Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Tidak Buruk


__ADS_3

“Saya rasa, kalian mengenali orang yang salah.”


Arthur berkata dengan senyum ramah di wajahnya. Lagipula, sekarang dia dalam penampilan yang berbeda. Meski bukan kultivator biasa, pemuda itu merasa kalau dirinya masih memiliki kesempatan untuk mengelabui mereka.


Tepat selesai bicara, Arthur dikejutkan dengan sebuah kertas jimat yang tiba-tiba muncul di depannya. Kertas itu langsung menyala, dia langsung melompat mundur tetapi masih terkena ledakan cahaya. Anehnya, sama sekali tidak ada bekas luka di tubuhnya. Namun ada sesuatu yang membuat Arthur terkejut.


Teknik mengubah wajah yang dia gunakan ... benar-benar langsung kehilangan efeknya!


Menginjak cabang pohon, Arthur menatap orang-orang dengan ekspresi curiga. Karena penampilannya terbongkar, dia langsung melepas penutup matanya. Hal tersebut langsung mengejutkan semua orang.


“Muda dan begitu tampan. Kenapa kamu repot-repot menutupinya?”


Arima menatap Arthur sambil mengelus dagu, tampaknya sangat terkejut karena penampilan asli pemuda itu lebih berlebihan dibandingkan penyamarannya. Bukan hanya dia, bahkan rekan satu tim Arthur sebelumnya juga dibuat terkejut.


“Apakah Pak Tua itu yang menyuruh kalian datang?”


Arthur menatap ke arah tamu asing dengan ekspresi serius. Daripada Arima yang tampak tidak berbahaya dan sejak tadi tidak bergerak, dia lebih fokus dengan gadis kecil yang menggunakan kertas jimat. Penampilan seperti boneka itu membuatnya selalu merasa aneh.


“Pak Tua?” Arima memiringkan kepalanya dengan ekspresi malas.


Setelah beberapa saat, pria itu sadar. Dia kemudian tertawa sambil memegangi perutnya. Arima menoleh ke arah Tsubaki lalu berkata.


“Hey, Tsubaki! Bocah ini benar-benar menarik. Aku rasa keputusan ketua untuk merekrutnya dan menjadikannya kapten divisi baru sama sekali tidak salah. Dia harus bergabung dengan kita.”


Arima kemudian melihat ke arah Arthur lalu melambaikan tangan sambil berkata.


“Tenang saja, Junior. Aku sama sekali tidak datang atas permintaan Pak Tua Shigekuni. Lagipula, sama sepertimu ... aku juga memutuskan untuk meninggalkan Sekte Pilar Surgawi.


Aku di sini untuk mengajakmu bergabung dengan kelompok kami. Setelah bergabung, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan. Sama sekali tidak kalah dengan menjadi petinggi sekte besar. Bukankah aku senior yang baik?”


Arima berkata dengan nada malas. Melihat senyum aneh di wajahnya, Arthur jelas langsung tidak mempercayainya.


“Maaf, Senior! Aku tidak tertarik!”


“Apakah kamu pikir kelompok kami tidak layak untukmu?”


“Aku tidak bilang-“

__ADS_1


“Yosh! Tangkap dia, Tsubaki! Tidak ada penolakan yang diperbolehkan di sini.”


Mendengar ucapan Arima, sudut bibir Arthur berkedut keras.


“Berhenti memerintahku, Bodoh.”


Gadis kecil itu berkata dengan nada tidak puas, tetapi langsung mengeluarkan tiga lembar kertas. Dia kemudian menggumamkan beberapa mantera. Setelah itu langsung melemparkannya ke arah Arthur.


Tiga kertas kecil langsung berubah menjadi tiga bola api dengan diameter hampir 2,5 meter lalu melesat ke arah Arthur dengan kecepatan luar biasa.


Melihat pemandangan itu, Arthur merasa agak kesal. Dia langsung berkata dengan nada tidak puas.


“Apakah kalian mencoba membakar hutan di musim gugur seperti ini? Apakah kalian sudah gila?”


Arthur langsung menarik keluar pedangnya. Pemuda itu kemudian melompat maju lalu menebas tiga bola api lalu memusnahkannya. Saat mendarat, dia langsung berkata dengan nada serius.


“Mereka datang untukku. Kalian bertiga sebaiknya pergi dari tempat ini, jangan sampai terpengaruh!”


“Oh? Tampaknya kamu masih cukup bertanggung jawab.”


Arima bertepuk tangan dengan ekspresi ogah-ogahan di wajahnya. Dia masih berjongkok di tempatnya tanpa mempedulikan Tsubaki. Jotaro, Nanami, dan ibunya mundur ke tempat yang sama dengan ekspresi waspada di wajah mereka.


