Story of Demon Hunter

Story of Demon Hunter
Keberuntunganmu Sangat Baik


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


‘Bocah ini benar-benar monster.’


Melihat pemuda dengan penampilan biasa saja yang bisa langsung menghilang jika dilempar ke dalam kerumunan, Takahide tidak bisa tidak menghela napas dengan kagum.


Ya ... pemuda itu adalah Arthur yang telah belajar teknik mengubah tubuh dan wajah. Dalam perkiraan Takahide, butuh waktu lebih dari satu bulan bagi jenius dari sekte besar untuk melakukannya. Hal tersebut sudah dianggap berlebihan. Namun dia benar-benar tidak menyangka kalau kemampuan Arthur lebih mengerikan daripada para pemuda yang dianggap jenius dari sekte-sekte besar itu.


Selain teknik mengubah tubuh dan wajah, Takahide juga mengajar Arthur beberapa teknik lain. Hanya saja, itu bukan teknik bertarung, tetapi teknik membuat beberapa obat yang bisa mendetoksifikasi racun dan juga pil racun. Dia juga mengajari keterampilan untuk merawat tanaman dan pengetahuan tentang berbagai tanaman ajaib, khususnya jenis beracun.


Arthur sendiri sudah mempelajari banyak hal di Sekte Pilar Surgawi, tetapi pelajarannya sendiri lebih umum. Jadi bisa dibilang, dia sudah memiliki dasar kuat. Saat diajar oleh Takahide, dia benar-benar seperti spons yang menyerap air. Menyerap ilmu lebih mendetail dengan begitu cepat dan memasukkannya ke perpustakaan dalam kepalanya.


Takahide sendiri sempat ingin mengajarinya teknik khususnya yaitu Violet Raven, tetapi ditolak tegas oleh Arthur. Bukan hanya karena pemuda itu telah memiliki dua set teknik bertarung yang lebih baik, tetapi dia juga malas untuk mempelajari terlalu banyak teknik yang mungkin tidak akan pernah dia gunakan.


“Omong-omong, kenapa kamu malah mengubah penampilan menjadi orang biasa seperti itu, Nak?”


“Bukankah penampilan ini mudah untuk membaur?” Arthur memiringkan kepalanya.


Meski apa yang diucapkan Arthur benar, tetapi orang-orang yang mempelajari teknik ini biasanya menggunakannya untuk merubah tubuh menjadi sosok yang menonjol. Entah itu menjadi sosok yang terlihat jahat, baik, tampan, atau cantik. Tentu saja, teknik ini memerlukan qi untuk digunakan, jadi bukan teknik permanen.


Selain itu, ada juga beberapa kelemahan lain. Contohnya bentuk tulang yang tidak bisa banyak berubah, mata juga tidak berubah. Jadi meski penampilannya menjadi tua, mata Arthur akan tampak jernih seperti pemuda. Tentu saja, ini agak fatal untuknya karena selain mata cerah, warna matanya yang berbeda juga mencolok.


Meski begitu, Arthur juga memiliki solusi, yaitu menutupnya dengan kain hitam dan berpura-pura buta, padahal masih bisa sedikit melihat dari balik kain tersebut. Hanya saja, penampilan orang normal yang buta agak aneh karena tempramen yang bercampur tidak cocok. Seandainya di dunia ini ada soft lens, semuanya pasti lebih mudah baginya.


Jadi pada akhirnya, Arthur dan Takahide sepakat untuk membuat identitas baru bagi Arthur. Ditambah dengan dua hari persiapan, identitasnya akhirnya dibangun dengan sempurna.


Seorang pemuda cukup tampan dengan tempramen lembut dan kulit halus. Dia mengenakan pakaian pendekat pedang berwarna putih dengan gambar dedaunan bambu dan bunga hijau. Pemuda itu memiliki penutup mata hitam dan membawa sebuah katana di sisi kiri pingangnya. Rambutnya yang cukup panjang diikat ke belakang dengan penjepit bambu yang sederhana, tetapi membuatnya tampak lebih elegan. Memakai topi dari anyaman bambu yang besar menambah kesan misteriusnya.


Berpenampilan seperti itu, sekarang dia akan disebut sebagai pendekar pedang pengelana ... Ryuma.


Jika para pahlawan lain atau rekan-rekannya dari Sekte Pilar Surgawi melihat Arthur sekarang, mereka jelas tidak akan mengenalinya. Lagipula, baik penampilan dan tempramen keduanya sangat berbeda jauh. Hanya saja, ada satu masalah ...


“Berpura-pura dengan cara seperti ini terlalu melelahkan!” ucap Arthur dengan ekspresi tidak berdaya.


“Kamu hanya perlu merubahnya sebelum memasuki ibukota kerajaan.”

__ADS_1


Takahide jelas ingin Arthur mencoba membiasakan diri dalam perjalanan. Namun setelah mengenalnya lebih dari dua minggu, dia jelas mengetahui kalau pemuda tersebut tidak mungkin melakukannya. Jadi Takahide hanya bisa memberinya saran terbaik.


“Dimengerti.” Arthur mengangguk ringan.


Setelah berganti pakaian dengan yang normal dan lebih sederhana, Arthur duduk sambil minum teh bersama dengan Takahide.


“Omong-omong, kamu benar-benar tidak mau memberiku satu saja anakan cockatrice, Senior? Aku benar-benar menginginkannya.” Arthur menghela napas panjang.


“Kamu belum menyerah?”


