
“Wow! Lihat itu. Bukankah itu tanaman merambat yang ditanam pada pohon-pohon di sekitar sini.”
Arthur mendekat dengan senyum ramah di wajahnya. Dia langsung mengamati banyak tanaman rambat yang ditanam pada pot tidak jauh dari rumah. Pemuda itu menyodok tanaman itu dengan ekspresi penasaran. Pada saat itu juga, sebuah pemikiran buruk muncul dalam kepalanya.
‘Karena jumlahnya banyak … orang itu tidak akan keberatan jika aku mengambil beberapa, kan?’
Menyodok tanaman yang menggeliat itu, Arthur bergumam.
“Selain sebagai jebakan dan diatur di luar pagar untuk perlindungan, apakah ada fungsi lain? Mungkinkah benda ini beracun?”
“Lendirnya sendiri bisa membuat mual dan muntah-muntah. Namun setelah dipotong, direbus cukup lama, dan dikupas sampai bersih … bagian dalamnya bisa dimakan.”
“Oh! Ternyata bisa dimakan.”
Setelah mengatakan itu, Arthur menoleh. Dia melihat ke arah sosok lelaki tua yang baru saja muncul dengan senyum ramah di wajahnya. Lelaki tua itu tampak kurus kering, kulitnya juga tampak kasar. Selain itu, pria itu itu juga sedikit bungkuk.
“Bolehkah aku mengambil beberapa untuk dibawa pergi, Senior?”
Mendengar pertanyaan Arthur yang begitu tiba-tiba, pria tua itu tercengang. Dia melihat ke arah pemuda ceroboh yang sama sekali tidak tampak waspada kepada dirinya dengan ekspresi heran. Bukannya menjawab pertanyaan tersebut, pria tua itu malah bertanya.
“Apa yang kamu lakukan di sini, Nak? Apakah kamu tidak mengerti posisimu saat ini?”
“Tentu saja aku mengerti, Senior. Anda bisa saja langsung menyerang tanpa peringatan, tetapi lebih memilih untuk berbicara dengaku. Bukankah aku juga harus membalasnya dengan sopan.”
Arthur tersenyum ramah. Namun sebagai tanggapan, ekspresi pria itu menjadi lebih serius.
“Kamu dari sekte sekte besar itu. Apakah kamu datang untuk menangkapku?”
“Tidak.”
“Lalu dikirim untuk membunuhku?”
“Siapa yang repot-repot melawan kultivator tingkat gold bintang 3 tanpa alasan yang jelas, Senior? Aku jelas tidak sekonyol itu. Lagipula-“
Swoosh!
Sosok pria tua itu muncul di samping Arthur lalu menebas dengan pedang melengkung yang tampak aneh. Sebagai tanggapan, Arthur langsung mengelak dan berlari mundur belasan meter.
__ADS_1
“Itu benar-benar berbahaya, Senior!”
Arthur membuat gerakan menyeka keringat di dahi dengan senyum ramah di wajahnya. Pria itu menjadi semakin waspada karena saat ini, dia akhirnya mengetahui kekuatan Arthur yang sebenarnya.
“Tingkat gold bintang 1 di usia yang begitu muda. Apakah kamu sosok jenius dari sekte besar tertentu, Anak Muda? Bergegas ke tempat ini untuk menjadi pahlawan?”
“Hey, bukankah itu tuduhan yang benar-benar buruk?”
Arthur tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya. Dia menatap ke arah pak tua yang tampak kurus dan tidak berdaya, padahal sebenarnya sangat berbahaya dengan senyum masam. Tampaknya benar-benar tidak puas dan sedih karena diperlakukan dengan tidak adil.
“Namamu?” tanya lelaki tua itu.
“Aku?” Arthur menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Arthur. Bagaimana denganmu, Senior? Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan pertanyaan seperti itu?”
“Namaku Takahide. Sedangkan alasanku bertanya …”
Sosok Pak Takahide langsung muncul di depan Arthur, mengayunkan pedangnya dengan ekspresi kejam sambil berteriak lantang.
“Karena aku memiliki kebiasaan untuk mengingat orang yang pantas dihormati!”
Swoosh! DING!
“Gaya pedang Violet Raven gerakan pertama …”
Energi qi jenis angin dengan warna ungu yang tidak biasa menyelimuti bilah pedang Pak Takahide.
“Three Claws!”
Klang! Klang! Klang!
