Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Empat Hadiah


__ADS_3

Setelah membicarakan hal-hal tidak penting dengan Michael, Arthur mengirim orang itu pergi.


Arthur kemudian kembali ke kamarnya. Usai mengunci pintu, pemuda itu akhirnya mengambil paket pemula yang sebelumnya tidak pernah dia buka.


Kemudian, pemuda tersebut mulai memeriksanya satu per satu.


Heavenly Eyes.


Heavenly Eyes adalah keterampilan bawaan yang bisa digunakan untuk melihat hampir segala hal di dunia. Selain itu, mata ini mampu untuk mendeteksi para iblis, roh jahat, dan monster yang menyamar di bawah kulit manusia.


Master of Alchemy.


Master of Alchemy adalah skill peningkatan khusus. Mempercepat pemahaman dalam meramu pil, menumbuhkan herbal, menangani berbagai bahan, dan hal-hal yang berhubungan dengan obat-obatan.


Unknown Weapon - Gluttony.


Gluttony, jenis senjata di rank yang tidak diketahui. Senjata ini hidup, memperkuat diri dengan memakan tulang, daging, dan darah. Sebuah senjata yang bisa tumbuh tanpa batas, memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi jenis senjata apapun.


Yin-Yang Koi.


Sepasang ikan supranatural yang hidup di antara ilusi dan realitas. Jenis makhluk unik dengan kemampuan yang dapat dikembangkan tanpa batas.


Melihat itu, Arthur mengelus dagu. Dia awalnya tidak begitu peduli. Namun setelah memikirkannya baik-baik, tampaknya hal-hal tersebut masih sangat berguna.


Jika 11 orang lain mengetahui apa yang dipikirkan oleh pemuda itu, mereka pasti sudah muntah darah karena marah. Dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan satu atau dua hadiah tingkat tertinggi, 4 hadiah Arthur jelas sudah sangat keterlaluan.


"Mata ini bisa digunakan untuk mencari bahan, bukan?"


"Keterampilan alkemis. Ini jelas bisa digunakan untuk memanfaatkan bahan dengan cara terbaik, tidak menyia-nyiakan bahan. Keterampilan yang bagus."


"Sedangkan senjata ..."


Arthur akhirnya memanggil senjatanya. Dikarenakan senjata tersebut bisa berubah bentuk, dia memikirkan bagaimana cara menanganinya.


Beberapa saat kemudian, sebuah pedang hitam dalam aura suram muncul dalam ruangan. Dalam warna hitam, tampak banyak rune emas dan merah yang terus bergerak. Terlihat hidup, dan agak aneh.


'Jadi kamu adalah rekanku. Berbanggalah, wahai manusia. Karena aku, Gluttony bisa bersama dengan manusia sepertimu.'


Suara yang tidak bisa terdefinisi apakah laki-laki atau perempuan muncul dalam kepala Arthur. Namun bukannya terkejut, pemuda itu malah berkata.


"Kamu bisa berubah bentuk menjadi senjata apa saja, kan?"


'Wahai manusia, kamu pikir sedang berbicara dengan siapa? Tentu saja Gluttony-sama bisa melakukannya!'


"Berubah menjadi pisau seperti yang aku pikirkan!" ucap Arthur santai.


Mengikuti perintah Arthur, Gluttony mulai berubah bentuk. Pisau dapur, pisau daging, pisau panjang ... berubah menjadi berbagai jenis pisau dengan bentuk, ketebalan, dan ketajaman berbeda.


"Bisakah kamu berubah menjadi wajan?"


Setelah diam sejenak, suara Gluttony kembali terdengar.


'Tidak.'


"Panci?"


'Tidak.'


"Teflon?"

__ADS_1


'Tidak.'


"Jadi alat pemanggang juga tidak mungkin, kan?"


'Ya. Namun itu bukanlah senjata!'


"Cih! Padahal aku pikir telah mendapatkan kitchen set!"


Mendengar seruan Arthur, Gluttony benar-benar tidak bisa berkata-kata. Satu hal yang pasti. Dia jelas berpikir kalau tuannya sudah gila.


Gluttony memiliki kebanggaan sebagai senjata spiritual yang sangat ditakuti sekaligus sangat diinginkan. Namun siapa sangka, dia benar-benar dibandingkan dengan kitchen set belaka!


Bahkan dianggap sebagai kitchen set yang lebih praktis!


'Manusia—'


"Ya ... Setidaknya aku bisa menggunakannya untuk memotong berbagai bahan," gumam Arthur.


Gluttony sekali lagi terdiam. Membayangkan kalau senjata spiritual bermartabat seperti dirinya akan digunakan untuk memotong sayur atau bumbu seperti daun bawang, bawang putih, bawang merah, cabai, dan sebagainya membuat tubuhnya gemetar.


Gluttony mungkin memiliki kesadaran, tetapi dia tidak bisa menentang tuannya. Itu berarti ... nasibnya sebagai peralatan dapur benar-benar telah ditentukan!


Jika bisa menangis dan melarikan diri, Gluttony pasti sudah melakukannya saat ini juga.


"Tampaknya aku harus menyiapkan sarung untuk—"


'Tenanglah, Manusia! Tenang!'


Gluttony langsung menyela. Saat itu juga, tubuhnya berubah menjadi cahaya hitam lalu menabrak punggung tangan Arthur. Berubah menjadi tato berbentuk bintang berujung tujuh berwarna hitam dengan banyak rune emas dan merah yang indah.


