
Satu minggu berlalu sejak pertempuran Divisi 10 melawan penyergapan Klan Kitajima.
“Apakah ini terasa nyaman, Arthur?”
Di teras belakang rumah, Arthur duduk santai. Di belakangnya, ada Lily yang berdiri sambil memukul bahunya dengan ringan.
“Ya ... itu sangat nyaman. Kamu bisa menambah sedikit tenaga, Lily.”
“Ya.”
Lily mengangguk ringan. Kedua tangan kecil itu memukul bahu Arthur sedikit lebih keras, pemuda itu memejamkan mata. Tampaknya merasa nyaman dan puas.
Sementara itu, di halaman belakang, tampak sosok Jotaro yang sedang latihan. Tampaknya orang itu masih merasa bersalah karena empat orang bisa meloloskan diri sebelumnya. Arthur sudah membujuknya, tetapi pria itu tidak peduli, malah berlatih dengan keras.
Sebenarnya, sejak awal Arthur hanya ingin Jotaro menahan delapan atau sembilan orang karena menahan belasan orang di tingkat sama itu hampir mustahil. Lagipula, mereka berdua juga tahu seberapa kuat. Namun, Jotaro benar-benar menganggap misinya gagal karena tidak berhasil menghadang lima belas orang.
Pada saat itu, Arthur tiba-tiba mendapatkan pesan dari peminpin kelompok Garden of Death. Dia menyuruh Lily berhenti, lalu pemuda tersebut membaca informasi yang dikirim oleh pemimpin.
Pada awalnya, Arthur berpikir kalau itu ada hubungannya dengan evil beast. Namun, dia tidak menyangka kalau pemimpin ternyata menanyakan perihal Klan Kitajima. Bisa dibilang, bertanya apakah dirinya melakukan hal semacam itu kepada mereka.
Melihat berbagai pertanyaan dalam pesan, Arthur merasa canggung. Memang, dia telah menipu kelima orang karena kesal. Namun pemuda itu tidak menyangka kalau orang-orang itu masih memiliki wajah untuk melaporkannya kepada pemimpin Garden of Death.
Sebenarnya, selain membuat perjanjian damai, dalam gulungan tersebut tertulis kalau Klan Kitajima ‘bersedia’ menyerahkan 50% aset mereka kepada Arthur sebagai kompensasi. Bisa dibilang, bukan hanya melakukan perampokan, pemuda itu benar-benar menipu aset mereka. Belum lagi, perjanjian itu telah dibuat dengan kontrak jiwa sehingga Klan Kitajima benar-benar tidak bisa membantahnya.
Alasan kenapa Arthur berhasil membuat mereka menandatangi kontrak tersebut bukan hanya karena ancaman. Sejak awal, dia bermain-main dengan mereka sehingga mental orang-orang itu goyah dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Setelah itu, pemuda tersebut bersumpah kalau dia ingin berdamai dengan mereka. Tidak ingin saling menyakiti, tetapi tidak menyebutkan detail kompensasi di dalamnya. Terakhir, barulah dia memberi mereka ancaman klan dimusnahkan dan hidup sebagai orang tidak berguna. Membuat mereka semakin tidak bisa berpikir, dan akhirnya setuju begitu saja dengan persyaratannya.
Merasa agak malu ditanyai oleh pemimpin kelompoknya sendiri, Arthur akhirnya memutuskan untuk melapor dengan jujur. Termasuk senjata sihir, dan keberadaan Lily yang sekarang telah menjadi anggota Divisi 10.
Selesai melapor. Ekspresi pemuda itu menjadi rumit. Jelas, dia merasa khawatir kalau pemimpin akan marah kepadanya dan membuat berbagai tuntutan.
Ekspresi penuh kejutan muncul di wajah Arthur setelah melihat jawaban dari pemimpin kelompok. Lelaki tua itu sama sekali tidak menyalahkannya. Namun, dia mengingatkan Arthur agar tidak menggunakan metode seperti itu untuk menyerang orang yang tidak bersalah. Metode penipuan semacam itu jelas tidak dibenarkan dalam praktik mereka.
__ADS_1
Arthur langsung menjawab bahwa dirinya setuju. Alasan kenapa dia melakukan hal tersebut hanyalah memberi pelajaran Klan Kitajima agar tidak main-main dnegan Divisi 10. Selain itu, jika klan lain atau kerajaan-kerajaan mengetahui tindakannya, mereka pasti akan lebih berhati-hati. Bisa dibilang ...
Arthur hanya berniat untuk melakukan tindakan pencegahan.
“Uhuk! Uhuk!”
Menbaca informasi sambil minum teh, Arthur tiba-tiba tersedak. Ekspresi pemuda itu langsung berubah total.
“Arthur, Arthur ... apakah kamu tidak apa-apa?” tanya Lily khawatir.
