
Sementara itu, dalam ruang tamu gadung kantor pengelolaan tambang besi dingin.
Mendengar suara ledakan disusul dengan getaran beberapa kali, ekspresi Nanami menjadi lebih serius. Memikirkan sosok gurunya, gadis itu bergumam.
“Semoga saja Guru baik-baik saja.”
Sementara dua orang lain diam saja, Natsumi langsung mencibir ketika mendengarkan ucapan Nanami.
“Bukankah Tuan Ryuma adalah guru yang kamu bangga-banggakan? Jenius dari kekuatan besar tertentu? Seharusnya orang seperti itu akan hidup dan menendang jika dihadapkan dengan masalah kecil semacam ini.”
“Tampaknya kamu benar-benar tidak menyukai guru, Putri Natsumi. Masih kesal karena ditolak olehnya?” ucap Nanami dengan ekspresi santai di wajahnya.
“Kamu-“
“Benar juga. Dibandingkan dengan Tuan Masanobu yang sudah cukup tua dan tidak bisa menggunakan kekuatannya secara maksimal, kondisi Guru pasti lebih baik.”
Nanami berkata dengan mata menyipit. Meski Masanobu adalah kakeknya sendiri, gadis itu sama sekali tidak pernah memanggil lelaki tua itu dengan sebutan ‘kakek’. Ditambah dengan perlakuan yang dia dan ibunya dapatkan dari keluarga kerajaan, Nanami sama sekali tidak keberatan jika ‘Pilar Kerajaan Fuji’ runtuh. Sama sekali tidak peduli dengan dampak setelahnya jika kejadian seperti itu terjadi.
Meski di depan Arthur dia adalah gadis yang patuh, tetapi Nanami juga memiliki pemikirannya sendiri. Diperlakukan secara tidak adil sejak lahir, mustahil bagi gadis itu tidak memiliki dendam terhadap Kerajaan Fuji. Sejak dahulu dia ingin meninggalkan kerajaan, tetapi tertahan oleh ibunya. Namun sekarang semuanya berbeda.
Bukan hanya telah dilatih oleh Arthur, selama lebih dari empat puluh hari, ibunya juga mulai mendapatkan perawatan. Menurut gurunya sendiri, luka-luka fatal telah disembuhkan. Sekarang tinggal menunggu wanita itu sadar lalu melakukan perawatan rutin untuk memulihkan kondisi fisiknya agar kembali normal.
Menurut Arthur, Nanami sekarang harus fokus pada latihan setidaknya satu atau dua tahun. Setelah gadis itu memiliki kekuatan tingkat silver tahap menengah, barulah dia bisa keluar dari istana kerajaan bersama ibunya. Pergi ke tempat sang ayah berada.
Bukan hanya untuk mengasah kekuatannya, tetapi juga memastikan kesembuhan ibunya.
Rencana yang diberikan Arthur kepadanya membuat Nanami senang. Hanya saja, ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Setelah dua bulan, gurunya akan pergi. Meski sudah mempersiapkan diri, gadis itu masih merasakan perasaan tidak nyaman.
Sebagai ‘orang luar’ yang memperlakukan dirinya dengan baik pertama kali, kebaikan Arthur sangat berbekas pada pikiran gadis itu. Jadi dia merasa kesal ketika Natsumi, si putri manja mengejek gurunya. Memikirkan sosok pria itu, Nanami tidak bisa tidak berpikir.
‘Semoga semua berjalan lancar.’
***
Sementara itu, dalam sarang Ground Dragon.
Setelah bertarung begitu lama, bagian dalam gua benar-benar tampak berantakan. Banyak retakan pada dinding, bahkan beberapa bagian gua runtuh. Tidak hanya itu, pertarungan juga telah sampai pada titik krisis.
“Benda ini benar-benar menyebalkan.”
__ADS_1
Melihat sosok Ground Dragon yang masih berdiri kokoh meski tubuhnya penuh dengan luka yang begitu dalam dan panjang membuat Masanobu menggerutu. Bukan hanya dia, bahkan tiga orang lain juga memiliki ekspresi buruk di wajah mereka, khususnya Arthur.
Melihat ‘bongkahan batu hidup’, ekspresi pemuda itu tampak tumpul. Bagian atas kepalanya agak kesemutan. Sama sekali tidak menyangka kalau semuanya bisa begitu buruk. Merasa kedua pergelangan tangannya yang mati rasa, sudut bibirnya berkedut.
Tik! Tik! Tik!
Saat itu, suara tetesan air yang jatuh ke tanah penuh bebatuan langsung terdengar di telinga Arthur. Meski suaranya terdengar begitu pelan, dia masih bisa mendengarnya. Pemuda itu kemudian fokus ke sumber suara. Saat itu, pemuda itu tertegun.
Pada dada Ground Dragon yang berdiri kokoh dengan keempat kakinya, terdapat sebuah retakan kecil di antara banyak luka. Dari sana, aliran darah berwarna meras tua muncul. Alirannya sangat kecil, tetapi dapat dipastikan ...
Makhluk itu benar-benar berdarah!
“HAHAHAHA!”
Mendengar tawa Arthur yang begitu tiba-tiba, ketiga lelaki tua itu terkejut. Mereka saling memandang. Melihat ke arah pemuda itu, ketiganya mengira kalau dia sudah gila.
“BAGUS! SANGAT BAGUS!”
“BAHKAN JIKA SEKECIL KAKI NYAMUK, ITU MASIH DAGING DAN AKU HARUS MENCICIPINYA!”
“...”
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Kijimura pelan.
