
Tanpa terasa, waktu mengalir dengan tenang.
Hari ini, tepat 40 hari Arthur mengajar Nanami. Dalam waktu ini, banyak perubahan terjadi di istana kerajaan. Salah satu peristiwa paling penting adalah perjanjian aliansi yang dibuat oleh dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sakura dan Kerajaan Fuji.
Seperti yang Arthur duga, Kerajaan Fuji memilih Kerajaan Sakura sebagai sekutu.
Hal tersebut tentu saja membuat kegemparan, khususnya bagi rakyat kecil. Meski mereka tidak tahu alasan kenapa Kerajaan Fuji yang sebelumnya netral memilih untuk merubah sikapnya, tetapi hal tersebut jelas membuat mereka (para rakyat kecil) dalam masalah. Khususnya bagi pedagang atau caravan yang melakukan perdagangan dengan Kerajaan Ume.
Selain itu ada juga masalah lain, yaitu permasalahan tambang besi dingin. Sekitar sepuluh hari yang lalu, pihak Kerajaan Fuji telah mengirim tim ekspedisi menuju ke tambang besi dingin. Namun sekarang mereka dalam masalah. Banyak ksatria yang dikirim tewas. Melalui rumor, Arthur mendengar kalau ada makhluk berbahaya yang bersarang di dalam tambang.
Meski Kerajaan Fuji juga memiliki kultivator, tetapi kebanyakan dari mereka lemah. Diperkirakan akan ada ratusan, bahkan ribuan orang yang akan menjadi korban. Namun pihak kerajaan juga merasa enggan untuk menyewa orang-orang dari sekte karena pendapatan mereka akan dibagi dan hanya mendapatkan sedikit hasil.
Hanya saja, ada suatu hal tidak terduga. Hari ini, Arthur mendapatkan undangan dari Tuan Masanobu.
Berjalan di jalan batu menuju ke istana, Arthur menghela napas dalam-dalam. Dia sebenarnya tidak ingin repot-repot berurusan dengan lelaki tua itu. Namun karena harus melatih Nanami 60 hari lagi, dia terpaksa untuk menemui lelaki tua itu.
“Tuan Masanobu telah menunggu anda, Tuan Ryuma.”
Sampai di lokasi, seorang pelayan cantik langsung menunggunya.
“Tunjukan jalan.”
“Baik.”
Mengikuti gadis itu, Arthur akhirnya berjalan melewati lorong dengan banyak barang antik sebagai pajangan. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba di depan sebuah ruangan.
“Tuan Ryuma telah tiba,” ucap pelayan itu saat mengetuk pintu dengan ringan.
“Biarkan dia masuk. Kamu boleh pergi.”
“Baik.”
Pelayan itu membungkuk sopan kepada Arthur, mempersilahkan dia masuk lalu pergi.
“Permisi.”
Arthur berkata dengan nada santai. Saat masuk ke dalam ruangan, dia langsung disambut dengan pemandangan ruang yang begitu mewah dan dihias dengan indah. Di tengah ruangan, ada sebuah meja besar yang telah diatur. Ada tiga sosok lelaki tua yang duduk di kursi mereka.
__ADS_1
Melihat mereka bertiga, Arthur mengangkat alisnya. Dia jelas telah melihat mereka bertiga karena ketiga lelaki tua itu adalah orang yang datang ketika pertama kali menyusup ke istana. Selain Masanobu, ada dua lelaki tua yang tampak lebih tua. Salah satu dari mereka adalah kultivator tingkat gold bintang 2 dan satu lainnya tingkat gold bintang 3.
“Duduklah, Tuan Ryuma.”
Mendengar ucapan Masanobu, Arthur mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian duduk di kursi lalu memandang mereka semua dalam diam.
“Baiklah. Pertama-tama, aku ucapkan terima kasih atas kedatanganmu, Tuan Ryuma.”
“Katakan saja alasan anda mengundang saya, Tuan Masanobu. Saya tidak begitu tertarik dengan pujian atau hal-hal semacam itu.”
Melihat Arthur yang begitu langsung, Masanobu menghirup napas panjang dan menenangkan diri. Setelah beberapa saat, dia kemudian menjelaskan.
“Seharusnya kamu telah mendengar masalah tambang besi dingin kan, Tuan Ryuma?”
Mendengar pertanyaan itu, Arthur mengangguk ringan.
“Alasan kenapa aku mengundangmu sebenarnya sederhana, aku ingin menyewa jasamu. Kamu akan membantu kami bertiga melawan makhluk itu, dan aku akan membayarmu dengan harga memuaskan. Selain itu-“
“Cukup, Tuan Masanobu. Apakah anda pikir saya bodoh? Berhenti memainkan trik seperti itu di depan saya, para lelaki tua.