“Tidak.” Arthur menggelengkan kepalanya. “Aku merasa sangat luar biasa.”
Melihat ke arah Lily yang bingung, Arthur menyeringai. Alasan kenapa dia sampai tersedak adalah informasi mengejutkan yang dikirim oleh pemimpin kelompok.
Pada awalnya, Arthur berpikir kalau kekayaan Klan Kijimura seperti beberapa klan bangsawan di Kerajaan Fuji atau Kerajaan Sakura. Dia sama sekali tidak menyangka, ternyata dirinya salah menghitung.
Sebagai salah satu klan kultivator. Meski tidak dianggap sangat besar, setidaknya Klan Kitajima berada di tingkat menengah. Dengan warisan ratusan tahun, total aset mereka ... jelas lebih besar dibandingkan beberapa keluarga kerajaan kecil.
Sebagai separuh pemilik, Arthur memiliki hak untuk tinggal di penginapan atau makan di restoran secara gratis. Langsung mendapatkan pelayanan VIP dalam bisnis-bisnis di bawah Klan Kitajima.
Itu jelas membuatnya sangat terkejut!
Meski memiliki banyak keuntungan, Arthur sendiri tahu kalau sekarang dia akan dianggap sebagai penjahat terbesar bagi Klan Kitajima, bukan hanya lima orang pemimpin. Namun seluruh anggota keluarga, bahkan orang-orang yang bekerja di bawah mereka.
Benar-benar membencinya tulus dari lubuk hati paling dalam!
Belum lagi, Hidetoshi dan Murai sampai sekarang tidak sadarkan diri karena sangat terkejut ketika membaca gulungan yang bahasanya berubah setelah mereka melakukan tanda tangan kontrak. Hidetoshi sangat terkejut dan menyesal karena telah membuat kesepakatan dengan iblis. Sedangkan sebagai orang yang mengatur keuangan klan benar-benar merasa ditikam tepat di jantungnya.
Keduanya benar-benar muntah darah lalu pingsan karena marah!
Arthur menggelengkan kepala, memutuskan untuk tidak memikirkan apa yang telah terjadi. Anggap saja dia diberi bantal ketika mengantuk. Diberi kenyamanan, bersyukur saja dan tidak perlu memikirkan hal-hal sepele lainnya.
__ADS_1
“Omong-omong, apakah kamu ingin makan sesuatu, Lily?” tanya Arthur.
Pemuda itu menatap ke arah Lily dengan senyum ramah. Meski melibatkannya dalam masalah, tetapi gadis kecil ini juga yang membuatnya mendapatkan banyak keuntungan sekarang. Jadi, dia merasa kalau memberi Lily perlakuan baik dan sedikit memanjakannya sama sekali tidak masalah.
“Pancake?” Lily memiringkan kepalanya. “Bolehkah aku makan pancake setiap hari, Arthur?”
“Apakah sebegitunya kamu menyukai pancake?”
Arthur menghela napas. Di dunia ini, banyak hidangan nikmat, tetapi kebanyakan mereka dimasak dengan cara sederhana dengan mengandalkan bahannya.
Pancake sendiri sebenarnya hidangan yang sederhana dan sangat mudah membuatnya. Itulah kenapa Arthur merasa kalau permintaan Lily terlalu sederhana.
“Tidak boleh?” Lily memiringkan kepalanya dengan tatapan kecewa.
“Itu mudah dibuat, tapi tidak baik jika dikonsumsi setiap hari. Sesekali aku akan membuatkanmu pancake. Dan sebagai hadiah ... bagaimana kalau membuatkanmu kue. Jenisnya sangat banyak, tapi ... ugh. Tampaknya aku belum melihat orang yang menjual cokelat atau kopi di sekitar kerajaan ini.
Lupakan soal makanan atau minuman karena aku bisa membuatkannya kapan-kapan. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu inginkan? Maksudku, benda seperti pakaian, kalung, anting, cincin, atau semacamnya?”
“Um ...”
Lily mencubit dagu dengan ekspresi berpikir. Setelah beberapa waktu, alisnya berkerut. Gadi kecil itu juga memiringkan kepalanya dengan ekspresi linglung. Tampaknya benar-benar bingung.
Arthur telah memberinya banyak pakaian cantik. Sebagai gadis kecil yang polos dan berasal dari pedesaan yang begitu dalam, dia juga tidak begitu terlalu tertarik dengan perhiasan. Biasanya, hidup untuk makan enak saja sudah sulit. Jadi apa yang diberikan oleh Arthur selama ini bisa dibilang lebih dari cukup.
“Apakah tidak ada?” tanya Arthur.
“Tidak ada.”
Melihat jawaban polos itu, Arthur terkekeh lalu mengelus kepalanya. Setelah itu, dia pun berkata.
“Kalau begitu simpan permintaan itu untuk lain kali.”
__ADS_1
>> Bersambung.