Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Datang Membawa Masalah


__ADS_3

Keesokan paginya, dimana mentari belum menampakkan seluruh wajahnya.


Membuka matanya, Arthur merasa beberapa kalau perutnya merasa tidak nyaman karena terlalu banyak minum. Dia kemudian bangkit, lalu pergi ke kamar mandi. Berganti pakaian sederhana, pemuda itu kemudian keluar dari penginapan.


Arthur meninggalkan Lily yang masih tidur dan mengabaikan Jotaro yang sudah berlatih di halaman belakang. Pemuda itu langsung pergi menuju arah pasar terdekat. Dia ingin makan sesuatu untuk yang hangat. Lagipula, pengurus penginapan belum memasakan, baru pergi ke pasar.


Sampai di sana, Arthur langsung melihat pemandangan pasar tradisonal yang begitu ramai.


Sambil menikmati pemandangan pasar tradisional yang ramai, Arthur langsung pergi ke toko penjual bubur. Duduk di kursi, pemuda itu langsung memesan semangkuk bubur panas.


Beberapa saat menunggu, hidangan pun disajikan.


Sama sekali tidak ada sesuatu yang spesial. Bubur beras berwarna putih, beberapa suwir ayam, dan ditaburi bawang goreng. Hidangan sederhana, tetapi pemuda itu benar-benar menikmatinya. Selesai makan bubur, Arthur membayar lalu pergi.


Harga bubur semacam itu sama sekali tidak mahal. Meski berada di kota besar, harganya masih sangat terjangkau. Belum lagi jika berada di kota kecil. Harganya pasti lebih murah.


Setelah berjalan-jalan di pasar sambil memberi beberapa makanan atau camilan tradisional setempat, Arthur memutuskan untuk pergi jalan-jalan di kota.


Hanya saja, saat itu dia tiba-tiba melihat kejadian yang membuat matanya merasa tidak nyaman. Tidak jauh dari pasar, ada tempat minum. Beberapa pemabuk yang belum pulang semalaman membuat masalah. Tidak jauh dari sana, beberapa orang dengan paksa menyeret seorang wanita yang terus meronta dan berteriak minta tolong.


Memiliki ekspresi masih mengantuk di wajahnya sambil membawa ubi manis bakar yang telah digigit di tangan kanannya, Arthur tidak bisa tidak mengeluh.


“Tidak bisakah kalian melakukannya di tempat lain. Tindakan kalian membuat mataku sakit. Berbuat hal semacam itu di tempat terbuka? Apakah kalian pikir semua orang bodoh?


Jangan bilang apakah ada orang bodoh yang berpikiran menjadi pahlawan kesiangan atau tidak. Melihat akting buruk itu saja sudah membuat mataku sakit. Pergi dari tempat ini! Berhentilah mengganggu pemandangan.”


Melihat pemuda mengantuk yang datang memarahi mereka, ekspresi orang-orang itu langsung berubah menjadi lebih buruk. Bukan hanya membongkar apa yang mereka lakukan, tetapi pemuda itu benar-benar mengejek mereka. Benar-benar membuat mereka sangat marah.


Orang-orang itu langsung mengeluarkan senjata tajam lalu mengelilingi Arthur. Pemuda itu sendiri malah makan ubi manis bakar tanpa mempedulikan mereka. Hal tersebut membuat para penjahat merasa lebih diprovokasi.


“Bunuh dia!”

__ADS_1


BRUK!


Ketika meneriakkan kalimat itu, bos geng kecil itu melihat para bawahannya langsung jatuh pingsan. Saat itu juga, dia ketakutan melihat sosok pemuda malas di depannya yang ternyata seorang kultivator. Benar-benar membuat banyak orang pingsan karena tekanan yang dia tunjukkan.


Jatuh berlutut di tanah, pria itu menggigil ketakutan. Dia tiba-tiba merasakan dahinya disentuh. Tubuhnya jatuh ke tanah lalu kesadarannya mulai menghilang. Sebelum benar-benar pingsan, pria itu mendengar ucapan tak acuh Arthur.


“Lain kali, berhenti melakukan hal-hal semacam ini, Bodoh.”


Arthur yang melihat banyak orang pingsan mengangkat bahu, sama sekali tidak peduli. Pemuda itu kemudian pergi dari tempat itu. Setelah berjalan-jalan sebentar, dia pergi ke salah satu gang sepi lalu tiba-tiba menghilang.


Ya. Pemuda itu pergi ke demiplane miliknya.


