
Pada saat itu, tatapan Arthur dan Michael saling bertemu. Seketika, kesunyian muncul di antara mereka berdua. Beberapa saat kemudian, Michael langsung berlari ke arah Arthur dengan senyum di wajahnya.
“Ternyata kamu juga berada di tempat ini, Arthur!”
“Siapa?”
Arthur langsung memiringkan kepalanya, pura-pura tidak kenal dengan pemuda tampan dan narsis yang bergegas ke arahnya.
“Ayolah! Apakah kamu tidak merindukanku karena sudah lama tidak bertemu, Kawan?”
Michael berjalan ke arah Arthur sambil membuka lebar kedua tangannya. Alih-alih disambut dengan hangat, Arthur malah mundur beberapa langkah dengan ekspresi jijik yang tidak disembunyikan di wajahnya.
Selain Michael, ada juga enam orang lain. Empat laki-laki dan dua perempuan. Salah satu lelaki memakai pakaian murid inti Sekte Pilar Surgawi, dua lelaki memakai pakaian prajurit, dan sisanya memakai pakaian yang indah. Lelaki terakhir jelas seorang bangsawan.
Ada juga dua perempuan yang memakai pakaian indah. Dari penampilannya, salah satu dari perempuan itu mirip lelaki bangsawan. Dengan melihat mereka saja, Arthur langsung bisa menilai situasi.
‘Pangeran, putri, pasangan pangeran, dua penjaga, dan dua pahlawan.’
Melihat barisan yang tampak mewah itu, Arthur mengelus dagu. Pada saat dia hendak mengatakan sesuatu, sosok lelaki maju. Dia langsung memberi hormat dengan menyatukan tangan sambil membungkuk.
“Senang bertemu denganmu, Saudara Arthur. Nama saya Sam, orang yang ditunjuk di Pilar of Monkey. Saya mendengar banyak hal tentang anda dari Saudara Michael. Selain itu, cerita tentang bagaimana anda membunuh siluman ular tingkat gold telah menyebar luas.
Saya benar-benar mengagumi kehebatan anda.”
“...”
Arthur tercengang. Dia kemudian melirik ke arah Michael yang langsung memalingkan wajahnya. Pemuda itu juga mengingat sosok Reyna. Dia jelas telah membuat kesepakatan kalau dirinya, Arthur si koki sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejadian di Desa Batu Putih!
‘Orang-orang ini ...’
Menahan perasaan jengkel, Arthur mencoba tersenyum ramah. Dengan sudut bibir berkedut, pemuda itu berkata.
“Kamu tidak perlu begitu sopan, Sam. Kamu seharusnya tidak boleh mempercayai orang dengan begitu mudah, khususnya orang ini! Selain itu, aku benar-benar tidak mengetahui apa yang kamu maksud. Siluman ular apa? Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan makhluk seperti itu.
Aku hanya seorang koki keliling. Sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk terlibat dengan hal-hal merepotkan semacam itu.”
__ADS_1
Arthur menatap ke arah Sam. Berbeda dengan Michael atau beberapa orang yang memiliki kesan lebih dewasa daripada usianya, Sam jelas dipindahkan pada usia sekitar 17 tahun. Pemuda itu cukup tampan, tetapi juga terlihat agak naif.
“Benarkah? Namun menurut berita yang disampaikan Nona Reyna, anda telah menghabisi siluman-“
“Cukup.” Arthur langsung menghampiri pemuda itu dan menepuk kedua pundaknya. “Kita tidak boleh membicarakan hal semacam ini dengan sembarangan, apalagi di depan umum. Okay?”
“...”
Mendengar peringatan Arthur, Sam langsung menutup mulutnya. Dia melirik sekeliling, dan merasa agak malu ketika melihat banyak orang yang menatap ke arah mereka.
“Kalau begitu mari pergi untuk minum teh? Karena masih di kapal, hanya ada satu tempat kita bisa pergi, kan?” Michael membujuk dengan senyum di wajahnya.
“Jika teman-temanmu tidak keberatan, maka aku juga baik-baik saja dengan undanganmu.”
Michael langsung melirik ke arah empat orang lain. Melihat mereka mengangguk lembut, pemuda itu melihat ke arah Arthur lalu berkata dengan senyum di wajahnya.
“Kalau begitu mari kita pergi!”
Mereka pun pergi bersama untuk memesan teh dan camilan. Arthur, Michael, dan Sam duduk mengelilingi meja yang sama. Tiga bangsawan berada di meja lain, sementara pengawal berdiri di sekitar mereka untuk menjaga keamanan.
“Kenapa kamu pikir aku akan memburu iblis? Aku sama sekali tidak tertarik dengan hal semacam itu!” ucap Arthur dengan nada kesal.
