
Empat hari kembali berlalu begitu saja.
Arthur duduk di kamarnya dengan ekspresi serius di wajahnya. Dia mendapatkan pertanyaan dari pihak atas. Ternyata dugaannya benar, meski bukan mereka yang bertanya, tetapi pemberi misi (orang yang menyewa jasa) memang mempertanyakan keberadaan Cursed Blood Umbrella, item yang dia dapatkan.
Arthur langsung memberi jawaban kalau item tersebut ada di tangannya. Alasan kenapa dia langsung menjawab sebenarnya untuk menguji reaksi dari ketua. Namun siapa sangka, ternyata orang itu tidak peduli. Sebaliknya, dia malah berkata kalau semua yang dia dapatkan dari misi, entah itu tubuh monster atau item-item tertentu adalah haknya.
Meski begitu, ketua berkata kalau pemberi misi, bangsawan penguasa wilayah itu bertanya tentang keberadaan Cursed Blood Umbrella. Ketua sendiri memberi Arthur dua pilihan. Pertama, menyimpannya sendiri. Terakhir, menjual item tersebut kepada para bangsawan yang menginginkannya.
Arthur sendiri tidak terlalu peduli dengan senjata itu. Lagipula, dia bahkan mengabaikan Gluttony yang sangat kuat dan terikat kontrak dengannya. Masalahnya, meski payung itu sekarang ada di tangannya, hak kepemilikan payung masih milik Lily.
Hanya saja, payung itu juga membuat Lily mengingat berbagai kenangan buruk. Jadi Arthur menjadi lebih bimbang.
‘Bukankah aku hanya ingin berkeliling dan menjadi koki? Sejak kapan aku malah melakukan berbagai pekerjaan semacam ini dan terlibat dengan masalah rumit semacam ini?’
Setelah keraguan sejenak. Arthur akhirnya membuat laporan protes. Dia tidak ingin memburu roh jahat, iblis, atau makhluk semacam itu. Pemuda itu berkata bahwa dirinya hanya tertarik berburu jenis evil beast atau sejenis monster.
Usai mengirim laporan, Arthur menjadi gugup. Dia mondar-mandir di kamarnya dengan ekspresi cemas. Pemuda itu merasa kalau keputusannya untuk asal marah terlalu ceroboh.
‘Jika dianggap pembelot, hasil terburuk adalah dikejar enam atau tujuh orang tingkat platinum. Seharusnya aku bisa melarikan diri, kan?’
Pada saat memikirkan bagaimana cara Jotaro dan Lily bisa lolos, Arthur mendapatkan balasan dari ketua.
‘OK.’
Itu adalah jawaban singkat, tetapi ketua jelas setuju terhadap tuntutannya. Setelah memberanikan diri untuk meminta penjelasan rinci, sudut bibir Arthur berkedut keras.
“Arima ...” Arthur menggertakkan gigi.
Menurut catatan yang diberikan ketua, sama sekali tidak ada paksaan untuk menyelesaikan tugas. Kecuali misi penting seperti tugas khusus, misi penyelamatan anggota lain, dan beberapa kondisi penting lain, sebenarnya setiap ketua divisi berhak untuk menolak misi. Hanya saja, mereka masih memiliki tanggung jawab, yaitu minimal menyelesaikan 6 biasa per tahun atau 3 misi tingkat sulit per tahun.
Hanya itu kewajiban mereka.
Menurut catatan dari pemimpin, Garden of Death sangat longgar. Daripada menjalankan banyak misi, mereka lebih mementingkan aliansi antara ketua divisi yang dianggap sebagai kultivator kuat.
Peran Garden of Death sendiri hanya ada dua. Pertama, membuat aliansi kuat. Terakhir, menjadi sarana mendapatkan informasi atau misi sehingga mereka bisa dengan mudah mendapatkan hadiah dari sana sehingga mempermudah mereka dalam berkultivasi.
Selain itu, pemimpin juga menjelaskan kalau permintaan Arthur sama sekali bukanlah sesuatu yang aneh. Ada ketua divisi 7 yang hanya bergabung untuk aliansi dan hanya menyelesaikan misi tahunan sebagai simbolis. Ada juga ketua divisi 4 yang khusus berburu roh jahat dan iblis, tampaknya sangat membenci mereka.
__ADS_1
Sedangkan Arima sendiri sebenarnya adalah teladan di Garden of Death. Pria tersebut selalu menyelesaikan misi di sekitarnya dengan alasan mengumpulkan uang, padahal ingin menolong orang-orang.
“Dia? Menolong orang-orang?”
