
Melihat bagaimana Arthur merespon, kelima orang itu langsung mendengus dingin.
“Tampaknya kita diremehkan oleh generasi muda, Pak Tua.”
Yusuke berkata dengan seringai di bibirnya. Pria itu kemudian mencabut pedangnya, menatap ke arah Arthur dan dua rekannya dengan ekspresi berbahaya.
“Anak-anak sekarang memang sangat merepotkan. Karena memiliki bakat, berpikir kalau mereka adalah pahlawan. Benar-benar belum pernah ditampar oleh kenyataan.”
Hidetoshi menggelengkan kepalanya. Lelaki tua itu tampanya sangat menyayangkan tindakan para pemuda sekarang yang suka bertindak begitu sembrono. Menghela napas panjang, dia menatap ke arah Arthur dengan ekspresi dingin. Hidetoshi kemudian melipat lengan bajunya.
Siap untuk memberi pelajaran para anak muda.
“Tidak bisakah kita langsung memulainya? Berbeda dengan kalian maniak bertarung dan kultivasi, aku itu sibuk.”
Sosok pria paruh baya gemuk, Murai berkata dengan ekspresi kesal di wajahnya. Dari penampilannya, dia jelas seorang pria yang mencintai kekayaan.
Mendengar ucapannya, beberapa orang tampak tidak puas. Sementara itu, Tetsuji, pemimpin klan saat ini hanya mengangguk ringan. Dia telah mencabut pedangnya, tampaknya siap bertarung kapan saja.
“Maaf jika aku menyela pembicaraan keluarga kalian. Namun, aku rasa anak kecil ini (aku) tidak sabar lagi menunggu kalian mengoceh. Jadi ...”
Sosok Arthur langsung bergegas menuju ke arah Yusuke dengan kecepatan luar biasa sambil berteriak.
“BIARKAN AKU YANG MEMULAINYA!”
Swoosh! Klang!
Menangkis serangan Arthur, ekspresi Yusuke berubah. Dia jelas tidak menyangka kalau serangan pemuda itu bisa begitu berat. Tampaknya orang itu bukanlah bunga dalam rumah kaca. Selain itu, informasi yang mereka dapatkan jelas salah.
Menurut informasi, Arthur adalah kultivator tingkat gold bintang 1. Selain itu, hanya ada Jotaro. Sama sekali tidak ada informasi tentang cursed girl.
Saat itu juga, Lily memegang erat tangannya lalu melayang. Ya, setelah mendapatkan pelatihan dari Arthur, dia bisa terbang bahkan cukup cepat jika menggunakan bantuan Cursed Blood Umbrella.
Arthur selalu mengingatkan Lily kalau gadis itu harus segera pergi bersembunyi ketika dia dan Jotaro bertarung. Lagipula, meski kekuatan Lily luar biasa, dia sama sekali tidak bisa mengendalikannya. Hanya menyerang dengan energi qi yang dirubah menjadi api secara asal-asalan.
Daripada melukai rekan satu tim, Arthur menyuruh gadis itu melarikan diri terlebih dahulu ketika mereka bertarung. Tidak perlu membantu mereka berdua sebelum menguasai kekuatannya sendiri.
__ADS_1
Melihat Lily terbang menjauh, Tetsuji dan Hidetoshi langsung bergerak. Mereka jelas tidak akan membiarkan gadis itu melarikan diri. Namun, saat mereka bergegas menuju ke arah Lily, sebuah energi qi seperti bulan sabit hitam langsung melintas di depan mereka.
“Apakah aku pernah bilang akan membiarkan kalian pergi, Pak Tua?”
“Bocah tidak sopan ini!”
Hidetoshi menggertakkan gigi. Dia langsung melesat ke arah Arthur. Tinjunya langsung berkilauan seperti logam, kemudian memukul ke arah pemuda itu dengan kuat.
BANG!
Arthur mundur beberapa meter. Saat itu juga, dia melihat Murai dan Shogo menyerang dari kiri dan kanan dengan senjata mereka. Pemuda itu langsung melompat tinggi untuk menghindari tebasan kapak dan tusukan tombak.
Setelah itu, Arthur langsung terbang ke arah Tetsuji dengan kecepatan luar biasa untuk menghentikan pria itu mengejar Lily.
Sedangkan Jotaro sendiri bahkan lebih sibuk. Dia menahan belasan orang sendirian agar tidak lewat untuk mengejar Lily. Penampilannya benar-benar mirip dengan binatang buas ganas di hutan. Dia memukul, membanting, dan menendang banyak musuh engan wajah peruh kemarahan.
