Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Menyeret Juniornya


__ADS_3

Siang di hari yang sama.


Arthur dan Daiki duduk di ruang santai. Mereka duduk di atas tatami dengan sebuah meja pendek di depan mereka. Selain sake, tampak beberapa makanan ringan yang menemani mereka.


“Apakah kamu benar-benar harus pergi besok? Tidak ingin datang ke markas cabang untuk berlibur? Aku rasa kalian bekerja terlalu keras akhir-akhir ini, bukan?”


“Bukannya aku tidak ingin berlibur. Sebenarnya aku berencana untuk menyelesaikan tiga misi lain lalu berlibur di musim dingin. Namun, tampaknya hal semacam itu tidak bisa dilakukan.”


Setelah mengatakan itu, Arthur langsung menghela napas panjang. Ekspresi lelah tampak di wajahnya. Jelas, tampaknya rencana yang dia susun tidak lagi berguna.


“Apakah ada masalah? Jika ada, aku akan membantumu. Bicaralah, bukankah kamu bilang memperlakukanku seperti saudara?”


“Bukan begitu, Kak Daiki. Masalahnya, ini ada hubungannya dengan Senior Arima. Tampaknya dia mendapatkan beberapa masalah, dan aku diminta untuk membereskannya. Apakah kamu benar-benar ingin membantu?”


“...”


Daiki tercengang. Entah kenapa, dia langsung berkeringat dingin. Pria itu langsung memaksakan senyum di wajahnya.


‘Tolong jangan bercanda denganku, Bung. Aku belum puas menikmati kehidupan. Sama sekali tidak berencana untuk mati dalam waktu singkat.’


Daiki mengeluh dalam hati. Sesuatu yang berhubungan dengan Arima pasti berbahaya. Bahkan jika disuruh membantu untuk melawan beberapa makhluk, setidaknya mereka berada di level gold.


Divisi 9 adalah sekelompok orang yang suka keuntungan dan bermain aman. Jika bukan karena hadiah yang didapatkan dari Frost Wyvern cukup menggiurkan dan sebanding dengan resiko, mereka sama sekali tidak berniat melakukannya.


Lagipula, itu juga alasan kenapa mereka meminta Arthur datang untuk membantu.


“Tenang, Kak Daiki. Aku tidak akan membuatmu terlibat dalam masalah ini.”


“Maafkan aku, Arthur.” Daiki menghela napas panjang.


“Tidak apa-apa. Selain untuk membantu Senior Arima, ada juga alasan kenapa aku bersikeras melakukannya.


Kamu mabuk semalaman dan baru bangun siang ini. Cobalah untuk mengecek informasi yang diberikan oleh pemimpin besar. Tampaknya Garden of Death menjadi lebih sibuk dibandingkan sebelumnya.”


Mendengar ucapan Arthur, Daiki segera memeriksa emblem miliknya.


Setelah beberapa waktu untuk mencerna informas, Daiki tertegun di tempatnya. Pria itu tampaknya tidak percaya dengan informasi yang diterimanya. Rasanya, semuanya seperti mimpi. Kemudian, hanya satu kata yang terucap dari mulutnya.


“Gila.”


Arima, salah satu tokoh palih kuat dalam Garden of Death menerima misi pemusnahan skala besar. Permintaan tersebut dibuat oleh empat kerajaan. Tugas yang diinginkan adalah pemusnahan klan iblis di hutan besar yang bertempatan di antara empat kerajaan.

__ADS_1


Pada awalnya, persiapan berjalan dengan lancar. Namun, semuanya menjadi kacau ketika informasi yang diberikan oleh empat kerajaan ternyata salah.


Menurut informasi yang diberikan, ada satu iblis tingkat platinum dan sepuluh iblis tingkat gold bintang 7-9. Sedangkan kenyataannya benar-benar sangat jauh.


Musuh memiliki 2 iblis tingkat platinum (ketua dan wakil ketua klan), 12 jenderal iblis tingkat gold, dan 4 monster tingkat gold.


Kesulitan hampir berlipat ganda!


Divisi 6 dan Divisi 7 bekerja sama untuk melakukan misi, tetapi berakhir kacau. Divisi 6 membunuh 1 iblis level platinum dan 3 jenderal iblis level gold. Divisi 7 mengalami kerugian besar karena terkena jebakan, tetapi masih berhasil membunuh 2 jenderal iblis.


Sekarang Arima mengejar ketua klan iblis yang merupakan iblis level platinum bersama anggota Divisi 6. Ada 7 jenderal iblis tingkat gold dan 4 monster yang melarikan diri dari sana. Mereka menyebar ke segala arah, jelas membuat kekacauan skala besar.


Bisa dibilang, bencana ini terjadi karena orang-orang yang terlalu terburu-buru dan meminta menyerang tanpa konfirmasi atas kebenaran informasi. Oleh karena itu, bukan hanya terkena musibah, empat kerajaan benar-benar menerima kemarahan Garden of Death.


Sekarang, misi lain dikeluarkan, yaitu untuk memburu jenderal iblis dan monster yang melarikan diri. Hanya saja, situasinya masih tidak optimis.


Dari 12 musuh, 3 pergi ke barat, 2 pergi ke utara, 2 pergi ke timur, 4 pergi ke selatan.


