Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Laporan dan Misi Lanjutan


__ADS_3

Setelah memurnikan roh jahat untuk memperkuat apinya sendiri, Arthur kembali ke tepi danau bersama dengan Jotaro.


Sampai di tepi, mereka langsung disambut oleh para warga yang bekerja di perikanan. Pertarungan tadi jelas sangat mencolok dari kejauhan. Para warga tampaknya sangat senang karena masalah mereka telah terpecahkan. Meski begitu, Arthur sendiri tidak merasa begitu senang karena tahu ini bukanlah akhir.


“Terima kasih! Terima kasih telah membantu Kota Danau Giok, Tuan!”


Banyak warga yang mulai berterima kasih dan memuji mereka. Arthur masih memasang ekspresi kosong karena pikirannya terbang entah kemana. Sementara Jotaro benar-benar kewalahan dengan para warga yang begitu antusias.


Selesai berbicara dengan warga sejenak, mereka berdua pun langsung pergi menuju ke rumah tuan kota untuk melapor.


***


Dalam ruang tamu rumah tuan kota.


“Terima kasih atas bantuan kalian, Tuan-tuan.


Seperti yang diharapkan dari kelompok Garden of Death, benar-benar menyelesaikan masalah dengan sangat efektif. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.”


Melihat Pak Shigechi yang tampak senang, Arthur mengangguk ringan. Dia kemudian melirik ke arah Jotaro, menyuruh pria itu agar tidak macam-macam. Pemuda tersebut kemudian berkata.


“Meski misi kami telah selesai, bisakah kami tinggal di sini untuk sementara waktu, Pak Shigechi?” tanya Arthur.


“Tentu! Tentu saja kami dengan senang hati menerima kehadiran kalian, Tuan-tuan.”


Mendengar ucapan Arthur, Shigechi tampak senang. Pria paruh baya gemuk itu merasa kalau keberadaan kultivator di kota sama sekali tidak merugikan. Meski harus menyediakan tempat dan memberi makanan terbaik, tetapi itu bukanlah sebuah kerugian.


Selama ada kultivator kuat, tidak akan ada bandit yang akan mencoba menyerang kota. Selain itu, mereka juga bisa diandalkan dalam menangani hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Bisa dibilang ... kultivator bisa dianggap pencegah bahaya, tentu saja Shigechi menerimanya dengan senang hati.


“Karena kami lelah setelah berjaga dan melawan roh jahat di malam hari, kami ingin beristirahat. Tolong jangan ganggu kami.”


“Kalau begitu biarkan pelayan mengantar anda, Tuan!” ucap Shigechi.

__ADS_1


Arthur dan Jotaro kemudian pergi menuju kamar tamu. Setelah pelayan pergi, Arthur duduk di kamarnya. Pemuda itu melaporkan kalau misi berhasil diselesaikan lewat emblem. Dia juga menceritakan anomali dalam misi tersebut. Usai menyelesaikan semuanya, barulah pemuda itu tidur.


Pada saat bangun, itu sudah sekitar jam 10 pagi.


Arthur menggeleng ringan ketika bangkit dari tempat tidurnya. Karena telah melewatkan sarapan, pemuda itu memutuskan makan nanti siang. Sekarang, dia berencana untuk membuat rencana lain.


Pertama-tama, dia meminta pelayan untuk membawakannya peta kota, danau, dan area sekitarnya. Kemudian Arthur mengamati beberapa sungai yang terhubung dengan danau tersebut. Karena musuhnya adalah hantu air, dia cukup yakin kalau makhluk itu datang dari salah satu sungai yang terhubung dengan danau.


Setelah makan siang, Arthur berkeliling sekitar danau dengan pedang terbang. Mencari beberapa sungai tersebut lalu memeriksa apakah ada petunjuk di sana. Sementara menunggu balasan dari markas pusat, Arthur dan Jotaro tidak berani lalai.


Sementara Arthur sendiri mencoba mencari petunjuk di berbagai sungai yang terhubung dengan danau, Jotaro mencari informasi baik dari buku di perpustakanan rumah tuan kota atau rumor-rumor aneh dari para warga.


Dengan demikian ... tiga hari pun berlalu begitu saja.


Pada pagi hari setelah tiga hari laporan dikirim, Arthur akhirnya mendapatkan balasan.


