Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
144 - Sang Singa Dari Gunung Bunga


__ADS_3

Tanpa terasa, tiga hari berlalu begitu saja.


Dalam waktu ini, perwakilan dari setiap divisi datang. Dari apa yang Arthur lihat, tampaknya Divisi 1 sampai Divisi 4 dipimpin oleh lelaki tua. Divisi 5 dan Divisi 6 dipimpin oleh pria seusia Arima. Sedangkan Divisi 7 sampai Divisi 9 adalah para pria yang belum terlalu tua.


Mengingat betapa ‘kuat’ ketua Divisi 9, Arthur tidak berani main-main dan menganggap semuanya serius.


Bukannya dia tidak punya harga diri atau semacamnya. Namun orang yang baik bukan orang keras kepala, sebaliknya orang yang bisa menyesuaikan kondisi. Bersikap keras atau lunak tergantung pada situasi.


Jadi dalam tiga hari, Arthur lebih banyak diam, melihat, dan mendengar. Tidak mencoba membuat gerakan berlebihan atau mencari masalah.


Hari ini, pertemuan antar ketua divisi akan dilakukan. Di malam hari, tepat ketika bulan purnama menyinari istana, memperlihatkan pemandangan indah dimana bunga-bunga plum berterbangan di bawah lautan bintang.


Hanya saja, semua orang tidak datang untuk menikmati pemandangan. Berbeda dengan suasana luar yang tenang dan nyaman, di halaman belakang di mana pertemuan diadakan, suasana tampak begitu tenang.


Orang-orang memiliki ekspresi serius di wajahnya, membuat suasana semakin tertekan.


“Karena semua orang telah datang, mari kita mulai saja perbincangannya.”


Duduk di kursi utama, Sang Ketua berkata dengan ekspresi serius di wajahnya. Mengetuk meja kayu dengan jari telunjuknya, dia menatap ke arah tertentu lalu berkata.


“Sebelum lelaki tua ini mengatakan semuanya, apakah ada yang ingin kamu katakan Tuan Tsukasa?”


Mendengar ucapan itu, Ketua Divisi 7 langsung duduk dengan punggung tegak. Menundukkan kepalanya, dia berkata penuh hormat dan penyesalan.


“Maafkan kelalaian saya, Pemimpin. Saya memberikan informasi yang salah dan meminta senior untuk membantu masalah saya, tetapi akhirnya malah membuat kekacauan.”


“Bagus jika kamu sudah merasakan penyesalan. Namun hal semacam itu sama sekali tidak boleh diulangi. Sebagai sanksi, bonus yang seharusnya kamu dapat dari misi itu akan diberikan pada divisi yang telah membantu.


Apakah ada keberatan?”


“Tidak!” jawab Tsukasa tegas.


“Baik.”


Setelah mengatakan itu, Sang Ketua menatap sosok Arima yang duduk malas. Menghela napas dalam hati, lelaki tua itu masih berkata.


“Dalam kekacauan kali ini, Tuan Arima melakukan tugasnya dengan sangat baik. Meski memiliki sedikit keteledoran, tetapi dia juga tidak bisa disangkal kalau dirinya melakukan tugasnya dengan luar biasa.”

__ADS_1


Mendengar itu, semua orang mengangguk dengan ekspresi pengertian. Meski tampak ceroboh, tetapi Arima memang memiliki kemampuan. Dia bisa diandalkan pada saat yang dibutuhkan. Mereka semua telah terbiasa. Namun, ada yang membuat mereka cukup tertarik dalam masalah ini.


“Selain itu, kita harus menyambut dengan ramah ketua Divisi 10 yang baru saja didirikan, Tuan Arthur.


Tidak hanya menyelesaikan tugas tahunan dengan baik, dia juga sangat membantu dalam masalah yang terjadi kali ini. Memburu demonic beast dan iblis tingkat Gold, serta menyelamatkan banyak orang tidak bersalah.


Bukan hanya menunjukkan kekuatannya, dia juga memberi Garden of Death wajah. Tidak gagal dalam misi dan menyebabkan opini buruk tentang kelompok kita.”


Mendengar pujian demi pujian yang diucapkan oleh Sang Ketua, orang-orang langsung mengarahkan pandangan ke arah Arthur. Bahkan Arima menatap juniornya itu dengan senyum di wajah malasnya.


“Pemimpin terlalu memuji. Itu sama sekali tidak perlu dibesar-besarkan. Saya hanya menyelesaikan tugas, tidak kurang dan tidak lebih.”


