Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Selesai Pemanasan


__ADS_3

“K-Kalong?”


Mendengar ucapan Arthur, iblis kelelawar merasa sangat marah. Dia sama sekali tidak menyangka, dalam hidupnya, dia yang selalu ditakuti dan dihormati benar-benar dipanggil manusia kalong.


“Kalong, sub spesies kelelawar dengan ukuran lebih besar. Apakah kamu bahkan tidak mengetahui itu?”


Melihat ke arah iblis kelelawar, Arthur memiringkan kepalanya sambil memasang ekspresi aneh di wajahnya. Tampaknya tidak menyangka kalau pihak lawan sebodoh itu.


“TENTU SAJA AKU TAHU!” teriak iblis kelelawar dengan wajah marah.


“Hm?”


Beberapa tanda tanya muncul di atas kepala Arthur. Dia benar-benar tidak tahu kenapa ‘manusia kalong’ itu menjadi begitu emosional.


“Manusia belaka ... berani-beraninya menyebut jenderal iblis ini sebagai manusia kalong! Meminta kematian!” teriak iblis kelelawar sambil menunjuk Arthur.


“Aku? Meminta kematian?” Arthur menunjuk wajahnya sendiri dengan ekspresi linglung.


Setelah beberapa saat, pemuda itu tiba-tiba terkekeh. Dia memandang ke arah kelelawar darah seperti sedang melihat lelucon.


“Maaf, aku datang ke sini untuk membersihkan kekacauan yang kamu buat. Sebenarnya, daripada mengurus mu, aku lebih suka mengincar 3 tiga demonic beast.


Lagipula, mereka lebih layak daripada dirimu. Ah! Maksudku, burung, banteng, dan buaya bisa dimakan. Sedangkan kelelawar, apalagi dalam bentuk humanoid ...


Membayangkannya saja membuatku perutku agak mual.”


Arthur berkata dengan senyum ramah di wajahnya. Namun, perkataannya benar-benar membuat urat nadi muncul di dahi iblis kelelawar itu.


“Manusia! Berani-beraninya kamu menghinaku!”


“HISAP HABIS BOCAH TIDAK TAHU DIRI ITU, ANAK-ANAK!”


Bersama dengan teriakan iblis kelelawar, puluhan ribu kelelawar vampir langsung terbang menuju ke arah Arthur.


Melihat pemandangan itu, Arthur langsung meletakkan tangan ke atas gagang pedang. Haya saja, sebelum dia bertindak, Lily berdiri di sampingnya.


Saat itu juga, gadis tersebut menunjuk ke arah puluhan ribu kelelawar yang bergegas dengan payung yang tertutup. Pada saat para kelelawar semakin dekat, dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah mereka, Lily langsung membuka payungnya.


“Crimson Camelia.”


Mengatakan itu, perisai api raksasa dengan bentuk bunga kamelia muncul beberapa meter di depan pedang terbang.


BANG!


Ribuan kelelawar vampir menabrak perisai api. Namun, tanpa sedikit pun perlawanan, mereka langsung dimusnahkan. Benar-benar menjadi debu beterbangan yang hilang ditiup angin.


“...”


Arthur melihat ke arah Lily dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


Memang, dia telah melatih gadis itu selama beberapa waktu dan pengendalian sihir api mencapai tingkat tinggi. Namun, pemuda itu sama sekali tidak menyangka Lily bisa langsung menggunakan kemampuan sulit di medan perang.


Tampaknya gadis itu sama sekali tidak gugup. Membuat Arthur bertanya-tanya apakah dia yang tidak normal karena gugup ketika bertarung untuk pertama kali, atau memang Lily yang agak aneh.


“ANAK-ANAKKU!” teriak iblis kelelawar dengan wajah muram.


Sebagai iblis kelelawar, dia memelihara sangat banyak kelelawar penghisap darah (vampir) dan membesarkan mereka seperti anak-anaknya sendiri. Melihat bagaimana ‘anak-anaknya’ dibantai, tentu saja dia sangat marah.


“AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN!”


Sosok iblis kelelawar langsung terbang menuju ke arah Arthur dan dua rekannya.


Sebagai tanggapan, Arthur langsung mengendarai pedang terbang untuk menghindari serangannya. Dia kemudian bergegas turun mendekati salah satu atap paling tinggi di kota lalu berkata.


“Kalian berdua turun.”


Mendengar itu, Lily dan Joe langsung melompat ke atas atap tanpa banyak berpikir.


“Joe, kamu bertugas melakukan evakuasi. Lily, bakar kelelawar-kelelawar kecil yang mengganggu pemandangan itu.”


Tanpa menunggu lebih lama, Arthur langsung terbang menuju ke arah iblis kelelawar dengan senyum di wajahnya.


Iblis kelelawar yang awalnya jengkel karena Arthur menghindari beberapa serangannya dan malah melarikan diri sekarang tertawa. Melihat pemuda yang mengendarai pedang terbang ke arahnya, cakar makhluk itu langsung diperbesar beberapa kali.