Balasan tersebut mengatakan selamat kepada Arthur karena telah menyelesaikan misi pertamanya. Setelah itu, ada juga informasi tentang sebuah desa yang dianggap sangat berbahaya. Sebuah tempat yang mungkin ada hubungannya dengan makhluk yang tiba-tiba muncul di danau tersebut.


Menurut balasan, sebenarnya ada misi yang berkaitan tentang pembersihan kota tersebut. Namun karena lokasinya begitu jauh dan terpencil, tidak ada yang repot-repot untuk menerimanya. Balasan juga menyatakan misi baru untuk Arthur. Misi tersebut adalah untuk menyelidiki desa tersebut dan menggali informasi lebih dalam.


Setelah melihat warga yang mungkin bisa mengalami kecelakaan jika ada roh jahat yang keluar dari desa, Jotaro meminta tolong kepada Arthur agar mau menerima misi tersebut.


Pada awalnya pemuda itu merasa agak ragu, tetapi akhirnya memilih untuk menerimanya. Ada alasan lain kenapa dia mau menerimanya. Itu karena keberadaan ikan dan jamur langka di sungai yang menuju ke arah desa dalam misi tersebut.


Lagipula, misi itu hanya untuk mencari informasi. Tidak harus menyelesaikannya. Mendapatkan bahan dan uang, mengenai dua burung dalam sekali lemparan batu ... tentu saja Arthur tidak keberatan melakukannya.


Jadi, pada siang harinya mereka berpamitan dengan tuan kota.


“Apakah kalian akan pergi secepat ini, Tuan?”


Melihat ke arah Arthur dan Jotaro yang siap untuk pergi, Shigechi menghela napas panjang. Pada saat Arthur meminta untuk tinggal, dia berpikir kalau mereka akan tinggal selama beberapa bulan. Namun setelah mengingat kalau mereka adalah anggota kelompok tertentu yang jelas sibuk, dia tahu kalau tidak mungkin menahan mereka agar tinggal.

__ADS_1


“Kalau begitu silahkan datang lagi lain kali, Tuan. Kami pasti akan menyambut kalian dengan baik.”


Arthur dan Jotaro mengangguk ringan.


“Kalau begitu kami pergi.”


Setelah mengatakan itu, Arthur dan Jotaro langsung pergi dengan mengendarai pedang terbang. Langsung menyeberangi danau yang luas dan menghilang di kejauhan.


***


Sore di hari yang sama, Arthur dan Jotaro tampak sedang berjalan di jalan setapak dekat dengan sungai.


“Setelah mencari, benar-benar masih tidak ada tempat yang cocok untuk memancing.”


Arthur menghela napas panjang. Karena tidak ada tempat, dia bahkan memiliki ide untuk memancing sambil duduk di atas pedang terbang. Namun setelah memikirkannya baik-baik, pemuda itu menyerah dengan ide tersebut.


“Lihat itu, Bos! Akhirnya kita menemukannya!”


“Dimana?”


Mendengar ucapan Jotaro, Arthur langsung menatap ke arah rekannya menunjuk. Jauh di dalam hutan, tampak tempat yang agak gembur dan tidak terlalu rimbun di bawah pohon besar. Di sana, tampak jamur besar yang penampilannya agak mencolok.


Arthur segera bergegas mendekatinya. Namun setelah sampai di sana, ekspresi aneh muncul di wajahnya.


“Ini benar-benar jamur yang ... unik,” ucap pemuda itu dengan ekspresi aneh di wajahnya.


Bentuknya bahkan lebih unik daripada jamur matsutake. Jamur itu tampaknya hidup berpasangan dan berdekatan. Kepala jamur membentuk sebuah bulatan dengan dengan sebuah benjolan kecil tepat di tengah. Dari warna dan bentuknya ketika dua jamur berjajar ... benar-benar mirip dengan ‘gundukan’ yang dibawa oleh kaum hawa.


Itulah kenapa Arthur berkata kalau jamur ini tampak mencolok dan unik.


Arthur benar-benar tidak tahu kenapa spesies semacam ini muncul. Namun karena terkenal sangat langka dan rasanya enak, pemuda itu dengan tegas mencabutnya lalu melemparkannya ke gudang penyimpanan.

__ADS_1


Setelah menyimpannya, entah kenapa Arthur merasa cukup lega.


>> Bersambung.


__ADS_2