Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Menerima Murid?


__ADS_3

“Bocah! Apakah kamu tidak tahu sedang berbicara dengan siapa?”


Saat itu, seorang pria paruh baya dengan jubah brokat berteriak keras. Menatap ke arah Arthur dengan ekspresi marah di wajahnya.


“Mantan Raja yang telah turun tahta. Lantas kenapa? Kamu pikir aku akan takut dengan gelar seperti itu? Omong-omong ...


Tempat ini bukanlah tempat yang cocok untuk orang biasa tanpa kekuatan sepertimu. Ah! Maksudku, Raja yang terpaksa naik tahta karena tidak ada kandidat lain yang bisa diminta naik tahta.”


Arthur berkata dengan nada bosan. Di satu sisi, dia merasa jengkel dengan orang-orang seperti mereka yang suka memamerkan kekuasaannya. Oleh karena itu, dia langsung berkata penuh dengan sarkasme. Mengejek kalau ‘orang biasa’ seperti mereka tidak lebih dari seekor serangga di mata kultivator.


Tentu saja, Arthur tidak menganggap semua orang dengan cara seperti itu. Apa yang dilakukannya sebenarnya sederhana. Menghormati orang-orang yang menghormatinya, dan menginjak lebih keras orang-orang yang berusaha menginjaknya. Bersikap kasar atau lembut, itu tergantung siapa lawan bicaranya.


“Kamu-“


“Cukup!”


Pria tua, mantan Raja langsung menyela putranya dengan ekspresi kesal. Bukan hanya tidak kompeten, putranya memang terkenal suka membuat masalah. Dari apa yang dikatakan Arthur, dia langsung paham apa yang sedang terjadi di sini.


“Karena usia tua, aku tidak lagi berurusan dengan masalah Kerajaan Fuji. Entah kamu percaya atau tidak, itulah faktanya. Aku tidak peduli dengan tujuanmu. Namun, aku tidak akan mengizinkanmu membuat masalah dan mempermalukan Keluarga Kerajaan Fuji di mata para tamu.


Jadi bagaimana menurutmu, Anak Muda?”


Saat itu, tekanan dari tubuh Arthur langsung menghilang. Dia kemudian bertepuk tangan dan merubah wajahnya. Ekspresi dingin di wajahnya digantikan dengan senyum sehangat musim semi.


“Kalau begitu masing-masing dari kita lebih baik mengambil satu langkah mundur. Aku tidak tertarik dengan urusan kerajaanmu, dan kamu juga tidak tertarik dengan urusan pribadiku. Berjalan di jalan masing-masing dengan harmonis. Itu benar-benar bagus, bukan?”


“Bocan ini ...” Lelaki tiau itu bergumam.


Meski dirinya berada di tingkat gold bintang tiga, lelaki tua tersebut merasa kalau melawan Arthur masih membahayakan nyawanya. Mungkin saja ada beberapa tamu yang mau membantunya, tetapi itu akan membuang wajah mereka sebagai para senior. Benar-benar kesulitan melawan junior yang puluhan tahun lebih muda dibandingkan mereka.


“Satu pertanyaan terakhir!” ucap lelaki tua itu.

__ADS_1


“Tolong katakan,” balas Arthur dengan senyum ramah di wajahnya.


“Apakah orang itu masih hidup? Kenapa kamu membantunya?”


“Itu dua pertanyaan, Pak Tua. Ya ... tak apa.” Arthur mengangkat bahu. “Dia seharusnya masih hidup. Sedangkan alasan kenapa aku membantunya adalah balas budi. Kebetulan aku mendengar kalau putrinya dengan buruk dan tidak mendapatkan pendidikan yang pantas. Aku datang untuk mengajarkan apa yang perlu dia pelajari lalu pergi. Sesederhana itu.”


Tidak mengatakan apa-apa, lelaki tua itu langsung pergi setelah mendengar jawaban Arthur. Beberapa tamu yang tampaknya adalah tetua dari beberapa sekte tertentu melirik ke arah Arthur dengan ekspresi penasaran, tetapi juga segera pergi dari sana lalu menyusul keluarga kerajaan yang pergi.


Di tempat itu, hanya tertinggal Arthur, Jotaro, Nanami, pemimpin assassin yang tidak sadarkan diri, dan para penjaga yang juga tampak pucat.


Mengabaikan para penjaga yang ketakutan, Arthur mengalihkan pandangannya kepada Nanami. Dia kemudian berkata dengan ramah.


“Akan saya ulangi sekali lagi. Perkenalkan, nama saya adalah Ryuma. Yang berdiri di belakang saya adalah-“


“Jotaro, pengawal Bos Ryuma!”


“Tidak bisakah kamu berhenti menyela ucapanku?”


