
Beberapa jam kemudian.
“Jadi, ternyata gadis kecil ini yang menjaga desa selama hampir tiga puluh tahun? Jika itu benar, itu berarti dia lebih tua dari kita, Bos. Kita tidak bisa memanggilnya dengan sebutan gadis kecil.”
Jotaro memandang Arthur dengan ekspresi aneh. Bahkan jika perempuan itu tampak seperti gadis berusia 11 atau 12 tahun, hampir tiga puluh tahun telah berlalu sejak malam pembantaian. Itu berarti, usia perempuan tersebut sekitar 40 sampai 41 tahun.
“Kamu benar.” Arthur mengelus dagu. “Namanya Lily. Meski dibilang wanita dewasa, sama sekali tidak ada perubahan dalam fisik dan pikirannya. Dia tipikal gadis kecil dari desa yang polos. Selain itu, tampaknya dia juga terlalu patuh.”
“Apakah kamu berencana untuk membawanya, Bos?”
“Itu ...” Arthur menggaruk kepalanya. “Meski cukup mudah berurusan dengan anak-anak nakal, aku cukup buruk dalam mengajari anak patuh seperti dirinya.”
“Lalu meninggalkannya sendiri?” tanya Jotaro.
Mendengar ucapan Jotaro, Arthur langsung melihat ke arah Lily yang duduk di anak tangga. Setelah payung merah lepas dari tangannya, gadis itu benar-benar tampak seperti anak normal. Ya ... setidaknya cukup normal.
Arthur berjalan menghampiri gadis itu lalu berjongkok di depannya. Sambil tersenyum, dia bertanya.
“Apakah kamu mau ikut dengan kami, Lily?”
“Kamu terlihat seperti seorang paman yang mencoba menculik gadis kecil, Bos.”
“Diam!”
Arthur langsung bangkit sambil menggaruk kepalanya. Melihat Lily yang memandanginya dengan ekspresi kosong, dia benar-benar bingung harus mengatakan apa.
“Kamu melakukannya dengan cara yang salah, Bos.”
Jotaro berjalan mendekat. Setelah berada di dekat Lily, dia mulai memperkenalkan diri.
“Salam kenal, Lily. Namaku adalah Jotaro, dan orang yang berdiri di sana adalah Arthur. Kami adalah seorang kultivator yang berkelana untuk memburu iblis jahat. Sama seperti- Aduh!”
“Kamu terlalu banyak omong, Joe. Kamu tidak boleh berbicara seperti itu pada anak kecil. Lagipula, baginya, roh jahat yang kita lawan itu ... adalah keluarga dan tetangganya.”
__ADS_1
Arthur menghela napas panjang. Pemuda itu kemudian berdiri di depan Lily. Melihat gadis yang kehilangan emosinya tersebut, dia tahu kalau pengalaman yang terjadi pada malam tiga puluh tahun yang lalu membekas berat dalam pikiran gadis itu. Menurutnya, Lily mirip dengan korban perang yang mengalami trauma, tetapi tidak segera dialami dan mengakar puluhan tahun lamanya.
Melihat ke arah gadis kecil yang duduk diam, Arthur agak marah karena tidak menyangka hal semacam itu juga terjadi di dunia ini. Dia kemudian berkata dengan lugas, tanpa ada bujukan atau semacamnya.
“Ikutlah dengan kami, Lily. Ayahmu, ibumu, dan semua orang-orang di desa telah dibebaskan. Mereka semua telah tenang, dan mereka pasti juga ingin melihatmu bahagia.
Jangan hanya duduk di tempat ini karena semua orang telah pergi. Di luar sana, ada padang rumput luas, pegunungan tinggi, dan laut tanpa batas. Banyak hal yang menantimu, jadi kamu tidak boleh hanya tinggal di sini.
Mereka semua telah pergi, jadi berhentilah menjadi manja. Biarkan mereka pergi tanpa rasa khawatir. Sekarang, semuanya telah baik-baik saja. Kamu harus berhenti bersedih dan kembali melangkah.
Sudah terlalu lama kamu terhenti di tempat ini.”
Mengatakan itu, Arthur mengulurkan tangannya.
Lily meraih tangan Arthur. Dengan wajah berlinang air mata, gadis itu bangkit dan berjalan mengikuti pemuda tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata. Secara tidak langsung menjadi anggota ke-3 dari divisi 10 yang belum lama ini didirikan.
***
“Setelah tidak makan seharian, kenapa kita makan bubur yang tidak membuat kenyang, Bos?”