Kalian ingin meminta bantuanku dan membayar murah sementara kalian membagi hasil tambang? Apakah kalian pikir semua orang sebodoh itu?
“...”
Mendengar ucapan blak-blakan dari mulut Arthur, Masanobu menggertakkan gigi. Dia measa sangat marah, tetapi karena ucapan Arthur adalah fakta, lelaki tua itu hanya memilih untuk diam.
“Tuan Ryuma memang memiliki tempramen. Pertama-tama, perkenalkan, nama saya Kijimura, wakil patriak dari Sekte Rusa Giok.”
“Ryuma,” balas Arthur.
Lelaki yang tampak paling tua itu sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia malah memberi senyum ramah tamah.
“Bukannya kami belum mengundang mereka, tetapi dua sekte lain memilih untuk tidak ikut campur karena resiko tinggi. Berbeda dengan mereka yang merupakan sekte tingkat menengah, sekte tingkat rendah seperti kami berdua membutuhkan lebih banyak sumber daya. Jadi kami, dua wakil patriak memilih maju untuk mengambil resiko.
Mungkin mata kami sebelumnya dibutakan keserakahan. Jadi, bagaimana kalau kami memberikan 10% hasil bersih tambang tahunan kepada anda? Itu lebih dari cukup, bukan? Anggap saja sebagai ketulusan dan permintaan maaf kami.”
“Itu sama sekali tidak tulus, Pak Tua. Selain itu, aku tidak tahu makhluk apa yang ingin kalian lawan. Juga, aku sama sekali tidak tertarik melawan roh jahat atau iblis.”
__ADS_1
Arthur menggelengkan kepalanya.
“Bukankah itu sudah cukup kaya, Nak? Kamu menyimpan 10% untuk dirimu sendiri sementara meski memiliki jatah 30%, itu masih harus dibagi kepada sekte di belakang kami.”
Lelaki tua lain yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. Mendengar itu, Arthur mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh.
“Itu karena kalian terikat dengan sekte. Meski begitu, tolong jangan mengancam saya dengan keberadaan seperti sekte. Sebagai wakil patriak, memiliki kultivasi di tingkat seperti itu berarti patriak sendiri mungkin tidak mencapai tingkat platinum. Selain itu, sisanya bahkan lebih rendah.
Sekte kecil semacam itu ... jangan coba-coba mengancamku jika tidak ingin menderita kerugian. Jika kalian coba-coba, bukan tidak mungkin sekte kalian menghilang dari daratan seperti yang sering terjadi pada sekte-sekte kecil lainnya.”
Mendengar ucapan Arthur, ekspresi ketiga lelaki tua itu langsung berubah menjadi buruk. Dari ucapan Arthur dan ejekannya seolah melihat kultivator tingkat gold itu sepele, mereka langsung mengkonfirmasi kalau Arthur pasti dari sekte besar atau klan kuat tertentu. Lagipula, keberadaan tingkat platinum hanya bisa dicapai oleh para manusia yang berada di puncak.
Arthur membuat mereka berpikir sedemikian rupa dengan keterampilan membualnya. Tentu saja, Dojo Naga dan Sekte Pilar Surgawi sendiri adalah keberadaan puncak umat manusia. Meski telah pergi, Arthur masih mereka anggap sebagai anggota secara tidak resmi.
Kijimura menghela napas panjang. Melihat pria di depannya, dia bertanya.
“Lalu, berapa banyak yang anda inginkan untuk membantu kami melawah Ground Dragon tingkat gold bintang 5?”
“Sudah aku bilang, ini bukan soal uang atau berapa banyak-“
Sebelum Arthur menyelesaikan ucapannya, dia tertegun. Pemuda itu kemudian menatap ke arah Kijimura dengan ekspresi heran.
“Apa katamu?”
“Berapa banyak yang anda inginkan?”
“Bukan itu.”
“Ground Dragon tingkat gold bintang 5?”
Mendengar itu, mata di balik penutup langsung berbinar. Dia sangat tertarik dengan daging naga. Naga asli sangat langka, bahkan tingkat lemah biasanya berada di tingkat platinum, berarti yang mereka lawan bukan naga asli. Pemuda itu langsung termenung.
‘Tetap saja, karena masih ada kata ‘naga’ dalam namanya ...’
Arthur mengelus dagunya sambil bertanya-tanya.
‘Dagingnya pasti tidak akan terasa begitu buruk, kan?’
__ADS_1
>> Bersambung.