
“Mari kembali.”
Setelah jalan-jalan untuk memeriksa daerah sekitar, Arthur mengajak Nanami kembali.
“Baik, Guru.”
Meski menjawab dengan patuh, ekspresi Nanami berubah. Dia sama sekali tidak tampak bersemangat seperti sebelumnya. Gadis itu sekarang menjadi lebih pendiam. Tampaknya pemandangan dimana banyak pekerja tambang diperlakukan secara tidak manusiawi dan disiksa merubah pandangannya terhadap dunia.
Sekarang burung dalam sangkar itu akhirnya sadar, dunia luar tidak seindah kelihatannya.
Berjalan di samping Nanami, Arthur mengulurkan tangan lalu mengelus kepalanya dengan lembut. Gadis itu sempat tersentak, tetapi tidak menghindar atau menolak. Hanya menikmati kehangatan tangan di atas kepalanya dalam diam.
“Kamu tidak perlu khawatir. Jika kamu memiliki kekuatan, bahkan jika tidak bisa merubah dunia, kamu masih bisa merubah situasi kerajaan.”
“En.”
Nanami mengangguk. Ekspresi penuh tekad muncul di wajahnya. Dia kemudian melihat ke arah Arthur yang berhenti mengelus kepalanya lalu bertanya.
“Bagaimana dengan anda, Guru? Saya dengar bakat anda sangat luar biasa, salah satu dari beberapa sosok dengan bakat puncak. Apakah anda memiliki rencana untuk merubah dunia ini?”
Melihat mata penuh harap muridnya, Arthur menampilkan senyum lembut. Dia kemudian mengangkat bahu sambil menjawab santai.
“Aku sama sekali tidak memiliki cita-cita mulia seperti menyelamatkan dunia, tetapi juga tidak memiliki cita-cita ambisius seperti menguasai dunia.”
Nanami merasa bingung. Dalam keadaan normal, biasanya sosok yang memiliki bakat semacam itu seharusnya memiliki tujuan besar. Namun melihat gurunya yang tenang, gadis itu merasa terkejut dan kagum.
“Lalu, apa yang ingin anda lakukan, Guru?”
“Aku?”
Arthur memiringkan kepalanya. Melihat ke arah muridnya yang mengangguk seperti ayam mematuk nasi, dia tersenyum lalu menjawab.
“Mudah datang, mudah pergi ... tujuan besar atau semacamanya, aku merasa hidup bisa terus berlanjut bahkan jika aku tidak memilikinya.
Terus berjalan kemana angin akan membawa, terus menapak di atas dunia dan di bawah angkasa ... yang aku lakukan di masa depan hanyalah mencoba menikmati berbagai jenis keindahannya.
Seperti permata yang bersembunyi di dalam tanah yang kita injak, seperti mutiara yang bersembunyi di dasar samudera gelap, mungkin tidak bisa dilihat ...
__ADS_1
Akan tetapi, pasti ada keindahan di dunia suram dan tertutup debu ini.”
Setelah mengatakan itu, Arthur berjalan pergi meninggalkan Nanami yang tampak linglung. Merasakan tatapan terkejut dan penuh pemujaan dari muridnya, pemuda itu merasa puas. Bahkan dia sendiri cukup terkesan dengan bualannya. Arthur bahkan berpikir dirinya cocok menjadi politikus yang pandai membual dan menebar janji palsu.
‘...’
Gluttony yang mendengar bualan tuannya benar-benar terdiam.
‘Hihihihi ...’
Suara tawa koi hitam dan koi putih menggema dalam benak Arthur. Mereka berdua serta Gluttony tahu kalau impian tuan mereka jelas bukan hal-hal indah seperti itu. Bisa dibilang, bahkan lebih ambisius dibandingkan para jenius lain.
Jika mereka ingin mendapatkan garis keturunan naga atau phoenix, paling banter membuat kontrak dan menjadi rekan makhluk kuat semacam itu, maka keinginan tuan mereka adalah mencicipi daging naga. Bahkan pemuda itu penasaran apakah phoenix benar-benar hanya api yang terus berputar dalam siklus yang membuat makhluk itu abadi, atau sebenarnya jenis burung yang bisa mengendalikan api mengerikan. Tentu saja, Arthur pasti berharap kalau phoenix adalah jenis unggas.
‘Hey! Kenapa kalian tertawa? Apakah yang aku ucapkan tidak keren? Kenapa aku tiba-tiba merasa malu karena ucapanku sendiri? Rasanya .... itu agak memalukan?’
Arthur tercengang. Dia benar-benar merasa malu ketika ditertawakan oleh Yin-Yang Koi.
