
“Apakah kalian sudah menunggu lama?”
Melihat ke arah Nanami yang memakai gaun tradisional berwarna hitam dengan gambar bunga camelia dan Jotaro yang memakai pakaian putih dengan garis hitam yang cukup mencolok, Arthur menyapa dengan ekspresi santai di wajahnya.
Nanami dan Jotaro menoleh ke arah Arthur. Melihat penampilan lelaki itu, mereka tidak bisa tidak merasa kagum.
“Anda tampak cocok mengenakan pakaian itu, Guru.”
“Aku merasa pakaian apapun cocok jika kamu pakai, Bos.”
Mendengar itu, Arthur hanya menggeleng ringan. Dia kemudian membalas santai.
“Mari pergi. Tidak baik jika terlambat.”
“Baik!” jawab keduanya serempak.
Mereka bertiga kemudian pergi menuju ke bangunan utama istana, tempat pesta diadakan.
Setelah berjalan beberapa waktu, mereka akhirnya tiba di lokasi. Di sana, kemunculan Arthur dan dua orang lainnya langsung menarik perhatian banyak orang. Arthur berjalan dengan santai, Nanami berada di sisi kiri dan Jotaro berada di sisi kanannya. Keduanya tidak berjalan sejajar, tetapi berada di belakangnya.
“Wow. Cantik sekali. Siapa dia?”
“Apakah kamu baru datang ke ibukota pertama kali? Dia adalah Nona Nanami, sepupu Putri Natsumi. Dia memang terkenal cantik, tetapi ... kamu pasti tahu maksudku.”
“Bagaimana dengan pria tampan di depan dengan penutup mata? Bangsawan dari kerajaan lain?”
“Aku dengar dia adalah guru Nona Nanami, seorang kultivator sekaligus swordsman yang kuat.”
“Cih! Kalian ketinggalan berita. Nama orang itu adalah Mr Ryuma. Meski cukup muda, tetapi dia terkenal akan kekuatannya. Bahkan Raja sebelumnya dan para tetua dari sekte yang diundang harus memberinya wajah.”
“...”
__ADS_1
Banyak orang membicarakan mereka. Arthur sama sekali tidak begitu peduli, malah memikirkan sisa hari melatih Nanami dan hendak kemana setelah pergi. Nanami sendiri tampak gugup karena cara orang-orang memandangnya sangat berbeda dengan sebelumnya.
Sedangkan Jotaro, pria itu tampaknya cukup kesal karena sebagian besar orang membicarakan Athur dan Nanami, hampir tidak ada yang tidak membicarakannya. Jika ada, hanya beberapa petugas yang mewaspadai gerak-geriknya. Tampaknya pria itu sekarang dicurigai, yang membuatnya merasa semakin tertekan!
Pada saat masuk, Arthur langsung disambut oleh beberapa pelayan yang menerima tamu. Dia dan dua orang lainnya masuk dengan santai. Sama sekali tidak tampak kewaspadaan di wajah mereka. Saat itu juga, Arthur melihat ke arah tempat tuan rumah duduk.
Di sana, tampak sosok mantan Raja, Tuan Masanobu. Ada juga Raja saat ini, Tuan Masamichi. Sebenarnya juga ada juga kerabat lain, tetapi Arthur sama sekali tidak peduli kepada mereka. Selain keduanya, ada dua orang yang menarik perhatiannya. Mereka adalah istri Raja saat ini yang ternyata seorang kultivator, dan protagonis dalam pesta ini, Putri Natsumi.
Penampilan Putri Natsumi sendiri sedikit mirip dengan Nanami. Apa yang membuat mereka berbeda mungkin rambut yang sedikit lebih pendek serta bergelombang dan bagian depan-belakang yang agak datar.
Pada saat itu juga, Tuan Masanobu dan keluarga kerajaan lain juga melihat kedatangan Arthur. Melihat sosok pria tampan dengan penutup mata yang sedikit membungkuk ke arah mereka lalu pergi menuju ke meja paling sepi lalu duduk di sana.
Dalam acara ini, ada beberapa urutan acara. Semuanya akan dimulai dengan sambutan, setelah itu, mereka akan melakukan pengujian kualifikasi Putri Natsumi untuk menjadi kultivator. Setelah itu selesai, mereka akan memberikan hadiah kepada Putri Natsumi. Baru kemudian ditutup dengan pesta meriah.
Setelah menunggu sebentar, para tamu akhirnya tiba dan acara pun dimulai. Sementara pembawa acara mulai berbicara dan sambutan dari Raja Masamichi dimulai, Arthur benar-benar mengabaikannya. Dia bahkan hampir tertidur karena bosan.
Selesai sambutan, acara berikutnya dimulai. Seorang pelayang membawa sebuah bola kristal dan meletakkannya di atas panggung. Kemudian sosok Putri Natsumi berjalan ke atas panggung. Jelas, gadis itu merasa gugup ketika dilihat banyak orang.
