jam istirahat begini apalagi hari senin semuanya terasa penuh dan sesak
Vey dan Rena memutuskan duduk di baris belakang mereka memesan bakso
"O iya gimana keadaan El ya" ucap Rena sambik memikirkan keadaan El
"Iya nih tapi semoga baik-baik aja sih"jawab Vey menangapi ucapan Rena
"Nanti sore kesana gimana"tambah Rena lagi
"Setuju"jawab Vey sambil tersenyum girang
Dan setelah itu mereka menghabiskan bakso yang mereka pesan
Disisi lain Julian sedang gundah gulana memikirkan keadaan Eliza tadi,otak dia terus berputar-putar mengingat hal yang di lakukan Dea tadi
"Eh Jul tadi beneran Eliza yang berantem''
Tanya Dika mebuyarkan lamunan Julian
"Iya"jawab Julian singkat
"Tapi kita mau ingetin aja lain kali jangan bolos kaya tadi"sekarang Dika menambahi ucapan Denis tadi
"Apa lo bilang gue bolos" dan tiba tiba Julian kesingung soal perkataan Dika tadi
"Eh kalian ini apa-apa sih kok jadi berantem"seka Denis yang melihat Julian langsung berdiri dan siap melayangkan tonjokanya
"Lo tu yang apa-apaaan gue tadi nganterin cewe gue yang keadaan nya lagi gak memukinkan kalo ikut upacara!!!!"elak Julian menananggapi ucapan Dika dengan suara membentak
"Dan harusnya lo gak anterin karena lo tu habis di scors masak iya kamu mau cari masalah lagi"dan Dika berucap lagi dan ucapan itu membuat Julian semakin emosi
"Gue kecewa ya sama lo Dika"ucap Julian sambil menunjuk jarinya ke arah Dika
"Ya terserah lo sih Jul gue cuma ingetin lo aja supaya jaga diri lo sediri dan jangan cuma gara-gara cewe lo jadi gak mentingin sekolah " jawab Dika sesantai mukin walaupun sebenarnya amarahnya ikut bergejolak
"Udah pada diem kalian ini teman kenapa harus salah salahan gini sih"ucap Denis menenangkan keduanya dan Roy hanya duduk manis menjadi penonton,Karena dia gak ingin memihak salah satu karena diantara mereka ada benar juga salahnya
"Serah kalian saat ini gue marah sama lo Dika"dan tiba tiba julian berucap dan segera meninggalkan ke tiga temanya dengan kekesalanya
"Serah Jul cuma karena cewe kamu korbanin pertemanan kita"teriak Dika lagi yang masih terdengar di kuping Julian
"Eh Dika harusnya lo jangan bicara kaya tadi itu gak pantes dan pasti nyingung perasaan Julian"ucap Denis menasehati Dika
"Lo kok jadi nyolot sih dan belain Julian jelas jelas gue tu cuma gak kepengen nama dia tercoret"bantah Dika menanggapi ucapan Denis
"Ya tapi harus nya lo ngomongnya jangan kaya tadi berasa banci tau gak"
"Eh lo kok malah jadi ikut nebeng berantem sih Den"
__ADS_1
"Udah lah Julian tu masih labil pikiranya ntar deh kalo udah agak warasan kita nesehati"ucap Roy yang baru memulai perkataanya
"Dasar lo Roy amabil jalan tengah aja"
Ucap Denis melihat tingkah Roy
Dan selanjutnya mereka menghabiskan makanan yang tersisa dan bergegas ke kelas
***
"Eh men lo tadi habis ngapin sih pagi pagi di toilet"tanya Bagas ke Rehan yang masih menghabiskan minuman di kantin kelas tiga
"Tau tu"tambah Tegar
"Udah deh gak usah kepo yang jelas rencana gue nembak Eliza di gagalin sama Dea sialan itu"jawab Rehan dengan santai namun masih terlihat kesal
"Lagian sih lo Han bukanya dari dulu nembak sekarang sekarang jadi rumit kan"tambah Tegar lagi
"Iya sih tapi kan waktu masih banyak gak ada salahnya sekarang "bantah Rehan lagi yang masih kokoh dengan prinsipnya
"No ada Julian Han "ucap Bagas sambil menunjuk ke arah Julian yang sedang naik ke tangga
"Ets udah deh stop dulu buly dia lagi gak aman saat ini buat gue"ucap Rehan menahan ke dua temanya
"maksudnya"ucap kedua temanya binggung
"Eh lo tau sediri kan gue habis di scors"elak Rehan lagi
"Iya juga sih"jawab temanya yang baru paham
Dan setelah itu mereka memutuskan kembali ke kelas karena waktu istirahat telah usai
Eliza pov🙎
Aku masih terus menangis mengingat kejadian tadi pagi
Aku merasa sangat tertekan sekarang aku tak menangisi tenatang Dea tapi aku terlalu bodoh sampai kak Rehan menciumku
Rasanya aku menjadi wanita murahan
Aku gak pernah ada rasa cinta sedikitpun dengan dia
"Julian mafin aku"aku terus mengucapkan kata-kata itu dalam hati aku
Aku masih terus duduk di kursi dekat meja belajar dan terus membayangkan kejadian buruk tadi
Aku pengen kamu ada di sisi ku Jul saat ini
Dan kamu Rehan aku minta kamu stop deketin aku
Karena selalu aku yang jadi tumpahan balas dendam Dea karena cintanya ke kamu yang tak terbalas
Dret...
Tiba tiba ponselku bergetar dan ada notif pesan masuk kemudian aku buka
Dan ternyata dari Aftur dia menanyai keadaan ku dan alasan aku bolos sekolah aku hiraukan pesanya dan hanya aku read
😢
__ADS_1