Hanya saja, Arthur tidak tahu kalau ucapannya seperti minyak yang membuat semangat Nanami menyala lebih kuat. Bahkan mengubah pandangan gadis itu tentang kehidupan dan tujuan hidupnya selama ini.
***
Selesai sarapan bersama, Masanobu melirik ke arah tiga rekan satu tim sementara yang duduk sambil menikmati teh mereka.
“Apakah kalian beristirahat dengan baik?”
“Terima kasih atas perhatiannya, Tuan Masanobu. Saya merasa sangat baik hari ini.” Kijimura membalas dengan senyum ramah di wajahnya.
“Aku juga merasa baik.”
Lelaki keras kepala yang diketahui bernama Mitsusaru berkata dengan suara dalam.
Melihat ke arah mereka bertiga, Arthur berkedip. Berhadapan dengan tiga lelaki tua, dia benar-benar merasa tidak pada tempatnya. Namun entah kenapa, pemuda itu merasa cukup tertarik kepada Misusaru setelah mengetahui namanya.
‘Mitsu berarti air, saru berarti monyet/kera. Monyet air?’
Mempertanyaan itu dalam kepalanya, dia tertegun. Melihat ke arah lelaki tua itu, entah kenapa Arthur merasa kalau penampilannya sedikit mirip dengan monyet. Pemuda itu buru-buru menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Wajah Mitsusaru berubah menjadi gelap. Meski tidak tahu kenapa Arthur menoleh ke arahnya, dia merasa kalau pria itu sedang memikirkan sesuatu yang kasar tentang dirinya. Suasana hatinya tiba-tiba jatuh ke titik rendah.
“Apakah anda memiliki sesuatu untuk dikatakan, Tuan Ryuma?”
“Ah! Tidak.” Arthur menggelengkan kepalanya. “Saya hanya sedikit penasaran. Kalau tidak salah, anda memiliki energi qi tipe air, kan?”
“Ya. Aku memilki energi qi tipe air.” Mitsusaru mengangguk. “Kalau boleh tahu, bagaimana dengan anda, Tuan Ryuma?”
“Tentu saja boleh. Bukankah kita harus bekerja sama? Itu berarti kita setidaknya harus mengetahui kemampuan rekan satu tim, bukan?”
Arthur tersenyum sebelum menjelaskan.
“Saya memiliki energi qi tipe api. Sedangkan saya sendiri memiliki spesialisasi teknik pedang dan memiliki sedikit pencapaian dalam bidang gerakan kaki. Bisa dibilang, saya petarung tipe penyerang yang lebih mengandalkan kekuatan destruktif tipe api yang digabungkan dengan kecepatan.”
Tentu saja, Arthur tidak berkata kalau dirinya juga mempelajari seni pertahanan, tinju, dan palm.
Mendengar ‘kejujuran’ Arthur, tiga lelaki tua merasa kalau pemuda itu memang pintar, tetapi masih terlalu polos dan belum melihat dunia. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menjelaskan.
“Tipe air. Saya lebih handal dengan skill palm dan pertahanan. Jenis orang yang sering berperan dalam pertahanan dan membatasi gerakan musuh.” Mitsusaru berkata dengan tenang.
“Tipe angin. Mirip dengan Tuan Ryuma, saya juga menggunakan pedang dan fokus dalam serangan cepat.” Kijimura tersenyum ramah.
“Tipe api. Meski menggunakan pedang, saya lebih handal dalam tinju. Fokus saya adalah serangan destruktif. Meski tidak terlalu cepat, serangan saya terkenal berat.” Masanobu berkata dengan nada bangga.
Mendengar itu, Arthur mengangguk dengan senyum ramah di wajahnya. Setelah itu, mereka berempat membahas strategi yang cocok digunakan untuk melawan Ground Dragon.
***
Siang harinya, mereka berempat berangkan menuju ke lokasi.
Setelah menyuruh para junior tinggal dan berlatih, mereka langsung masuk ke dalam tambang, Sesampainya di area dalam, mereka berhenti di depan sebuah lubang besar. Tempat ini digali secara tidak sengaja. Jauh di dalam sana adalah sarang Ground Dragon yang membuat keempatnya sampai repot-repot datang dan bekerja sama.
Berdiri di depan lubang besar, Arthur tanpa sadar mengangkat wajahnya. Merasakan terpaan angin dingin dari sana, pemuda itu berpikir.
‘Ground Dragon ... aku benar-benar tidak sabar untuk melihatnya!’
>> Bersambung.
__ADS_1