Memikirkan pria yang tampak seperti korban kerja paksa dan malas, Arthur benar-benar hampir tidak percaya. Jika bukan pemimpin sendiri yang menjelaskannya, dia pasti akan berpikir orang yang mengatakan itu sudah gila. Namun setelah mendengar fakta, pemuda itu merasa kalau dia tertipu dengan penampilan Arima.
“Tunggu sebentar? Bukankah berarti aku lebih dekat dengan mimpiku?”
Biasanya Arthur mencari informasi tentang keberadaan evil beast secara acak. Namun sekarang, dia akan terus mendapatkan misi yang berhubungan dengan evil beast yang ada di sekitarnya. Itu berarti, bukan hanya tidak perlu repot-repot mencari informasi ...
Arthur dibayar untuk melakukan apa yang dia inginkan!
“HAHAHAHA! Hebat! Bukankah ini yang disebut kue jatuh dari langit? Luar biasa!”
Pada saat tertawa puas, Arthur tiba-tiba mendengar pintu kamarnya diketuk.
“Apakah kamu tidak apa-apa, Bos? Kenapa aku mendengar kamu begitu histeris?”
“...”
Sadar kalau dirinya kelepasan, Arthur langsung pura-pura batuk. Saat itu juga, dia memikirkan hal penting yang hampir terlupakan karena senang mendapatkan berita baik dari pemimpin.
“Tidak ada apa-apa.”
Arthur kemudian mengalihkan pandangannya pada Lily.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Lily.”
***
Beberapa jam kemudian, di ruang santai.
“Bagaimana menurutmu, Lily?”
Setelah menjelaskan semuanya secara mendetail, Arthur bertanya pada Lily. Di atas meja depan mereka, tampak payung merah yang sekarang menjadi sumber masalah.
“Apakah Lily membuat Arthur kerepotan?”
__ADS_1
Bukannya menjawab, gadis itu malah bertanya dengan gugup. Jari-jari kecil di tangannya terjalin, tampaknya merasa bersalah dan takut jika Arthur marah.
Melihat penampilan Lily, Arthur menggelengkan kepalanya.
“Kamu sama sekali tidak membuatku kerepotan. Selain itu, kamu hanya perlu memilih apakah kamu ingin menyimpan atau membuang payung ini.”
Lily melihat payung itu dengan ekspresi gugup. Dia kemudian berbicara pelan, tampaknya ketakutan.
“Lily ... ingin menyimpan payung. Payung ini ... kenang-kenangan Ayah dan Ibu.”
Meski suaranya sangat pelan, Arthur masih mendengarnya. Terlebih lagi, dia melihat gerak bibir Lily, jadi jelas tidak salah mendengar.
“Kalau begitu, mulai sekarang kamu harus membawa payung ini sendiri.”
Arthur langsung mengelus kepala Lily dengan senyum lembut di wajahnya. Melihat wajah gadis kecil yang berlinang air mata saat melihat payung dan mengingat banyak kenangan, dia hanya membiarkan Lily meluapkan semua emosinya.
Melihat Lily lebih tenang, Arthur berkata santai.
“Kalau begitu, kamu harus belajar menggunakan payung ini, Lily. Bukan untuk menyakiti orang lain, tetapi melindungi diri sendiri dan orang-orang yang ingin kamu lindungi.”
“Gunakan payung untuk melindungi orang?” tanya Lily sambil memiringkan kepalanya.
“Ya. Benda ini adalah senjata yang kuat dan kamu cukup akrab dengan kekuatannya. Setelah berlatih denganku beberapa waktu, kamu pasti bisa segera menguasainya.”
Mendengar ucapan Arthur, Lily mengangguk berat. Meski ekspresinya masih tidak banyak berubah, tetapi Arthur bisa melihat tekad dalam mata gadis itu.
“Itu baru semangat.”
Selesai menghibur Lily, Arthur kembali ke kamarnya. Dia langsung menghubungi pemimpin untuk membuat laporan. Setelah mendengar keinginan Lily, jawabannya sudah sangat jelas.
‘Permintaan untuk membeli item ... ditolak!’
Setelah membuat laporan, Arthur langsung memikirkan berbagai rencana. Lagipula, dia yakin kalau orang-orang itu tidak akan menyerah dengan mudah. Bahkan jika dia memiliki latar belakang kuat, seperti murid dari Shigekuni atau ketua divisi 10 kelompok Garden of Death ...
Orang-orang yang dibutakan oleh keserakahan tidak akan mempedulikannya!
Memandang langit di luar jendela, ekspresi santai Arthur berangsur-angsur menjadi lebih dingin. Dia tidak peduli siapa. Namun dalam menghadapi orang yang mencoba mengacaukannya ...
__ADS_1
Pemuda itu sama sekali tidak memiliki niat untuk bersikap lembut!
>> Bersambung.