
Kembali ke rumah, Arthur dan Lily tampak terkejut.
Di sana, mereka melihat belasan orang yang berkumpul di depan toko. Jika yang berkumpul adalah orang normal, itu tidak masalah. Namun yang menjadi masalahnya adalah ...
Orang-orang yang berkumpul berpenampilan seperti bandit kejam!
‘Mereka mencari siapa? Apakah mencoba untuk balas dendam?’
Arthur merasa cukup bingung. Dia jelas tidak mengenali mereka dan tidak merasa pernah memukuli mereka. Saat itu juga, dia teringat pemuda dalam masalah sebelumnya.
Pada saat Arthur hendak mengatakan sesuatu, pintu restoran terbuka. Sosok Joe keluar dengan ekspresi muram. Dia menunjuk ke arah orang-orang itu sambil berteriak marah.
“Keluar dari sini sekarang juga! Jika tidak ... jangan salahkan aku jika bertindak tidak sopan!”
Setelah mengatakan itu, tatapan Jotaro langsung mengarah pada Arthur dan Lily yang baru saja tiba. Memiliki senyum masam di wajahnya, pria itu menjelaskan.
“Maafkan aku karena membuat masalah Bos. Aku sudah mengusir mereka, tetapi tetap saja tidak mau pergi!”
Mendengar ucapan Joe, semua orang menoleh ke arah Arthur dan Lily. Melihat dua sosok yang tampak begitu muda, mereka tampak curiga.
“Apakah kamu mengenal mereka?” tanya Arthur.
“Mereka adalah beberapa antek dari bandit yang aku bunuh ketika latihan Bos. Mereka mengaku dipaksa menjadi bandit dan sekarang ingin mengikutiku. Semuanya malah jadi kacau seperti ini.”
Melihat Arthur yang tidak merubah ekspresinya, Jotaro semakin masam. Dia bingung menjelaskan bagaimana. Pria itu sendiri sebenarnya ingin mengusir orang-orang, tetapi mereka begitu keras kepala. Sedangkan untuk membunuh mereka, ada dua alasan dia tidak melakukannya.
Pertama, mereka ada di kota yang memiliki hukumnya sendiri. Meski tidak takut pada orang-orang di kerajaan ini, mereka masih harus menghormati karena itu juga berpengaruh pada reputasi mereka.
Terakhir, orang-orang itu memiliki akar yang sama dengan dirinya. Mereka awalnya hanyalah bandit gunung biasa. Mereka ingin merubah hidup, jadi dia merasa membunuh mereka itu terlalu berlebihan. Bahkan tidak baik.
“Meski bakat mereka tidak begitu baik, orang-orang ini masih muda. Selain itu, mereka juga adalah orang-orang paling berbakat di antara para bandit. Karena sudah terbebas, aku hanya berharap mereka mendapatkan kehidupan lebih baik.”
Mendengar penjelasan Joe, Arthur menatap ke arah delapan belas mantan bandit sambil mengelus dagu. Melihat tatapan penuh tekad di mata mereka, pemuda itu akhirnya membalas.
“Aku mendengar ada pengusaha kaya yang meninggal. Dia tidak memiliki istri utama, tetapi punya banyak selir dan anak. Karena suatu masalah, tragedi hampir terjadi untuk perebutan harta.
Hasil akhirnya, semua selir memilih untuk berdamai. Semua barang dibagi dan properti dijual untuk dibagi. Properti seperti toko dibagi rata, tetapi rumah besar yang ingin ditempati semua orang akhirnya dijual agar tidak ada yang merasa iri.
Aku rasa rumah itu memang sangat besar, luas, megah, dan cocok dijadikan tempat tinggal dalam jangka waktu lama. Kamu temui mereka, bilang kalau aku ingin membelinya. Jika ada bangsawan dari kerajaan ini yang mencoba membuat masalah, ungkapkan saja identitas kita.
__ADS_1
Setelah itu, biarkan orang-orang ini datang untuk bekerja di bawah kita.”
Mata Joe terbelalak ketika melihat penjelasan Arthur. Memiliki ekspresi penuh kejutan, pria itu tidak bisa tidak mempertanyakan keputusan Arthur.
“Bukankah kita tidak akan menerima orang luar secara acak Bos?”
“Aku memang tidak menerima mereka sebagai anggota divisi. Namun aku masih bisa mempekerjakan mereka sebagai pelayan restoran atau penjaga rumah.”
Joe melihat Arthur berkata dengan nada datar, tampak tidak terlalu mempedulikannya. Namun baginya itu adalah hal besar. Merasa agak terharu, dia akhirnya berseru.
“Kenapa kalian diam saja seperti orang bodoh? Berterima kasih pada Bos!”