Pada saat Putri Natsumi menyentuh bola kristal, tidak ada yang terjadi. Setelah beberapa waktu, sebuah cahaya redup akhirnya muncul. Saat itu juga, para tamu bertepuk tangan. Melihat pemandangan penuh kebohongan seperti itu membuat Arthur menggeleng ringan.
‘Beginilah manusia ...’
Arthur tahu kalau kebanyakan tamu sekarang mengejek dalam hati mereka, tetapi memasang senyum dan bertepuk tangan dengan keras. Meski kultivator itu sendiri langka dan mendapatkan kualifikasi itu juga sulit, tetapi jelas dari bakat ... Putri Natsumi cukup buruk.
Tampaknya Raja Masamichi tidak peduli. Dia hanya merasa senang karena anaknya memiliki bakat untuk menjadi kultivator. Sedangkan Tuan Masanobu sendiri tampak begitu tak acuh, tampaknya hal semacam itu sama sekali tidak membuatnya senang.
Setelah itu, kristal kembali dibawa pergi. Kemudian, pembawa acara kembali berbicara. Berikutnya, acara pemberian hadiah dimulai. Acara tersebut juga membuat Arthur merasa bosan karena tamu yang memberikan hadiah maju dengan urutan sesuai. Bisa dibilang, ini juga sebuah ajang pamer bagi para bangsawan tinggi.
Urutan Arthur sendiri setelah para bangsawan itu selesai memberi hadiah, sebelum tamu dari kedua kerajaan lain, dan para perwakilan sekte. Bisa dibilang, Arthur ditempatkan pada posisi cukup tinggi. Jika sampai memberi hadiah yang buruk, dia jelas akan menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Hal tersebut juga yang membuat Nanami menjadi gugup.
Setelah menunggu cukup lama para bangsawan Kerajaan Fuji memberi hadiah dan pujian-pujian, akhirnya giliran Arthur tiba.
__ADS_1
Menghadapi tatapan banyak orang, Arthur maju ditemani Nanami dan Jotaro dengan wajah santai. Sampai di depan Putri Natsumi, pemuda itu memberi hormat agak santai. Dia kemudian berbicara.
“Nama saya Ryuma, seorang pengembara biasa. Hadiah yang saya berikan mungkin tidak begitu indah dan luar biasa seperti tamu lainnya, tetapi cukup berguna.
Pertama, ini hadiah dari kami bertiga, sebotol pil yang membantu anda dalam berkultivasi. Mempermudah anda untuk menyerap energi qi di tahap awal.”
Setelah mengatakan itu, Arthur mengeluarkan sebuah botol porselen lalu memberikannya kepada pelayan yang bertugas menerima hadiah.
“Selain itu, ada hadiah kecil dari saya pribadi.”
Usai mengatakan itu, Arthur maju satu langkah lalu memberikan sebuah kalung langsung kepada Putri Natsumi. Gadis itu tampak bingung, tetapi masih menerima hadiahnya. Kalung itu berwarna perak dengan liontin kristal ungu dengan bentuk bunga dengan lima kelopak. Di tengah setiap kelopak, ada sebuah titik. Dari lima titik, empat menyala dengan cahaya biru yang tampak lembut sementara satu tampak gelap.
Sepertinya ... sebuah kalung rusak.
Pada saat semua berpikir kalau Arthur tanpa sengaja memberi Natsumi kalung rusak dan berakhir memalukan, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi.
Di depan mata terkejut semua orang, Arthur tiba-tiba mengeluarkan sebuah belati dan menebas leher Putri Natsumi dengan kejam. Para kultivator jelas mengerti kekuatan tebasan itu, dan ekspresi mereka langsung berubah menjadi jelek karena mereka terlambat merespon.
Saat itu juga, kejadian aneh terjadi. Belati di tangan Arthur tiba-tiba dihentikan oleh penghalang tipis berwarna ungu. Setelah itu, tangannya terpental mundur dan penghalang itu meledak.
Penghalang qi meledak menjadi ribuan kelopak bunga wisteria yang melayang di udara. Membuat semua orang terkejut dengan pemandangan indah itu. Dalam beberapa detik, mereka dibuat terkejut secara berulang.
Baru kemudian, suara Arthur terdengar.
“Sebuah kalung yang bisa menangkis serangan kultivator tahap emas. Dari lima kesempatan, tersisa tiga kali penggunaan.”
Arthur menunjuk ke arah liontin bunga di tangan Putri Natsumi yang sekarang memiliki tiga titik kelopak menyala. Melihat gadis yang gemetar ketakutan dan gugup, Arthur mengangkat sudut bibirnya dan berkata.
“Semoga anda menyukainya.”
>> Bersambung.
__ADS_1