Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Sisi Lain Arthur


__ADS_3

“Beraninya kamu mengarahkan senjata ke arahku, Manusia.”


Suara wanita yang serak dan agak kasar seperti suara besi berderit terdengar. Reyna dan Murasaki menatap ke arah makhluk tersebut dengan ekspresi tidak percaya di wajah mereka.


“Apakah ini yang kalian sebut dengan penjaga?” Reyna tidak bisa tidak bertanya.


“...”


Untuk seorang gadis yang tidak pernah melihat hal-hal mengerikan semacam itu, Murasaki hanya bisa terdiam.


Reyna sendiri sebenarnya juga kurang dalam pengalaman. Namun pengetahuannya sendiri sangat baik. Ditambah sifat anehnya, dia tidak begitu ketakutan melihat makhluk yang belum pernah dilihat sebelumnya.


‘Daripada penjaga, makhluk ini lebih mirip Lamia, Medusa, atau makhluk semacamnya. Namun ...


Selain penampilannya yang terlalu buruk, bagian bawah tubuhnya jelas bukan ular.’


Melihat makhluk di yang berada beberapa meter di depannya, Reyna memiringkan kepalanya.


“Belut?”


Seolah apa yang Reyna ucapkan adalah sebuah kata terlarang, ekor makhluk itu langsung berayun dan menghancurkan batu di dekatnya.


“Beraninya kamu!”


Teriakan melengking terdengar saat sosok makhluk setengah manusia itu melesat ke arah Reyna.


Ekspresi gadis itu langsung berubah menjadi lebih serius. Dia langsung memeluk Murasaki, memikulnya di pundak lalu mundur. Walau tubuh Murasaki hampir sama dengannya, tetapi Reyna benar-benar bisa membawanya dengan begitu santai.


Setelah menghindari beberapa serangan, Reyna yang berhasil lolos dan akhirnya menurunkan Murasaki, lalu menatap ke arah monster humanoid di depannya dengan ekspresi tenang.


“Seperti yang aku duga. Ini belut, bahkan jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan Lamia dan jenis lebih kuat lainnya.”


Mendengar ucapan Reyna, makhluk itu tiba-tiba tertegun sejenak. Setelah beberapa saat, kedua sudut bibirnya naik sampai ke telinga, menampilkan senyum lebar yang tampak mengerikan. Kemudian, tibat-tiba dia tertawa keras.


“Hahahaha! Jadi begitu! Ternyata begitu!


Aku, Ouraya tidak menyangka kalau keberuntungan telah berpihak kepadaku. Pahlawan ... pahlawan dalam legenda benar-benar muncul di depanku!


Setelah memakannya, kecepatanku menembus batasan akan menjadi lebih cepat. Aku akan menyusul makhluk-makhluk menyebalkan itu! Membuat mereka menyesal karena telah menyia-nyiakan diriku!


Hahahaha!”


Pada saat mendengar ucapan Ouraya, Murasaki langsung melihat ke arah Reyna dengan ekspresi tidak percaya. Dia menjadi bersemangat, tetapi ekspresinya kembali berubah ketika merasakan tekanan dari tubuh Ouraya.


Dibandingkan dengan makhluk berpenampilan mengerikan yang hanya menyerang dengan visual saja, saat ini penampilan Ouraya berubah total.

__ADS_1


Rambut panjang bergelombang yang acak-acakan dan basah melayang. Tubuhnya menjadi sedikit lebih besar, otot tangannya membengkak dan kukunya tumbuh panjang. Makhluk tersebut tersenyum untuk memamerkan deretan gigi tajam seperti belati.


“Apakah kamu tahu kenapa sejak awal aku hanya diam dan tidak langsung menyerang dengan sekuat tenaga, Manusia?”


“...”


Reyna diam saja, tetapi ekspresinya menjadi lebih serius. Dia benar-benar tidak menyangka kalau makhluk berpenampilan buruk di depannya ternyata lebih kuat dari dirinya.


Sementara itu, Ouraya kembali tertawa sebelum menjelaskan.


“Karena itu menyenangkan!”


“Menyenangkan?” Murasaki bergumam tidak percaya.


“Memukuli orang yang mencoba melawan. Mematahkan tulang-tulang mereka. Membuat mereka putus asa.


Itu benar-benar menyenangkan!


Belum lagi jika orang itu cukup kuat untuk melawan balik. Setelah beberapa putaran pertempuran, mereka pikir kalau memiliki kesempatan untuk menang. Namun saat itu, akhirnya aku menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya.


Melihat ekspresi terkejut dan putus asa di wajah mereka ...”


Ouraya tertawa terbahak-bahak sebelum berteriak seperti wanita gila.


“RASANYA SANGAT MENYENANGKAN SAMPAI-SAMPAI AKU MENJADI BERSEMANGAT!!!”


“Kalau begitu aku juga akan lebih serius.”


Mengatakan itu, Reyna langsung merubah kuda-kuda. Pedang di tangannya langsung dikelilingi energi biru seperti air mengalir.