Kecuali kartu truf berupa item sangat berharga, mereka telah mengeluarkan segala kemampuan. Melihat kondisi Ground Dragon, mereka masih yakin bisa menang jika menggunakan item itu. Namun, mereka semua merasa enggan karena barang semacam itu terlalu langka dan berharga. Jika sampai menggunakannya, berarti keuntungan mereka dari tambang ini cukup tipis.
Pada awalnya, mereka berpikir bisa mengandalkan Arthur karena kekuatan setiap serangannya benar-benar memiliki efek merusak. Namun melihat kondisi ‘kurang sehat’ Arthur, mereka merasa kalau pemuda itu agak kurang bisa diandalkan sekarang.
Untung saja mereka melawan Ground Dragon yang hanya memiliki dua kemampuan, yaitu berkah bumi yang menambah pertahanannya dan tanduk emas yang digunakan untuk menyerang. Bisa dibilang, makhluk ini tampaknya lebih mengandalkan fisiknya daripada kemampuan spiritual.
Dibandingkan dengan monster semacam ini, siluman lebih sulit ditangani. Sedangkan yang paling sulit adalah jenis roh jahat. Meski kemampuan mereka sering kali tidak sekuat iblis, tetapi makhluk itu memiliki berbagai kemampuan aneh. Benar-benar dianggap sangat berbahaya dibandingkan dengan monster atau ancaman lainnya.
“PEGANG DIA UNTUKKU!”
Pada saat mendengar teriakan itu, semua orang langsung menatap ke arah Arthur. Melihat pemuda itu telah memasang kudang-kuda berbeda dengan pusaran api yang mengelilinginya, mereka semua tercengang. Menatap ke arah pusaran api yang semakin lama semakin kencang dan bisa membentuk tornado api kapan saja, ketiga lelaki tua itu tidak memiliki waktu untuk ragu.
Menggertakkan gigi, Kijimura adalah pertama kali bereaksi. Dia memegang erat pedangnya. Seluruh energi qi yang tersisa dalam tubuhnya langsung meledak keluar, membentuk sepasang sayap berwarna hijau yang tampak indah. Pria itu kemudian menghilang dari tempatnya, berubah menjadi cahaya hijau yang melesat melewati bawah tubuh Ground Dragon. Pedang di tangannya langsung membidik bagian belakang pergelangan kaki makhluk tersebut, membuatnya tidak kesulitan bergerak.
Saat sosok Kijimura menghilang, Ground Dragon meraung karena luka di keempat kakinya hampir membuatnya roboh. Saat itu juga, tampak ratusan jimat melayang di sekitar makhluk itu. Jimat tersebut kemudian meledak dengan cahaya warna biru. Seketika, tampak ratusan rantai yang terbuat dari energi qi langsung melilit dan menahan makhluk tersebut.
__ADS_1
Di kejauhan, Mitsusaru yang menggunakan trik itu untuk menahan Ground Dragon sudah menggertakkan gigi. Wajahnya merah, darah mengalir dari mulut dan hidungnya. Menahan monster semacam itu jelas bukan sesuatu yang mudah baginya. Belum lagi, makhluk tersebut terus memberontak dan mencoba meloloskan diri.
Pada saat itu, sosok merah melesat ke langit lalu menukik ke bawah. Sosok itu tampak seperti meterorit yang terbakar saat mencoba melewati atmosfer bumi. Bergegas ke bawah dengan kekuatan luar biasa.
“METEOR FIST!!!”
BLARRR!!!
Sebuah pukulan luar biasa kuat menghantam kepala Ground Dragon sampai-sampai membuatnya membentur tanah dengan keras. Seluruh gua bergetar hebat ketika asap mengepul. Pada saat itu, ketiga lelaki tua itu melihat Ground Dragon dalam titik lemahnya.
Ketika mereka hendak berteriak agar Arthur menyelesaikannya, sosok pemuda itu telah melesat, melompat belasan meter tingginya dengan pedang yang diselimuti api hitam yang sangat besar dan panjang. Berkelok-kelok di udara seperti makhluk hidup.
Pemuda itu memutar tubuhnya di udara lalu mencengkeram erat gagang pedang sambil berteriak.
“Gaya Black Imoogi bentuk ke-10 ...”
Arthur mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dengan dipenuhi niat membunuh.
“Sang Ular Menggigit Bulan!”
SWOOSH!
Di depan mata terkejut semua orang, mereka melihat seekor ular bertanduk dengan diameter lebih dari dua setengah meter dan panjang puluhan meter yang seluruh tubuhnya terbuat dari api hitam melesat. Makhluk ganas itu membuka mulutnya lalu menabrak tepat di bagian dada Ground Dragon yang dipenuhi retakan.
CRACK! CRACK!
Ekspresi mereka bertiga menjadi semakin terkejut ketika melihat tubuh Ground Dragon dipenuhi dengan banyak sekali retakan.
Melihat sosok ular yang dipadatkan dari api belum berhasil menghancurkan Ground Dragon, Arthur mengayunkan pedangnya lebih keras sambil berteriak.
“MATI!!!”
BLARRR!
Saat itu juga, sosok Black Imoogi menembus tubuh Ground Dragon, lalu meledak dengan keras. Tubuh makhluk itu langsung diledakkan menjadi ratusan potongan yang berterbangan.
Merasakan rintik hujan darah, ketiga lelaki tua itu tidak bisa tidak melihat ke arah Arthur yang baru saja mendarat. Berdiri di sana sambil memunggungi mereka semua. Serangan pemuda itu benar-benar membuat mereka menghirup napas dingin.
Benar-benar tidak menyangka kalau ‘Ryuma’ yang tak terkenal bisa sekuat itu!
__ADS_1
>> Bersambung.