
Dari balik penutup mata, Arthur melihat Jotaro yang menunjuk ke arahnya dengan penuh gaya.
“Kamu tidak akan memiliki Stand-In atau semacamnya, kan?”
Arthur tidak bisa tidak bertanya. Jotaro yang berada di depannya bukanlah seorang remaja, tetapi pria dewasa dengan usia lebih dari dua puluh tahun. Meski tidak melebihi tiga puluh, dia benar-benar berada di tingkat silver bintang 6 yang benar-benar luar biasa.
Bisa dibilang, Jotaro adalah pria paling berbakat yang dia temui selain para pahlawan dan murid inti dari Sekte Pilar Surgawi. Lagipula, dia adalah bandit. Sama sekali bukan murid sekte besar atau semacamnya.
“Stand-In? Apa yang kamu maksud dengan itu?”
Jotaro mengerutkan kening. Seolah-olah menyadari sesuatu, dia menggertakkan gigi sambil berteriak.
“BERANINYA KAMU MEMBODOHIKU, R-Y-U-M-A!”
Arthur tercengang. Dia jelas hanya bertanya, tetapi pria itu tampaknya begitu tempramental. Jotaro langsung berjalan ke arahnya tidak cepat atau lambat. Satu tangan dimasukkan ke saku dan memiliki ekspresi tegas. Berjalan dengan cara penuh gaya.
‘Dia tidak akan berteriak ‘ORA’ dan aku tidak perlu membalas dengan ‘MUDA’, kan?’
Arthur menyeka keringat di dahinya. Melihat ke depan, tampak sosok Jotaro yang lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya. Tubuhnya juga lebih besar dan dipenuhi dengan otot. Pria itu kemudian memasang kuda-kuda dan berkata dengan nada serius.
“Bersiaplah untuk menghadapi kekalahan ... R-Y-U-M-A!”
Arthur yang memegang gagang pedang tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.
‘Tidak bisakah kamu berhenti mengeja namaku dengan cara seperti itu? Itu terlalu memalukan!’
SWOOSH! BANG! BANG! BANG!
Sosok Arthur dan Jotaro menghilang dari tempat mereka. Ketika muncul kembali, tampak sosok Jotaro yang melancarkan tinju dengan kecepatan luar biasa. Hampir dua puluh kali per detik!
Sebagai tanggapan, Arthur menghindari sebagian besar pukulannya dan menangkis sisanya dengan pedang yang belum keluar dari sarungnya.
BLARRR!
Pada saat pukulan terakhir yang begitu keras dia tangkis, Arthur langsung terpental mundur lebih dari sepuluh meter. Dia kemudian mengangkat bahu, tampaknya melemaskan otot-ototnya. Pemuda itu kemudian menatap ke arah Jotaro yang masih tampak cool.
__ADS_1
“Kamu memang kuat karena telah bisa bertahan dari tinju besiku, R-Y-U-M-A! Namun, apakah kamu berpikir hanya ini kemampuanku?”
Jotaro kemudian memegang ujung topinya dan menatap ke arah Arthur dengan wajah misterius. Saat itu juga, aura merah membara muncul dari tubuhnya.
“Apakah kamu tahu seberapa kuat gabungan lima binatang?”
SWOOSH!
Sosok Jotaro bergegas dengan kecepatan luar biasa yang tidak cocok dengan bentuk dan ukuran tubuhnya seperti seekor rusa. Pria itu langsung muncul di depan Arthur lalu mengayunkan tinju seperti seekor beruang yang melambaikan cakarnya.
BANG!
Sosok Arthur langsung terpental ke udara. Saat itu Jotaro meluncur ke arahnya seperti bangau yang melesat di udara. Lalu mengubah gerakan tangannya menjadi cakar, langsung mengayunkan lengannya ke arah Arthur seperti harimau yang menerkam mangsanya.
BLARRR!
Sosok Arthur langsung menabrak dan menghancurkan beberapa pohon. Saat mendarat di tanah, Jotaro langsung muncul dari belakangnya dan hendak melilit lalu mencekiknya seperti ular. Namun sosok Arthur tiba-tiba menghilang.
Pada saat muncul, Arthur berdiri di atas sebuah cabang pohon yang tipis seolah tubuhnya sangat ringan.
“Gerakan lima binatang buas yang menggabungkan rusa, beruang, bangau, harimau, dan ular memang indah. Namun sangat disayangkan, saya benar-benar tidak memiliki hobi dipeluk laki-laki karena merasa itu tidak benar.”
