
Lanjutan....
Aku segera bergegas ke tempat Julian latihat basket yang berada kurang lebih tiga kilo meter dari rumahku.
Walau hanya ketempat Dia latihan aku ingin tampil berbeda aku kenakan celana jens panjang serta jaket berwarna putih segera aku mengambil motor maticku dan mengeluarkanya dari garasi
Setelah itu aku mengunci rumah dan mulai menuju tempat Julian latihan.
Perasaanku begitu bergembira karena walau nanti hanya sesaat setidaknya aku bisa melihat wajahnya dan sepulang dari mengantarkan dompetnya aku berencana berbelanja sebentar ke supermarket yang berada tak jauh dari lapangan karena ada beberapa catatan belanja dari mama dan juga untuk mengisi kulkas yang kosong.
Aku lajukan motorku dengan kecepatan sedang karena sejujurnya aku begitu gugup jika harus bertemu juga dengan teman Julian yang lain.
Kurang lebih lima belas menit aku sampai di depan lapangan segera aku parkirkan motorku di dekat jejeran motor yang lain.
Namun betapa terkejutnya hatiku saat melihat Putri juga ada disana aku berusaha tak berfikir macam-macam tapi rasa akan khawatir terus muncul.
Terlita Julian sedang berkumpul dengan teman-tamanya mukin sesi latihan belum di mulai aku melihatnya sambil mengintip dari sisi samping lapangan.
Aku berusaha mengintai obrolan mereka dan yang membuatku semakin cemas teman wanita disana hanya ada Putri dan Jelita yang juga teman sekelas Julian.
Sayup-sayup aku bisa mendengarkan sedikit obrolan mereka yang membahas tentang liburan aku terus berusaha mendengarkan obrolan mereka yang memang terdengar sedikit keras, tanganku aku kepalkan erat-erat aku kecewa dengan Julian ternyata alasan dia selama ini tidak ingin berlibur dengan aku karena dia ada rencana liburan dengan teman basketnya.
Canda tawa terdengar jelas dari mereka aku memutuskan tak menemui Julian saat ini dan berusaha segera pulang mukin akan aku kembalikan dompetnya jika dia mencarinya.
Aku begitu kecewa dengan dia bila mengingat obrolan tadi, serta melihat Julian terlihat begitu semangat membahas liburan tadi membut kekecewaanku semakin bertambah.
Wajahku lesu senyum yang sedari mengembang seketika sayu.
Aku memutuskan segera pulang dab renca berbelanjaku aku batalkan.
Aku bertanya-tanya dalam kebimbanganku akankah alasan Julian selama ini karena Putri jika demikian aku hanya membiarkan luka ku terbuka tanpa obat.
Sampai di rumah segera aku masuk ke dalam rumah aku lantas menuju kamar lagian waktu juga belum siang aku ingin sendiri sekarang membahas liburan hanya menjadi luka di hatiku.
Tak terasa aku terlelap dalam kesenduanku aku biarkan semua anganku bergejolak di dalam alam mimpiku.
Dretttt....
Aku terbangun ketika benda persegi berwarna putih itu terus berdering tepat di dekat bantal yang aku tiduri.
Aku mencoba memejamkan mata dengan perlahan aku melihat sekilas layar tersebut ternyata pangilan masuk dari Julian
Dan berisi pesan dia sudah berada di depan rumah
Aku segera bangun dan mengikat rambutku
Aku menoba mengintip dari jedela kamarku ternyata benar dia sudah di depan perasaan was-was kini menyelimutiku sejujurmya aku tak ingin melihat wajah nya untuk saat ini
Tanpa basa-basi aku segera turun kebawah aku mencoba membuka pintu dan menemuinya aku pasang muka datar karena utnuk berpura-pura aku tak mampu.
"Sayang kok lama banget bukanya...?" tanya dengan senyum yang seperti biasaanya dia tunjukan.
"Maaf aku ketiduran" jawabku dengan nada datar.
__ADS_1
"Oh pantes mata kamu terlihat berbeda" ucapnya sambil berusaha meraih wajahku namun aku berusaha menghindar.
