
“Apakah kamu benar-benar tidak mengenal Nanami? Dia adalah sosok putri kerajaan kecil, tetapi sangat terkenal.”
Arthur menatap ke arah Takahide dengan ekspresi aneh. Jelas lelaki tua tersebut juga bingung dengan cara Arthur memandangnya.
“Apakah ada yang salah, Anak Muda?”
“Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, Pak Tua. Hanya saja, kita berada di generasi berbeda. Aku takut gadis yang kamu maksud itu sudah menjadi nenek-nenek. Bahkan mungkin telah tiada.”
Arthur berkata dengan nada lelah. Pemuda itu menggelengkan kepalanya, jelas membuat Takahide tertegun.
“Kamu tahu kentut!” kutuk Takahide.
“???”
Melihar ke arah Takahide yang memarahinya, Arthur tercengang. Pemuda itu hanya menyatakan pendapatnya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau lelaki tua itu benar-benar langsung memarahinya.
“Nanami adalah seorang putri dari generasi yang sama denganmu, paling-paling ... sedikit lebih muda dibandingkan denganmu!”
“Jadi sebagai lelaki tua ... kamu benar-benar menyukai gadis muda seperti itu?” Arthur memiringkan kepalanya.
Mendengar pertanyaan Arthur dan melihat ekspresi penasaran di wajah pemuda itu, paru-paru Pak Takahide terasa ingin meledak. Menggertakkan gigi, dia akhirnya berkata.
“Dia adalah putriku!”
“...”
Ekspresi bingung di wajah Arthur langsung digantikan dengan wajah penuh kejutan. Melihat penampilan Pak Takahide, dia benar-benar merasa aneh. Lelaki tua dengan usia sekitar 60 tahun dengan putri berusia kurang dari 17 tahun, konsep semacam itu sedikit membuatnya linglung. Lagipula, di dunia sebelumnya, melahirkan di usia 40 lebih sangat berbahaya, kecuali ...
“Apakah kamu melakukan hal-hal jahat kepada putri kerajaan tertentu sebelumnya, Pak Tua? Aku benar-benar tidak menyangka kamu begitu kejam!”
Mengatakan itu, Arthur memegang pedang dengan ekspresi serius di wajahnya. Menghadapi penjahat keji, dia sama sekali tidak berniat untuk main-main. Ekspresi dingin dan agak kejam muncul di wajah pemuda itu, siap untuk bertarung kapan saja.
Sedangkan Takahide yang mendengarkan itu benar-benar mengutuk pemuda di depannya dalam hatinya. Dia bahkan tidak bisa membendung emosinya.
“Siapa yang begitu kejam! Aku dan wanita itu saling menyukai dan ... tunggu! Apa-apaan dengan matamu itu, Nak! Kamu pasti memikirkan hal tidak sopan tentangku! Dasar bocah tengik!”
“Pria di atas empat puluh tahun yang memaksa gadis remaja, itu jelas kejam!” ucap Arthur dengan ekspresi serius.
Mendengar itu, Takahide tidak tahan lagi. Dibandingkan dengan tekniknya, ucapan dan fantasi pemuda di depannya itu benar-benar lebih beracun! Terlalu buruk dan berbahaya!
__ADS_1
Tubuh Takahide yang awalnya sedikit bungkuk menjadi tegap. Kulit yang awalnya keriput menjadi lebih halus. Dia kemudian menggosok wajahnya, make up yang menutupi wajahnya dihapuskan. Saat beberapa tulang wajah sedikit bergeser, lelaki itu menunjukkan penampilan aslinya.
Lelaki paruh baya yang cukup kurus, tetapi tampak tampan dan memiliki tempramen luar biasa.
“Apakah kamu masih memiliki sihir semacam itu?” Arthur memiringkan kepalanya ke arah lain.
“...”
Mendenga itu, entah kenapa Takahide benar-benar ingin memukuli pemuda itu lebih keras dibandingkan sebelumnya. Orang-orang pada umumnya seharusnya mengetahui dirinya hanya dengan nama, ditambah penampilan ... mereka seharusnya tahu. Dengan begitu, dia bisa menjelaskan situasinya.
Hanya saja, pemuda di depannya benar-benar tidak memiliki akal sehat yang cukup. Seperti anak kecil polos yang dilepaskan ke alam liar tanpa mengetahui dunia. Meski tidak bersalah, jelas membuatnya merasa agak kesal dan tidak berdaya.
“Apakah kamu melakukan perjalanan belum lama ini?”
“Errr ... ya?” Arthur mengangguk ringan.
“Lalu apa yang kamu lakukan sebelumnya?”
“Dilatih dalam sekte beberapa waktu, lalu memutuskan hubungan dan pergi berkelana.”
“Heh~” Sudut bibir Takahide sedikit terangkat. Seolah melihat versi muda dari dirinya sendiri, dia melanjutkan. “Ingin melihat luasnya dunia dan mencapai tempat yang lebih tinggi, kah? Jika itu tujuanmu, kamu harus tahu bahwa-“
“Maaf?” Takahide tercengang.
“Aku hanya ingin menjadi koki yang menikmati hidup dengan berkeliling dunia dan memasak berbagai hidangan. Apa yang kamu harapkan dariku?”
