Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Dipekerjakan


__ADS_3

Selesai melakukan interogasi, kecuali Arthur yang bersiul dengan puas, ekspresi semua orang benar-benar tampak gelap. Kecuali Arthur yang langsung pergi, sisanya langsung memesan kamar untuk berdiskusi.


Menurut informasi yang mereka dapatkan, ternyata orang di balik serangan itu adalah pangeran pertama, kakak dari pangeran ke tiga yang sekarang sedang dalam perjalanan dengan Michael dan Sam. Alasan kenapa orang itu menargetkan pangeran ke tiga tentu saja adalah alasan paling klasik dan sederhana.


Ya ... perebutan kursi putra mahkota.


Sedangkan alasan kenapa Arthur begitu senang jelas karena dia mendapatkan pembayar penuh dari pangeran ke tiga. Selain itu, dia juga tidak terlibat dengan urusan kerajaan semacam itu. Jadi, pada akhirnya pemuda tersebut bisa dianggap sebagai pemenang karena tidak mendapatkan kerugian.


Nama pangeran ke tiga adalah Taiga berarti harimau (tiger). Meski begitu, Arthur merasa kalau pangeran tersebut malah mirip dengan kucing pengecut. Bukannya dia membenci perilaku seperti itu, tetapi pemuda itu lebih memilih untuk menjauhinya karena biasanya karakter seperti itu sering didatangi masalah.


Taiga adalah putra kesayangan Raja dari Kerajaan Sakura. Ayahnya mengirim lelaki itu untuk melakukan misi rahasia yaitu pergi ke ulang tahun putri dari Kerajaan Fuji secara rahasia, lalu mempererat hubungan mereka agar kedua kerajaan bisa menjadi lebih dekat.


Berbeda dengan Kerajaan Sakura atau Kerajaan Ume yang lebih besar dan sering berkonflik, Kerajaan Fuji itu sendiri lebih netral. Daripada bersaing dengan dua kerajaan lain untuk memperebutkan sumber daya, mereka sekarang masih kerepotan untuk mengurus kerajaan dari makhluk-makhluk jahat.


Sedangkan pada dua kerajaan lain, tentu masih banyak iblis, monster, dan roh jahat di sana. Namun sesekali pihak kerajaan akan meminta bantuan dari sekte-sekte besar dengan bayaran yang cukup. Meski tugas para kultivator adalah untuk membersihkan makhluk-makhluk jahat, jika disuruh memilih dengan manfaat atau tanpa manfaat, mereka tentu akan memilih yang terakhir.


Manfaat tentu saja tidak semuanya uang, tetapi juga beberapa barang-barang berharga untuk kultivasi yang tidak sengaja didapatkan oleh kerajaan di wilayah mereka. Terkadang mereka juga berperang untuk mendapatkan wilayah penuh sumber daya. Bukan hanya untuk melatih prajurit sendiri, tetapi juga untuk menjualnya kepada sekte entah demi uang atau sebagai ganti perlindungan.


Intinya, dua kerajaan tampaknya ingin membuat aliansi dengan Kerajaan Fuji. Taiga dikirim oleh Kerajaan Sakura, dan pasti ada juga perwakilan dari Kerajaan Ume. Alasan kenapa Taiga datang adalah untuk menunjukkan ketulusan. Namun pangeran pertama tidak ingin Taiga berhasil dan membuat pamor adiknya semakin tinggi. Jadi dia mengutus para bawahannya yang paling baik untuk melenyapkan Taiga.


Hanya saja, misi ditakdirkan untuk gagal karena mereka tanpa sengaja menabrak (bertemu) dengan Arthur.


Jika saja mereka tidak bertemu dengannya, mungkin saja semua akan berakhir dengan cara berbeda. Taiga jelas akan selamat karena Michael dan Sam juga kuat, tetapi kemungkinan besar pangeran ke tiga tersebut akan tetap terluka karena Michael dan Sam akan disibukkan oleh banyak assassin tingkat silver yang merepotkan. Ya ... itu hanya seandainya.


Setelah selesai berdiskusi dengan Taiga dan rekan-rekannya, Michael langsung menemui Arthur yang pergi setelah mendapatkan bayaran.


Melihat ke arah sahabatnya yang sedang minum sambil marah-marah kepada penumpang lain, sudut bibirnya berkedut.


“Apa yang kamu lakukan, Arthur?” tanya Michael dengan senyum masam di wajahnya.


“Apakah kamu tidak melihatnya sendiri? Aku jelas ingin makan dan minum dengan tenang tetapi mereka benar-benar terus melihatku seperti sedang melihat primata langka! Aku benar-benar ingin menyodok mata mereka dengan jariku!”

__ADS_1


“...”