Pada saat Arthur mendekat, dia langsung mengayunkan cakarnya.


BANG!


Di depan tatapan terkejut iblis kelelawar, Arthur menangkis serangannya dengan tangan kosong. Pada saat itu juga, pemuda tersebut langsung menendang perutnya dengan keras.


BLARRR!


Iblis kelelawar itu langsung terhempas dan menghancurkan sebuah bangunan.


Asap langsung menyebar ke segala penjuru. Arthur langsung turun ke arah iblis kelelawar jatuh. Dia kemudian melompat ke jalanan dan berlari sambil menyimpan pedang terbangnya.


Arthur langsung menggunakan Black Imoogi Footsteps, bergerak menuju ke sumber ledakan asap dengan sangat cepat.


Baru saja asap reda, iblis kelelawar yang baru bangun terkejut melihat sosok Arthur yang hanya belasan meter darinya. Belum sempat terbang, pemuda itu langsung menyerangnya dengan sangat cepat.


Pukulan, tendangan, serangan lutut, serangan siku ... menerima kombo beruntun dari Arthur, iblis kelelawar benar-benar merasa kesakitan.


BRUAK!


Dihempaskan sampai menabrak dan menghancurkan bangunan lain, iblis kelelawar merasa tulang-tulangnya dihancurkan. Menatap ke arah Arthur dengan penuh kebencian, dia akhirnya meneriakkan kalimat yang selama ini ingin dikatakan.


“JIKA KAMU BUKAN AHLI PEDANG, KENAPA KAMU MENYIMPAN PEDANG DI PINGGANGMU! DASAR BOCAH BAU!”


“Eh?” Arthur tertegun. “Kapan aku bilang kalau aku pendekar pedang atau semacamnya?”

__ADS_1


“HAHAHA! Begitu ... jadi begitu! Kamu adalah ahli seni bela diri, tetapi berpura-pura menjadi pendekar pedang!”


Iblis kelelawar berkata sambil tertawa, tampaknya senang karena telah melihat identitas Arthur yang sebenarnya.


“Sebenarnya apa yang ingin coba kamu katakan, Manusia Kalong? Siapa bilah aku ahli seni bela diri? Aku hanya seorang juru masak yang melakukan perjalanan!”


Arthur menepuk dadanya sendiri dengan bangga, tampaknya senang membuktikan identitasnya sebagai koki ke orang lain.


“HAHAHAHA!”


Tawa iblis kelelawar menggema di seluruh kota.


“Apa yang lucu?” Arthur mengangkat alisnya.


“Kamu? Juru masak? Jangan bercanda dengan lelucon yang tidak lucu semacam itu, Bocah!


Jika kamu adalah juru masak, maka aku adalah kakek Raja Iblis!”


“Hah?” Arthur tercengang.


“Menipu dan berkata sembarangan ada batasnya, Bocah! Jangan pikir semua orang percaya kebohongan yang begitu jelas semacam itu!”


“Tapi aku benar-benar juru masak!” tegas Arthur. “Bukankah kalian telah mendengar cerita rakyat sekitar tentang juru masak keliling yang memiliki kemampuan hebat dan-“


“Hahahaha! Jangan kira aku tidak tahu kalau kamu adalah Ketua Divisi 10 dari kelompok terkutuk itu, Bocah!


Junior dari Arima, bocah yang dianggap sebagai pemburu iblis kuat dan memiliki potensu untuk menyamai Arima!”


“...”


Arthur tertegun di tempatnya. Dia sama sekali tidak menyangka, identitas pekerjaan sambilannya menutupi identitas pekerjaan yang sebenarnya. Pada saat dia linglung, suara iblis kelelawar terdengar.


“HAHAHA! SIAPA YANG PEDULI DENGAN IDENTITAS BODOHMU, NAK!”


“Kamu benar-benar ceroboh! Membiarkanku beristirahat sama saja meminta kematian!”


Puluhan ribu kelelawar tiba-tiba terbang menuju ke arah iblis kelelawar. Langsung masuk ke dalam jubahnya, bergabung dengan tubuh makhluk itu.


Beberapa saat kemudian, tubuh iblis kelelawar tiba-tiba membengkak menjadi lebih besar. Penampilannya menjadi lebih mengerikan dibandingkan sebelumnya.


“Waktunya bermain dengan serius, Bocah!”


Arthur benar-benar mengabaikan perubahan penampilan iblis kelelawar. Dia malah fokus pada bagaimana makhluk itu mengejek identitas, profesi yang dia hormati.


Mendongak untuk melihat wajah mengerikan iblis kelelawar, Arthur menyeringai kejam sambil menarik pedangnya.


“Kebetulan sekali, Manusia Kalong ...”


“Aku juga sudah selesai pemanasan!”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2