Tiga serangan berturut-turut dengan tempo cepat langsung dilancarkan, tetapi mata Arthur langsung berubah. Dia bisa menahan pria tua itu, tetapi ekspresi di wajahnya menjadi lebih serius. Merasakan tangannya mati rasa, pemuda itu langsung melompat mundur.
“Setidaknya keterampilan tingkat tinggi …”
Keterampilan tingkat tinggi ditambah tingkat kultivasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya. Hal tersebut jelas membuat Arthur menjadi lebih serius dibandingkan dengan sebelumnya. Namun saat dia mendarat, pemuda itu sedikit terkejut ketika melihat pandangannya sedikit buram.
‘Racun, kah?’
__ADS_1
Memikirkan itu, Arthur langsung mengambil sebuah benda bulat berwarna hijau semi transparan dari dalam cincin dimensi miliknya. Dia langsung memasukkannya ke dalam mulut. Benar saja, beberapa saat kemudian semuanya terasa lebih baik. Bukan hanya pandangannya, tetapi juga tubuhnya menjadi lebih mudah digerakkan dibandingkan sebelumnya.
“Obat penawar racun? Tampaknya kamu benar-benar mempersiapkan semuanya dengan baik, Anak Muda!”
“Ada beberapa kesalahan, Pak Tua. Pertama, aku tidak datang ke sini untuk melawanmu. Ke dua, ini permen yang aku buat sendiri … jangan samakan karyaku dengan pil pahit yang sulit ditelan itu!”
Setelah mengatakan itu, Arthur memegang erat pedangnya. Saat itu juga, api hitam langsung muncul pada bilah pedangnya. Dia langsung bergegas ke arah Pak Takahide. Dikarenakan musuhnya meminta, maka pemuda itu tidak akan lagi berbicara soal sopan santun.
SWOOSH! DING!
Sosok Pak Takahide langsung terpental beberapa meter ke belakang. Pada saat melihat ke arah Arthur, dia merasa terkejut dengan kekuatan sebenarnya dari pemuda itu.
Arthur memegang pedangnya lebih erat. Pada saat itu juga, api pada bilah pedang berkobar lebih ganas. Namun saat melihat rumah dan taman penuh berbagai tanaman di sekitar, pemuda itu mengendurkan cengkeramannya. Meski agak marah dengan sikap pria tua itu, dia sama sekali tidak ingin menghancurkan rumah ini.
Sosok Arthur langsung bergegas ke arah Pak Takahide. Kedua pedang langsung berbenturan. Pada saat lelaki tua itu fokus menahan serangan, Arthur langsung menendang perutnya dengan sangat keras sampai terpental lebih dari dua puluh meter menjauh dari rumah. Saat itu juga, Arthur langsung menyusul dengan cepat.
Alih-alih memegang pedang dengan satu tangan seperti sebelumnya, Arthur memegang pedang dengan dua tangan. Kobaran api hitam pada pedang menjadi semakin liar. Dia membanting pedang dengan keras secara vertikal dari atas ke bawah sambil berteriak.
“BLACK IMOOGI!!!”
SWOOSH!
Api hitam berbentuk ular bertanduk langsung melesat ke depan dengan ganas. Apapun yang dilewatinya langsung terbakar menjadi abu. Melihat pemandangan tersebut, Pak Takahide juga langsung memasukkan banyak qi ke dalam pedangnya. Dia memegangnya dengan dua tangan lalu melemparnya sekuat tenaga.
Pedang yang berputar dengan cepat dan diselimuti oleh qi ungu langung berubah menjadi gagak raksasa dan menabrak ular dengan keras.
BLARRR!!!
Suara ledakan langsung menggema di seluruh lembah. Pak Takahide membuat gerakan menarik, seketika, pedang melengkung langsung terbang kembali ke tangannya. Dia kemudian menatap ke arah pemuda yang sedang menghela napas di kejauhan dengan ekspresi penuh kejutan.
‘Bocah ini …’
Melihat ke arah Arthur, Pak Takahide berkata dengan ekspresi serius di wajahnya.
“Bocah! Apakah kamu … mengenal wanita bernama Nanami?”
Mendengar itu, Arthur yang awalnya agak serius tertegun. Dia menatap ke arah Takahide dengan heran. Memiringkan kepalanya, pemuda itu akhirnya membuka mulutnya.
__ADS_1
“Siapa itu?”
>> Bersambung.