Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Tidak Bersemangat


__ADS_3

Sementara itu, di tempat Arima berada.


“Sampai kapan kamu akan tutup mulut, Pak Tua? Jika kamu mengatakannya, aku akan mengakhiri penderitaanmu.”


Arima berjongkok dengan ekspresi malas. Pria iru menatap sosok iblis ular di depannya. Bagian bawah tubuh makhluk itu adalah ular, bagian atas mirip manusia tetapi dilapisi sisik, dan bagian kepalanya mirip ular king kobra.


Kondisi iblis di depan Arima tanpak buruk. Seluruh tubuhnya diikat dengan rantai merah menyala. Bagian luar sisiknya gosong. Aroma kulit terbakar menyebar.


Ya ... bukan hanya warnanya merah, tetapi rantai yang digunakan untuk mengikat makhluk itu juga diciptakan dari jimat khusus. Hampir seperti besi yang dipanaskan dalam suhu tinggi lalu digunakan untuk mengikat tubuh iblis atau roh jahat.


“Sampai kapanpun iblis itu tidak akan mengatakan yang sebenarnya, Arima. Lebih baik kita menghabisinya lalu segera pergi dari tempat ini.”


Tsubaki berkata dengan nada tidak sabar. Dia merasa sangat kesal, sama sekali tidak menyangka kalau pengejaran mereka menjadi sia-sia.


Setelah mengejar begitu lama, ternyata Divisi 6 tertipu oleh jenderal kepercayaan Raja Iblis dan pasangannya. Mereka menggunakan teknik khusus untuk mengelabui dengan merubah penampilan.


Jadi setelah terkejar dan dikalahkan, ternyata apa yang Divisi 6 kejar bukan Raja Iblis nyata, tetapi yang palsu. Sementara keberadaan Raja Iblis asli yang terluka parah sama sekali tidak diketahui.

__ADS_1


“Pergi dari tempat ini? Mencari?” ucap Arima dengan nada malas. “Itu sia-sia, Tsubaki.”


“Lalu apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Tsubaki.


“Setelah mengejar sampai sejauh ini, seharusnya iblis tua ini mennganggap kalau Raja Iblis telah lolos dan misinya sudah berakhir. Itu berarti, dia sama sekali tidak peduli dengan kehidupannya.


Di sisi lain, hanya iblis tua ini yang mengetahui keberadaan Raja Iblis. Dimana dia sekarang dan akan pergi ke mana.


Kita harus mencari tahu keberadaannya atau pengejaran kita berminggu-minggu benar-benar sia-sia.”


“...” Tsubaki hanya memandang Arima dalam diam.


“Lalu sampai kapan kamu akan menginterogasi? Sudah berminggu-minggu mengejar, ingin menghabiskan waktu lebih lama untuk bertanya?”


Mendengar keluhan itu, Arima hanya diam. Dia sadar kalau Tsubaki khawatir Raja Iblis melarikan diri dan tidak lagi terkejar.


Masalahnya waktu telah berlalu bergitu lama. Sudah sepantasnya jika Raja Iblis telah melarikan diri ke tempat lain. Jadi, apa yang perlu mereka lakukan sekarang adalah mengumpulkan informasi sebanyak yang mereka bisa.

__ADS_1


Mengumpulkan informasi, mempersiapkan diri untuk melakukan pengejaran, lalu berperang melawan Raja Iblis sebelum makhluk itu pulih seutuhnya.


Melirik Tsubaki yang kesal, Arima berkata dengan nada malas.


“Ingatlah, Tsubaki. Kesuksesan hanya datang kepada mereka yang mau mencoba. Pencerahan akan mendatangi mereka yang mau bersabar.”


Setelah mengatakan itu, Arima mengalihkan pandangannya kembali ke salah jenderal iblis ular di depannya.


***


Sementara itu, dalam sebuah kereta kuda yang mengarah ke Blackriver City.


“Apakah kamu belum bisa melupakannya, Bos? Bukankah seharusnya kamu orang yang paling kuat di antara kita bertiga?”


Melihat Arthur yang berbaring dengan ekspresi kosong seolah kehilangan cahaya harapan, Joe membujuknya.


Lily sendiri hanya duduk diam sambil memberi Arthur bantal pangkuan. Mengelus rambut pemuda itu dengan lembut tanpa mengatakan apa-apa.

__ADS_1


Melihat langit-langit dengan wajah kosong, Arthur bergumam.


“Setelah apa yang aku lalui? Bagaimana bisa aku menjadi bersemangat, Joe?”


__ADS_2