Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Ada Yang Penasaran?


__ADS_3

“Benar-benar bocah menyebalkan.”


Sambil mengatakan itu, Hidetoshi langsung membuka lalu membuang bajunya. Hanya mengenakan celana pendek, tubuh lelaki tua yang awalnya sudah kekar semakin membengkak. Kemudian, tubuhnya mulai memancarkan kilau seperti logam. Energi qi tipe tanah juga mulai melapisi seluruh tubuhnya.


“Apakah kamu akan mengerahkan semuanya, Paman?”


Tetsuji yang biasanya diam berkata dengan suara dalam. Pria paruh baya itu kemudian memegang erat pedang dengan kedua tangan. Energi qi tipe tanah melapisi seluruh tubuh dan pedang di tangannya.


“Tidak ada pilihan lain. Jika tidak menggunakan kekuatan penuh, sulit bagi kita untuk berurusan dengannya,” ucap Hidetoshi sambil menatap ke arah Arthur dengan ekspresi gelap.


“Aku juga setuju denganmu.”


Shogo memegang erat tombaknya dengan wajah serius. Energi qi tipe angin langsung menyelimuti tubuhnya.


“Aku juga akan habis-habisan.”


Murai memegang kapaknya dengan ekspresi serius. Meski tidak sekuat tiga orang lain, dia masih memiliki harga diri yang begitu tinggi. Tidak berniat diam saja setelah dipuluki oleh seorang junior.


Yusuke tidak mengatakan apa-apa, tetapi langsung bersiap untuk bertarung. Sebagai orang yang selalu dianggap jenius, apa yang terjadi kali ini benar-benar membuatnya merasakan kebencian mendalam. Ingin membalas apa yang Arthur lakukan sebelumnya.


Melihat mereka berlima, Arthur menyeringai. Menggaruk belakang kepala dengan ekspresi ceroboh di wajahnya, pemuda itu berkata.


“Majulah, Pak Tua. Jangan menahan diri jika tidak ingin menyesal.”


“Sesuai dengan permintaanmu!”


Sosok Hidetoshi langsung bergegas ke arah Arthur dengan kecepatan luar biasa. Kedua tinjunya langsung dilapisi energi qi yang meledak-ledak.


BANG!


Arthur langsung menahan tinju dengan pedangnya. Namun pedang di tangannya sama sekali tidak bisa memotong tinju. Sebaliknya, tubuhnya malah terhempas puluhan meter.


Pada saat mendarat, Arthur langsung melihat Murai yang membanting tanah dengan kapak emasnya. Saat itu juga, tanah di sekitarnya langsung melonjak. Melilit dan menahan kakinya agar tidak bisa bergerak. Kemudian, bayangan hitam jatuh ke arahnya.


Secara refleks, Arthur langsung membuat gerakan menahan, tetapi ...


CRACK!


Tanah di bawah Arthur langsung jatuh, menjadi cekung penuh dengan retakan jaring. Pemuda itu sendiri menggertakkan gigi. Dia merasakan tenggorokannya terasa manis karena darah akibat dampak serangan. Meludahkan sesuap darah, dia menatap sosok Tetsuji dengan seringai di wajahnya.


‘Benar-benar serangan yang sangat berat! Jenis pengganda berat senjata?’


Melihat Tetsuji mundur, Arthur menghela napas dengan tangan sedikit gemetar. Namun ekspresinya tiba-tiba berubah ketika melihat sosok Hidetoshi muncul di depannya lalu memukul dadanya dengan sangat keras.

__ADS_1


BANG!


Sosok Arthur meludahkan sesuap darah lalu terhempas, terbang puluhan meter. Belum sempat mendarat, pemuda itu melihat sosok Yusuke dan Shogo dengan senjata yang dilapisi energi qi hijau seperi badai melesat ke arahnya lalu membanting senjata mereka.


Arthur langsung menggunakan pedangnya untuk bertahan.


BLARRR!!!


Pemuda itu langsung terhempas keras, menabrak tanah di bawahnya dengan keras. Ledakan tercipta, dan asap tebal menyebar ke mana-mana.


“Sekarang!”


Bersama dengan teriakan Hidetoshi, mereka berlima langsung bergegas ke arah Arthur untuk mengakhiri semuanya. Namun ketika mereka melesat menembus asap tebal, sesuatu yang tidak mereka duga terjadi.


Mata seperti safir dan zamrud tiba-tiba menyala. Saat itu juga, energi qi hitam langsung meledak, membumbung tinggi dan memancarkan tekanan mengerikan.


“Black Imoogi style, ninth move ...”


Melihat lima orang yang bergegas ke arahnya, Arthur menyeringai lalu menebas dengan ganas.


“Snake Destroy The Mountain!”


