
Mendengar ucapan Arthur, sudut bibir Takahide berkedut keras. Meski memang cukup mendebarkan, tetapi kehidupan semacam itu jelas bukanlah kehidupan mudah. Jika dipikirkan baik-baik, kehidupan yang tampaknya sederhana sebenarnya lebih menyenangkan karena tidak perlu mendapatkan segala masalah dan hidup dalam rasa takut serta lelah.
“Jadi ... apa hubungannya dengan Putri Nanami itu denganku? Aku bahkan tidak mengenalnya, bukan?”
“Sebenarnya, setelah melihat penampilanmu, aku memikirkan sesuatu. Ini ada hubungannya dengan putriku.”
“Apakah kamu ingin menjodohkannya denganku? Maaf! Aku tidak suka terlibat dengan hal-hal rumit semacam ini!” Arthur langsung mengangkat kedua tangannya.
“Siapa yang ingin menjodohkan putrinya dengan pemuda sepertimu! Ya, kamu agak tampan dan sedikit kuat, tapi sangat menyebalkan! Jantung pria tua ini tidak sanggup menghadapi tekanan semacam itu setiap hari!”
“Hey, itu benar-benar penghinaan yang berlebihan, Pak Tua!”
“Berhenti memanggilku Pak Tua! Aku benar-benar tidak setua itu!” Takahide langsung memijat pelipisnya.
“Lalu, apa yang kamu inginkan dariku?” tanya Arthur.
“Aku ingin meminta tolong.”
“Setelah kamu mencoba membunuhku?” ucap Arthur dengan senyum di wajahnya.
“Aku benar-benar terisolasi dan dianggap sebagai buronan, kesalahpahaman seperti ini sering terjadi, bukan?”
“Meski begitu, aku ingin kompensasi!” ucap Arthur tegas.
“Lalu katakan. Meski tidak memiliki banyak, setidaknya aku memiliki sedikit tabungan.”
“Aku tidak meminta itu.” Arthur menggelengkan kepalanya.
“Lalu apa yang kamu inginkan, Nak?”
“Semua tanaman di kebunmu!” ucap Arthur tegas dan jelas.
“...”
Takahide tercengang. Dia menatap ke arah Arthur dengan ekspresi tidak percaya. Dia sendiri tidak sadar kalau pemuda di depannya sama sekali tidak memahami harga herbal. Banyak tanaman yang dia tanam sangat mahal. Jadi menurutnya, apa yang dilakukan jelas perampokan secara terang-terangan.
“Jika kamu ingin merampok, kamu harus melewati mayatku terlebih dahulu, Nak!”
“Aku hanya ingin tanaman itu, kan?” Arthur memiringkan kepalanya.
__ADS_1
“Siapa yang kamu coba tibu, Bocah! Tanaman-tanaman ini aku kumpulkan dengan susah payah dalam perjalanan hidupku. Ini lebih berharga dibandingkan seluruh tabunganku!” teriak Takahide kesal.
“Eh? Semahal itu?” Arthur menggosok dagu. “Kalau begitu masing-masing lima dari setiap jenis.”
“Tidak mungkin!” teriak Takahide.
Keduanya saling memandang, rubah tua dan rubah muda langsung menunjukkan sisi licik mereka. Keduanya langsung berdebat soal harga kompensasi. Pada akhirnya, Takahide akhirnya menelan kekalahan saat membuat kesepakatan dengan pemuda licik di depannya.
Mereka akhirnya membuat kesepakatan. Untuk jenis yang hanya memiliki satu pohon, Arthur tidak boleh memintanya. Untuk jenis yang memiliki jumlah dua sampai lima, Arthur mendapatkan satu bibit. Untuk jenis memiliki jumlah enam sampai sepuluh pohon, Arthur bisa mendapatkan dua bibit. Untuk jenis dengan jumlah lebih dari sepuluh pohon, Arthur mendapatkan tiga bibit. Ditambah satu pengecualian, yaitu 20 bibit tanaman merambat aneh yang bisa menjerat musuh. Secara total, Arthur benar-benar mendapatkan panen besar.
Hanya saja, itu bukan hanya harga kompensasi, tetapi juga harga dimana Arthur harus melakukan sebuah tugas dari Takahide. Meski rugi total, pria paruh baya itu masih menerimanya karena sangat mengkhawatirnya kondisi putrinya.
‘Bocah ini ...’
Melihat Arthur yang berjongkok di halaman depan sambil menyodok bibit tanaman rambat yang menggeliat dengan ekspresi bahagia, Takahide benar-benar muram.
“Katakan padaku, Bocah. Kamu jelas bisa meminta 1 tanaman siap panen setiap jenisnya, mengeringkannya lalu menjualnya. Namun, kenapa kamu malah memilih bibit? Meski lebih banyak, tetapi itu jelas murah. Kamu juga perlu membudidayakannya.
Bukankah kamu melakukan perjalanan? Tanaman itu memerlukan lahan untuk ditanam. Apakah kamu membohongiku? Kamu sebenarnya masih tinggal dalam Sekte Pilar Surgawi, kan?”
“Hehehe~ Itu tidak ada hubungannya denganmu, Pak Tua.”