“...”
Mendengar hal tersebut, Takahide yang melihat ke arah Arthur benar-benar terdiam. Dari penampilan dan usia Arthur, dia sangat yakin kalau pemuda ceroboh dan menyebalkan di depannya adalah murid yang dikembangkan dengan hati-hati oleh sekte besar. Kekuatan dan usianya jelas sangat tidak cocok.
“Darimana kamu berasal?”
“Sekte Pilar Surgawi.”
“Hah? Kamu berasal dari sekte itu?”
Takahide terkejut. Sekte besar semacam itu jelas tidak akan mengenalinya dan menargetkan beberapa tokoh seperti dirinya. Jadi dia merasa lega. Namun, di sisi lain, dia juga merasa kalau tetua yang melatih pemuda ini jelas tidak mengajarkan tentang akal sehat dunia bela diri.
Jika Shigekuni mengetahui apa yang dipikirkan oleh Takahide, dia pasti sudah mengajak pria paruh baya itu bergulat beberapa ronde. Jelas dirinya telah menjelaskan dengan baik tentang segala hal kepada Arthur. Namun pemuda itu benar-benar tidak peduli, setiap tindakannya malah berakibat sebaliknya, menuang air kotor ke wajahnya sebagai seorang guru.
__ADS_1
Mencemarkan nama baiknya!
“Apakah kamu memiliki permusuhan dengan sekte itu, Pak Tua? Tenang saja, aku sudah keluar dan tidak akan kembali untuk dipukuli oleh pak tua menyebalkan itu. Tentu saja, setelah aku memiliki kekuatan cukup, aku akan mampir sebentar untuk menendangnya lalu merendamnya dalam sungai di musim dingin!” ucap Arthur dengan ekspresi tulus dan tegas.
“???”
Takahide semakin penasaran dengan apa yang dialami oleh pemuda di depannya. Arthur jelas tidak memiliki niat membunuh terhadap Sekte Pilar Surgawi, itu berarti pemuda tersebut tidak menganggapnya sebagai musuh yang sebenarnya. Namun Takahide penasaran dengan lelaki tua yang membuat pemuda tersebut benar-benar mengingat kebencian semacam itu.
Saat itu, Takahide tiba-tiba menggelengkan kepalanya. Mengingat tujuan aslinya, dia kembali bertanya dengan ekspresi serius.
“Kamu dari sekte besar, meski Nanami hanya seorang putri dari kerajaan kecil, tetapi kerajaan tersebut tidak begitu jauh dari pusat kekuatan Sekte Pilar Surgawi. Apakah kamu tidak mengenalnya?”
“Tidak! Kenapa kamu memaksaku untuk mengenal orang yang tidak kukenal, Pak Tua? Bisakah kamu hentikan itu? Jika dia memang putrimu, seharusnya kamu ini raja, kan?”
“Aku ... bukan raja atau bangsawan.”
Ucapan Takahide membuat Arthur menjadi bingung. Jika anak perempuannya seorang putri, orang itu seharusnya raja atau kaisar. Namun dari penampilan jelas tidak menunjukkan jejak kebohongan. Saat itu juga, imajinasinya kembali bermain.
“Kamu ... memiliki hubungan terlarang dengan Ratu?”
Mendengar ucapan Arthur, Takahide tercengang. Ekspresinya jelas menjadi lebih buruk dari sebelumnya saat berteriak keras.
“HUBUNGAN TERLARANG KEPALAMU!”
“...”
Melihat Arthur yang tercengang, Takahide menarik napas dalam-dalam. Setelah menstabilkan diri, dia kemudian mulai bercerita.
“Sebenaranya ...”
Setelah mendengar cerita panjang, Arthur menatap ke arah Takahide dengan ekspresi heran. Dia tidak menyangka kalau pria paruh baya yang bersembunyi di hutan dan memelihara ayam itu benar-benar seorang pria dengan cerita.
Singkatnya, Takahide dulu adalah seorang murid inti dari sekte besar. Dia bertemu dengan sang putri (Ibu Nanami) di sana, dan mereka jatuh cinta. Layaknya protagonis dalam cerita, hubunganya ditentang oleh pihak kerajaan. Kemudian lelaki itu melakukan perjalanan dan menjadi lebih kuat, tetapi juga harus memutuskan hubungan dengan sekte sebelumnya karena mereka tidak ingin terlibat dengan masalah besar karena murid kecil seperti dirinya.
Melarikan diri dengan wanita yang dia cintai, menikah, dan bersembunyi di tempat terpencil. Kemudian ditemukan, melakukan pertarungan besar, dia terluka parah dan dipaksa melarikan diri oleh istrinya. Sementara wanita yang dia cintai dan putri kecil baru saja lahir dibawa kembali ke istana, pria yang terluka parah itu terus melarikan diri. Pada akhirnya, dia berhenti dan bersembunyi di tempat ini.
Membanyangkan betapa dramatis hidup Takahide, Arthur berkedip lalu berkata.
“Ya ... itu benar-benar terdengar lebih seru daripada hidupku yang begitu monoton.”
__ADS_1
>> Bersambung.