
Saat itu, Shinozaki menatap ke arah Arthur yang berdiri tenang. Dia kemudian memperhatikan seluruh tubuh, lalu fokus ke tangan kanan pemuda itu.
Seluruh tubuh Arthur dilapisi oleh energi qi tipis berwarna hitam. Sementara tangan kanannya dilapisi energi yang sama, tetapi lebih tebal. Hal tersebut membuat Shinozaki menjadi bingung.
‘Itu kegelapan? Tidak! Itu … api? Api hitam?’
Melihat itu, ekspresi Shinozaki menjadi lebih serius. Energi qi jenis angin menyelimuti tubuhnya. Memegang erat pedang di tangannya, dia langsung bergegas menyerang Arthur. Hanya saja, saat dia mendekat lalu menyerang, pemuda itu dengan mudah mengelak, menghindari setiap serangannya.
‘Ini …’
Melihat bagaimana Arthur menghindari setiap serangannya dengan mudah, Shinozaki merasa sedang bermimpi. Pada saat itu, dia menyadari sesuatu yang sangat penting selain kekuatan yaitu … tingkat dari teknik yang mereka pelajari.
Berbeda dengan Sekte Pilar Surgawi yang memiliki banyak teknik tingkat tinggi, bahkan puncak, sekte lain tidak seberuntung itu. Sekte tingkat menengah mungkin hanya memiliki satu set keterampilan tinggi yang hanya diwariskan kepada penerus sekte, patriak berikutnya.
Di Sekte Pilar Surgawi sendiri teknik tingkat tinggi juga memerlukan banyak persyaratan untuk diajarkan. Jika bukan karena janji dalam kontrak, mereka pasti tidak akan mengajarkan teknik tingkat puncak kepada para pahlawan. Bisa dibilang, Arthur diperlakukan khusus oleh Shigekuni karena ingin menguji bakatnya. Namun, pemuda itu berhasil mengejutkan pria tua itu. Jadi akhirnya Shigekuni memilih untuk mengajarkan semuanya kepada Arthur.
Selain karena bakatnya yang kuat, ada alasan lain kenapa Shigekuni memilih untuk mengajar Arthur.
Itu adalah sifatnya yang tidak gila atas jabatan atau posisi!
Tentu saja, Shigekuni juga berharap kalau Arthur akan menjadi pemburu iblis yang kuat dan sosok pahlawan yang menyelamatkan banyak orang di masa depan. Namun pemuda itu benar-benar mengecewakannya karena memilih untuk melarikan diri dan masih keras kepala untuk menempuh jalan sebagai koki.
‘Teknik gerakan tingkat tinggi?’
Memikirkan itu, ekspresi Shinozaki menjadi lebih serius. Pada saat dia hendak menyerang, sebuah telapak tangan yang diselimuti oleh api hitam langsung melesat ke arahnya.
“Pedang Merak Hijau, gerakan pertama!”
Shinozaki langsung menebas dengan cepat. Angin yang digerakkan oleh energi qi langsung menabrak telapak tangan Arthur dengan keras.
Ekspresi Arthur sama sekali tidak berubah. Tangannya mendorong ke depan dengan lebih keras. Api hitam di sekitar tangannya langsung menghancurkan teknik Shinozaki. Telapak tangannya langsung menghantam dada Shinozaki sampai pria paruh baya itu terpental mundur beberapa meter.
Pada saat mengedipkan mata, Shinozaki terkejut ketika melihat sosok Arthur yang sudah ada di depannya. Posisi tangan yang sebelumnya dalam teknik palm langsung berubah menjadi teknik fist (pukulan/tinju). Api hitam membakar udara dan ruang di sekitarnya.
__ADS_1
Saat kepalan tangan berlapis api itu melesat ke arahnya, Shinozaki tahu kalau dirinya sudah kalah.
Tinju berhenti dengan jarak kurang dari 15 centimeter dari wajah Shinozaki. Saat itu juga, api hitam yang menyelimutinya juga sirna.
“Ini dihitung sebagai kemenanganku, kan?”
Melihat Arthur yang tampak santai dan malas, Shinozaki memasang senyum pahit. Dia tidak menyangka kalau pemuda yang tampak sembrono itu benar-benar sangat berubah saat bertarung. Rasanya langsung menjadi orang yang berbeda.
“Jika boleh tahu, apakah yang anda gunakan adalah keterampilan tingkat tinggi, Tuan Arthur?”
“Ini satu set keterampilan yang disebut Black Imoogi. Baik teknik gerakan, pertahanan, palm, dan fist.”
Mendengar itu, ekspresi penuh pengertian langsung muncul di wajah Shinozaki. Meski teknik Pedang Merak Hijau miliknya juga tingkat tinggi, tetapi teknik gerakan kaki dan pertahannya lebih buruk. Bahkan sebelum mengeluarkan semua jurus pedang, dia sudah kalah. Begitulah pertarungan.
Musuh tidak akan menunggumu untuk mengeluarkan semua kemampuan. Siapa yang lebih cepat dan kuat, dia yang akan menang.