“Seperti yang kita sepakati, kamu harus melakukan tugas untukku.”
“Tentu saja, Pak Tua. Namun, aku memiliki satu keinginan lain.”
“Kita sudah membuat kesepakatan! Kamu benar-benar masih tidak puas?” Takahide mengangkat alisnya dengan ekspresi tidak puas di wajahnya.
“Lalu kita akan membuat satu lagi kesepakatan. Aku benar-benar membutuhkan ini!” ucap Arthur dengan tulus.
“Apa yang kamu inginkan?” tanya Takahide.
“Sepasang ayam! Ah! Maksudku ... cockatrice!”
Mendengar itu, sudut bibir Takahide berkedut keras. Menarik napas dalam-dalam, dia kemudian bertanya dengan suara lemah.
“Apakah kamu bodoh, Nak? Kamu pikir cockatrice bisa diproduksi secara masal? Itu adalah makhluk yang sangat langka dan aku memerlukan banyak waktu untuk menelitinya.”
“Apakah itu tidak mungkin?”
__ADS_1
Melihat ekspresi Takahide, Arthur merasa tujuan utamanya datang ke sini benar-benar gagal. Pada saat itu juga, dia memiliki pemikiran lain.
‘Haruskah aku mencurinya?’
Setelah melihat ketulusan Takahide, Arthur menggelengkan kepalanya. Pemuda itu mungkin agak kejam, tetapi juga memiliki garis batas sendiri. Tidak akan melakukan hal-hal yang dia anggap berlebihan.
“Mari masuk untuk bicara.”
Melihat ekspresi serius Takahide, Arthur mengangguk. Dia kemudian mengikuti pria itu masuk ke dalam rumah.
Sekitar setengah jam kemudian, Arthur dan Takahide duduk di ruang tamu dengan teh yang mengepul di depan mereka.
“Jadi maksudmu ... aku harus pergi menyusup ke istana untuk menemukan putrimu dan mengantarkan barang?”
“Bukankah itu mudah untukmu? Kamu memiliki identitas sebagai murid inti dari Sekte Pilar Surgawi. Datang berkunjung secara resmi untuk menemui putri yang terkenal cantik, beri hadiah, lalu pergi. Semudah itu, bukan?” Takahide tersenyum.
“Apakah kamu pikir aku bodoh, Senior Takahide? Aku tidak akan menggunakan identitas untuk melakukan hal semacam ini. Bukan hanya karena sekarang aku telah keluar dari Sekte Pilar Surgawi, tetapi masalah kerajaan jelas lebih rumit daripada yang kamu ucapkan.”
“Jika tidak? Kenapa aku membayarmu dengan harga mahal jika bukan karena hal tersebut?”
“Kamu benar-benar pintar! Aku tidak akan menggunakan identitas murid inti Sekte Pilar Surgawi, tetapi akan tetap melakukan misi ini dengan tambahan syarat.” Arthur menatap ke arah Takahide dengan ekspresi serius. “Aku ingin kamu mengajariku teknik mengubah tubuh dan merias!”
Melihat ekspresi serius Arthur, Takahide sama sekali tidak bisa menolaknya. Meski dirinya sendiri juga bisa menggunakan teknik ini, tetapi dia mendapatkan luka dalam bertahun-tahun lalu pada masa pengejaran. Jadi dibandingkan dengan Arthur, resikonya untuk melakukan tugas ini terlalu tinggi.
Menarik napas dalam-dalam, Takahide berkata dengan ekspresi serius.
“Baik! Namun sebelum itu, aku juga harus menjelaskan berbagai kondisi terlebih dahulu.”
Arthur mengangguk. Saat itu, Pak Takahide kembali menjelaskan semuanya. Setelah mendengan kondisi putri pria paruh baya itu, pemuda tersebut tidak bisa tidak mengerjap.
Ibu yang tertekan dan dikurung sehingga sekarang sakit parah. Ayah yang menghilang, bahkan diperkirakan telah meninggal. Meski seorang bangsawan, sejak kecil diperlakukan tidak lebih baik dibandingkan pelayan. Sering diperlakukan buruk, tetapi tetap tegar. Memiliki tempramen baik, dan sekarang belajar kultivasi. Hanya saja, selalu ditekan dan diperlakukan secara tidak adil. Walau seorang putri kerajaan dengan bakat baik, tetapi hanya memiliki metode kultivasi paling dasar sehingga tertinggal jauh oleh rekan-rekannya.
Rumor buruk dimana dia adalah putri sampah sekaligus anak dari pengkhianat sekaligus penjahat menyebar di seluruh kerajaan!
Mendengar kisah semacam itu, yang Arthur pikirkan pertama kali bukanlah rasa kasihan atau marah. Sebaliknya, dia merasa agak ragu dan kagum. Pemuda itu bahkan bertanya-tanya dalam hatinya.
‘Bukankah itu templat dasar protagonis? Membumbung tinggi dengan dasar seperti itu lalu memotong semua lawan di jalannya? Terlibat dengan masalah seperti ini ...
Aku akan baik-baik saja, kan?’
__ADS_1
>> Bersambung.