Mendengar itu, delapan belas orang itu langsung berlutut di depan Arthur sambil berseru serempak.
“Terima kasih, Bos Besar!”
Entah kenapa, ucapan orang-orang itu membuat ekspresi Arthur sedikit gelap. Dipanggil sebagai ‘Bos Besar’, pemuda itu merasa telah menjadi bos penjahat tertentu yang akan membuat kekacauan. Menggosok pelipisnya, pemuda itu berkata dengan nada tertekan.
“Bangun. Mulai sekarang kalian bukan lagi bandit, jadi kalian dilarang bertarung secara acak apalagi mencoba membunuh musuh. Apakah kalian mengerti?”
“Ya, Bos Besar!”
“Biaya hidup sementara. Mengambil rumah besar itu rumit, jadi sementara kalian tinggal di penginapan. Pilih yang tidak mahal tapi masih layak, kalian juga perlu mengganti pakaian dengan pakaian biasa.
Kalian hanya perlu datang ke tempat ini tepat jam lima pagi. Aku akan mengatur Joe untuk memberi kalian tugas. Apakah kalian mengerti?”
“Ya!”
“Kalau begitu bubar!”
“Hormat pada Bos Besar!”
Setelah memberi hormat, mereka saling memandang lalu pergi dengan ekspresi penuh keraguan.
Usai orang-orang itu pergi, Joe mendekati Arthur dengan ekspresi ragu di wajahnya.
“Apakah tidak apa-apa, Bos?”
“Tidak apa-apa.” Arthur mengangkat bahu. “Jika orang-orang itu tidak bisa menahan godaan sedikit uang, maka mereka tidak layak untuk menjadi bawahan kita.”
__ADS_1
“Dimengerti.”
Joe mengangguk dengan ekspresi berat. Pria itu kemudian melihat kelinci lucu tetapi juga aneh yang dibawah oleh Lily.
“Ini ...”
“Namanya KING, dan dia akan menjadi teman kita mulai sekarang.”
Lily menjelaskan dengan nada polos. Tampaknya menganggap keberadaan kelinci kecil itu sangat serius.
Itu langsung menjadi hal penting yang perlu Joe catat. Lagipula, meski gadis kecil itu tampak begitu pendek dan tidak mengancam, tetap saja dia adalah kultivator tingkat gold yang sangat kuat.
Jika sampai membuat kesalahan yang menyebabkan Lily marah, Joe yakin dirinya yang akan terancam bahaya terlebih dahulu. Berbeda dengan Arthur yang sudah sangat kuat, dia yang berada di level silver masih agak rentan.
Di kerajaan ini, mungkin pria di levelnya sudah sangat dihormati. Namun di divisi 10 yang berisi monster, Joe merasa kalau dirinya terlalu biasa-biasa saja.
Sama seperti para bandit yang mengikutinya. Di dunia luar, meski tidak dianggap jenius, tapi bakat mereka dianggap sangat baik. Namun bagi Joe, mereka benar-benar masih kurang.
Masih sangat kurang dan rentan!
***
Satu minggu berlalu begitu saja.
Dalam satu minggu ini, restoran milik Arthur mulai menjadi lebih terkenal dan sering dikunjungi banyak orang. Namun, daripada memanggilnya restoran tertentu, banyak orang menyebut tempatnya sebagai Paviliun Bunga Cermin.
Arthur sendiri memiliki pengaturan untuk 18 bawahan barunya. Dia akan membiarkan 3 orang bergiliran membantu setiap hari, sedangkan sisa 15 orang akan mendapatkan pelatihan dasar oleh Joe.
Dalam satu minggu, restoran libur satu minggu. Tiga orang satu hari, delapan belas orang enam hari. Itu benar-benar pas.
Untuk setiap orang, Arthur memberi mereka tugas. Satu orang akan mengambil pesanan, mengirim pesanan, dan membersihkan meja. Satu orang akan bertugas mencuci piring dan membantu Arthur mengupas serta memotong beberapa bahan. Sedangkan satu orang lain bertugas untuk membeli sesuatu, pergi ke luar untuk melakukan berbagai hal.
Tugas Arthur sendiri hanyalah memasak, menghitung uang lalu menyimpannya. Dengan begitu, satu restoran berjalan dengan sangat baik.
Bisa dibilang, Paviliun Bunga Cermin sekarang menjadi terkenal di seluruh ibukota.
Pelayananannya baik, tempat bersih, dan makanannya sangat enak. Namun bukan itu yang terkenal.
Sebaliknya, tempat itu terkenal karena setiap hidangan mahal, setiap pelayannya kultivator, dan hanya bisa didatangi oleh para elit!
__ADS_1
>> Bersambung.