Saat itu juga, sosok Black Imoogi raksasa yang seluruh tubuhnya terbuat dari api hitam muncul. Langsung melingkari lalu menghancurkan segala sesuatu yang ada di sekitar Arthur.


BLARR!!!


Lima orang langsung terhempas mundur dengan luka bakar mengerikan di bagian depan tubuh mereka. Bahkan, Hidetoshi yang memiliki pertahanan sangat kuat juga memiliki luka cukup parah. Merasakan sensasi sakit yang begitu menyengat, dia menggertakkan gigi.


‘Kekuatan api macam apa ini? Selain itu ... teknik pedang yang bocah ini tunjukkan ...’


Mata Hidetoshi menyempit. Niat membunuhnya lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya.


“Kamu murid inti Dojo Naga, Sekte Pilar Surgawi?”


Saat itu Arthur yang mendarat dengan santai menatap ke arah Hidetoshi dengan seringai di wajahnya.


“Mantan murid inti di bawah Pak Tua Shigekuni.”


Mendengar itu, empat orang pemimpin langsung menatap ke arah Yusuke dengan ekspresi jelek seolah ingin mencekik pria itu sampai mati.


“Jangan sampai biarkan dia lolos! Jika tidak, Klan Kitajima akan berakhir di sini!”


Mendengar teriakan Hidetoshi, semua orang mengangguk dengan ekspresi berat. Namun, saat itu suara ceroboh dan tidak sabar terdengar dari mulut Arthur.

__ADS_1


“Sudah lama aku tidak merasakan ketegangan seperti ini. Hah~ Tampaknya kalian salah paham tentang sesuatu.


Kalian bilang, tidak akan membiarkanku lolos? Maaf saja ...”


Arthur langsung menghentakkan kakinya sambil mencengkeram erat pedangnya. Tanah di sekitarnya langsung hangus. Pemuda itu kemudian menyeringai.


“Itu yang harus aku katakan pada kalian, Pak Tua!”


Dengan energi api yang meledak-ledak di sekitarnya, sosok Arthur langsung melesat. Gerakannya sangat cepat, tetapi tampak mencolok karena tanah yang dia injak langsung menjadi hitam. Sosok pemuda itu lalu muncul di depan Hidetoshi, memutar tubuhnya lalu membanting pedangnya sambil berteriak.


“GERTAKKAN GIGI DAN TAHAN NAPAS, PAK TUA!”


Melihat kalau dirinya tidak bisa menghindar karena jaraknya terlalu dekat, Hidetoshi langsung menyilangkan kedua tangannya sambil menggertakkan gigi. Dengan suara dentuman keras, lelaki tua itu langsung terhempas puluhan meter dan menghancurkan beberapa pohon.


Ketika mendarat, Hidetoshi melihat luka mengerikan di kedua lengan dan juga bagian depan tubuhnya. Saat itu juga, mulut dan hidungnya mengeluarkan darah. Dia merasa sulit untuk bernapas.


“Hey! Bukankah aku sudah bilang untuk menahan napas? Tampaknya paru-parumu hampir matang. Itulah kenapa kamu harus mendengar ketika orang berbicara.”


Arthur berkata dengan nada ceroboh. Setelah itu, dia menoleh ke arah pedangnya yang patah. Menyimpan pedang patah ke dalam cincin ruang, pemuda itu mengangkat bahu.


“Mungkin bertarung dengan senjata itu terlalu boros. Jadi ... biarkan aku mencoba sesuatu yang menarik.”


Tubuh Arthur sekali lagi diselimuti dengan energi qi hitam. Pemuda itu kemudian bergegas ke arah Murai dengan kecepatan luar biasa. Saat itu, banyak orang tiba-tiba merasakan firasat sangat buruk.


Ketika jarak mereka kurang dari sepuluh meter, sosok Arthur meluncur dengan cepat. Pada saat itu juga, kaki kanannya diselimuti dengan api hitam yang tampak ganas, tidak kalah daripada yang menyelimuti pedang.


Black Imoogi Footsteps + Taekwondo ...


Sosok Arthur muncul di udara, kurang dua meter di depan Murai sambil memutar tubuhnya.


“Black Imoogi Style ... SPINNING KICK!!!”


Sosok ular besar yang berputar muncul di kaki Arthur, lalu melesat ke arah Murai dengan ganas sambil membuka mulutnya. Pria paruh baya itu mencoba menahannya dengan kapak emas, tetapi langsung dihancurkan.


BLARRR!!!


Tendangan langsung mengenai dadanya. Bersama dengan suara tulang rusuk yang patah, sosok Murai langsung terhempas dan menghilang ke hutan.


Mendarat dengan elegan, Arthur menoleh ke arah tiga orang lainnya dengan seringai di wajahnya.


“Ada yang penasaran dengan rasanya?”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2