Divisi lain berada jauh dari lokasi. Divisi 9 dan Divisi 10 juga cukup jauh di tenggara pusat kejadian. Namun karena permintaan pemimpin besar, beberapa divisi akhirnya memberi wajah dan datang ke lokasi paling dekat dengan mereka.


Divisi 7 yang cukup menderita masih memaksakan diri mengejar ke timur. Ada dua divisi lain yang berencana mengambil bagian untuk menyelesaikan iblis yang bergerak ke utara dan barat.


“Kamu bilang tidak akan melibatkanku, Arthur?”


“Aku tidak melibatkanmu, Kak Daiki. Hanya saja, bukan aku, tetapi pemimpin besar yang meminta kita melakukannya.” Arthur tersenyum masam.


Daiki merasa sangat tertekan. Sejak bergabung dengan Garden of Death, sangat jarang, hampir tidak pernah ada misi besar seperti itu. Bahkan jika ada, semuanya pasti sudah ditangani Divisi 1 sampai Divisi 6 dengan rapi.


Menarik napas dalam-dalam, Daiki yang lebih tenang berkata.


“Kita berada di tenggara. Namun, posisi kita lebih dekat ke arah timur. Jadi aku menyarankan untuk pergi ke timur lalu mencegat dua jenderal iblis. Setelah itu, kita menghabisi mereka dengan bantuan Divisi 7.


Setelah itu, barulah kita bergerak ke selatan. Seharusnya, divisi yang mengurus barat selesai saat itu juga. Kita bisa menghubungi mereka untuk meminta bantuan. Bagian selatan bisa dimusnahkan oleh empat divisi.


Bahkan jika tidak ada bantuan dari barat, aku rasa tiga divisi masih bisa menghancurkan 4 musuh level gold, kan?”


“...”


“Kenapa kamu diam, Arthur?”


Mendengar itu, Arthur memasang senyum masam. Menyesap sake, pemuda itu berkata dengan nada melankolis.

__ADS_1


“Itulah yang aku pikirkan, Kak Daiki.”


“Lalu kenapa kamu sedih?”


“Masalahnya, jika kita pergi ke timur terlebih dahulu, kerajaan di selatan tidak bisa bertahan, bukan? Meski bukan salah kita, tetapi hal semacam itu tidak bisa dibiarkan. Namun, pergi ke selatan juga cukup berbahaya, aku merasa agak enggan.”


“Aku tahu perasaanmu, Arthur? Namun, kamu harus menguatkan diri-“


“Bukan begitu, Kak Daiki! Masalahnya, Senior Arima memintaku untuk pergi ke selatan! Dia juga memberi beberapa peringatan dalam surat permintaan tersebut.


Hadiah misi sangat bagus, dan Senior Arima bahkan memberiku tambahan hadiah jika bisa menyelesaikan misi. Hal semacam itu membuatku ragu. Belum lagi, orang itu juga berkata,


‘Aku percaya dengan kekuatanmu, Junior!’


Percaya kepala bapak kau! Orang itu menyuruhku menerima misi yang mungkin membunuhku! Bagaimana jika aku menolak? Bukan hanya merasa bersalah atas kematian orang-orang di kerajaan, tetapi aku juga pasti ditargetkan oleh orang gila itu!


Hey! Bukankah dia lebih memberontak dan tidak masuk akal dibandingkan diriku? Kenapa aku harus menjadi junior orang semacam itu? Ini menjijikkan!”


Mendengar ucapan Arthur, Daiki berkeringat dingin untuk pemuda itu. Ditargetkan Arima jelas bukan sesuatu yang baik. Dia yakin kalau Arthur juga telah mendapatkan rumor bagaimana orang itu berani bertarung dengan sengit melawan Divisi 4 karena suatu masalah.


Sama sekali tidak takut melanggar peraturan yang dibuat oleh pemimpin besar!


“Kalau begitu, setelah aku menyelesaikan musuh di timur, aku akan segera membantumu, Arthur.”


“Kamu tidak langsung ikut denganku ke selatan?” tanya Arthur dengan ekspresi heran.


“Bukannya aku tidak mau. Mungkin 2 musuh di timur kurang mengancam, tetapi mereka masih membahayakan Divisi 7 yang sekarat. Kamu tahu, para bangsawan sombong di Divisi 7 benar-benar keras kepala. Mereka jelas terluka parah, tetapi masih mengejar karena alasan kebanggaan.


Aku takut mereka mengalami kecelakaan dan Divisi 7 dihapuskan. Jika hal semacam itu terjadi, semuanya akan menjadi lebih kacau.


Selain itu, kamu memiliki kekuatan yang luar biasa. Membunuh satu dan menahan tiga sama sekali tidak masalah. Kamu bisa menahan makhluk-makhluk itu agar tidak membawa kehancuran.


Setelah membantu bagian timur, aku akan menyeret para bangsawan bodoh itu ke selatan untuk membantumu.”


“...”


Mendengar itu, Arthur tidak bisa berkata-kata. Meski dia tahu Daiki ingin lari dari masalah, pemusnahan Divisi 7 memang tidak boleh terjadi. Jadi pemuda itu sama sekali tidak bisa menolak ‘pilihan mulia’ yang dibuat Divisi 9.


Oleh karena itu, Arthur hanya bisa menyalahkan Arima. Seorang senior yang suka menyeret juniornya ke bawah untuk mati!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2