“Entah itu Ryuma atau Arthur, aku sudah berjanji untuk mengikutinya, jadi aku tidak akan pergi!”


“Menarik ...” Arima mengelus dagu. “Kalau begitu biarka Chikuwa bermain dengan kalian.”


Bersamaan dengan ucapan Arima, seekor akita inu gemuk memandang ke arah tiga orang itu. Melihat sosok lucu itu, ketiganya menjadi bingung. Namun semuanya berubah beberapa detik kemudian.


Bersamaan dengan suara “poof!” dan kepulan asap tebal, sosok besar muncul di depan mata semua orang.


Makhluk itu berukuran sedikit lebih kecil daripada Ground Dragon, tetapi sama sekali tidak terlihat lebih lemah. Penampilannya seperti serigala bersayap dengan bulu berwarna emas. Ekspresi ganas muncul di wajahnya, dan banyak petir mulai menari-nari di sekitarnya.


“Kemana kamu melihat, Anak Muda?”


Suara gadis yang begitu datar membuat Arthur tersadar dari keterkejutannya. Saat itu, ekspresinya langsung berubah ketika melihat belasan rantai api yang melesat ke arahnya. Secara refleks, pemuda itu langsung memegang erat gagang pedang lalu menebas dengan tegas.


Saat menebas sambil berputar 360 derajat, sosok ular yang terbuat dari api hitam langsung muncul lalu melingkari dirinya sambil menghancurkan belasan rantai yang menyerangnya.

__ADS_1


Melihat pemandangan itu, Arima mengangkat sudut bibirnya. Tsubaki sendiri sedikit cemberut karena tidak menyangka kalau serangannya bisa dihentikan dengan mudah.


Pada saat api menghilang, sosok Arthur melesat. Dia bergerak sangat cepat seperti ular yang melesat untuk menangkap mangsanya. Pemuda itu kemudian muncul beberapa meter di depan Tsubaki dan Arima. Dengan bilah pedang yang dipenuhi kobaran api hitam, dia langsung menebas tanpa sedikitpun keraguan.


Ular hitam muncul dari belakang Arthur lalu melesat ke arah Arima dan Tsubaki!


Melihat itu, Tsubaki mendecak tidak puas. Delapan jimat langsung melayang di depannya, garis-garis api saling mengubungkan semua jimat. Setelah itu, perisai api raksasa muncul di depan gadis itu.


BLARRR!!!


Asap debu langsung menyebar. Area hutan di sekitarnya sedikit berguncang karena dampak ledakan yang begitu kuat.


Setelah asap mereda, ekspresi Arthur benar-benar tampak cukup suram. Dia benar-benar merasa buruk ketika melihat perisai di depan Tsubaki.


Tsubaki sendiri juga tidak senang karena perisai api khusus yang merupakan salah satu trik pertahanan terbaiknya benar-benar mengalami banyak keretakan ketika mendapatkan serangan dari seorang anak muda seperti Arthur.


“Ini benar-benar menyebalkan,” gumam Arthur.


Pemuda itu kemudian memasang posisi siap bertarung. Api hitam kembali muncul, menari dan terus berputar mengelilinginya. Karena memaksakan gerakan agar bisa segera dilepaskan, Arthur merasa energi qi dalam tubuhnya berkurang sangat cepat.


“Gaya Black Imoogi bentuk ke-10 ...”


Sosok Arthur menghilang lalu muncul kurang dari tiga meter di depan perisai Tsubaki lalu sekali lagi mengayunkan pedangnya dengan ganas.


“Sang Ular Menggigit Bulan!”


SWOOSH!


Ular hitam raksasa langsung menabrak perisai dengan keras. Berbeda dengan sebelumnya, perisai sama sekali tidak bisa bertahan dan langsung pecah. Namun saat itu, waktu serasa berjalan lambat. Suara malas kembali terdengar.


“Tidak buruk.”


Mengatakan itu, Arima tiba-tiba berdiri di depan Tsubaki. Melihat ular raksasa yang terbuat dari api hitam bergegas ke arahnya, dia mengulurkan tangan kirinya dengan santai. Saat itu juga, tekanan mengerikan dari kultivator tingkat platinum muncul.


Arima langsung menahan ular hitam raksasa itu dengan tangan kirinya. Di depan tatapan tidak pecaya orang-orang, dia mengepalkan tangan kirinya, kemudian ...


Black Imoogi yang tampak ganas dan mendominasi benar-benar sirna.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2