"Hey! Aku tidak menyangka kamu begitu praktis," ucap Arthur puas.


"Kalau begitu, sekarang aku harus memanggil ikan. Karena ikan, aku harus menyiapkan air, kan?"


Arthur langsung keluar untuk mengambil air dan menaruhnya dalam ember kayu lalu membawanya kembali ke kamar. Setelah itu, barulah dia mengeluarkan Yin-Yang Koi.


Ruangan seperti robek. Dua ekor ikan berwarna hitam dan putih dengan tubuh seukuran tiga jari pria dewasa muncul. Kedua makhluk itu melayang di udara, berenang ke sana dan sini seperti sedang berenang dalam air.


"..."


Arthur tampak suram. Selain indah, dia bahkan tidak melihat keistimewaan lain. Bahkan jika hewan peliharaannya kembar, pemuda itu merasa keduanya tidak akan mengenyangkan jika diolah.


Mereka terlalu kecil!


'Tuan!'


Dua suara manis seperti lolita terdengar dalam kepala Arthur. Dari itu saja, jelas kalau dua ikan itu bukanlah sembarang peliharaan yang kekurangan akal. Dibandingkan harimau ganas, mereka masih lebih baik. Namun Arthur tampaknya tidak peduli dengan suara manis dan lucu dalam benaknya.


"Apa kemampuan kalian?"


'Saya memiliki kemampuan menyembuhkan, Tuan!' ucap koi putih.


'Saya bisa menggunakan jenis sihir unik, Tuan. Menyerang musuh dengan bilah ruang tak terlihat dan hampir tidak mungkin dihentikan!' ucap koi hitam.


"Hanya itu?"


Yin-Yang Koi langsung terdiam. Mereka awalnya merasa sangat bangga karena kedua kemampuan itu berharga, bahkan sangat langka. Namun siapa sangka, ternyata tuan mereka tidak menghargai kemampuan tersebut.


'Selain serangan, saya memiliki ruang kosong, Tuan. Ruang kosong tersebut memiliki ukuran 3 meter panjang, lebar, dan tinggi. Bisa terus meningkat sesuai dengan budaya kultivasi.'

__ADS_1


Koi hitam menjelaskan dengan penuh keraguan.


"Seperti cincin dimensi atau semacamnya?"


'Mirip, tetapi tidak sama. Ruang milik saya bisa dibilang sebagai kekosongan. Mungkin hanya bisa menyimpan benda mati, tetapi waktu tidak akan berpengaruh di sana.'


"Jadi ketika menaruh daging di dalamnya, daging itu akan tetap fresh?" tanya Arthur.


'Eh? Bisa dibilang seperti itu.'


Koi hitam tampak ragu.


"Sangat bagus!" ucap Arthur dengan senyum puas di wajahnya.


Melihat tuannya memuji koi hitam, koi putih merasa tertekan. Dia bahkan merasa cemburu. Setelah berpikir, dia akhirnya berkata.


'Saya ... Saya memiliki ruang hidup yang bisa berkembang, Tuan!'


"Ruang hidup?"


'Bisa dibilang, saya memiliki dunia kecil sendiri. Anu ... tapi ukurannya hanya 3 x 3 meter.'


Koi putih merasa agak malu. Namun masih tidak ingin kalah dengan koi hitam.


"Dunia sendiri? Apakah bisa dikembangkan? Apakah kita bisa menanam atau memelihara sesuatu di sana?"


'Tempat ini awalnya tandus. Namun selama anda bisa menyediakan sumber mata air, rerumputan, dan sebagainya ... seharusnya itu mungkin, Tuan.'


"Sangat bagus! Kalian berdua ... Kalian berdua sungguh luar biasa!"


Mendengar pujian Arthur, kedua koi itu berenang di sekeliling pemuda itu dengan senang. Tampaknya sangat bahagia karena pujian yang mereka dapat.


"Bisakah kalian merubah bentuk? Maksudku, aku tidak ingin tampil mencolok. Namun jika tidak bisa tidak apa-apa, kalian bisa bersembunyi di balik jubahku dan—"


'Kami bisa, Tuan!'


Setelah mengatakan itu bersamaan, keduanya menjadi cahaya hitam dan putih. Mereka langsung berubah menjadi anting Yin-Yang di telinga Arthur.


"Luar biasa!" ucap Arthur puas.


Sementara ketiganya tampak bahagia, Gluttony hanya bisa mengasihani juniornya dalam diam. Lagipula, dia tahu ... tuan mereka jelas menjadikan Yin-Yang Koi sebagai kulkas dan kebun berjalan!


Keterampilan bawaan kuat hanya untuk memilih bahan.


Keterampilan alkemis super hanya untuk menangani atau mengolah bahan.


Senjata yang ditakuti dan dicari dijadikan peralatan memasak.


Pet dengan fungsi support dan serangan malah diperlakukan sebagai kulkas dan kebun berjalan.


Hal tersebut membuat Gluttony semakin yakin kalau ... tuannya benar-benar sudah kehilangan sebagian dari kewarasannya!


^^^>> Bersambung.^^^


---


Bantu Author Kei dengan vote, like, dan komentar. Kalian juga bisa memberikan gift agar author lebih semangat.


Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2