Muncul di demiplane, Arthur sempat tertegun sejenak. Dia merasa kalau dirinya masuk ke tempat yang salah.


Gubuk sederhana berubah menjadi rumah indah yang terbuat dari kayu. Tanaman di kebun tumbuh dengan subur dan tampak indah. Tanaman biasa, tanaman roh, dan lainnya dipisahkan sesuai dengan jenisnya.


Di kanan rumah, tampak pagar yang dibuat rapi untuk membatasi pergerakan ternak. Ada dua tempat, yaitu tempat enam ayam dan tempat enam kambing. Di kiri rumah, ada area hutan kecil. Ya. Tempat para Treant hidup dan beristirahat.


Tidak hanya bisa merawat tanaman dan menyubutkan tanah, mereka bahkan bisa menggunakan kekuatan mereka untuk membuat berbagai bangunan dari kayu. Belum lagi, tampak banyak pola indah seperti daun dan bunga pada setiap bangunan, bahkan pagar. Itu sama sekali bukan ukiran, tetapi dibentuk secara langsung sehingga lebih menawan.


Saat melihat para Treant, Arthur semakin yakin kalau dirinya telah menemukan angsa petelur emas. Benar-benar sangat menguntungkan dirinya.


“Omong-omong, Tuan Arthur?”


“Iya?”


Arthur menatap Tetua Treant dengan ekspresi ramah.


“Telur Frost Wyvern yang anda suruh simpan ada di dalam rumah. Kami tidak tahu bagaimana mengurusnya, jadi ..”


“Tidak apa-apa. Si kecil akan menetas ketika waktunya menetas. Kalian bisa merawat domba dan ayam saja sudah membuatku senang.”

__ADS_1


“Syukurlah.” Tetua Treant tampak lega. “Anda benar-benar baik, Tuan Arthur.”


“Tempat ini cocok untuk kalian, bukan? Selain tinggal, maksudku juga berkultivasi?”


“Terima kasih atas perhatiannya, Tuan Arthur. Memang, bukan hanya nyaman bagi kami tinggal, tempat ini juga membuat kami bisa berkultivasi lebih cepat dibandingkan sebelumnya.”


“Baguslah kalau begitu.”


Mendengar jawaban Tetua Treant, Arthur semakin puas. Bukan hanya memiliki tukang kebun dan peternak, tampaknya tidak lama lagi dia memiliki beberapa prajurit yang bisa diandalkan. Saat sedang asyik melamun, pemuda itu dikejutkan oleh ucapan tetua Treant.


“Kami juga telah merawat seratus bunga seperti yang anda minta, Tuan Arthur. Kami telah memanen cukup banyak bunga dan mengeringkannya sesuai dengan instruksi anda. Namun, karena tidak tahu cara meraciknya, kami hanya mengumpulkan semuanya sesuai dengan perintah.”


“Kerja bagus!” ucap Arthur. “Terima kasih atas kerja keras kalian.”


Setelah itu, Arthur akhirnya mengeluarkan banyak wadah lalu mulai mengambil dan menyimpan bunga-bunga kering yang siap diracik menjadi teh khusus. Menyimpan berbagai bahan dalam ruang dimensi koi hitam, pemuda itu merasa sangat puas.


Setelah berbincang dengan para Treant, Arthur pergi ke dalam rumah kayu untuk memeriksa telur. Kemudian, pemuda itu pun pergi meninggalkan demiplane.


Muncul di gang sepi, mood Arthur telah berubah menjadi baik. Melihat matahari semakin tinggi, pemuda itu pun memutuskan untuk kembali.


Dalam perjalanan kembali, Arthur tidak lagi bertemu dengan orang-orang yang sempat dia buat pingsan. Tidak mampir ke mana-mana, pemuda itu langsung pergi menuju ke penginapan.


Baru saja berjalan beberapa langkah, Arthur tiba-tiba mendapatkan pesan.


Pemuda itu pikir, pesan dikirim oleh pemimpin kelompok. Namun yang tidak dia sangka, ternyata pesan itu dikirim oleh ketua Divisi 6, Arima. Arthur tidak langsung membacanya, tetapi malah merasa curiga.


Setelah beberapa saat pertimbangan, Arthur memilih untuk menerima pesan karena tidak ada opsi menolak atau menghapusnya.


Selesai membaca seluruh pesan, eskpresi Arthur tiba-tiba berubah.


“Orang ini ... benar-benar selalu datang membawa masalah.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2