Sementara Shinozaki hanya mengangguk dan tidak terkejut dengan teknik Arthur, Tarou yang sedikit lebih mengenal Sekte Pilar Surgawi jelas terkejut. Dia menatap ke arah Arthur dan bertanya dengan ekspresi tidak percaya.
“Bukankah teknik itu hanya diajarkan kepada murid inti Dojo Naga, Tuan Arthur?”
Arthur tertawa santai, sama sekali tidak peduli telah mengungkapkan itu semua. Lagipula, dia sendiri memiliki satu set keterampilan lebih kuat. Hanya saja pemuda itu enggan menggunakannya karena membuatnya lelah dan membuang terlalu banyak tenaga. Jadi kecuali terpojok, dia hanya akan menggunakan teknik keterampilan Black Imoogi.
Tentu saja, itu karena dia tidak memiliki teknik keterampilan yang lebih rendah. Jika memilikinya, pemuda malas dan tidak mau membuang banyak tenaga itu pasti memilih untuk menggunakan teknik tersebut.
Dua set keterampilan tempur, keterampilan bertahan hidup di alam liar, keterampilan memasak, dan keterampilan membuat obat. Itu sudah lebih dari cukup bagi Arthur untuk menjelajahi dunia.
“Anda … anda benar-benar murid inti dari Sekte Pilar Surgawi?” tanya Tarou dengan ekspresi terkejut.
“Mantan. Mantan murid inti. Tidak lebih dari itu.”
“…”
Melihat ekspresi Arthur yang tidak puas ketika dianggap sebagai murid inti Sekte Pilar Surgawi, semua orang tercengang. Jika itu orang normal, mereka pasti akan bangga, bahkan menyombongkan diri kalau mereka adalah anggota dari sekte kuat. Namun, alih-alih bangga, pemuda itu malah tampak jijik.
__ADS_1
Melihat itu, mereka tiba-tiba memikirkan kemungkinan lain. Cinta ditolak, dianggap sampah, perjuangan keras untuk mencapai puncak, dan berbagai cerita dramatis antara Arthur dan orang-orang dari Sekte Pilar Surgawi muncul dalam kepala semua orang. Menatap ke arah pemuda itu, mereka tersenyum lembut.
‘Tampaknya pemuda ini juga memiliki cerita sendiri.’
Itulah yang dipikirkan orang-orang saat memandang Arthur.
Merasakan tatapan orang-orang, Arthur menjadi agak bingung. Saat itu, dia terkejut ketika Shinozaki menepuk pundaknya sambil berkata dengan nada tulus.
“Tidak peduli apa yang terjadi sebelumnya, itu hanyalah masa lalu, Tuan Arthur. Anda masih muda, tidak perlu terjebak dalam masa lalu. Masa depan yang lebih indah telah menanti anda!”
Mendengar ucapan itu, tanda tanya besar muncul di atas kepala Arthur. Dia menatap orang-orang dengan ekspresi aneh. Benar-benar tidak mengerti apa yang sedang orang-orang pikirkan. Tidak ingin tertular, Arthur memutuskan untuk menggelengkan kepala dan tidak mempedulikannya.
Setelah pertarungan tersebut, Shinozaki yang mengetahui kekuatan Arthur akhirnya memberitahukan segala informasi yang dia ketahui.
Keesokan harinya, di depan pintu masuk desa yang ditinggalkan.
“Apakah anda yakin tidak memerlukan bantuan kami, Tuan Arthur?”
Kiba bertanya kepada Arthur dengan ekspresi enggan di wajahnya. Semalam dia berusaha berbicara dengan pemuda itu agar dirinya bisa ikut untuk memburu kultivator jahat itu. Namun Arthur benar-benar menolaknya. Bukan hanya menolak bantuannya, tetapi juga menolak bantuan dari ayahnya.
“Tidak perlu! Kembali saja dan temani ibumu!” teriak Arthur tidak sabar.
Mendengar itu, Kiba tersenyum. Dia menganggap kalau Arthur adalah lelaki yang sangat baik karena tidak ingin membuatnya terluka. Bukan hanya menyembuhkan ibunya, tetapi orang itu benar-benar membantu keluarganya dalam menghadapi ancaman dalam wilayah mereka.
“Terima kasih banyak, Tuan Arthur! Setelah selesai melakukan apa yang ingin anda lakukan, anda bisa mampir ke rumah kami!” tambah Shinozaki dengan senyum di wajahnya.
Meski tadi malam dia telah membayar banyak uang, beberapa benda berharga, dan kereta kuda pengangkut barang, pria itu merasa masih berhutang budi kepada Arthur. Meski pertemuan mereka singkat, dia merasa enggan untuk berpisah dengan dermawannya.
“ENYAH!”
Arthur langsung berteriak kelas. Alih-alih marah, semua orang malah menatapnya dengan hormat seperti sedang melihat pahlawan. Hal tersebut membuatnya benar-benar kehilangan kata-kata.
Setelah gerombolan Shinozaki, Kiba, dan para penjaga pergi, barulah Arthur menghela napas lega. Melihat ke arah hutan di kejauhan, senyum muncul di wajahnya. Sambil berjalan santai, pemuda itu bersenandung ria.
__ADS_1
“Waktunya untuk pergi berburu~”
>> Bersambung.