Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Tidak Sulit?


__ADS_3

BLARRR!


Pedang yang diselimuti api hitam dan cakar raksasa dengan kilau logam bertabrakan keras.


Asap langsung membumbung tinggi, menyerbar ke segala arah.


Pertarungan Arthur dan iblis kelelawar memicu banyak jeritan warga. Mereka semua langsung bergegas melarikan diri. Menjauh dari lokasi pertempuran mereka berdua.


SLASH!


Memiliki seringai di wajahnya, Arthur langsung menebas dengan kejam. Dia membidik leher iblis kelelawar, tetapi akhirnya hanya ditangkis dengan tangannya.


Salah satu tangan makhluk itu terpotong. Bukannya ketakutan, iblis kelelawar malah tertawa terbahak-bahak.


“Boleh juga, Bocah! Namun semua usahamu sia-sia!”


Bersama dengan ucapan iblis kelelawar, banyak kelelawar vampir yang bergegas ke arahnya dan bergabung dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian, lengan putus benar-benar diregenerasi.


“Cih.”


Arthur mendecak tak puas. Rasanya dia sedang bermain game, melakukan PvP tetapi musuh bertindak curang dengan menggunakan potion terus-menerus.


“Apakah kamu lelah? Menyesal? Putus asa?”


Mendengar ejekan dari iblis kelelawar tersebut, Arthur tersenyum. Bukan hanya tidak marah, pemuda itu malah merasa semuanya menjadi lebih menarik.


“Sebenarnya aku merasa kalau ini menarik. Hanya saja ...”


Mencengkeram erat gagang pedangnya, api hitam yang melapisinya berkobar lebih ganas.


“Aku tidak memiliki waktu untuk bermain-main di tempat ini.”


Mengatakan itu, Arthur langsung menyerang iblis kelelawar.


Pada awalnya, iblis kelelawar masih tertawa penuh penghinaan. Namun, setelah beberapa saat, ekspresinya benar-benar berubah total.


Gerakan Arthur yang awalnya cukup teratur dan cepat berubah menjadi semakin cepat. Jika awalnya bisa menebas tiga atau empat kali setiap detiknya, sekarang pemuda itu menebas enam atau tujuh kali setiap detik.


Apa yang lebih mengerikan adalah ...


Gerakan pemuda itu masih bisa lebih cepat!


Melihat luka tebasan di sekujur tubuhnya yang langsung muncul setelah baru disembuhkan, iblis kelelawar menjadi lebih pucat.


Di depan mata terkejut iblis kelelawar, Arthur mencengkeram erat pedang dengan kedua tangannya. Matanya menyala dengan warna emas, dan uap panas muncul dari mulut serta hidungnya.


Slash! Slash! Slash!

__ADS_1


“KAMU-“


Belum sempah menyelesaikan kata-katanya, tubuh iblis kelelawar tiba-tiba terpotong menjadi banyak bagian. Tidak hanya itu, bangunan dengan jarak lingkaran 25 meter dengan Arthur sebagai pusatnya benar-benar dipotong sangat rapi menjadi banyak bagian.


Pada saat itu, gerakan Arthur tiba-tiba berhenti. Ekspresi tegas dan serius di wajahnya berubah. Dia berkedip dengan wajah bingung sebelum memuntahkan beberapa suap darah sambil memegang tenggorokannya.


“Uhuk! Uhuk! Apa-apaan ini!”


Arthur sempat merasa kepalanya kosong sejenak. Baru setelah beberapa saat, pemuda itu sadar lupa bernapas dan hampir tersedak asap sampai mati.


“Apakah itu pencerahan?” Arthur mengangkat alisnya. “Aku benar-benar tidak menyangka kalau pencerahan bisa didapat begitu mudah.”


Apa yang didengar oleh iblis kelelawar sebelum kesadarannya benar-benar menghilang adalah bualan Arthur. Benar-benar membuatnya ragu apakah dirinya hidup dengan sia-sia selama ini.


Tepat ketika iblis kelelawar mati, sisa kelelawar vampir di langit langsung berhamburan. Melihat pemandangan seperti itu, banyak warga jatuh berlutut sambil menangis. Tampaknya merasa bahagia karena hidup mereka terselamatkan.


Saat itu juga, banyak warga yang langsung bergegas menuju ke tempat Arthur bertarung dengan iblis kelelawar. Hanya saja, pemuda itu benar-benar telah menghilang ketika mereka sampai di tempat tersebut.


Selain puing-puing bangunan dan bekas kerusakan, Arthur atau iblis kelelawar sama sekali tidak terlihat. Tampaknya langsung pergi tanpa mengucap sepatah kata.


Benar-benar mirip dnegan pahlawan sejati!