“Tetapi kamu adalah satu-satunya orang yang membuat pencapaian mencolok setelah keluar dari Sekte Pilar Surgawi. Beberapa tim lain mungkin berhasil memburu makhluk jahat, tetapi hanya tingkat rendah. Beberapa keroco tingkat bronze yang mengacau tetapi mudah dibersihkan.”
Michael berkata dengan senyum penuh kemenangan.
“Bukankah aku yang melakukannya? Kenapa malah kamu yang sombong?” Arthur menghela napas panjang. “Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kamu pergi ke Kerajaan Sakura? Kenapa kamu berada di sini?”
“Bukankah ini sungai perbatasan antara tiga kerajaan? Kenapa aku tidak bisa berada di sini?”
Memang benar, sekarang Arthur berada di jalur air yang menjadi perbatasan satu kerajaan cukup besar dan sebuah kerajaan kecil. Ketiganya adalah Kerajaan Sakura, Kerajaan Ume, dan Kerajaan Fuji.
Sebelumnya, Arthur sendiri juga berkeliling di pinggiran kerajaan. Namun sekarang memutuskan untuk pergi menuju ke Kerajaan Fuji, tempat putri Takahide berada. Sebenarnya, dibandingkan kota-kota besar yang lebih padat, Arthur sendiri lebih suka berada di area perbatasan yang dekat dengan tempat-tempat berbahaya, tetapi banyak peluang.
Lagipula, Arthur benar-benar bosan menghadapi beberapa trik yang dilakukan oleh manusia.
__ADS_1
“Seharusnya kamu berkeliling antar kota untuk melenyapkan makhluk-makhluk jahat di kerajaan itu agar membuat ‘dia’ bahagia, kan? Kenapa repot-repot pergi ke perbatasan? Jika tebakanku benar ...” Arthur berbisik. “Misi pengawalan, kah?”
“Kamu tajam seperti biasa, Arthur.”
“Kenapa kamu mau melakukan hal semacam itu? Hal-hal dengan bau politik sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita, kan? Seharusnya kamu tidak perlu melakukan hal-hal merepotkan semacam itu.”
Arthur berkata dengan nada tak acuh. Dia sama sekali tidak peduli dengan pangeran atau putri dari Kerajaan Sakura itu. Ketiga bangsawan tersebut jelas bukan kultivator. Sedangkan kedua penjaga memang kultivator, tetapi di usia pertengahan dua puluhan, mereka mencapai tingkat silver bintang 3. Di kerajaan biasa, memang sudah kuat. Namun dibandingkan dengan para murid di 12 dojo Sekte Pilar Surgawi ...
Mereka benar-benar tidak ada apa-apanya.
“Hey, kamu tidak bisa sekejam itu, Arthur. Bahkan jika kamu seorang kultivator, kamu juga harus menghargai orang-orang biasa, kan?” Michael memasang senyum masam di wajahnya.
“Aku tidak begitu peduli apakah orang-orang itu kultivator atau tidak. Aku juga tidak begitu peduli apakah mereka bangsawan atau rakyat biasa. Aku hanya bilang kalau aku tidak suka terlibat dengan hal-hal yang merepotkan.”
Swoosh! Klang!
Sebuah pisau dilemparkan ke arah pangeran, tetapi langsung ditangkis oleh salah satu penjaga. Saat itu juga, beberapa sosok dengan pakaian serba hitam dan memakai topeng muncul. Mereka semua langsung mengelilingi tempat itu.
“Bukankah kita pergi secara diam-diam? Bagaimana mungkin berita itu bisa bocor?”
Pangeran bergumam pelan. Melihat banyak orang mengelilingi mereka, ekspresinya menjadi lebih serius. Dia bahkan tampak gugup.
Pada saat itu, Arthur bangkit dari kursinya lalu mengangkat kedua tangan sambil berkata.
“Jika aku berkata kalau aku tidak ada hubungannya dengan mereka, apakah kalian bisa melepaskanku?”
Mendengar pertanyaan itu lalu melihat ke arah wajah lelah dan bosan di wajah Arthur, para pembunuh saling melirik. Sesaat kemudian, sosok yang tampaknya memimpin berkata dengan tegas.
“Jangan mencoba membodohi kami! Berhenti melakukan perlawanan, maka aku akan mengirimmu pergi dengan cepat!”
Bukannya gugup seperti para bangsawan dan penjaga, Arthur malah menghela napas panjang lalu melirik ke arah sahabatnya dengan ekspresi kesal.
“Sudah aku bilang, kan? Ini benar-benar merepotkan!”
>> Bersambung.
__ADS_1