“Tujuanku ke sini adalah cockatrice, sebelum bisa makan- uhuk! Maksudku, mendapatkan cockatrice untuk dipelihara, aku tidak akan menyerah dengan mudah. Bukankah kamu memiliki tiga cockatrice? Memberi satu bukan masalah, bukan?”


Mendengar ucapan Arthur, sudut bibir Takahide berkedut. Dia sudah mengenal foodie itu. Bukan hanya suka memasak, pemuda tersebut juga suka makan. Belum lagi, Takahide juga telah mendengar beberapa ide gila dalam kepala pemuda itu. Ingin memburu monster dan binatang langka untuk dimakan!


“Seperti yang aku jelaskan sebelumnya, memelihara cockatrice tidak mudah. Apalagi membiakkannya. Cockatrice tidak memiliki betina, jadi harus memasangkannya dengan Black Orchid Chicken. Jenis ayam dengan spesies betina yang bisa dipasangkan dengan unggas lain, tetapi langka dan sulit ditemukan.


Meski aku juga memilikinya, tetapi memperbanyak mereka sangat sulit. Black Orchid Chicken biasanya memiliki sepuluh telur setiap kali mating. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya saja, dari sepuluh telur, hanya satu yang berhasil dibuahi. Dengan kata lain, sembilan telur lainnya tidak bisa menetas.


Meski telur itu sendiri berharga, mahal, dan berguna bagi kultivator, tetapi jika membicarakan memperbanyak ayam, itu sangat sulit. Dari satu telur yang ditetaskan, persentase Cockatrice muncul hanya 1%, jadi selain keberuntungan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lagipula, dalam satu tahun, ayam jenis khusus ini hanya bisa bertelur dua kali.


“Ugh!”


Mendengar ucapan Takahide, Arthur memiliki ekspresi pahit di wajahnya. Dia benar-benar ingin memasak makhluk itu, tetapi tampaknya tidak mungkin. Bahkan untuk mendapatkan Black Orchid Chicken sendiri sangat sulit. Tidak mudah dilakukan.


“Jika kamu mau berjanji untuk melatih Nanami, aku tidak keberatan memberimu anakan Black Orchid Chicken yang akan menetas kurang-lebih tiga hari lagi. Jumlahnya ada 7, itu sudah sangat banyak dan berharga.”


Arthur menatap ke arah Takahide dengan ekspresi heran. Meski itu hanya anakan, tetapi harganya semacam itu benar-benar sangat mahal. Bisa dibilang, pria itu jelas sangat mementingkan putrinya. Menurut cerita, putrinya sekarang menginjak usia 17 tahun dan baru menempuh jalan kultivasi.


Jadi, alih-alih membiarkannya berlatih dengan teknik kultivasi dasar yang buruk, Takahide ingin menggantinya dengan teknik yang lebih baik. Itulah alasan dirinya mengirim Arthur. Jika bisa membuat Arthur mengajari putrinya dan meletakkan dasar-dasar kokoh, dia sama sekali tidak keberatan menderita beberapa kerugian.


Itulah kasih sayang seorang ayah!


Mendengar itu, Arthur jelas tergoda. Dia kemudian mengingat sesuatu dan bergumam.


“Jadi ... peranku sekarang adalah menjadi kakek dalam cincin?” gumam Arthur.

__ADS_1


Mendengar gumaman Arthur, Takahide jelas bingung. Namun setelah mengetahui yang berbicara adalah bocah aneh dengan pikiran aneh di kepalanya, dia hanya menggelengkan kepalanya.


“Bagaimana?” tanya Takahide.


“Satu minggu? Aku akan mengajarinya selama satu minggu.”


“Satu kali menetas memerlukan 6 bulan, belum lagi, ada tujuh! Setidaknya tiga tahun!”


“Tiga tahun? Kenapa kamu tidak sekalian menyuruhku menikahinya, Pak Tua?!”


“Dua minggu!”


“Apakah kamu gila? Mempelajari dasar bahkan memerlukan waktu lebih dari dua minggu! DUa tahun!”


“Tiga minggu!” Arthur menggertakkan gigi.


“Mustahil!”


Keduanya berdebat mati-matian, bahkan hampir adu pukul. Setelah berdebat begitu lama, mereka akhirnya membuat kesepakatan. Sama seperti dasar yang diberikan kepada Sekte Pilar Surgawi kepadanya, Arthur akan mengajari putri Takahide selama 100 hari.


Dengan begitu, tiga hari berlalu dan ketujuh telur akhirnya menetas.


Dalam kandang khusus, Arthur dan Takahide menatap tujuh sosok yang telah dipisahkan dari indukannya dengan ekspresi bingung di wajah mereka. Arthur berpikir kalau Takahide membohonginya. Sementara itu, Takahide sendiri mempertanyakan keberuntungannya sendiri. Lagipula, di depan mereka ...


Ada lima sosok anak ayam yang tampak biasa dan dua yang tampak aneh!


Dua anak ayam yang aneh itu memiliki bulu tipis, sayap seperti kelelawar yang tipis, dan ekor seperti kadal. Satu hal untuk menggambarkannya, ya .. itu benar-benar jelek. Anakan cockatrice benar-benar tampak sangat buruk. Sama sekali tidak imut!


Arthur menyodok salah satu anakan cockatrice dengan jarinya, lalu melirik ke arah Takahide dengan ekspresi curiga.


“Kamu bilang ... ini sulit?”


Mendengar pertanyaan polos itu, Takahide merasa jantungnya ditikam dengan pisau berkali-kali. Memaksakan senyum kecut di wajahnya, dia berkata dengan enggan.


“Ya ... tampaknya keberuntunganmu benar-benar baik, Nak.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2