***


Sementara itu, puluhan kilometer dari kota.


“Arthur, Arthur ... apakah ada yang salah?” tanya Lily dengan ekspresi kosong di wajahnya.


“Uhuk! Uhuk! Tidak apa-apa, Lily. Aku hanya merasa lebih baik kita pergi menemukan tiga demonic beast lain. Nyawa banyak orang dipertaruhkan.”


Mendengar ucapan Arthur, Lily yang polos langsung percaya. Dia menatap ke arah pemuda itu dengan mata penuh bintang. Seperti sedang melihat idolanya.


Sementara itu, Joe memandang bosnya dengan curiga. Jelas, tolong-menolong tanpa rasa pamrih bukanlah gaya Arthur. Selain itu, pemuda tersebut jelas tidak suka mendapatkan kerugian.


‘Sebenarnya ... apa yang salah? Apakah bos benar-benar kembali ke jalan yang benar?’


Jika Arthur mengetahui pikiran Joe, dia pasti sudah protes. Meski tidak terlalu baik, tetapi Arthur sama sekali tidak pernah merasa dirinya berada di jalan yang gelap dan sesat.


Hanya saja, pemuda itu memang memiliki alasan kenapa langsung pergi setelah menyelesaikan misi. Karena biasanya bertarung di alam liar, atau sekadar berlatih, dia jarang melakukan pada properti.


Arthur sama sekali tidak tahu apakah harus membayar denda atau tidak karena telah menghancurkan banyak bangunan. Itulah sebabnya dia melarikan diri untuk menjauhi masalah!


Jika orang-orang tahu apa yang Arthur pikirkan, mereka pasti bingung apakah harus menangis atau tertawa.


Sebenarnya, asalkan tidak menimbulkan terlalu banyak korban dan banyak kerugian. Beberapa kehancuran semacam itu bisa ditoleransi. Lagipula, orang mati tidak bisa hidup lagi dan bangunan bisa dibangun kembali.


Sudah jelas, mana yang lebih penting.

__ADS_1


Hanya saja, terkadang ada orang yang melupakan hal penting semacam itu. Banyak nyawa terbuang karena keegoisan manusia. Mengorbankan nyawa orang lain untuk keuntungannya sendiri.


“Kenapa kalian menatapku dengan cara seperti itu? Apakah kalian tidak percaya padaku?”


Arthur menyeka keringat di dahinya. Pemuda itu merasa gugup karena telah melakukan hal-hal buruk. Meski melarikan diri, dia sendiri masih merasa agak bersalah.


“...” Lily hanya menggelengkan kepala.


“Kemana kita akan pergi selanjutnya, Bos?”


Mendengar pertanyaan itu, Arthur langsung menoleh. Melihat ke arah Joe, dia balik bertanya.


“Bukankah aku pernah mengatakannya padamu?”


“Errr ...”


“Kita akan berburu burung setelah kelelawar. Urutannya adalah kelelawar, burung, sapi, dan ikan.” Arthur berkata dengan ekspresi serius.


“...”


Joe terdiam. Sudut bibirnya bergerak-gerak, bingung harus membalas apa.


Menurut misi, musuh yang mereka hadapi adalah makhluk tingkat gold yang berbahaya. Namun, entah bagaimana, demonic beast berbahaya dan bisa menghancurkan kota itu malah menjadi nama bahan makanan di mulut Arthur.


Benar-benar membuatnya bingung karena setelah sekian lama ... dia masih tidak tahu bagaimana cara Arthur berpikir!


Sementara dua rekannya linglung, Arthur duduk bersila sambil mengingat sensasi yang sebelumnya dia rasakan.


Gerakan pedang, pola pernapasan, kekuatan serangan, dan pelepasan energi qi. Pemuda itu mencoba mengingat segalanya.


Setelah beberapa saat, barulah dia membuka mata.


‘Banyak tebasan dalam satu detik. Itu benar-benar kemampuan yang bagus.’


Menghela napas panjang, pemuda itu berkata.


“Aku tidak menyangka, ternyata mendapatkan pencerahan benar-benar bisa semudah itu.”


Mendengar ucapan itu, sudut bibir Joe berkedut. Dia berpura-pura tidak mendengar ucapan pemuda itu karena ucapannya benar-benar bukan sesuatu yang seharusnya dikatakan manusia.


‘Pencerahan? Mudah? Kenapa aku tidak pernah mendengar hal semacam itu?’


Melihat ke arah Arthur, Joe hanya bisa mengeluh dalam hati. Membandingkan dirinya sendiri dengan monster semacam itu benar-benar membuatnya sakit hati dan rendah diri!


Merasa bakatnya yang banyak dipuji orang ternyata begitu menyedihkan!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2