Mendengar jawaban Arthur yang tidak sombong dan tidak rendah hati, orang-orang mengangguk ringan. Membuat ketua divisi lain tampak puas, bahkan ketua divisi 9 diam-diam mengacungkan jempolnya.


Benar-benar tidak menyangka kalau juniornya sekarang jauh lebih kuat dan memiliki kemampuan bertarung lebih baik dibandingkan dirinya. Jika bukan karena ketua divisi lain terus mengawasi, dia ingin datang dan mengobrol dengan saudara juniornya itu.


“Karena masalah sebelumnya telah diselesaikan dan semua orang mendapatkan pelajaran yang berharga, maka kita akan menghentikannya di sini.


Sekarang, kita akan melanjutkan pembahasan masalah berikutnya ...”


***


Membuka matanya, Arthur melihat langit-langit dengan ekspresi lelah di wajahnya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pertemuan bisa menjadi begitu lama dan pembahasannya begitu rumit. Tampaknya tidak terlalu jauh berbeda dengan Sekte Pilar Surgawi.


Bedanya, mereka adalah organisasi mirip tentara bayaran, bukan sekte putih yang banyak membantu dengan lebih tulus karena mempromosikan kebajikan.


Tentu saja, tidak semua sekte seperti itu.


Arthur duduk lalu memijat lehernya dengan ekspresi lelah di wajahnya. Untungnya, sebagai anggota muda, ketua divisi 5 sampai divisi 10 tidak perlu melakukan tugas manajemen dan beberapa tugas inti organisasi.


Memang, itu memiliki arti kalau mereka tidak memiliki kekuatan nyata, atau setidaknya hanya punya kekuatan terbatas di organisasi. Tidak memiliki hak untuk berbicara karena yang paling dipertimbangkan adalah keputusan para tetua.


Beberapa orang mungkin merasa tidak puas, tapi bagi Arima dan Arthur yang lebih suka kebebasan, mereka tampak puas dengan status saat ini.


“Benar-benar melelahkan.”


Bangkit dari tempat tidur, pemuda itu pergi mengambil air. Setelah minum, dia pergi mencuci muka lalu berganti pakaian. Baru kemudian keluar untuk menemui kedua rekannya.

__ADS_1


Alasannya jelas, karena urusan di tempat ini selesai, Arthur ingin meninggalkan markas dan kembali ke ibukota untuk membuka restoran. Sama sekali tidak ingin berhubungan dengan masalah rumit di tempat ini.


Lagipula, seperti yang dikatakan Sang Ketua, tidak baik bercampur terlalu lama di tempat seperti ini. Khususnya bagi orang sepertinya yang menyukai kebebasan.


Setelah memanggil Joe dan Lily, Arthur berpamitan dengan ketua divisi lain. Siang harinya, mereka pun langsung menuruni gunung. Benar-benar tidak ingin tinggal lebih lama lagi.


Baru saja menuruni gunung, Arthur mendengarkan suara Joe.


“Apakah kita akan kembali ke tempat ini setiap tahun, Bos?”


Bagi Joe, perjalanan ke markas utama adalah berkah bersembunyi. Selain bisa mengenal beberapa senior dari divisi lain, dia juga mendapatkan pengalaman dari mereka. Jelas panen yang baik dibandingkan ketika belajar sendirian.


“Itu wajib, jadi kita harus melakukannya.”


Arthur menghela napas panjang ketika mengatakannya. Tampaknya benar-benar enggan untuk kembali.


“Arthur, Arthur ...”


Mendengar panggilan Lily, Arthur menoleh.


“Ada apa, Lily?”


“Aku mendapatkan hadiah dari lelaki tua pemabuk itu. Bolehkah aku memakainya?”


Setelah mengatakan itu, Lily menunjukkan jepit rambut indah dengan ukiran bunga plum di atasnya.


Melihat itu, mata Arthur langsung menyempit. Meski tidak terlalu akrab dengan Pak Shishio, tetapi dia telah mengumpulkan cukup banyak informasi tentangnya. Bahkan setelah mengetahui informasi tentangnya, pemuda itu tertarik belajar darinya.


‘Sang Singa dari Gunung Bunga.’


Seperti namanya, Shishio memiliki arti singa. Sedangkan Gunung Bunga tidak hanya menunjukkan markas utama organisasi, tetapi juga teknik pedangnya.


Bersama dengan bunga yang bermekaran di pedangnya, darah musuh akan tersebar.


Sebuah ilmu pedang yang menggabungkan keindahan dan keganasan. Membuat orang kagum dan takjub dengannya. Lagipula, menurut informasi yang Arthur kumpulkan ...


Pak Shishio adalah salah satu pendekar pedang terbaik di dunia!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2