Michael hanya bisa menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi tak berdaya. Dia jelas mengetahui tempramen aneh Arthur. Terkadang panas, terkadang dingin, begitu mudah seperti cuaca di suatu negeri tertentu dimana dimana tidak peduli dengan rusaknya alam karena polusi yang meningkatkan suhu bumi dan mengacaukan cuaca.


“Pangeran Taiga ingin berbicara denganmu, Arthur.”


Arthur langsung menoleh. Dia langsung mengerutkan kening sambil bertanya.


“Apakah dia menyesal telah memberikan bonus lebih? Kamu pasti tahu, kan? Karena bonus itu sudah masuk ke dalam kantongku, aku tidak mungkin mengembalikannya!”


“Apakah kamu pikir Pangeran Taiga kekurangan uang? Selain itu, bukankah kamu telah mendapatkan banyak bekal dari sekte?” ucap Michael dengan ekspresi gelap di wajahnya.


“Sama sepertimu yang mengagumi perempuan, baik itu manusia, iblis, roh jahat, atau bahkan monster betina ... Aku, Arthur sama sekali tidak pernah merasa kelebihan uang!”


“APANYA YANG MONSTER BETINA?! KAMU PIKIR AKU LELAKI MACAM APA, ARTHUR?!”


“Jadi iblis dan roh jahat masih ok?” Arthur mengangkat alisnya.


“Uhuk! Itu, bukankah kita harus melihat mereka terlebih dahulu?”


Apakah kamu akan menerima atau menolaknya?”


Mendengar pertanyaan itu, Michael langsung menyeka keringat dingin di dahinya. Menggertakkan gigi, dia kemudian berkata.


“Apa itu iblis cantik, roh jahat manis, dan monster rubah menawan? Miku adalah yang terbaik!”


“...” Mendengar ucapan besar sahabatnya, Arthur terdiam.


Sementara itu, orang-orang yang menguping pembicaraan keduanya langsung merubah ekspresi meraka. Orang-orang itu jelas sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh kedua pemuda itu karena ...


Pembicaraan semacam itu mungkin tidak akan pernah dibicarakan manusia .... yang normal.

__ADS_1


“LUPAKAN! TEMUI SAJA PANGERAN TAIGA!”


Menyadari kalau dirinya terlalu banyak bicara, Michael langsung menyeret Arthur yang masih memegang botol sake dan cangkir porselen kecil di tangannya. Benar-benar menyeret pemuda itu pergi dari lokasi tersebut di depan mata terkejut banyak orang.


***


Dalam ruangan yang tertutup dan tampak sunyi, Arthur duduk bersila di lantai sambil minum. Beberapa meter di depannya, ada Pangeran Taiga yang duduk dengan punggung tegap dan ekspresi serius di wajahnya.


“Bagaimana menurutmu, Tuan Arthur?” tanya Taiga.


“Hah? Apanya?” Arthur menjawab dengan nada sembrono.


“Saya mengetahui kalau anda tidak ingin terikat, tetapi apa yang kita lakukan adalah transaksi. Saya mempekerjakan anda dan membayar anda, sama seperti tentara bayaran. Tentu saja, bayaran yang saya sebutkan tentu akan memuaskan anda.


Tugas anda adalah melindungi saya. Selama saya selamat dan tidak menderita luka berat, bayaran anda seperti ini. Sedangkan jika anda bisa membantu saya menyelesaikan misi dengan baik, anda akan mendapatkan bonus seperti ini.”


Melihat tanda isyarat tangan Taiga, Arthur tertegun. Dia tahu kalau pangeran itu mudah hati, tetapi tidak menyangka kalau terlalu murah hati. Namun saat itu pemuda tersebut tidak langsung menerimanya. Dia mencengkeram erat gelas porselen kecil dengan ekspresi enggan lalu berkata.


“Ugh! Benar-benar kurang beruntung!”


“Maaf?” Taiga tampak bingung.


“Jika kamu menyewaku sebelumnya atau beberapa bulan ke depan, aku akan merasa senang. Namun saat ini aku tidak bisa menerima permintaanmu. Sekarang aku sedang dipekerjakan, jadi aku tidak bisa menerima pekerjaan lain.” Arthur menggelengkan kepalanya.


‘Yang mungkin bertentangan dengan pekerjaanku,’ tambah Arthur dalam hati.


“Berbulan-bulan? Berapa banyak orang itu membayar anda, Tuan Arthur. Selama anda yakin bisa membantu saya menyelesaikan misi, biaya berapapun-“


“Maaf! Ini bukan soal uang atau barang-barang berkilauan, Pangeran Taiga.”


Arthur menatap ke arah Taiga dengan ekspresi serius. Menyesap anggur dengan tenang, pemuda itu menghela napas lalu melanjutkan.

__ADS_1


“Ini tentang janji yang telah dibuat oleh seorang pria.”


>> Bersambung.


__ADS_2