Melihat Arthur yang memasak bubur, Jotaro merasa bingung. Hari ini, mereka sama sekali tidak makan apa-apa satu hari penuh. Biasanya, Arthur akan memilih membuat sesuatu yang mengenyangkan. Namun kali ini, pemuda itu malah membuat bubur.
“Kita memang tidak makan seharian, tetapi Lily tidak makan bertahun-tahun. Langsung makan sesuatu yang keras akan mengejutkan perutnya. Jadi lebih baik makan sesuatu yang lembut dan mudah dicerna seperti bubur.”
“Tidak makan bertahun-tahun ... apakah hal semacam itu mungkin?” tanya Jotaro.
“Itu mungkin.”
Arthur mengangguk. Di dunia sebelumnya, ada juga diet yang terbilang ekstrem dari daerah Asia Tenggara, bertapa dan puasa 40 hari lamanya. Hal semacam itu bisa dilakukan oleh normal, tetapi resikonya sangat tinggi karena banyak fungsi tubuh yang akan berhenti sementara. Selain itu, jika orang tersebut bisa menyelesaikan ritual, mereka tidak langsung makan nasi keras.
Pertama-tama, orang itu akan dibantu oleh keluarganya untuk menghirup uap ketika nasi dimasak. Hari berikutnya, barulah orang itu mulai makan bubur encer. Setelah perut orang itu terbiasa, barulah dia bisa makan normal seperti biasa.
Di dunia kultivator, Arthur sama sekali tidak terkejut melihat orang yang tidak lagi makan setelah mencapai level tertentu karena mereka bisa hidup hanya dengan bermeditasi dan menyerap energi qi dari alam untuk memberi makan tubuh mereka. Meski ada yang seperti itu, dia merasa kalau hal semacam itu hanyalah tindakan bodoh.
__ADS_1
Hanya karena bisa melakukan itu, mereka membuang nikmat mencicipi berbagai makanan lezat di seluruh penjuru dunia. Bagi koki seperti Arthur, itu adalah tindakan bodoh!
“Waktunya makan, Lily.”
Arthur pergi ke tenda untuk membangunkan gadis kecil itu. Dia tampaknya tertidur pulas karena sudah sangat lama tidak beristirahat dengan baik. Selain itu, Lily juga terus menangis di sepanjang sore.
Bagi Arthur, Lily sangat kuat. Bukan masalah levelnya, tetapi mentalnya. Membayangkan gadis kecil menanggung beban emosi seperti itu selama tiga puluh tahun tanpa mengeluh kepada siapapun jelas sesuatu yang luar biasa. Jika dia menjadi Lily, mungkin sekarang dirinya telah menjadi penjahat gila yang pergi ke mana-mana, mengendalikan ratusan roh jahat untuk melakukan pembantaian.
Lily akhirnya bangun. Gadis kecil itu menggosok matanya. Dia kemudian menatap ke arah Arthur sambil memiringkan kepalanya.
“Waktunya makan,” ucap Arthur dengan senyum lembut di wajahnya.
Setelah itu, Arthur mengajak Lily keluar untuk makan. Melihat gadis kecil itu hanya memandangi semangkuk bubur dengan wajah bingung, Arthur menghela napas panjang. Dia menyuruh gadis itu menghirup uap terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, pemuda itu memintanya untuk meminum sup hangat. Baru kemudian mulai makan bubur.
Ya ... disuapi oleh Arthur.
‘Kenapa rasanya ketua divisi 10 ini (aku) malah menjadi baby sitter?’
Melihat mata keruh Lily mulai berbinar ketika makan, sebuah pemikiran muncul dalam benak Arthur. Pemuda itu buru-buru menggelengkan kepalanya. Pada saat itu, dia mendengarkan suara Jotaro.
“Apakah tidak apa-apa membiarkan dia bergabung dengan divisi 10, Bos? Maksudku, jika anggota, Lily juga harus bertarung, kan? Rasanya gadis itu sama sekali tidak cocok untuk bertarung.”
“Dia tidak cocok karena belum diberi bimbingan. Namun Lily sama sekali tidak lemah. Lagipula, meskipun terlihat seperti boneka cantik dan rapuh, dia adalah kultivator tingkat gold bintang 5.”
“EH?” Jotaro tercengang.
Saat itu, Arthur sekali lagi menambahkan.
“Benar, Joe. Bahkan setelah Lily bergabung, kamu masih yang paling lemah di divisi 10.”
Ucapan Arthur langsung membuat Jotaro kehilangan kata-kata.
>> Bersambung.
__ADS_1