“Apakah kalian benar-benar teman Ayahku? Apakah ... dia benar-benar masih hidup?”


Mendengar pertanyaan itu, Arthur yang awalnya marah kepada Jotaro tertegun. Dia kemudian melihat gadis yang menatap ke arah mereka dengan mata penasaran. Saat itu juga, pemuda itu ingat kalau Takahide belum melihat putrinya selama bertahun-tahun.


Arthur langsung memasang senyum ramah di wajahnya lalu menjelaskan.


“Jotaro tidak mengenal ayahmu, tetapi aku mengenalnya. Hubungan kami tidak begitu dalam. Dia banyak membantuku, itulah kenapa aku membalas budi. Melihatmu berlatih dengan keras, aku tahu kalau kamu benar-benar berniat untuk menjadi kultivator, kan?


Aku tidak tahu seberapa tinggi bakatmu, tetapi bakat saja tidak cukup. Kamu juga memerlukan seperangkat buku keterampilan untuk mencapai tingkat lebih tinggi. Semakin tinggi keterampilan tersebut, semakin tinggi juga batas atasnya.


Setelah kamu memilih jalan ini, seharusnya kamu telah mempelajarinya, kan? Bahkan jika kamu berlatih dengan keras dan memiliki bakat bagus, dengan teknik kultivasi dasar dan gerakan dasar berpedang seperti itu ...


Kamu tidak akan ke mana-mana (menembus tingkat yang lebih tinggi).”

__ADS_1


Mendengar setiap perkataan Arthur, tangan Nanami mulai mengepal erat. Dia menggigit bibirnya dengan enggan. Gadis itu jelas ingin menjadi lebih kuat, tetapi jalannya begitu tertutup sehingga dia tidak bisa maju.


“Jika boleh bertanya, kenapa kamu tidak berpikir untuk melarikan diri? Aku tahu kalau beberapa sekte tingkat rendah dan menengah di sekitar Kerajaan Fuji tidak akan menerimamu karena tidak ingin merusak persahabatan. Namun sekte tidak hanya ada di sekitar kerajaan ini.


Banyak sekte lebih besar dan lebih kuat di luar sana. Meski kemungkinan masuk juga tidak begitu tinggi, tetapi lebih baik mencobanya daripada terlambat dan menyia-nyiakan masa awal yang berharga, kan?”


Pada saat itu, Arthur melihat sosok Nanami. Meski masih belum sepenuhnya dewasa, gadis itu memang terlihat cantik. Agak kurus, tetapi tubuhnya juga tampak baik. Menyadari sesuatu, dia bergumam.


“Ya ... dunia luar memang berbahaya bagi gadis cantik sepertimu. Aku mengerti.”


Mendengar itu, Nanami tertegun sejenak. Dia merasa agak malu. Sambil menunduk, gadis itu berkata.


“Saya tidak takut dengan bahaya di luar. Meski resiko tinggi, tetapi bukan berarti saya tidak berani. Bahkan jika saya tidak memiliki uang, saya juga bisa melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Hanya saja ... saya tidak bisa keluar dari istana.


Bahkan jika saya bisa melarikan diri, ibu saya akan tertinggal di sini. Saya tidak ingin meninggalkan ibu saya.”


Pada saat mendengarkan ucapan Nanami, Arthur tertegun. Dia kemudian tersenyum ramah.


“Kalau begitu aku tidak salah datang ke tempat ini. Kamu ingat apa yang aku katakan sebelumnya, bukan?”


“Anda datang untuk mengajar saya?” gumam Nanami. Gadis itu kemudian tampak terkejut. “Apakah itu benar?”


“Untuk apa aku berbohong?” Arthur mengangkat bahu. “Selain itu, aku hanya mengajarimu beberapa waktu lalu pergi. Tidak mungkin aku terus berada di sini, kan?”


Nanami tampaknya tidak terlalu memperhatikan kalimat terakhir Arthur dan hanya memikirkan kalau pria itu tidak berbohong. Memikirkan bagaimana kekuatan Arthur yang berani berhadapan dengan tokoh paling ditakuti di kerajaan ini dengan begitu santainya, gadis itu merasa begitu bersemangat. Dia langsung berjalan ke arah Arthur lalu berlutut di depannya dengan ekspresi serius.


“Terimalah hormat murid ini, Guru!”


Banyak tanda tanya muncul di atas kepala Arthur. Dia jelas telah menjelaskan kalau perannya hanyalah sebagai guru privat yang mengajar sementara waktu. Pemuda itu sebenarnya juga tidak ingin tinggal begitu lama. Jadi dia benar-benar bingung ...


Kenapa gadis itu langsung memberi hormat dengan cara begitu tradisional kepada dirinya?

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2