Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Tidak Layak Disebut


__ADS_3

“Apakah kamu yakin? Jika tidak, kamu tidak boleh main-main. Nyawa Nyonya dipertaruhkan di sini!”


Saat itu juga, sosok tabib yang bertugas untuk mengurus wanita itu langsung bertanya dengan nada kesal. Jelas, apa yang terjadi pada tubuh ibu Kiba sama sekali tidak biasa. Bukan hanya tidak biasa, tetapi juga membuat banyak tabib merasa kewalahan.


Mendengar kalau seseorang bisa menyembuhkan beliau dengan mudah, mereka jelas tidak percaya. Bukan hanya tidak percaya, tetapi juga menghina karena hal tersebut seperti berbicara besar tanpa bukti yang pasti. Lagipula, para tabib yang ada di tempat itu cukup terkenal di daerah sekitar. Jadi melihat pemuda asing, mereka jelas tidak menganggapnya secara serius.


“Tuan-tuan, tolong jangan hina tamu saya! Saya mengundang beliau secara khusus, jadi tolong hotmati dia! Paling tidak, tolong lihat baik-baik dan biarkan dia mencoba!”


Kiba langsung berbicara tegas. Dia jelas tidak ingin menyinggung Arthur. Pemuda itu telah mengundang Arthur dengan segala cara, bahkan membuang harga dirinya, berlutut untuk meminta pertolongan. Jadi, bisa menyembuhkan atau tidak, dia ingin Arthur mencobanya terlebih dahulu.


“T-Tapi Tuan Muda, kondisi Nyonya jelas tidak baik, jika main-main … kami khawatir situasinya akan menjadi lebih buruk.”


“Lalu apa yang kalian lakukan?! Situasi ibunda jelas menjadi semakin buruk setiap harinya! Aku tanya, APA YANG KALIAN LAKUKAN?!”


Mendengar teriakan Kiba, mereka semua langsung diam. Meski mereka sudah berusaha, tetapi hasilnya jelas tidak terlihat. Oleh karena itu, mereka hanya bisa menghela napas. Tidak berani lagi membalas.


Sementara itu, Arthur sendiri cukup terkejut dengan ketegasan Kiba. Dia benar-benar tidak menyangka kalau pemuda yang memohon kepadanya itu ternyata bisa begitu tegas. Memikirkan kalau Kiba sebenarnya bangsawan yang akan mewarisi keluarga dan mendapatkan pendidikan baik sejak dini, Arthue mengangguk ringan. Merasa kalau hal semacam itu memang wajar.


“Uhuk! Uhuk! Bukankah situasinya terlalu tegang di sini? Situasi berat seperti ini sama sekali tidak baik, jadi kalian bisa tenang, ok?” Arthur berkata dengan senyum ramah.


“Di satu sisi, aku mengerti kekhawatiran para tabib karena kondisi Nyonya saat ini memang tidak baik. Mereka hanya ingin menghindari resiko yang tidak perlu. Mengkhawatirkan keselamatan Nyonya dan takut sesuatu yang buruk terjadi.


Di sisi lain, aku juga mengerti kalau Kiba khawatir dengan kondisi ibunya yang tidak membaik, bahkan mulai memburuk. Sebagai seorang putra yang berbakti, dia jelas takut sesuatu terjadi kepada ibunya.


Kalian bisa tenang. Aku tidak bisa menjamin kalau Nyonya akan langsung sembuh. Namun aku bisa menjamin kalau kondisinya tidak akan menjadi semakin buruk.”


Mendengar ucapan Arthur yang tidak cepat atau lambat, tetapi tenang dan penuh percaya diri membuat mereka masuk ke dalam suasanan lebih nyaman. Setelah saling memandangan, para tabib akhirnya mengangguk.


“Kalau begitu anda bisa melakukannya.”


“Itu …”


Arthur sedikit tercengang. Dia tidak menyangka kalau langsung diminta untuk menyembuhkan saat itu juga. Pemuda itu jelas tidak ingin mengungkapkan Yin-Yang Koi yang merupakan kartu trufnya. Bahkan dia menyembunyikan Gluttony, senjata yang dia anggap sampah dan pemborosan. Namun, saat itu suara koi putih yang manis terdengar dalam benaknya.


‘Anda bisa tenang, Tuan. Anda bisa menggunakan kekuatan saya. Saya tidak perlu keluar untuk melakukan itu. Sangat aman dan tidak berbahaya!’


Mendengar ucapan itu, Arthur terkejut. Dia kemudian memiliki senyum bahagia di wajahnya. Pemuda itu kemudian bertanya dalam hati.

__ADS_1


‘Apa yang harus aku lakukan?’


‘Hisap mulutnya, keluarkan energi kutukan dari sana!’


‘Maaf?’ Arthur tercengang.