"Ada apa...?" tanya ku terus terang
"Sayang kamu kenapa kamu gak marah kan....?" ucapnya dengan sedikit kecewa.
"Gak kok o iya ini dompet kamu tadi ketinggalan maaf aku gak bisa nganterin"
"Iya gak papa kok serius kamu gak marah kan...??"
"Udah ya Jul aku mau mandi dulu gerah soalnya" segera kau berjalan masuk tanpa mendengarkan teriakan Julian dari luar.
Biarlan dia tau aku sangat sukit untuk menerima kejadian tadi.
Aku segera menuju kamar mandi dan mandi setidakanya air yang mengalir bisa menghiburku sejenak.
.....
Tak seperti biasanya Eliza tampak berbeda seperti sekarang sebelum aku berangkat tadi dia terlihat masih biasa tak ada sesuatu yang berbeda.
Aku mencoba mengirimkan pesan permintaan maaf namun tak kunjung dia balas.
Hari semakin larut aku masih memikirkan soal liburan mingu depan dengan teman basketku harus cara apa untuk menjelaskan kepada Eliza.
Tak berfikir lama segera aku mandi dan membersihkan badan karena latihan kali ini begitu menguras banyak tenaga dan mengeluarkan banyak keringat.
Di rumah tampak sepi karena mamaku ada acara dengan teman arisanya dan ayahku belum pulang dari rumah serta adekku main kerumah temanya.
Aku mencoba mencari remot tv dan menyalakannya, beberapa kali aku memutar chanel namun tak ada yang menarik bagiku.
Tak terasa aku terlelap hingga azan mahrib berkumbandang
Segera aku bangun dan aku lantas segera mengambil air wudhu dan segera sholat.
"Julian makan dulu....!!" teriak mama ku dari bawah segera aku berjalan keluar dari kamar dan menuju meja makan
"Adek mana ma...??" tanyaku yang tak melihat keberadaannya.
"Di kamar"
"Oh gak makan emang...??"
"Udah tadi"
"Kalau ayah belum pulang...??"
"Belum o iya besok anterin mama belaja ya kak"
"Kok aku sih ma emang adek gak bisa apa?"
"Dia besok ada les piano"
"Alah alasan aja"
__ADS_1
"Emang kamu gak mau anterin mama..??"
"Mau sih ma mager aja" jawabku membual.
"Dasar kamu ini giliran makan kamu gak mager tapi kalau suruh belanja susah"
"Bercanda kali ma"
"Tahun baru ada rencana liburan kak" tajya mamaku yang seperti tahun sebelumnya.
"Ada ma" jawabku memberikan jawaban.
"Kapan berangkatnya...?"
"Minggu depan sih"
"Mau kemana emang..?"
Drett.....
Belum sempat aku membacanya ponselku berdering.
"Ada pagilan masuk tu kak.." ucap mamaku sambil menunjuk ke arah ponsel yang ada di dekat teko.
"O iya aku ke luar bentar ya ma..."
"Siapa sih emang gak langsung di angkat saja...?" perintah mamaku.
"Kepo deh ma" jawabku sedikit bercanda.
Segera aku keluar dan menuju teras aku liat layarku ternyata dari Putri sejujurmya aku malas meladeninya tapi gak ada salah nya juga mengangkatnya.
" Haloo"
"Iya halo "
"Ada apa Put...?" tanyaku dengan nada datar.
"Gini Jul besok suruh ngumpul lagi nih" jawabnya yang terdengar seperti hal biasa bagiku.
"Kok gak di share ke grub aja sih..??" ucapku memberikan cara lain dan tidak harus repot menelpon.
"Ya habis takut gak pada baca aja" jawabnya memberikan alasan yang sebenarnya tak masuk akal.
"Oh iya gitu aja kan..?"
"Iya Jul sama tempatnya di kafe biasa"
"Iya yaudah gue tutup ya"
"Iya Jul.."
Aku kembali mematikan layar ponselku dan menuju meja makan karena acara makanku belum selesai.
__ADS_1
Nextt.