“Northpoint Snake Style, 1st move ...”


Reyna langsung bergegas menuju ke arah Ouraya. Melihat cambuk ekor yang mengarah kepadanya, gadis itu langsung menghindar. Dia melompat ke arah lawannya lalu membuat gerakan menusuk di udara.


“One Head Azure Snake!”


Energi pedang dari pedang Reyna langsung ditembakkan menuju ke arah Ouraya. Langsung membentuk menjadi ular biru setebal paha yang membuka mulut dan menyerang tepat ke arah Ouraya.


BANG!


Ledakan tercipta dan debu beterbangan. Saat itu juga, suara tawa Ouraya kembali terdengar. Ketika asap mereda, mereka semua melihat sosok makhluk yang masih berada di tempatnya. Meski tampak ada beberapa beku di beberapa bagian tubuhnya, dia sama sekali tidak peduli.


Beberapa saat kemudian, es yang ada di tubuh Ouraya mencair. Melihat itu, mata Reyna menyempit.


“Bagaimana bisa? Itu pasti yang sedang kamu pikirkan, bukan?

__ADS_1


Jawabannya sederhana. Karena kamu lemah. Meski teknik yang kamu gunakan adalah teknik tingkat tinggi atau lebih, penguasaanmu masih terlalu buruk dan tingkat kultivasimu jauh dibandingkan aku. Belum lagi, perbedaan ras.


Biasanya, kultivator manusia hanya bisa mengalahkan makhluk di bawah tingkatnya sendiri karena sangat sulit melawan makhluk di level yang sama dengannya. Bagaimanapun, manusia itu lebih rentan dibandingkan dengan ras lainnya.


“Selain itu ...”


Ouraya langsung bergegas ke arah Reyna. Tangan kanannya langsung membengkak, otot-otot menonjol di tubuh kurusnya, cakar makhluk itu menjadi lebih panjang lalu menebas ke arah gadis itu.


Swoosh!


Reyna langsung menghindar. Gerakannya cukup cepat, tetapi ekspresinya langsung berubah ketika mendarat. Bekas luka tebasan muncul di sisi kanan pinggangnya. Selain itu, tubuhnya tiba-tiba kesemutan.


“Hahahaha! Apakah kamu menyadari sesuatu?”


Mengatakan itu, jari-jari di tangan kanan Ouraya bergerak dengan cara yang aneh. Bukan hanya itu, energi ungu gelap melapisi lengan kanannya, dan beberapa kilat kecil menari-nari di sekitarnya. Jika tidak memperhatikan semuanya baik-baik, mereka tidak akan bisa melihatnya.


Melihat ekspresi Reyna berubah menjadi lebih buruk, Ouraya menyeringai.


“Hahahaha! Permainan baru saja dimulai, Gadis Kecil.”


***


Sekitar satu jam kemudian.


Sosok Reyna memegang gagang pedang dengan kedua tangannya. Penampilan gadis itu tampak buruk dengan banyak bekas luka di tubuhnya. Selain itu, napasnya sudah tidak stabil, matanya tampak sayu dan tubuhnya terlihat lemas. Dia menatap ke arah Ouraya dengan ekspresi tegas, sama sekali tidak terlihat akan menyerah.


Di sisi lain, Ouraya sendiri juga memiliki beberapa luka di tubuhnya. Meski begitu, makhluk tersebut jelas berkali-kali lebih baik daripada Reyna. Dia menatap gadis itu dengan seringai di wajahnya.


“Benar-benar gadis yang keras kepala. Bagaimana kalau menyerah saja? Jika kamu menyerah, aku akan memberimu kematian yang lebih mudah.


Selain itu, jika kamu menyerah, aku akan melepaskan desa ini. Selama memakanmu, aku akan menjadi lebih kuat. Dengan begitu, aku bisa kembali ke tempat asalku. Kembali untuk membalas dendam.”


Mendengar itu, ekspresi penuh keraguan muncul di wajah Reyna. Dia jelas kesulitan untuk melawan Ouraya. Memikirkan temannya, gadis itu menjadi ragu. Saat itu juga, sosok hitam tiba-tiba muncul dari langit, jatuh ke bawah lalu mendarat tepat beberapa meter di antara Reyna dan Ouraya.


“Astaga ... penampilan tampak begitu berantakan.”


Suara asal-asalan dan ceroboh terdengar. Melihat punggung tidak jauh darinya, Reyna bergumam pelan.


“Arthur ...”


“Jika kamu sampai mati. Aku akan berhutang kepadamu, dan itu bukanlah sesuatu yang baik. Kamu sudah tidak bisa bertarung, mundur saja bersama Murasaki dan Midorima. Aoi baik-baik saja. Sisanya ...”


Arthur menarik pedangnya. Ekspresi santai di wajahnya berangsur-angsur berubah menjadi dingin. Menatap ke arah Ouraya, pemuda itu berkata.


“Biar aku yang membereskannya.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2