Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

“Apakah aku perlu ikut pesta ulang tahun semacam itu?”


Melihat surat undangan itu, Arthur menggeleng ringan. Dia sama sekali tidak tertarik untuk menghadiri upacara formal semacam itu. Namun saat dia hendak menolak, pemuda itu merasakan dua tatapan yang diarahkan kepadanya. Melirik ke arah Nanami dan Jotaro yang memiliki mata berbinar, sudut bibirnya berkedut.


“Ada apa dengan kalian?”


“Kamu akan menghadiri pesta itu kan, Bos?”


“Kamu akan ikut dengan saya kan, Guru?”


Melihat keduanya, Arthur menghela napas panjang.


“Kenapa aku harus mengikuti kalian?”


Mendengar pertanyaan Arthur, Nanami merasa agak malu. Sambil menggaruk belakang kepala dan mengalihkan pandangannya, dia berkata.


“Saya tidak pernah menghadiri pesta dengan orang lain. Meski diminta untuk datang, di sana saya sama sekali tidak mendapatkan teman bicara. Jadi kalau bisa, saya ingin datang ke pesta dengan anda, Guru.”


“Aku belum pernah ikut serta dalam pesta besar seperti itu, Bos. Jika kamu datang, aku bisa saja ikut sebagai pengawalmu. Ini adalah kesempatan!”


Melihat dua pasang mata penuh bintang itu, Arthur menghela napas panjang. Dia tidak menyangka benar-benar harus ikut dengan acara seperti ini. Namun ketika mengetahui keduanya sangat ingin dirinya menghadiri pesta, dia akhirnya mengangguk ringan.


“Baik. Kalau begitu aku akan ikut. Namun jangan memaksaku melakukan hal aneh. Aku juga tidak ingin melihat kalian tampil memalukan, mengerti?”


“Baik!” jawab mereka berdua serempak.

__ADS_1


Pada saat melihat mereka berdua, entah kenapa dirinya merasa kalau Nanami dan Jotaro tampaknya tidak bisa diandalkan. Hal tersebut tentu membuatnya merasa lelah. Rasanya seperti seorang pengasuh bayi yang mengurus dua anak bermasalah.


‘Benar-benar merepotkan!’


***


Keesokan harinya.


“Apakah tidak apa-apa untuk libur latihan, Guru?” tanya Nanami.


“Tentu saja ini lebih penting. Meski aku tidak terlalu peduli dengan pakaian glamor atau semacamnya, aku ingin kalian memakai pakaian yang layak ketika menghadiri pesta.


Gaun dengan beberapa tambalan dan jubah pendeta usang? Jangan bercanda denganku.”


Belum lagi, Arthur telah mendapatkan 2 cockatrice dan 4 black orchid chicken dari Takahide. Pemuda itu merasa malu jika tidak mau mengeluarkan sedikit uang untuk putri dermawannya. Jadi akhirnya dia memilih untuk membeli pakaian untuk mereka berdua.


Arthur mengajak keduanya ke kota, langsung bergegas menuju ke toko pakaian terbaik di kota.


Masuk ke dalam toko, mereka jelas menjadi sorotan. Melihat penampilan Arthur dan Jotaro yang tidak biasa, manager toko langsung keluar untuk menemui mereka.


“Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan-tuan?”


“Tunjukan pakaian terbaik di toko ini dan pilih yang paling cocok untuk kami bertiga.”


“...”

__ADS_1


Manager toko merasa bingung, bahkan banyak orang-orang di toko yang bingung. Namun setelah satu jam, manager keluar dari toko sambil terus membungkuk dengan senyum di wajahnya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Arthur adalah pelanggan besar, langsung membeli enam setelan pakaian mahal tanpa banyak pilih-pilih.


Langsung meminta menyesuaikan ukuran sebentar, membayar, lalu pergi!


Setelah membeli pakaian, mereka langsung pergi membeli alas kaki, parfum, dan terakhir membeli hadiah untuk sepupu Nanami, Putri Raja Fuji yang akan merayakan ulang tahunnya.


Sebagai mantan bandit, Jotaro benar-benar merasa cara Arthur membelanjakan uang terlalu berlebihan. Dia belum pernah melihat yang seperti itu. Bahkan sebagai keponakan Raja, Nanami belum pernah melihat uang sebanyak itu. Mungkin uang di kantong Arthur adalah jumlah paling banyak yang dia lihat sepanjang hidupnya.


Setelah berbelanja, mereka langsung kembali untuk menangani barang-barang yang mereka beli. Selain itu, Arthur juga harus membuat sesuatu dengan bahan yang dia beli. Pemuda itu berniat untuk embuat kerajinan sebagai hadiah ulang tahun.


Hal tersebut tentu membuat Nanami merasa agak cemburu karena gurunya tampaknya sangat mempedulikan sepupunya!


***


Tanpa terasa, hari berlalu dan pesta ulang tahun akan dimulai.


Di malam yang tampak cerah karena penuh bintang dan lampu lampion, Arthur keluar dari kamarnya. Sekarang dia memakai pakaian hitam dengan gambar wisteria ungu. Pakaian indah itu membuatnya menjadi semakin mencolok. Meski memakai penutup mata hitam, ketampanan pemuda itu tidak berkurang. Sebaliknya, dia malah menjadi semakin misterius.


Rambut hitam agak panjang yang diikat ke belakang tertiup angin. Arthur berjalan dalam diam, mengabaikan orang-orang yang terlus menatapnya tetapi tidak berani mendekat. Menghela dalam hati, pemuda itu mengeluh dalam hati.


‘Pesta ulang tahun, kah? Benar-benar merepotkan.’


Sambil memikirkan beberapa hal acak, Arthur pun menghilang di lorong. Langsung pergi menuju ke lokasi pesta diadakan.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2