“Hisap mulutnya dengan mulutmu, Tuan. Tenang saja, itu tidak akan menyakiti tubuh anda karena saya bisa mengontrolnya.’


“…”


Ark terdiam. Dia benar-benar kehilangan kata-kata. Jika menuruti ucapan koi putih, itu berarti dia harus mencium wanita itu. Bukannya dia tidak cantik, tetapi wanita itu sudah berkeluarga dan memiliki putra yang usianya kurang-lebih hampir sama dengan usianya sekarang. Belum lagi, melakukannya di depan semua orang …


Membayangkannya saja sudah tidak tertahankan!


Jelas Arthur menolak ide gila seperti itu. Selain karena hati nurani, dia juga tidak ingin menjadi musuh seluruh kota karena begitu berani melakukan hal semacam itu kepada istri penguasa kota. Bukan karena dia takut, tetapi hal semacam itu pasti merepotkan karena akan mengganggu perjalan pemuda itu ke depannya.


“Karena ini merupakan teknik rahasia yang tidak bisa diungkapkan, jika kalian ingin aku memulai, kalian bisa pergi sebentar. Kalian boleh membicarakannya terlebih dahulu. Lagipula, sulit untuk langsung percaya kepada orang lain.”


Itulah yang Arthur bicarakan setelah beberapa saat terdiam. Saat itu juga, suara koi putih terdengar di telinganya.


‘Bukankah kamu hanya perlu menghisapnya, Tuan? Kenapa kamu menyuruh mereka keluar?’


Arthur tidak bisa tidak menghela napas dalam hati. Meski ide si putih sederhana karena bagi para binatang hanya dianggap saling menghisap atau saling mematuk, tetapi manusia jelas memiliki pemikiran berbeda. Dia sama sekali tidak siap untuk melakukan hal yang termasuk memalukan dan ekstrem semacam itu.


‘Haruskah saya keluar, Tuan?’


‘Setelah mereka memilih pergi, kamu dan Hitam bisa keluar.’


‘Benarkah?’


Suara koi hitam yang biasanya pendiam karena jarang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan diri terdengar. Suara gadis kecil itu tampak cukup bersemangat.


‘Benar.’


Arthur berkata singkat dalam hati. Dia kemudian melihat ke arah orang-orang, lalu ke arah Kiba yang memiliki ekspresi rumit di wajahnya.


“Apakah keluarganya juga tidak boleh tinggal?”

__ADS_1


“Tidak.” Arthur langsung menjawab tegas.


“Perlu waktu berapa lama?”


“Paling lama satu jam.”


Mendengar waktu yang tidak lama dan tidak singkat, semua orang terkejut. Jika melakukan pengobatan sederhana, waktu itu terlalu lama. Sedangkan melakukan pengobatan sulit, waktunya terlalu singkat. Mereka benar-benar dibuat bingung oleh pemuda itu.


“Bagaimana dengan kemungkinannya?”


“100% membaik, tetapi untuk kesembuhan total … perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan.”


Ekspresi para tabib langsung berubah. Mereka ingin membantah, tetapi tidak berani karena Kiba ada di sana. Sedangkan Kiba sendiri juga sangat terkejut. Dia menatap tepat ke mata Arthur lalu bertanya.


“Sungguh?”


“Aku tidak akan berbohong dan berpur-pura keren di sini. Lagipula, itu bukan gayaku.”


“Kalau begitu semua orang bisa keluar! Sebelum itu, apakah anda membutuhkan bantuan lain?”


“Tidak perlu.” Arthur menggelengkan kepalanya.


“Tuan muda-“


“Aku sudah membuat keputusan!”


Saat seseorang hendak bicara, Kiba langsung berkata dengan nada tegas. Dia langsung memelototi semua orang dengan ekspresi ganas di wajahnya. Tampaknya akan mengusir, bahkan menandai orang yang tidak setuju terhadap keputusannya.


Setelah itu, mereka akhirnya memutuskan untuk mengikuti Kiba keluar dari ruangan tersebut.


Pintu dan jendela rumah langsung Arthur tutup. Memastikan kalau tidak ada yang salah dan tidak ada yang melihat, dia langsung memberi perintah.


“Kamu bisa melakukannya sekarang.”


Mengikuti ucapan Arthur, dua anting di telinga pemuda itu melesat. Dengan kilatan cahaya, langsung berubah menjadi dua ikan koi yang melayang di udara.


Sementara koi hitam langsung berenang di sekitar Arthur, koi putih langsung menuju ke arah wanita di ranjang. Kedua bibir mereka saling bersentuhan. Ya … bukan hanya pemandangan yang tidak romantis. Namun, pemandangan manusia dan ikan yang saling mematuk itu …

__ADS_1


Benar-benar tidak layak disebutkan!


>> Bersambung.


__ADS_2