Jelas ... masih marah karena Arthur seenaknya mengatur banyak musuh untuknya!
Arthur sendiri menatap lima orang dengan senyum tipis di wajahnya. Dalam pertarungan sekejap, dia langsung mengetahui beberapa informasi tentang musuhnya.
Meski begitu, Arthur sendiri merasa cukup senang karena dirinya tidak akan terlalu dirugikan jika melawan mereka.
“Hey, Pak Tua! Sebagai junior, aku akan memberi saran.”
Arthur menyeringai dengan senyum penuh ejekan.
“Jangan menahan diri. Jika tidak ...” Arthur langsung menebas dengan ganas. “Kalian mungkin terluka!”
Bersama dengan tebasan Arthur, bilah api yang berbentuk bulan sabit hitam langsung bergegas ke arah mereka. Sadar kalau menahannya menghabiskan terlalu banyak tenaga, mereka memutuskan untuk menghindarinya.
Saat itu, Arthur melihat Murai yang bergerak jauh dari empat rekan lainnya. Seolah melihat domba yang keluar dari kawanan, pemuda itu langsung bergegas ke arahnya seperti serigala kelaparan.
“Kena kau!”
Swoosh! BANG!
__ADS_1
Sosok Murai langsung menangkis serangan Arthur, tetapi langsung terpental dan berguling-guling di tanah karena perbedaan kekuatan. Pada saat mendongak, dia melihat sosok Arthur yang melompat ke arahnya dengan pedang dilapisi api hitam. Seperti bandit yang datang untuk membunuh dan menjarah.
BANG!
Sosok Hidetoshi muncul dari samping lalu memukul Arthur dengan keras. Pemuda itu terpental dan berputar di udara. Saat mendarat, sosok Shogo muncul dengan tombak yang dilapisi pusaran angin seperti bor besar.
“HAHAHAHA! Datang kemari, Pak Tua!”
Api pada bilah Arthur berkobar lebih ganas. Pemuda itu kemudian menebas, langsung mengincar ujung tombak yang menjadi pusat pusaran angin.
BLARRR!!
Asap putih langsung mengepul. Shogo terbang mundur beberapa meter dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya. Melihat kobaran api hitam pada bilah Arthur yang terus menyala, pria paruh baya itu merasa aneh.
Sebenarnya, alasan kenapa Arthur bisa bertarung lebih mudah dengan berbagai serangan kuat juga akibat apinya yang terus tumbuh. Setelah menghabisi roh jahat di Desa Tanpa Nama, apinya telah berkembang. Tanpa mengeluarkan jurus tertentu pun, sudah sangat kuat dan mampu digunakan untuk melawan beberapa jurus biasa.
“Kita telah meremehkan bocah ini.”
Hidetoshi berkata dengan ekspresi tidak senang. Di matanya, sekarang dia seperti melihat beberapa sosok jenius di generasinya. Mereka adalah tokoh-tokoh yang mampu menyapu jalan dengan kekuatan mereka sendiri. Berjalan menuju ke tujuan tanpa ada yang bisa menghentikannya.
Saat itu, suara Murai juga terdengar.
“Ini semua salah Yusuke. Jika dia tidak sembrono dan mencari berita asal-asalan, kita tidak akan begitu kerepotan karena telah menyiapkan taktik untuk melawannya. Sedangkan sekarang ... ini terlalu sulit.”
Merasa disalahkan, ekspresi Yusuke tampak sangat buruk. Dibandingkan dengan para petinggi lain, dia adalah generasi lebih muda dan paling menjanjikan. Dia terkenal sebagai jenius di klan, sosok yang akan menjadi kepala klan berikutnya. Karena sering disanjung dan dihormati, pria itu merasa jengkel ketika mendapatkan perlakuan semacam itu.
Sedangkan Arthur sendiri tertawa. Dia sama sekali tidak peduli dengan konflik internal. Jelas, para pria tua itu tidak mengerahkan semuanya, seperti harta, jimat, atau semacamnya karena tidak ingin merugi. Namun Arthur sama sekali tidak takut. Dengan senyum di wajahnya, pemuda itu berkata.
“Bukankah sebelumnya kalian berpikir sedang mengepungku? Namun, maaf ...”
Arthur menunjuk mereka dengan pedang di tangannya sambil menyeringai, penuh dengan niat bertarung.
“SEKARANG AKU YANG MENGEPUNG KALIAN!”
>> Bersambung.
__ADS_1