Saat itu Arthur menjatuhkan dirinya. Pengangan tangannya pada gagang pedang menjadi erat. Pemuda itu kemudian melakukan backflip di udara lalu mendarat dengan tenang. Pada saat semua orang bingung dengan apa yang sedang terjadi, suara tenang Arthur terdengar.
“Black Hermit Style, bentuk pertama ... black wind.”
Bersama dengan ucapan Arthur, semua orang terkejut ketika melihat topi Jotaro tiba-tiba terbelah dan jatuh ke tanah. Selain itu, banyak dedaunan yang terpotong. Benda-benda yang terpotong kemudian terbakar, membuat semua orang melihat ke arah Arthur dengan ekspresi luar biasa.
“Tingkat gold?!” Jotaro terkejut. Keringat langsung membasahi keningnya.
Bukan hanya kekuatannya yang sangat luar biasa, tetapi tekniknya juga tidak kalah luar biasa. Padahal, itu adalah trik yang Arthur ciptakan sendiri karena dia pasti akan dicurigai jika menggunakan teknik dari Sekte Pilar Surgawi.
Trik itu sebenarnya sangat sederhana, yaitu memadatkan energi qi di ujung pedang lalu menghempaskannya ke lawan. Apa yang membuatnya sulit adalah mengatur tingkat kepadatan energi qi, kecepatan serangan yang secepat suara, dan cara membidik dengan tepat pada waktu singkat. Menurut pembuatnya sendiri ...
Itu adalah trik murahan yang tampak keren karena sulit dilakukan!
__ADS_1
Alasan kenapa Arthur menggunakan nama Black Hermit juga sederhana. Pertama, dia berperan seperti pendekar pedang dengan jiwa tenang seperti pertapa (hermit). Selain itu, pemuda itu suka warna hitam dan energi qi miliknya memiliki warna sama.
Ya ... sesederhana itu!
“KENAPA KAMU TIDAK MEMBUNUHKU?” tanya Jotaro dengan mata terbelalak.
“Karena kalian tidak membunuh.”
Arthur berkata dengan tenang. Meski banyak orang dalam kelompok karavan terluka, tetapi sama sekali tidak ada yang terbunuh. Bisa dibilang, para bandit itu sama sekali tidak berniat membunuh.
“Kalian sebenarnya tidak jahat, bukan? Kenapa kalian melakukan hal semacam ini? Saya benar-benar tidak mengerti.”
Arthur menggeleng ringan.
“Kamu ... bagaimana kamu mengetahuinya?”
Pemimpin bandit menatap ke arah Arthur dengan ekspresi tidak percaya. Setelah itu, dia menarik napas dalam-dalam lalu mulai berbicara.
“Sebenarnya ...”
Pemimpin bandir mulai menjelaskan alasannya. Alasannya sendiri membuat Arthur merasa agak aneh. Mereka tampaknya bermain sebagai Robin Hood yang mencuri dan merampas untuk orang-orang yang membutuhkan. Hanya saja, penampilan mereka benar-benar ‘agak mencolok’. Khususnya Jotaro yang terlalu mudah dikenali!
Arthur menghela napas panjang lalu berbicara secara acak. Berpura-pura bijak dan memberikan petunjuk kepada orang lain padahal dia sendiri bingung harus bagaimana.
“Saya mengerti kalau kalian memiliki niat baik. Tetap saja, mencuri atau merampok bukanlah suatu hal yang pantas dilakukan (ya, meski aku melakukannya sendiri).
Ada banyak hal yang bisa kalian lakukan. Dengan kekuatan kalian, bukankah kalian bisa bekerja dengan baik alih-alih melakukan perampokan beresiko? Jika suatu hari kalian mati dan dianggap sebagai penjahat, apakah kalian tidak takut keluarga kalian sedih?
Bukan hanya sedih, mereka mungkin diperlakukan dengan buruk karena dianggap sebagai kerabat bandit. Ayah, ibu, saudara, saudari, istri, atau mungkin anak kalian bisa saja menderita.
Apakah kalian ingin melihat pemandangan seperti itu?”
“TIDAK, PAK!!!” jawab mereka serempak sambil mengusap air mata.
“Kalau begitu, mulai sekarang kalian harus memikirkan apa yang ingin kalian lakukan setelah ini.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Arthur pergi dengan langkah tenang. Kembali ke kereta untuk tidur dengan gaya paling elegan.
>> Bersambung.